TAKDIR SEORANG BOCAH

TAKDIR SEORANG BOCAH
Duke Kota Langit Yang Baru


__ADS_3

Tiga hari setelah kepergian Liong Dan. Grand Duke kota Dhousan tiba di Kota Naga Langit. Tepatnya Di Sekte Lembah Kegelapan. Duke Han Dan Dikawal dengan Ratusan Prajuritnya, Serta membawa beberapa Pelayan terbaiknya untuk siap melayanai Kaisar.


Sebelumnya..•••


Pangeran Ling Chian memasuki Ruang kerja Liong Dan. Nampak Kaisar, Permaisuri dan Putri Ling Lin sedang duduk didalam Ruangan itu..


Setelah pangeran Chian Duduk.


Kaisar berkata " Dimana Duke Muda Liong, Chian. Berkata Kaisar.


Karna sejak Tadi pagi hingga siang hari kaisar tidak melihat Liong Dan.


Lalu Pangeran Chian berkata " Ayahanda. Guru Liong sedang berpergian. Saya tidak tahu Guru Liong pergi entah kemana..


Ia Hanya berpesan Agar Ayahanda dan ibunda tetap tinggal disini. Lanjut pangeran Ling Chian.


Apa yang sedang direncakannya. Berkata Kaisar dalam hati..


Kapan Duke Liong Kembali? Kaisar mengernyitkan Dahinya.


Saya tidak tahu Ayah. Guru Liong memberikan saya Lencana ini untuk memimpin kota Naga Langit selama Guru berpergian. Berkata Pangeran Ling Chian sambil menunjukan Lencana Emas..


Kak Chian. Kenapa Guru tidak memberitahu ku.. Ucap Ling Lin kesal.


Guru berpesan Agar kamu jaga diri baik baik. dan rajinlah berlatih..Balas Ling Chian.


Ayah. Guru juga berpesan bahwa Ayah juga harus berlatih. Supaya tingkat Praktik Ayah meningkat. Dan gunakan Ruang Bawah Tanah untuk Ayah berlatih..jelas Ling Chian mengikuti Pesan Liong Dan..


Baiklah. Semoga Duke Liong mencapi tujuannya. dan secepatnya kembali..Guman Kaisar pelan..


Nak Lin. Ingat pesan Gurumu itu.. Buatlah Gurumu Bangga. Berkata permaisuri kepada Ling Lin.


Baik bu. Aku akan mengingatnya..Balas Ling Lin sambil menitikan Air matanya..


Kak Liong cepatlah pulang. Aku merindukanMu dan aku selalu menunggumu..Berkata Ling Lin dalam hati dan menghapus Air matanya.


••••


Salam yang Mulia Kaisar dan permaisuri. Sapa Han Dan sambil membungkuk badan memberi hormat di ikuti oleh Tetua Tian Wang yang bersamanya...


Salam juga Duke Han Dan dan Tetua Tian Wang..Balas Kaisar dan di persilahkan mereka duduk.


Namun Duke Han Dan tidak segera duduk.


Duke Han Dan maju dihadapan Kaisar Ling Shian. Berlutut dan memberi hormat sambil berkata " Maafkan Hamba yang Mulia. Setelah Hamba mendengar Yang Mulia ditahan. Hamba tidak bisa berbuat apa apa..!!


Jangan dipikirkan lagi Tua Han. Silahkan duduk..Saya sudah bebas Tuan Han..Balas Kaisar dengan tersenyum..


Duke Han Dan pun duduk.


Setelah Han Dan duduk. Ia pun tak melihat Liong Dan. Han Dan pun bertanya" Dimana Duke Liong Dan, Pangeran Chian.


Pangeran Chian pun menjelaskannya..


Setelah Pangeran Chian mengatakan yang sebenarnya..


Tetua wang bertanya "Kemana perginya?


Guru tidak memberitahu atas kepergiannya..


Balas Pangeran Ling Chian..


Bagaimana keadaan kota Dhousan sekarang Duke Han. Kaisar bertanya..


Untuk sementara Aman yang Mulia. Aktifitas Penduduk pun berjalan seperti biasa. Hamba telah memperketat Penjagaan di seluruh kota yang Mulia..Jelas Han Dan sambil memberi Hormat..


Kerja yang Baik Duke Han Dan.. Balas Kaisar Singkat..


Tuan Han. Guru Liong berpesan tingkatkan penjagaan kota setiap hari.. kata Ling Chian.

__ADS_1


Hamba sudah melakukannya Pangeran Chian. Balas Han Dan


Baik, Saya harap Tuan Han mengumpulkan sebanyak banyaknya prajurit mulai dari sekarang. Begitupun dengan Tetua Tian Wang kumpulkan sebanyak banyak Murid dan Latihlah mereka.. Bila Prajurit dan pendekar telah banyak terkumpul. Baru kita mulai menyerang mengambil Alih kembali Istana. Ucap Kaisar memerintah..


