TAKDIR SEORANG BOCAH

TAKDIR SEORANG BOCAH
Perjamuan Terganggu


__ADS_3

Canda dan tawa memenuhi Ruang Aula. Kaisar Ling Shian, Permaisuri, Lion Dan dan Duke Han Dan masih setia di tempat duduk masing masing.


Para Undangan, Penjabat Istana dan Tetua Sekte juga masih ditempatnya masing masing dan ada beberapa diantara para hadirin keluar mencari udara segar.


Beberapa Pelayaan Rumah Duke menghantarkan Makanan serta minuman ke dalam ruangan Acara dan ditempatkan meja yang telah disiapkan.


Saat semua hidangan sudah tertata rapi diatas meja. Liong Dan menghirup Aroma yang berbeda dari Aroma bumbu masakan.


Liong Dan mengernyitkan kepalanya sambil menunduduk.


Selang beberapa menit kemudian seorang pejabat istana yang berasama rombongan Kaisar masuk kedalam ruangan menempati kursinya setelah menghirup udara segar diLuar ruangan.


Liong Dan menyipitkan matanya kepada penjabat itu.


Disaat Liong Dan masih dalam pikirannya, Guru Huo Bin berkata, " Dan'er bilang kaisar dan semua undangan jangan makan. Karna semua makanan sudah ditaruh racun oleh orang yang sedang kau Lihat.


Terima kasih guru, Saya juga merasakannya..Balas Liong Dan..


Yang Mulia Kaisar jangan makan makanan itu. makanan itu sudah diberi racun. Bisik Liong Dan.


Kaisar Ling Shian terkejut, sambil menatap tajam Liong Dan.


Grand Duke hendak mengatakan sesuatu, Namun terpotong dengan Sikap Liong Dan yang melesat kearah seorang Penjabat Istana..


Semua yang ada diruangan itu pun kaget, Langkahnya sangat cepat, bagaikan kilat menyambar..Guman Mereka dalam Hati..


Kaisar yang sudah tau gerakan Liong Dan. tetap merasa biasa, Namun kaisar terkejut setelah Kaisar melihat Liong Dan Menyeret Penjabatnya....


Liong Dan membawa penjabat istana diHadapan Kaisar..


Mohon Maaf yang mulia kaisar. Hamba ingin memriksa orang ini...Berkata Liong dan kidmat.


Silahkan Ketua Agung Liong..Balas Kaisar Ling Shian seriua.


Semua pengawal istana datang mengepung Liong Dan. dan menghunuskan pedang kepadanya..


Melihat Prajurit istana mengepung Liong Dan, Para Tetua sekte bangkit Berdiri.


Kaisar Ling Shian Bangkit berdiri. Karna suasana ruangan sudah tak terkendali. Kaisar mengangkat tangan kanannya. menandakan jangan adan bergerak..


Liong Dan merobek paksa jubah penjabat itu. Liong Dan mematung sebentar di ikuti oleh semua orang disekitarnya, Melihat pakaian dalam yang dikenakan penjabat itu.


Jubah Hitam serta berlogo Tengkorak dibagian dada..


Tengkorak Hitam..Guman Kaisar pelan


Lalu Liong Dan mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam jubah penjabat itu..


Yang Mulia kaisar, Orang ini pasti orang suruhan. Ingin memusnahkan kita semua. Ini Racun yang sangat berbahaya.. berkata Liong Dan sambil menyerahkan botol kecil itu kepada Kaisar Ling Shian.


Belum sempat yang Mulia menjawab perkataan Liong Dan. Seorang Prajurit Kota datang..


Yang Mulia kaisar dan Tetua Agung Liong.


Maafkan hamba bila mengganggu.


DiLuar gerbang kota terjadi perkelahian. Antara Puluhan Pendekar bertopeng berjubah Hitam dengan Dua ekor Naga. Ucap Prajurit itu...


Mendengar Laporan dari Prajuritnya. Han Dan berkata, " Amankan semua penduduk dan patroli ke semua sudut kota..


