
Seharian penuh Liong Dan masih berada di toko pakaian. Sebelum barang pesanannya siap. Liong Dan mengisi waktu kosongnya dengan bermeditasi diruang kamarnya yang disediakan oleh pemilik toko.
Beberapa jam kemudian seorang pelayan toko mengetuk pintu kamar Liong Dan.
"Maaf Tuan bila saya mengganggu. Tuan kami ingin bertemu dengan Tuan muda di ruang kerjanya. Kata Pelayan itu."
"Baik saya akan segera kesana. Balas Liong Dan ramah."
Diruang kerja pemilik toko telah terkumpul 10 pendekar pemanah.
Beberapa menit kemudian Liong Dan tiba diruangan kerja pemilik toko.
"Salam Tuan, Ucap Liong Dan sambil membungkukkan badannya."
"Salam juga Tuan Liong. Kenalkan kesepuluh temanku ini. Balas pemilik toko dengan memperkenalkan kesepuluh pendekar itu kepada Liong Dan"
Liong Dan menyapa kesepuluh pendekar itu.
"Ada apa sebenarnya Tuan muda ini mengundang kami kesini? Berkata seorang pendekar paruh baya."
Liong Dan pun menjelaskannya.
Kesepuluh pendekar itu kaget dengan mata melotot tajam Liong Dan setelah mendengar ucapan Liong Dan.
"Kamu Gila anak Muda. Kalau kamu mau mati pergi saja sendiri kesana. Berkata seorang pendekar sambil mengarahkan separuh Aura pembunuhnya kepada Liong Dan Setelah Pendekar itu melihat tingkat praktik yang di miliki Liong Dan dibawah tingkat mereka."
"Liong Dan tersenyum dan berkata: Maaf paman. Saya tidak memaksa kalian untuk pergi bersamaku kesana. Saya hanya membutuhkan pendekar pembrani dan peduli terhadap sesama. Saya hanya ingin membantu Negeri kalian agar bebas dari para penjahat. Ucap Liong Dan mengejek sambil menekan Aura pembunuh dari pendekar itu."
Merasa diremehkan oleh Liong Dan. Salah satu pendekar itu menghunuskan pedangnya ke arah Liong Dan.
Akan ku bunuh kau. Berkata pendekar itu dengan mengayunkan pedangnya kepada Leher Liong Dan.
Melihat salah satu pendekar diantara mereka menyerang Liong Dan terkejut. Namun tak bisa berbuat apa apa dengan serangan yang begitu cepat.
Sebelum pedang itu mengenainya. Liong Dan menangkis pedang itu dengan tangan kirinya lalu menghantam dada pendekar itu dengan tangan kanannya.
Bruuuuuaaakkk.
Suasana ruangan seketika hening setelah mendengar bunyi benturan dari salah satu diantara mereka mengenai tembok dan tak sadarkan diri.
Pemilik toko dan kesembilan pendekar menatap Tajam Liong Dan tanpa banyak kata.
"Bagaimana anak ini menerima serangan secepat itu dengan sekali serang? tingkat berapa sebenarnya dia? Berkata pemilik toko dalam hati."
Liong Dan menghampiri pendekar yang pingsan itu. Liong Dan meletakan kedua telapak tangan diatas dadanya dan menyalurkan energi murni kedalam tubuh pendekar paruh baya itu. Setelah selesai Liong Dan kembali duduk sambil menunggu pendekar itu sadar.
"Maafkan teman kami tuan muda. Berkata para pendekar itu."
"Liong Dan membalas perkataan mereka dengan senyum ramah. Dan berkata :
Saya memaafkannya. Apa pembicaraan kita dilanjutkan? lanjut Liong Dan bertanya."
"Kami siap membantu anda Tuan muda. Balas mereka serempak."
Baiklah, Setelah matahari sudah mulai gelap kita segera bergegas kesana. Berkata Liong Dan.
Semuanya pun mengangguk pelan.
Beberapa menit kemudian pendekar paruh baya yang tak sadarkan diri itu. Mulai bangkit berdiri. Sambil memegang kepalanya yang serasa pusing.