Baik Yang Mulia. Kami akan melakukannya. Jawab Han Dan dan Tian Wang bersama..


Dan Guru Liong Dan Juga berpesan. Kabar keberadaan Ayahanda dirahasiakan. Ucap Ling Chian


Baik Pangeran. Balas Tian wang dan Han Dan.


Tetua Tian, Guru Liong juga mengatakan, Tetua Tian memimpin sementara Sekte pusat. Dan mengatur semua Keperluan untuk pembangunan kota. Dan Saya menggantikan Guru Liong sebagai Duke Sementara. Dan Atur semua penempatan Tetua yang sedang berlatih..Jelas Pangeran Ling Chian


Baik Pangeran. Akan hamba mengurus semuanya sesuai Arahan Ketua Liong dan Pangeran Chian. Berkata Tian Wang sambil membungkukan badanya..


Setelah mendapatkan perintah. Tetua Tian keluar dari ruangan.


Sementara Duke Han Dan masih bercakap cakap dengan Kaisar...


***


Setelah melakukan perjalan panjang, Liong Dan tiba di sebuah Desa. Sore pun tiba, Liong Dan mencari rumah yang masih terbuka untuk di beristirahat dimalam hari..


Di desa itu Liong Dan tak menemukan Warung makan atau penginapan..


Liong Dan pun menemukan sebuah rumah yang beratapkan Alang alang dan berdinding bambu. Didalam rumah itu dihuni oleh seorang Kakek tua. Liong Dan pun megetuk pintu rumah itu..


Permisi apa Ada orang Didalam. ucap Liong Dan..


Selang beberap saat pintu dibuka oleh seorang Kakek. Ada perlu apa anak muda? ucap orang tua itu sambil melihat Liong Dan dari atas kepala sampai kaki..


Bolehkah saya menginap disini malam ini kek?? Berkata Liong Dan


Kakek itu adalah Mantan seorang pendekar, Usia Kakek itu masih muda. Dikarenakan Sakit yang dideritanya, Sehingga membuat kulitnya berkerut seperti orang yang berusia 80 tahun..


Liong Dan pun merasakan bila kakek didepannya itu seorang pendekar di Tahap Langit Akhir..


Liong Dan menyembunyikan Tahap pendekarnya dengan Baik. Ia menekan tahap pendekar sampai di Tahap Bumi Awal..dan Liong Dan pun memakai jubah yang sedikit Lusuh. Sementara jubah sektenya disimpan.


Mari Masuk Anak muda..Ajak kakek tua itu..


Liong Dan pun Masuk...


Anak muda. Kamu datang dari mana dan hendak kemana? ucap kakek Tua itu setelah Liong Dan duduk..


Saya datang dari Desa miskin kek, dan saya hanya berjalan mencari Nafkah di kota dekat sini kek. Dan kenalkan nama saya kek. saya Liong Dan. Balasnya sambil mengenalkan Nama..


Anak muda, Kamu berani sekali jalan sendiri. bila kamu ingin ke kota, kamu harus berjalan selama tiga hari baru sampai di kota Argian.


Tapi kamu harus berhati hati bila sampai disana. Banyak pendekar dari Aliran hitam yang selalu membuat onar di kota maupun sampai ke desa desa..Jelas kakek itu..


Baik kek, Saya akan berhati hati nanti..Balas Liong Dan sambil tersenyum.


Anak Liong pasti kamu kelaparan, saya telah masak sejak tadi..Mari kita makan bersama baru kita berbincang bincang..Ajak kakek itu sambil menyiapkan makanan...


Terima Kasih kek.. Balas Liong Dan sambil menerima mangkuk berisi makanan.


Jangan sungkan Nak Liong.. Mari silahkan makan...


Liong Dan dan kakek itu pun makan bersama.


Setelah selesai makan. Liong Dan bertanya.


Kek kalau boleh tau nama kakek siapa?


Hemmm.. Nama kakek ini Cang Je. Liong Boleh panggil Cang saja...


Terima Kasih kakek Cang...


Apa kakek Cang punya keluarga?

__ADS_1


Kakek Cang Diam sejenak sambil melihat keatas. dan kakek Cang pun mulai bercerita.


Saya punya keluarga, Namun setelah terjadi perang beberapa puluh tahun yang lalu. keluarga kakek mati semua..hanya kakek yang tersisa. Setelah perang usai, Saya menderita sakit, membuat kulit saya mengerut. Sebenarnya saya masih muda. Luka dalamku tak kunjung sembuh. Sementara Obat yang membuat saya sembuh sangat mahal dan sangat langka.. sehingga saya hanya mencoba bertahan sampai ajal tiba. Jelas Cang Je sambil menitikan Air matanya..


