TAKDIR SEORANG BOCAH

TAKDIR SEORANG BOCAH
Bantuan Tak terduga


__ADS_3

Matahari sudah mulai terbit. Pasukan kerajaan sudah mulai bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan.


Yang mulia pangeran, Pasukan Aliran hitam sudah berangkat menuju Kota Argian subuh tadi. Berkata seorang prajurit kerajaan yang pulang memata matai pergerakan dari pasukan para pendekar Aliran Hitam.


Pangeran Bhou Zein menggeleng kepala pelan.


Saatnya kita berangkat. Berkata pangeran Bhou Zein kepada Pemimpin pasukannya.


Pangeran Bhou Zein dan putri Xin Yu sudah beterbangan bersama Mou setelah para prajuritnya pergi.


...


Kesepuluh pendekar berkuda berpakaian Jubah Biru Langit memasuki Gerbang kota Wilayah tengah kota Argian.


Melihat kesepuluh pendekar berjubah biru datang menuju gerbang. Beberapa prajurit penjaga gerbang menghadang.


"Siapa kalian. Berkata seorang penjaga Gerbang."


"Maaf Tuan, kami ingin bertemu Tuan Cang Je. Ada sebuah pesan yang kami ingin sampaikan. Balas seorang pendekar."


Siapa yang menyuruh kalian? Balas prajurit penjaga itu.


Seorang Pendekar berjubah biru itu mengeluarkan sebuah Lencana dari dalam sakunya. Lalu menunjukannya kepada prajurit itu dan berkata : Tuan Muda Liong Dan yang menyuruh kami.


Mendengar Nama Liong Dan semua prajurit penjaga pintu berlutut dan berkata : Maafkan atas kelancangan kami Tuan pendekar. Mari ikutlah dengan ku. Seorang prajurit mengantarkan kesepuluh pendekar itu kepada Cang Je.


Kesepuluh pendekar itu menggeleng kepala pelan. Mereka melihat ribuan para prajurit sedang sibuk mengerjakan sebuah bangunan yang sangat besar dengan halaman depan yang sangat Luas.


Cang Je membangun Gedung di wilayah tengah sesuai arahan Liong Dan. Bangunan itu akan dibuat seperti sebuah Istana besar dan megah dengan Insyur berpengalaman. Halaman depan bangunan itu dapat menampung 500 ribu prajurit. Sementara di sekeliling Bangunan di dirikan tembok yang tinggi. Di Luar tembok di dirikan ribuan Rumah untuk semua keluarga para prajurit.


Beberapa menit kemudian, kesepuluh pendekar itu bertemu Cang Je.


Tuan Kesepuluh pendekar ini ingin bertemu dengan Tuan. Ucap seorang Prajurit.


Cang Je menatap kesepuluh pendekar itu. Siapa mereka, Kenapa mereka memakai jubah Sekte? Berkata Cang Je dalam hati.


Mari Tuan, Ucap Cang Je kepada sepuluh pendekar itu dan mengarahkannya ke sebuah tenda darurat.


Maaf Tuan sekalian, Siapkah kalian yang ingin bertemu dengan ku? Tanya Cang Je.


Kenalkan kami Cang je. Kami disuruh oleh Tuan Liong Dan. Berkata seorang Pendekar. Lalu menjelaskannya maksud kedatangan mereka setelah memperkenalkan diri.


Cang Je terkejut mendengar Pesan yang disampaikan oleh seorang pendekar itu.


Baiklah Tuan sekalian. Tunggulah disini sebentar. Balas Cang Je.

__ADS_1


Cang Je berjalan menuju pemimpin pasukannya. Menyuruh semua pasukan untuk berkumpul di halaman. Lalu Cang Ce mengirim tiga orang Tetua untuk menghubungi Ketiga Pendekar Senior dan memberitahu kepada Duke Wang Yu dan Bai Can. Setelah semua sudah disampaikan Cang Je kembali kepada kesepuluh pendekar yang sedang menungguinya.


"Saudara pendekar, Apa yang sedang terjadi dan dimana Tuan Liong. Berkata Cang Je."


Seorang dari kesepuluh pendekar itu menjelaskan semuanya.


Cang Je tersentak kaget. Pendekar Tapak iblis terbunuh oleh tuan Liong?. Kapan Tuan Liong Kembali. Tanya Cang Je.


Kami belum tahu pasti saudara Cang.


Cang Je mengangguk kepala pelan. Tuan Liong memang hebat. Dia tidak menginginkan orang lain mencampuri urusannya. Apa sebenarnya Tuan Liong Rencanakan. Guman Cang Je dalam hati.


Beberapa Hari yang Lalu dua orang pejabat istana memberikan sebuah surat yang bertuliskan Bahwa kota Argian sudah di serahkan kepada Kekaisaran Wei. Atas Perintah Pangeran Bhou Zein.