Liong Dan mengeluarkan Sebutir Pil dari dalam cincin Ruangnya. Pil pemulihan Luka dalam.
Minumlah pil ini. Berkata Lionh Dan sambil menyerahkan Pil itu.
Pria itu segera duduk bersila setelah menelan pil yang Liong Dan berikan kepadanya. Lalu Liong Dan membantunya dan meletakan kedua telapak tangan di punggungnya dan menyalurkan energi murni kedalam tubuh pendekar itu.
Beberapa jam kemudian Pendekar itu sudah sembuh. Ia bangkit dan menatap tajam Liong Dan.
Maafkan atas kelancangan saya Tuan muda. Ucapnya.
Liong Dan tersenyum..
Liong Dan menyuruh mereka dengan pemilik toko untuk bermeditasi mengumpulkan banyak tenaga dalam.
***
"Hormat Pangeran, 50ribu prajurit dengan berpakian Lengkap dengan alat perangnya sudah berkumpul di halam istana. Berkata Seorang Pemimpin Pasukan."
"Baik. Bersiap siaplah, Besok pagi kita akan berangkat. Balas Pangeran Bhou Zein."
"Siap pangeran. Balas pemimpin pasukan itu dan melangkah pergi."
20ribu prajurit pemanah dan 10ribu Prajurit Tombak serta 20ribu prajurit pedang dengan Tameng lengkap berjejer rapi mendengar instruksi dari pemimpin mereka.
Kaisar Bhou Xhian datang menghampiri Pangeran Zein diruang kerjanya.
Zein. Ayah sudah menandatangan semua berkas ini. Tolong sampaikan salam dan permohonan maaf saya kepada Kaisar Ling Shian. Ucap Kaisar Bhou Xhian sambil menyerahkan sebuah map besar.
__ADS_1
Baik ayah. Akan aku sampaikan. Balas Pangeran Zein.
Map tebal itu berisi surat surat Penyerahan hak kedua kota kepada Kaisar Ling Shian.
Yang telah ditandatangani dan distempel resmi oleh Kaisar Bhou Xhian dan pangeran Zein.
Map Tebal itu nantinya akan di serahkan kepada Liong Dan. Dan Liong Dan akan memberikannya kepada Kaisar sebagai Hadiah untuk pangeran Ling Chian.
Setelah semua berkas dan segala perlengkapan dalam perjalanan sudah siap. Pangeran Bhou Zein pergi kekamarnya untuk beristirahat.
Sementara Putri Bhou Xin Yu masih menyiapkan barangnya yang akan mau dibawa. Mengingat Xin Yu menetap Lama di Negeri Wei untuk berlatih bersama Liong Dan.
***
Hari sudah mulai gelap. Liong Dan dan pemilik toko serta kesepuluh pendekar sedang berjalan menuju Markas Besar Pendekar Tapak Iblis yang tidak jauh dari Istana kerajaan.
Beberapa Jam kemudian Liong Dan dan Pasukannya sudah mendekati gerbang sekte.
Tuan Liong Itu markasnya. Ucap Pemilik toko sambil menunjuk markas sekte.
Liong Dan mengangguk pelan.
Tuan tetaplah disini. Dan kesepuluh Pemanah mencari tempat yang aman. Setelah saya memberi kode kode barulah mulai menembak. Jelas Liong Dan.
Baik Tuan Liong. Balas mereka dan bergegas pergi.
Setelah kepergian kesepuluh pendekar pemanah. Liong Dan berkata " Tuan saya akan mengalihkan perhatian para murid mereka untuk keluar ke halaman sekte. Setelah saya di kepung oleh seluruh para murid sekte barulah tuan memberi mereka aba aba untuk memulai menembak. Ucap Liong Dan.
Baik Tuan Liong. Balas Pria tua itu.
Liong Dan merapalkan jurus Tanpa Banyangannya dan menekan Tingkat praktiknya ke tingkat dasar dan menyembunyikan semua Aura pembunuh. Setelah semua sudah dilakukannya Liong Dan berjalan santai menuju Markas sekte.
