
Dalam perjalanan Liong Dan dan Ling Lin saling bertukar cerita tentang masa kecil mereka sambil melihat pemandangan dari atas langit.
Usia Liong Dan dan Ling Lin Sedikit jauh berbeda. Liong Dan sekarang Sudah berumur 12 Tahun sedangkan Ling Lin berumur 10 tahun. Ungkapan perasan yang mereka lakukan, hanya sebuah Cinta Monyet..
Liong Dan menyetujui perasan Ling Lin bermaksud agar Ling Lin rajin berlatih. Walaupun suatu saat menjadi kenyatan dari ungkapan hati mereka. Namun dikarenakan usia mereka masih muda, Mereka hanya jalankan seperti biasa, Guru dan Murid.
Kak Liong, Ayahku pernah menyuruh kami berdua untuk mengantarkan Kak Liong kepada Ayah. Ayah kami ingin berterima kasih secara khusus buat kak Liong. Setelah membantu kami beberapa tahun yang Lalu. Kata Ling Lin.
Pasti Ayah senang melihat kak Liong datang.Lanjut Ling Lin..
Terima kasih bila Yang Mulia kaisar menyampaikannya seperti itu. Namun saya masih tak pantas dengan Niat yang mulia kaisar seperti itu. Balas Liong Dan.
Setelah beberapa jam Di udara, Akhirnya Liong Dan dan Ling Lin tiba.
Mou mendaratlah di Bawah Gunung itu. Ucap Liong Dan.
Sesampainya dibawah kaki Gunung Liong Dan menyuruh Mou masuk dalam cincin dimensinya. Lalu mereka beranjak pergi..
Di pintu masuk kota selalu ada penjagaan ketat. Setiap penduduk yang masuk kota diperiksa dulu sebelumnya..
Kini Giliran Liong Dan dan Ling Lin diperiksa setelah mengikuti antrian panjang..
Mana Kartu identitas kalian..Ucap penjaga pintu..
Ling Lin Maju menunjukan identitasnya...
Melihat identitas yang Ling Lin berikan. Penjaga pintu itu tersentak Kaget.
Ia pun menyuruh penjaga yang Lain berlutut sambil memberi hormat.
Maafkan atas ketidaktahuan kami terhadap Tuan Putri. ucap penjaga pintu itu.
Melihat semua penjaga itu berlutut dan memberi hormat, Penduduk sekitar pun ikut memberi hormat kepada Ling Lin dan Liong Dan.
Sudah paman, silahkan berdiri. ucap Ling Lin
Terima kasih tuan Putri..Balas serempak penjaga pintu..
Ling Lin dan Liong Dan pun beranjak pergi.
Dalam perjalan menuju istana keduanya hanya melihat lihat setiap jajakan barang yang akan di jual dan bangunan yang tertata rapi.
Liong Dan melihat kesetiap penduduk yang dijumpainya. Banyak pendekar berjubah hitam yang sedang lalu lalang.
Kak Liong kita tetap berhati hati. Dikota ini dikuasai oleh Pendekar dari Aliran Hitam..Ucap Ling Lin pelan.
Ada puluhan cabang Sekte Aliran hitam dimasing masing Wilayah.Lanjutnya..
Terima kasih telah mengingatkanku adik Lin. Balas Liong Dan
Selang beberapa jam berjalan, Tibalah mereka berdua di pintu masuk istana.
Salam Tuan Putri.. ucap Prajurit kerajaan sambil menunduk hormat..
Ling Lin dan Liong Dan membalasnya dengan senyum Ramah sambil berjalan masuk istana.
Kak Liong, sesampai di dalam, kita tetap berhati hati. Banyak prajurit Ayah yang menjadi mata mata dari kak Ling Sath.
Ia adik Lin, Balas Liong Dan singkat..
Mereka berdua pun masuk kedalam Istana.
Ibu saya pulang. Sapa Ling Lin sambil berjalan menghampiri ibunya dan memeluknya, saya merindukan ibu, lanjutnya..
Kamu sudah sedikit mengalami perubahan Nak. Ibu juga merindukanMu nak Lin. Balas Permaisuri.
Mana kakakmu Chian, dan siapa yang bersamamu itu. Lanjut ibunya..