Tak lama kemudian Liong Dan melesat pergi.


meninggalkan ruangan..


Prajurit ikat dia..Ucap Kaisar Ling Shian singakat.


Dengan segera prajuritnya meringkus penjabat istana itu..


Tolong Umumkan kepada pelayan Buang semua makanan dan minuman. Berkata Han Dan kepada Pelayan kediaman.


Melihat Liong Dan pergi, Tian wang, Jian chen dan Tan Liu Menyusul..


Sementara Tetua yang Lain masih siap berjaga didalam ruangan.


Sesampainya Liong Dan di luar gerbang kota. Ia melihat puluhan pendekar berjubah hitam sudah tak bernyawa.


Apa yang terjadi.. Berkata Liong Dan kepada kedua Naganya..

__ADS_1


Mereka ingin menyusup masuk Tuan Liong..Balas Mou, Dan puluhan pendekar berjubah hitam lainnya kabur..Lanjut Molang..


Baiklah kita mengejar mereka..Kata Liong Dan


Disaat Hendak pergi....


Tunggu ketua, Kami ikut..Ucap Tian Wang disusul Jian Chen dan Tan Liu...


Baiklah. Tetua Jian dan tetua Liu Naik bersama molang, Tetua Tian dengan Mou, Saya bersama Chung...printah Liong Dan..


Merekapun beranjak pergi...


Selang beberapa menit, Tian wang, Jian Cheng dan Tan Liu. menghadang pendekar berjubah hitam.


Siapa Kalian..Berkata pemimpin berjubah hitam...


Jangan Banyak tanya kau...Jawab Tian wang Geram sambil mengeluarkan Aura pembunuhnya di ikuti oleh Jian Chen dan Tan Liu...


Disaat Tetua dan para pendekar berjubah hitam masih bercakap dan siap menyerang.


Liong Dan muncul tiba tiba dari arah belakang pendekar berjubah itu. sambil mengirim Aura pembunuhnya. Karna terlanjur Emosi, telah mengacaukan Acara, Tanpa Banyak kata Liong Dan bergerak sangat cepat, menebas semua Leher Pendekar baju hitam itu dengan sekali serangan. dan menyisakan pemimpin dari pendekar berjubah hitam..


Pemimpin pasukan berjubah hitam itu mematung tanpa banyak kata..


Ketiga Tetua pun terkejut dengan serangan yang Liong Dan Lakukan..


Sambil geleng geleng kepala, mereka berkata dalam hati...Sangat cepat sekali..


Ampun Tuan pendekar.. Mohon jangan bunuh saya..Ucap pemimpin pasukan itu sambil memohon.


Braaaakkk....


Tendangan cepat itu mengarah ke perut.. Pemimpin Pasukan berjubah hitam itu terlempar jauh...


Siapa yang menyuruhmu..Ucap Liong Dan geram...


Ampun Tuan...


Plak...


Cepat jawab siapa yang menyuruhmu Tua bangka??


A...anu Tuan...Pangeran Ling Shian yang menyuruh kami...Katanya...


Baik. dimana yang lain pasukanmu. balas Liong Dan..


Mereka tidak jauh dari sini Tuan..


Tanpa menunggu lama Liong Dan menebas kepala pemimpin pasukan itu... Dan mengambil kepalanya..


Ayo kita Bunuh semua mereka..berkata Liong Dan kepada ketiga Ketua...Sambil menyerahkan potongan kepala itu kepada Tian Wang...


Tetua, Pergilah duluan kesana saya akan menyusul dengan Chung. lanjut Liong Dan


Ketiga tetua itu mengangguk kepala dan pergi tanpa kata....


Tian Wang melihat beberapa kamp tepatnya di Luar desa...


Itu pasti kampnya ucap Tian Wang kepada Jian Chen dan Tan Liu...


Ketiganya turun menghampiri kamp itu..


Jian Chen, Tan Liu dan Tian Wang melesat turun sambil mengirim Aura pembunuh...