Beberapa menit kemudian Liong Dan tiba di gerbang sekte. Setelah dipastikan tidak ada yang menyadari kedatangannya Liong Dan Masuk dan mencari keberadaan tempat penyimpanan Pedang mereka.
Beberapa jam kemudian. Liong Dan sudah mengumpulkan semua yang ada dalam ruang sekte kedalam cincin ruangnya.
Saatnya Liong Dan menuju tempat tinggal Para tetua Sekte. Setiap Kediaman tetua sekte Liong Dan masuk dan membunuh mereka.
Setelah semua para tetua telah dibunuhnya kini Liong Dan menuju Kediaman Patriak Agung Sekte.
Belum sempat Liong Dan membuka pintu kediaman Patriak Agung. Liong Dan merasakan Aura Pembunuh dari dalam rumah itu. Liong Dan mundur sambil menekan aura pembunuh itu.
Beberapa Murid penjaga malam pun berhamburan setelah merasakan aura pembunuh dari dalam rumah ketua agung mereka.
Seorang murid berlari menuju rumah Pendekar iblis.
"Cari pembunuh itu. Ucap ketua agung dengan mengerahkan setengah Aura pembunuhnya."
Dan melesat keluar.
Patriak itu melihat sebuah bayangan samar samar dihadapannya.
"Tuan Liong bersiaplah, Dia sudah mengetahui keberadaanmu. Berkata Guo mengingatkan Liong Dan."
"Siapa kau? Ada apa kau mengganggu ketenanganku? Berkata patriak itu dengan Nada bercampur emosi dan Mengerahkan Aura pembunuh yang sangat besar."
Merasakan Aura pembunuh yang sangat besar itu. Sebagian para muridnya jatuh tak sadarkan diri. Sebagiannya masih bisa menekan Aura pembunuh dari Patriak mereka.
Liong Dan membuka ilmu tanpa bayangannya. Lalu berkata:
Maaf Patriak, Saya datang kesini untuk memastikan, Apa betul Patriak mengirim murid muridmu ke Negri wei?
Kalau ia, Apa urusanmu?
Berkata Patriak itu dan melesat cepat menyerang Liong Dan.
Liong Dan pun terpental beberapa langkah karna belum siap.
Serang Dia. Berkata patriak itu kepada muridnya.
Ribuan murid itu pun mulai menyerang Liong Dan.
Disaat para murid hendak menyerang Liong Dan. Hujan panah pun menghadang mereka.
mengakibatkan beberapa murid tewas seketika.
Melihat panah bermunculan. Patriak mereka menjadi geram. Dan melesat kearah pendekar pemanah. Belum sempat Patriak itu pergi. Liong Dan menghadangnya. Akulah lawanmu. Ucap Liong Dan.
Beberapa saat kemudian pendekar pemanah dengan pria tua pemilik toko melesat turun setelah persediaan anak panah mereka habis.
Sementara Pendekar tapak iblis masih sengit bertarung di atas atap Sekte dengan Liong Dan.
Akibat benturan Aura pembunuh dengan tenaga dalam yang dikerahkan oleh keduanya. Membuat tembok tembok sekte retak dan beberapa bangunan hancur.
Melihat serangan yang dilancarkan oleh pendekar tapak iblis membuat Liong Dan terdesak.
Begitu ada celah. Liong Dan turun dari atas atap menuju halaman Sekte. Liong Dan perintahkan pasukannya agar mundur Jauh.
__ADS_1
Lalu Liong Dan merapalkan Jurus tapak Naga saktinya melesat dengan cepat membunuh satu persatu murid yang tersisa.
Pria tua pemilik toko dan kesepuluh pendekar pemanah menelan ludah setelah melihat serangan yang lancarkan oleh Liong Dan.
Anak muda ini berada di tingkat Akhir pendekar Dewa surgawi? Guman mereka dalam hati.
Kini Liong Dan kembali melesat menyerang Pendekar Tapak Iblis.
Sudah berapa jam Liong Dan dan Pendekar Tapak Iblis saling serang. Namun belum ada diantara mereka berdua yang terluka.
Pendekar Muda siapa kau sebenarnya?