Kenalkan ibu, itu pendekar Muda yang membantu kami berdua beberapa tahun lalu. Jelas Ling Lin sambil melepas pelukannya..
Salam Permaisuri. Sapa Liong Dan sambil berlutut memberi hormat..Perkenalkan Hamba bernama Liong Dan Permaisuri. ucap Liong Dan
Selamat datang di istana Anak muda Liong.Balas Permaisuri ramah. Silahkan berdiri Nak. Lanjutnya.
Terima kasih yang mulia permaisuri. Balas Liong Dan.
Ibu dimana Ayah..Tanya Ling Lin
Ayahmu dikamar. Sakitnya mulai kambuh lagi. Ucap permaisuri..
Saya akan menemui Ayah dulu ibu .Balas Ling Lin dan melangkah pergi meninggalkan ibunya.
Sementara Liong Dan masih berdiri, sebelum disuruh duduk oleh Permaisuri.
Anak muda Liong silahkan tunggu sebentar dan silahkan duduk. ucap Permaisuri sambil tersenyum Ramah.
Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia permaisuri. balas Liong Dan sambil menunduk Hormat.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian Ling Lin datang setelah menjenguk Ayahnya..
Kak Liong, Ayah menyuruh kak Liong ke kamarnya. Ayah masih berbaring Lemah dikamar. Pinta Ling Lin dengan raut wajah Agak sedih.
Liong Dan pun bangkit berdiri. Sakit apa yang diderita oleh kaisar. Guman Liong Dan dalam hati, sambil berjalan dibelakang Ling Lin.
Dipintu masuk kamar, Liong Dan memberi hormat kepada kaisar.
Salam yang Mulia Kaisar. Ucap Liong Dan dengan menunduk hormat sambil berlutut.
Maafkan Hamba bila datang tidak memberi kabar sebelumnya.Lanjunya..
Silahkan duduk Pendekar Muda. Balas Kaisar Ling Shian ramah.
Terima kasih yang Mulia. balas Liong Dan sambil berdiri..
Liong Dan melihat raut wajah kaisar yang pucat pasi karna sakit.
Maaf yang mulia Kaisar. Hamba ingin bertanya mengenai sakit yang dialami yang mulia Kaisar. tanya Liong Dan.
Maafkan hamba ini bila lancang bertanya yang Mulia. Lanjut Liong Dan dengan penuh hormat.
Tidak Apa apa Pendekar Muda Liong.
Sebenarnya sakit yang saya alami ini adalah Luka dalam yang lama. Banyak tabib yang datang menyembukan saya. Namun dikarenakan Stok obat yang tidak ada. Sehingga sakit ini selalu kambuh..Jelas Kaisar Ling Shian.
Dan'er. Kamu bisa menyembuhkan kaisar, obat yang dibutuhkan Kaisar ada dalam cincin ruangmu..ucap Huo Bin gurunya..
Baik guru. Murid akan menawarnya dulu..balas Liong Dan..
Ling Lin dan Permaisuri, Nampak sedih sambil duduk disamping kaisar.
Maaf yang mulia kaisar. Hamba ingin membantu sebisa hamba, untuk penyembuhan yang Mulia. Ucap Liong Dan serius.
Pendekar Muda Liong niat baikmu saya terima. Sebelumnya Saya sangat berhutang budi sama pendekar Liong.. Balas kaisar sambil mempersilahkan Liong Dan menyembuhkannya.
Setelah periksa kondisinya, Liong Dan berkata, "Yang mulia hanya sedikit kurang darah. Sambil mengeluarkan sebuah Pil penambah darah dan Pil penambah tenaga dalam. Ucap Liong Dan sambil memberikan Pil
Minumlah Pil ini yang Mulia. Biarkan hamba menyalurkan sedikit energi ketubuh yang Mulia. Kata Liong Dan sambil menyerahkan kedua Pil tersebut.
Kaisar Ling Shian menelan kedua Pil itu..
Setelah kaisar Ling Shian menelan kedua Pil itu, Liong Dan segera menyalurkan tenaga dalam murninya lewat dada kaisar.
Maaf yang mulia, hamba akan memberikan sedikit Energi hamba. Mohon yang mulia konsentrasi dan mengatur energi yang masuk keseluruh tubuh.
