
Hari sudah mulai gelap. Para pelayan Istana sibuk menyiapkan makan malam. Kaisar Bhou Xhian dan Pangeran Mahkota Bhou Zein sedang bercakap cakap bersama Liong Dan diruang kerja Kaisar.
Pendekar Liong, Malam ini saya mengajak pendekar Liong untuk nginap diistana. Ucap Pangeran Bhou Zein diangguki oleh kaisar Bhou Xhian.
Liong Dan mengangguk pelan.
Terimakasih yang Mulia Kaisar dan Yang mulia Pangeran. balas Liong Dan.
Liong Dan dipersilahkan untuk membersihkan Badan oleh pangeran Bhou Zein. Dan diantar oleh Pelayan istana menuju kamar yang telah disiapkan.
Beberap menit kemudian, Liong Dan telah selesai membersihkan badannya dan memakai Jubah Berwarna emas dengan motif Naga keemasan dibagian Depan jubahnya. Liong Dan keluar dari kamarnya. Dengan wajah tampan dan gagahnya Liong Dan menghampiri Pangeran Bhou Zein.
Pangeran Bhou Zein menatap Liong Dan. Tampan dan Gagah juga Pendekar Liong ini. Ucap Pangeran Bhou Zein dalam hati.
Salam Pangeran. Sapa Liong Dan sambil membungkukkan badannya memberi Hormat.
Salam juga pendekar Liong. Balas Pangeran Bhou Zein dengan Tersenyum ramah.
Pendekar Liong, kita langsung menuju ruang makan. Ayahanda sedang menunggu kita. Ajak Pangeran Bhou Zein.
Diruang makan telah disiapkan dan tertata rapi masakan istimewa kerajaan diatas meja oleh pelayaan Istana. Khaisar dan permaisuri serta istri dari pangeran Bhou Zein dan Putri Bhou Xin Yu sedang menunggu.
Salam Ayahanda dan Ibunda. Sapa Pangeran Bhou Zein.
Salam Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri. Berkata Liong Dan dengan memberi Hormat.
Putri Bhou Xin Yu menatap Liong Dan dengan tersipu malu. melihat pria muda di hadapannya yang begitu tampan dan Gagah.
Pendekar Liong. Kenalkan ini Istriku dan ini Adikku . Berkata Pangeran Bhou Zein.
Salam permaisuri dan putri Bhou Xin Yu. Ucap Liong Dan.
Cantik juga ni putri Xin Yu. Apa saya memperkenalkannya dengan Pangeran Ling Chian nanti yah. Guman Liong Dan dalam Hati.
Mereka pun mencicipi setiap hidangan dengan nikmat.
__ADS_1
Satu jam kemudian. Setelah makan malam selesai. Pangeran Bhou Zein mengajak Liong Dan untuk berbincang bincang sebelum beristirahat malam. Sementara Kaisar dan permaisuri sudah menuju kamar masing masing.
"Pendekar Liong, Saya mendapat kabar bahwa Kaisar Ling Shian meninggalkan Istana dan di culik oleh orang yang tak dikenal. Berkata Pangeran Bhou Zein."
Liong Dan diam sejenak.
Betul Pangeran. Balas Liong Dan singkat.
"Apa betul pangeran Ling Sath ingin mengambil alih kekuasaan Ayahnya dan mendapat dukungan dari Sekte Aliran Hitam? Tanya Pangeran Bhou Zein."
"Semua berita itu benar pangeran. Balas Liong Dan."
Bhou Zein mengernyitkan dahinya.
"Bagaimana tindakkan Pangeran Ling Chian mendapat kabar itu. Saya dengar Pangeran Ling Chian sedang berguru dengan Seorang Duke di kota baru sebelah Kota Dhousan. Katanya Duke itu terkenal dengan kekayaannya dan Duke muda itu juga sebagai Tetua Agung dari beberapa Sekte yang didirikannya. Informasi dari prajuritku, beberapa Bulan yang Lalu, Duke muda itu juga telah berhasil mengumpulkan banyak Prajuritnya di kota Argian dan melenyapkan ketiga sekte dari aliran hitam. Berkata Pangeran Bhou Zein."
Liong Dan mengangguk pelan.
"Pendekar Liong, Saya ingin sekali bekerjasama dengan Duke muda itu. Namun saya tidak mempunyai banyak waktu untuk bertemu dengannya. Apakah pendekar Liong bisa bertemu dengannya? Bila pendekar Liong bertemu dengannya. Ajaklah Duke muda itu berkunjung ke Istanaku. Lanjut Pangeran Bhou Zein."
"Saya ingin bekerjasama dengannya untuk membantu Saya membasmi para penjahat dikota ini. Dan saya akan memberikannya apa yang dia inginkan. Berkata Pangeran Bhou Zein."