Aku adalah Liong Dan pendekar Naga Pembasmi.
Pendekar tapak iblis terkejut. Apa dia pewaris sang Legenda itu. Gumannya dalam hati.
Mari kita mulai lagi Patriak. berkata Liong Dan sambil mengerahkan setengah Aura pembunuhnya.
Berdua pun mulai merapalkan jurus dan menyerang.
Baiklah Pendekar Muda. Terimalah serangan ku.
Pendekar tapak Iblis mengeluarkan sebuah pedang dan merapalkan jurus andalannya.
Jurus api Neraka
Liong Dan terkejut melihat jurus yang akan dikerahkan oleh pendekar tapak Iblis.
Hati hati tuan, Jurus itu bercampur dengan racun bila tergores oleh pedangnya itu.
Berkata Guo.
Liong Dan segera mengambil posisi kuda kuda dan merapal ilmu pelindung Tubuhnya.
Seketika Pelindung Tubuh Liong Dan menutup seluruh tubuhnya.
Liong Dan mengerahkan energi inti esnya kedalam pedang dengan tenaga dalam yang besar.
Jurus Pengguncang semesta
Liong Dan melemparkan pedang Naga saktinya ke arah Pendekar Tapak Iblis. Dan berteriak dengan Lantang:
**Jurus Auman Naga**
Benturan kedua pedang dengan tenaga dalam yang besar itu sangat mengerikan.
Pendekar tapak iblis kewalahan menerima serangan Liong dan.
Begitu melihat sebuah celah untuk menyerang. Liong Dan menghantam Dada pendekar Tapak ibilis dengan Jurus **Tapak naga.
Bluuaaaarrr**...
Pendekar tapak Iblis pun terlempar jauh membentur tembok. Melihat pendekar tapak Iblis bersiap merapalkan jurus. Liong Dan mengarahkan pikirannya kepedang miliknya.Pedang Naga sakti pun melesat dengan cepat mengenai Dada pendekar Tapak iblis.
Pendekar Tapak Iblis jatuh tersungkur ketanah.
Liong Dan menghampiri pendekar tapak iblis dan mencabut pedangnya yang tertanam didada pendekar tapak Iblis Lalu memotong lehernya.
Liong Dan menyimpan Leher dari pendekar tapak iblis itu kedalam sebuah kantong.
Liong Dan menyuruh Guo untuk membakar habis bangunan sekte serta semua mayat.
Guo pun keluar dan menyemburkan apinya.
Kesepuluh pendekar dan pria tua itu semakin terkejut. Melihat seekor naga keluar dari dalam tubuh Liong Dan.
Seteelah semua sudah selesai Guo kembali kedalam pikiran Liong Dan pedang Naga Sakti pun kembali menyatu dengannya.
Tuan. Bawalah kantung ini ke Pangeran Bhou Zein sekarang Juga. Bila Pangeran bertanya, Bilang saja, Seseorang yang menitipkannya. Printah Liong Dan kepada pria tua pemilik toko.
Setelah pria tua itu pergi Liong Dan dan keaepuluh pendekar itu kembali ke toko.
•••
Pangeran Bhou Zein keluar dari kediamannya setelah mendengar Ledakan.
Prajurit, Apa yang sedang terjadi. Tanya Bhou Zein.
Hamba kurang Tau yang Mulia. Balas prajurit itu.
Pangeran Bhou Zein dengan para prajurit yang masih berkumpul dihalaman istana melihat kepulan asap yang tebal dari asap kota.
Beberapa jam kemudian. Seorang prajurit penjaga gerbang berlari ke Arah Pangeran Bhou Zein.
Yang Mulia Pangeran. Seseorang pria tua menitipkan bungkusan ini kepadaku. Katanya seseorang menyuruhnya untuk menghantarkan bungkusan ini kepada pangeran. Berkata Prajurit itu dan menyerahkan bungkusan.
Pangeran Bhou Zein, Tersentak kaget setelah membuka bungkusan itu. Lalu ia menyuruh seorang prajurit untuk mengeluarkan Isi bungkusan.
__ADS_1