Liong Dan pun menjadi sedih, mendengar cerita dari Cang Je.


Kakek Cang, Saya turut berduka cita terhadap keluarga kakek.. Ucap Liong Dan..


Terima Kasih Nak Liong.. Balas Cang


Kakek Cang, Boleh saya memeriksa kakek Can? Tawar Liong Dan sambil tersenyum..


Apa kamu bisa mengobati orang sakit nak Liong? Cang Je mengernyitkan dahi dan terkejut.


Hanya mencoba saja kek.. Balas Liong Dan terkekh kecil..


Baiklah Nak Liong. Silahkan. Saya akan berhutang Budi bila kamu dapat menyembuhkanku..Berkata Cang Berharap


Liong Dan segera memeriksa pergelangan tangan kakek Can setelah selesai. Liong Dan berkata Luka dalam kakek tidak terlalu parah.


Liong Dan mengeluarkan Dua biji Pil Penambah Darah dan pemulihan tenaga dari dari Dalam Cincin ruangnya..


Minumlah Pil Ini kakek. Dan Atur tenaga dalam kakek dengan baik.. ucap Liong Dan sambil Memberi pil itu..


Anak Liong, Pil ini...


Jangan Sungkan Kakek. Saya hanya mencoba membantu. Saya akan menyiapkan ramuan untuk kakek minum setelah kakek selesai proses penyerapan Pil itu..Ucap Liong Dan sambil melangkah menyiapkan ramuan..


Terima Kasih Anak Liong...Ucap Cang Je dengan hati senang..


Liong Dan mengeluarkan Beberapa jamur penyembuhan Luka dalam dan direndamnya dalam Air Hangat..


Setelah selesai, Liong Dan menuangkannya Ramuan Jamur itu di sebuah mangkuk. Sambil menunggu Kakek Can selesai menyerap Pil...


Setengah Jam kemudian, Kakek Can sudah selesai. Dan membuka matanya perlahan menatap Liong Dan sambil tersenyum.


Nak Liong, Saya Sedikit sudah baik..


Itu belum seberapa kakek. Ini minumlah ramuan ini dan kunyah Jamurnya..


Jamur Gunung Salju..Ucap Can dalam hati sambil melotot melihat jamur itu..


Sebelum Kakek Can bertanya, Liong Dan berkata "Jangan kakek ingin bertanya tentang asal usul jamur ini.. Segeralah kakek makan jamur itu..


Kakek Cang Pun mengikutinya..


Anak ini pasti seorang pendekar hebat.Guman Cang Je dalam hati sambil mengunyak jamur..


Kakek Cang Segera mengambil posisi bersila. Bersiap menyerap Ramuan...


Liong Dan hanya duduk disamping Cang Je. Mengawasi kakek Cang...


Dua Jam kemudian. Proses penyerapan pun selesai. Cang Je sudah merasakan 50% sembuh. tenaga dalam sudah mengalami peningkatan.


Nak Liong. Saya berhutang budi pada mu..Saya sudah merasa sesdikit sembuh dari deritaku..Berkata Cang Je tersenyum senang..


Masih Ada satu kali lagi kek. Bila kakek kecapean biar besok baru kita lakukan pengobatan terakhir.. Berkata Liong Dan


Nak Liong. Untuk saat ini saya tidak merasakan kecapean. Apabila Nak Liong Ingin menyembuhkan say besok, Saya juga merasa senang. Tapi bila nak Liong tidak keberatan, Biarkan malam ini saya lakukan. Saya berjanji, Bila saya sudah sembuh. Saya Akan pergi bersama Nak Liong ke kota. Ucap Kakek Cang Je sambil memohon..


Baiklah Kek..Kakek silahkan duduk bersila. Saya akan menyalurkan Energi murni kepada kakek dan menotok semua urat yang tersumbat. Mohon kakek berkonsentrasi penuh. Arahkan semua tenaga dalam kakek keseluruh tubuh kakek.. Dan Minumlah pil ini.


Jelas Liong Dan sambil menyerah Pil Penyembuh Luka Dalam berwarna keemasan.


Terima Kasih Nak Liong. Ucap Cang Je dan menelan Pil itu serta melakukan proses penyerapan Pil.


Sementara Liong Dan. Menyalurkan Energi murninya lewat kedua punggung Kakek Cang Je dan membuka semua urat urat yang tersumbat. Setelah selesai Liong Dan membiarkan Cang Je melakukan Penyerapn Pil..


Liong Dan pun mengambil posisi bersila disamping Cang Je, Untuk memulihkan tenaga dalamnya yang terkuras..

__ADS_1


__ADS_2