Merasakan musuh Datang, Ratusan pendekar keluar dari dalam Kamp di pimpin oleh seorang pria Sepuh...


Siapa yang berani mengganggu kami...Ucap pria Sepuh itu Lantang sambil menekan Aura pembunuh yang menghampirinya...


Liong Dan yang baru saja Tiba, mengirim suara kepada kedua Naganya...


Serang mereka dan jangan sampai ada yang Lolos..


Kedua Naga pun mulai menyerang..


Dengan semburan Api dari kedua Naga itu, Semua tenda dalam sekejap Ludes terbakar.


Melihat kedua Naga sudah mulai menyerang, Tian Wang Jian Chen dan Tan Liu pun ikut menyerang sambil melemparkan kepala yang mereka bawa kepada Sepuh didepan mereka.

__ADS_1


Serang....


Melihay potongan kepala itu, Sepuh itupun Geram..


Ayo semuanya Serang..Ajak sepuh itu kepada pasukannya..


Mereka Pun Saling serang....


Sementara Liong Dan Masih duduk diam diatas punggung Chung.


Tuan bolehkah saya ikut membantu Tetua itu..Berkata Chung..


Baiklah, Silahkan...Balas Liong Dan sambil turun dar punggung Chung..


Chung Pun melesat cepat, dengan gerakan terkam yang begitu Lincahnya. Puluhan pendekar berjubah hitam tewas seketika. Chung pun tak berhenti sampai disitu. Ia sangat menikmati pertarungannya.


Liong Dan terkagum kagum dengan gerakan Chung.


Molang dan Mou menjaga dari atas..


Tiang Wang masih serius menyerang..


Tak Lama kemudian Sepuh itu tewas dipedang Tian Wang..


Sementara Jian Chen dan Tan Liu serta Chung pun sudah selesai membabat semua Ratusan pendekar itu tanpa sisa...


Liong Dan menghampiri mereka..


Kerja yang bagus... Ucap Liong Dan ramah..


Mereka membalas sengan senyuman..


Ayo kita kembali.. Berkata Liong Dan...


Jangan sampai Kaisar kwatir..lanjutnya..


Sambil mengajak Chung..


Selang beberapa menit kemudian Dua ekor Naga mendarat di tengah pasukan yang masih berjaga di dalam kediaman Gran Duke Han Dan.


Semua penjaga dan Murid menunduk hormat. Kepada Tian Wang, Jian Chen dan Tan Liu.


Salam yang Mulia Kaisar. Ucap Tian Wang mewakili kedua tetua sambil menunduk kepala..


Bagaimana keadaan di Luar Tetua dan mana Tetua Agung Liong..Ucap kaisar kwatir..


keadaan....


Belum sempat Tian wang berkata...


Muncul Liong Dan dan berkata, Keadaan sudah Aman yang Mulia..Maafkan Hamba datang terlambat..Ucap Liong Dan sambil memberi Hormat...


Baik. silahkan berdiri dan duduk..Balas kaisar terenyum Legah..


........


Malam itu Kaisar bersama para Tetua sekte dan yang lainnya tidak tidur.


Mereka membahas masalah yang telah terjadi..


Dan perjamuan makan malam pun berlanjut setelah membuat masakan yang baru...


Penduduk yang diluar kediaman sudah merasa lega dari kepanikan mereka sebelumnya....


***


Seorang pendekar Paruh baya menghadap.


Lapor ketua. Seorang mata mata kita yang dikirim ke kota Dhousan tewas bersama Ratusan pasukannya..Berkata pria paruh baya


Siapa yang berani melakukan itu.. Balas ketua itu geram sambil memukul meja didepannya.


Kumpulkan Semua pendekar. Subuh kita berangkat menyerang mereka...


Baik ketua... Balas Pria paruh Baya itu dan melangkah Pergi...


Ketua yang dimaksud dari pria paruh baya itu adalah utusan Raja Guan Dhi dari sekte Bayangan Hitam.

__ADS_1


Ribuan Pasukan Aliran Hitam berdatangan dikota Anchui..


__ADS_2