Beberapa jam kemudian Seratus Ribu prajurit sudah berkumpul di halaman dengan perlengkapan lengkap. Pasukan pemanah, dan Pasukan pertahanan serta pasukan penyerang berjejer rapi sambil menunggu perintah. Seribu Tetua pun berkumpul bersama Cang Je untuk mengatur strategi.


Malam pun tiba, Duke Wang Yu, Duke Bai Can dan ketiga Pendekar Senior datang bersamaan bersama pasukan mereka.


Cang Je menerima mereka dengan hati riang dan bersemangat. Cang Je menjelaskankan maksud pemanggilan mereka mendadak.


Setelah mengetahui maksud kedatangan mereka. Duke Wang Yu dan Bai Can segera memanggil semua pemimpin Pasukan.


Baik Mulai malam ini kita bersiaga. Tutup Gerbang kota. Pasukan pemanah bersiap diatas tembok kota. Pasukan pertahanan juga bersiap di depan pintu gerbang kota bersama Para pendekar sedangkan Tetua dan ketiga pendekar senior Berbaris bagian depan bersama pasukan berkuda untuk menyerang. Jelas Duke Wang Yu dan Bai Can.


Semua pun menyetujuinya. Dan bergegas menuju Gerbang Kota dan berbaris sesuai perintah.


...


Seorang Tetua pasukan Aliran Hitam memberhentikan pasukannya. Setelah melihat prajurit Kota Argian berbaris rapi di pintu gerbang dengan senjata Lengkap.


Bersiaplah mereka sudah datang. Berkata seorang pemimpin Pasukan Cang Je.


Kenapa mereka berhenti. Guman Pangeran Bhou Zein sambil memberhentikan prajuritnya.


Pangeran, Mereka dihadang oleh pasukannya Tuan Liong Dan yang ada dikota Argian. Ucap Mou.


Kapan Tuan Liong memberitahu mereka? Tanya Pangeran Bhou Zein.


Mou pun memberitahu tentang kesepuluh pendekar suruhan Liong Dan kepada Pangeran Bhou Zein.


Pangeran Bhou Zein Terkejut. Baiklah saudara Mou.


Semua pasukan kerajaan pun mulai berbaris. Pasukan pemanah dan pasukan penyerang sudah siap ditempat masing masing sambil menunggu perintah.


Sementara pendekar dari aliran Hitam pun sudah siap dengan pedang mereka.

__ADS_1


Seorang Tetua Sekte maju dan berkata:


Minggirlah kalian, berilah jalan untuk kami. Ucap Tetua itu dengan mengerahkan tenaga dalamnya.


Kalau kami tidak mau. Apa yang kalian lakukan. Balas Ratu Angin Selatan.


Kami akan membubarkan kalian secara paksa. Balas tetua itu dengan mengerahkan Aura pembunuhnya.


Serang.


Ucap Tetua aliran hitam kepada Pasukannya.


Melihat pasukan Aliran hitam itu mulai menyerang mereka.


Cang Je memrintahkan pasukan pemanah untuk menembak.


Tembaak.


Perintah Cang Je Lantang.


Suara Cang Je yang besar itu terdengar sampai di pasukan Kerajaan Bhou Zein.


Pemimpin Pasukan yang melihat aba aba dari Pangeran Bhou Zein. Segera memerintahkan Pasukan pemanah untuk menembak.


Ribuan panah dari dua arah pun melesat kearah Pasukan Aliran Hitam.


Beberapa tetua pemimpin Pasukan dari Aliran hitam terkejut. Melihat Anak panah yang datang dari arah depan dan dari Arah belakang mereka.


Ribuan pendekar aliran Hitam tewas seketika.


Melihat kepanikan dari para tetua Aliran hitam. Pendekar pedang sakti melesat Turun di ikuti oleh pendekar Angin Topan dan Ratu Gunung Selatan serta ribuan para tetua.


Sementara pasukan prajurit bersiaga dibelakang mereka sambil menunggu perintah dari Cang Je, Wang Yu dan Bai Can.


Tak Lama mereka saling menyerang. Tiba tiba muncul Tiga patriak dengan membawa bendera sekte masing masing. Sekte Macan Putih, Sekte Tapak Angin dan Sekte Pedang Bayangan.


Bai Can dan Wang Yu tersenyum melihat kedatangan ketiga patriak itu. Siapa mereka Tuan. Ucap Cang Je.


Mereka adalah saudara kita Senior Cang. Balas Wang Yu.


Cang Je Mengangguk kepala pelan. sambil melihat kearah tempat perkelahian.


Bunyi benturan pedang pun sangat memekakkan telinga. Benturan dari peraduan Tenaga dalam membuat ledakan ledakan besar ditengah arena pertarungan. Kepulan debu dan kubangan tanah serta serpihan batu dan kayu beterbangan.


Para prajurit kota argian dan prajurit kerajan hanya menyaksikan pertarungan senyit dari kedua kubu Pendekar itu.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Seekor Naga Putih beterbang di atas tempat pertarungan itu dengan Seorang Pria muda tampan dan gagah di punggungnya.


__ADS_2