Setelah melakukan proses penyembuhan Awal yang dilakukan Liong Dan. Nampak sedikit mulai ada perubahan di tubuh Kaisar Ling Shian. Dimana sebelumya pucat, sekarang sudah berangsur sedikit baik.
Anak muda Liong, Saya sudah mulai berangsur baik dari sebelumnya. Saya berterima kasih kepada mu pendekar muda..Ucap kaisar Ling Shian sambil mencoba duduk bersandar di tempat tidurnya..
Sama sama yang mulia Kaisar. Hamba hanya mecoba membantu sebisa hamba.
Namun masih ada penyembuhan terakhir yang ingin Hamba ini lakukan. Tapi setelah yang mulia makan. Pinta Liong Dan sambil menunduk hormat.
Tuan Putri Lin, Mohon bantulah saya menyiapkan Piring. Pinta Liong Dan
Pendekar Liong terima kasih atas pertolonganmu kepada Kaisar..ucap permaisuri ramah.
Sama sama yang Mulia Permaisuri..Balas Liong Dan.
Bebrapa menit kemudian pelayan istana membawa sebuah piring..
Liong Dan menerima piring itu, dan mengeluarkan sedikit ramuan yang sudah kering dari dalam cincin ruangnya berupa jamur Pemulihan..
Makanlah Jamur ini yang Mulia, Semoga dapat membantu yang mulia untuk penyembuhan. Ucap Liong Dan sambil memberi Jamur itu kepada Ling Lin untuk membantu menyuapkan kepada Kaisar..
Pendekar Liong, Sudah puluhan tahun jamur ini tidak ada. Dari mana pendekar Liong mendapatkannya. Tanya kaisar sambil mengunyah jamur itu..
Betul yang mulia Kaisar. Hamba menemukan jamur itu dari Guru hamba di Gunung Salju dekat kota Hernian. Jelas Liong Dan.
Kamu sangat beruntung mendapatkan Guru yang baik pendekar Liong. balas Kaisar.
Terima kasih pujiannya yang mulia kepada Guru hamba. Balas Liong Dan.
Setelah yang mulia selesai memakan jamur itu. Ijinkan Hamba membawa yang Mulia kaisar kedalam ruang dimensi kepunyaan Hamba yang mulia. lanjut Liong Dan.
Kaisar dan permaisuri, Sontak kaget dengan ucapan Liong Dan.
Sebelum kaisar menjawab. Ling Lin berkata
"Ayah terimalah tawaran Pendekar Liong, Saya sudah lama tinggal diruang Dimensinya untuk berlatih." jelas Ling Lin
Baik pendekar Liong, Saya mengikuti tawaranmu. Terima kasih dari yang tua ini kepadamu atas niat baikmu. Balas Kaisar Ling dengan senyum ramah dan senang.
Terima kasih juga yang Mulia. Yang mulia juga boleh mengajak yang mulia permaisuri untuk bersama yang mulia Masuk kedalam ruang dimensi Hamba. Tawar Liong Dan
Kalau ibu ikut, saya juga ikut. Ucap Ling Lin
__ADS_1
Baiklah kita semua masuk. ucap Kaisar Ling dianggukan setuju oleh permaisuri
Setelah memakan Ramuan obat berupa jamur. Kaisar Ling Shian sudah mengalami sedikit perubahan.
Kaisar Ling Shian sudah mulai bisa bangkit berdiri.
Melihat kaisar mengalami perubahan dari sebelumnya. Permaisuri dan Ling Lin nampak senang, terlihat dari raut wajah mereka...
Malam semakin gelap. Persiapan makan malam pun sudah disiapkan oleh pelayan istana..
Kita makan malam dulu. Ajak Permaisuri..
Biarkan Ayah di kamar dulu.Lanjutnya..
Bebrapa menit kemudian, Liong Dan, Ling Lin dan permaisuri tiba di meja makan keluarga.Nampak hidangan sudah tertata rapi diatas meja dengan harum bumbunya yang tajam dan sangat Enak..
Mereka pun mencicipi makanan itu dengan nikmat..
Setelah selesai makan, Mereka kembali ke ruang kamar kaisar..
Kaisar pun sudah selesai makan yang diantar oleh pelayan istana.