Liong Dan tersenyum senang mendengar Niat pangeran Bhou Zein.
"Pangeran, Orang yang pangeran cari sedang berada diistana bersama pangeran. Balas Liong Dan dengan tersenyum."
"Pangeran Bhou Zein, tersentak kaget.
Apa? Orang yang saya maksud adalah pendekar Liong? Berkata Pangeran Bhou Zein sambil bangkit berdiri menatap Tajam Liong Dan."
"Betul Pangeran sayalah Duke Muda itu. Berkata Liong Dan. Lanjutnya :
"Pangeran Chian menjadikan Duke sementara untuk saat ini. Sementara Kaisar Ling Shian dan permaisuri saya menyembunyikan mereka di Sekteku di Desa miskin."
"Maaf Tuan Liong bila saya lancang berbicara. Apa Tuan Liong berasal dari Desa miskin? Tanya pangeran Bhou Zein memotong pembicaran Liong Dan."
__ADS_1
"Benar Pangeran, Saya berasal dari desa miskin. Hanya saya yang masih hidup dari desa itu. Waktu terjadinya perang antara Kekaisaran Tang dan kekaisaran Wei, Desa miskin yang menjadi sasaran. Semua rumah hancur tak tersisa, Para penduduk dan kedua Orang Tuaku tewas terbunuh. Liong Dan terdiam, Mengingat kekejaman waktu itu yang membuat Kedua Orang Tuanya dan para penduduk desa tewas."
"Maafkan atas kejadian waktu itu tuan Liong yang membuat kedua orang Tuamu dan semua penduduk desamu mati. Saya mengatas namakan kekaisaran Tang memohon maaf yang sebesar besarnya kepada Tuan Liong. Berkata Pangeran Bhou Zein sambil menundukkan kepalanya menyesali kejadian beberapa tahun yang lalu itu."
Sebenarnya Liong Dan masih mempunyai rasa dendam dalam hatinya. Namun karna Niatnya merebut kembali Kota Argian dan Kota Heuron untuk kembali bergabung dengan kekaisaran Wei. Liong Dan mengurungkan Niatnya.
"Terima kasih pangeran, Saya sudah memaafkannya. Balas Liong Dan"
"Tuan Liong, Saya mempunyai firasat mengenai kedatangan tuan Liong ke ibu kota ini. Setelah saya mendapat kabar, Kalau pendekar yang saya maksud tadi adalah tuan Liong. Berarti Separuh Wilayah kota Argian menjadi kekuasaan Tuan Liong. Setelah menlenyapkan tiga Duke dan ketiga Cabang sekte dari Aliran hitam. Apa sebenarnya tujuan Tuan Liong mampir di kota ini. Siapa tau saya bisa membantu Tuan Liong. Ucap Pangeran Bhou Zein."
Liong Dan menghela Napas pelan.
inilah saatnya saya menyampaikan maksud kedatanganku. Guman Liong Dan dalam hati.
"Pangeran, Maksud kedatanganku kekota ini khususnya datang keistana ini, Saya datang memohon kepada kaisar Bhou Xhian bahwa kota Argian dan kota Heuron Akan saya rebut dan menyerahkan kedua kota itu kepada Kekaisaran Wei. Berkata Liong Dan sambil berdiri memberi hormat."
"Tuan Liong. Apa saya tidak salah dengar?
pangeran Bhou zein terkejut."
Betul pangeran, Saya serius mengatakannya. Namun saya tak ingin berperang. Saya hanya berharap dengan kebaikan yang Mulia Kaisar dan Pangeran untuk menyerahkan kedua kota itu. Ucap Liong Dan.
Pangeran Bhou Zein terdiam memikirkan perkataan Liong Dan.
"Baiklah Tuan Liong. Saya akan membicarakannya dengan Ayahanda besok. Balas Pangeran Bhou Zein, Lanjutnya:
Kedua kota itu saya belum pernah melihat perkembangannya sejak setelah terjadi perang. Kedua kota itu tidak pernah mengirim pajak keistana. Karna kedua kota itu dipimpin oleh Duke yang telah mengambil bagian dalam mengikuti peperangan dan didukung oleh Sekte dari Aliran hitam. Jelas Pangeran Bhou Zein."
"Terima kasih pangeran. Saya akan menunggu jawabannya besok. Ucap Liong Dan."
Pangeran Bhou zein dan Liong Dan saling pamit untuk beristirahat.
Liong Dan masuk kedalam kamarnya.
Apa pun yang terjadi nantinya, Bila Kaisar Bhou Xhian tidak menyerahkan kedua kota itu. Maka saya harus mengumpulkan banyak prajurit untuk merebut kembali kedua kota itu.
__ADS_1
Guman Liong Dan pelan.