Pendekar Liong, Maaf saya tidak bisa menemani pendekar Liong makan malam bersama. Ucap Kaisar.
Terima kasih yang Mulia. mohon maaf telah merepotkan yang Mulia dan permaisuri..Balas Liong Dan..
Tidak apa apa Pendekar Liong, Jangan sungkan. Balas kaisar.
Dua jam kemudian, Liong Dan mengajak Kaisar, permaisuri dan Ling Lin untuk masuk kedalam Ruang dimensi untuk melakukan proses penyembuhan lanjutan.
Setelah masuk kedalam Ruang dimensi..
Permaisuri sempat kaget dan takut melihat Seekor Naga sedang tidur di dekat Gua..
Ayah, Ibu jangan takut, Naga itu bernama Mou, Ia bisa bicara, tadi kami datang diantar olehnya beterbangan. Jelas Ling Lin
Pendekar Liong, Siapa yang menanam semua obat Langka ini..Tanya kaisar sambil melihat isi Ruang dimensi itu..
Semuanya ditanam oleh kakek guru Hamba yang Mulia. Balas Liong Dan sambil mengajak kaisar berjalan menuju Gua..
Yang mulia, Di Gua itu saya akan melakukan penyembuhan terakhir kepada yang Mulia. Ucap Liong Dan sambil berjalan ke Gua..
Kaisar menggelengkan kepalanya tanda setuju..
Salam Yang Mulia Kaisar dan yang Mulia Permaisuri, Kenalkan Hamba bernama Mou. Sapa Naga Biru..
Salam juga Mou..Balas Kaisar Ling Shian diikuti anggukan permaisuri..
Yang Mulia, Silahkan duduk di batu itu. pinta Liong Dan..
Setelah kaisar duduk bersila di sebuah batu dalam Gua itu. Liong Dan pun mengeluarkan sebuah Pil berwarna keemasan dari dalam cincin ruangnya...
Minumlah Pil ini yang Mulia. Setelah yang Mulia menelankan pil ini. Mohon yang Mulia mengatur energi murni yang Mulia. Untuk membantu proses penyerapan Pil ini. Hamba juga akan membantu yang mulia dalam proses penyerapan Pil ini. jelas Liong Dan sambil menyerahkan pil itu kepada Kaisar Ling Shian..
Kaisar Ling Shian menerima Pil itu dan menelannya. Setelah menelan Pil itu, Kaisar Ling Shian mulai mengatur tenaga dalamnya.
Liong Dan pun mulai menotok semua urat peredaran Darah dalam tubuh Kaisar Ling Shian yang tersumbat. Serta menyalurkan Energi murninya.
Setelah selesai membantu Kaisar. Liong Dan pun menelan Pil penambah darah dan Pil pemulihan tenaga dalam,dan Bermeditasi di sebelah Kaisar.
Sesaat kemudian, Kaisar sudah mulai merasak Efek Pil tersebut,. Keringat pun sudah mulai membasahi wajahnya.
Selesai meditasi, Liong Dan keluar dari dalam Gua meninggalkan Kaisar.
Bagaimana Kak Liong, Apa Ayah akan sembuh? tanya Ling Lin kwatir..
Yang Mulia kaisar akan sembuh setelah proses penyerapan pilnya. Balas Liong Dan.
Silahkan duduk didalam Gua yang mulia permaisuri. Ajak Liong Dan
Baik pendekar Liong. Balas permaisuri
Liong Dan meberikan Pil penambah darah dan Pil perawatan kulit agar tidak mudah keriput kepada Permaisuri..
Pil Apa ini pendekar Liong..Tanya permaisuri
Pil penambah darah dan satunya lagi Pil untuk perawatan Kulit dari dalam yang Mulia Permaisuri. jelas Liong Dan dengan sedikit senyum tulus..
Baiklah pendekar Liong saya akan meminumnya..
Silahkan yang mulia Permaisuri...
Kak Liong saya juga mau Pil penambah darah dan Pil pemulihan tenaga dalam. Pinta Ling Lin
Liong Dan pun memberinya...
ibu, ayah dan anak itu sedang serius bermeditasi. Sementara Liong Dan menunggu diLuar Gua sambil berbincang dengan Mou...
__ADS_1