
Liong Dan serta kesepuluh pendekar yang bersamanya sudah sampai di pintu depan toko.
Selang beberapa jam kemudian Pria Tua pemilik toko sudah kembali menghantarkan kepala Pendekar Tapak Iblis kepada Pangeran Bhou Zein.
Sementara dimarkas Sekte dari Pendekar Tapak Iblis. Warga kota berdatangan menyaksikan Markas para penjahat Negri mereka yang hangus terbakar.
Pagi pun telah tiba. Para warga kota saling bertanya satu diantara yang lain.
"Siapa yang telah berhasil membunuhnya? Tanya seorang Warga kota kepada temannya."
"Orang orang mengatakan bahwa Seorang Pemuda. Namun namanya saya tidak tahu. Julukan Pemuda itu adalah Naga Pembasmi. Ujar Temannya"
"Ia saya juga mendengar begitu. Pemuda itu bernama Liong Dan. Dia berasal dari Negri Wei. Seorang yang memberiku informasi tadi. Kata seorang Teman lainnya."
Mereka pun mengangguk kepala pelan.
Semoga Negeri kita ini jauh dari para penjahat. Guman Warga kota itu.
Berita tentang Lenyapnya Markas besar Penjahat nomor satu di Negri Tang. Serta terbunuhnya Pendekar Tapak Iblis menjadi buah bibir Warga kota.
Dua wakil Sekte terbesar di negri Tang menjadi geram. Setelah mendapati informasi Lenyapnya Markas Besar Sekte mereka.
Disaat warga kota sedang Asyik berbincang bicang membicarakan Kejadian malam tadi.
Tiba tiba mereka di kagetkan melihat Ribuan Pasukan berkuda dengan senjata lengkap dari kerajaan,Sedang berjalan beriring iringan menuju ke arah Barat.
Apa yang terjadi! Apakah terjadi perang? Kata mereka dalam hati.
Semua pun panik!!
...
Setelah melihat isi bungkusan itu. Pangeran Bhou Zein bertanya tanya dalam hati. Apakah Tuan Liong yang melakukannya?.
Pangeran Bhou Zein menyuruh prajuritnya untuk membakar kepala Pendekar Tapak Iblis itu. Lalu pangeran Bhou Zein kembali kedalam Istana dengan wajah berseri.
"Apa yang Terjadi di Luar Anak Zein? Ucap Kaisar yang terbangun karna mendengar Ledakan dari arah kota."
"Pangeran Zein terkejut mendengar Suara ayahnya yang tiba tiba.
Markas Besar dari Pendekar Tapak Iblis Lenyap terbakar dan Pendekar Tapak iblis juga tewas terbunuh. Kepalanya dikirim barusan kesini oleh orang tak dikenal. Jelas Pangeran Bhou zein."
"Apa! Siapa yang melakukannya? Kaisar Bhou Xhian terkejut."
"Saya belum tahu pasti ayah. Balas Zein singkat."
Kaisar Bhou Xhian menggeleng kepala sambil tersenyum. "Kerjamu bagus nak. Kamu tidak salah mempercayai orang. Guman Kaisar dalam Hati."
Dalam hati kaisar, Dia yakin bahwa yang melakukan itu adalah Liong Dan.
Pangeran Bhou Zein pamit dari hadapan Ayahnya.
•••
Selesai sarapan pagi Liong Dan meminta pria Tua untuk mengambil barang yang di pesannya kemarin.
"Tuan Apa barang yang saya pesan sudah siap? Ucap Liong Dan."
"Sudah Tuan Liong. Sesuai perjanjian saya bahwa Tuan Liong hanya membayar separuhnya saja. Balas Pria Tua itu."
"Baiklah Tuan. sebelumnya saya sangat berterima kasih. Berkata Liong Dan sambil menyerahkan biaya pembelanjaannya."
"Sama sama Tuan Liong. Semoga diLain waktu kita bertemu kembali. Balas Pria Tua itu."
__ADS_1
"Tuan Liong, Apa Tuan akan pergi? Bertanya seorang pendekar."
"Betul Paman Pendekar. Saya harus segera kembali. Masih ada yang aku akan kerjakan. Balas Liong Dan."
"Kemana sebenarnya Tuan Liong pergi. Ucap salah satu pendekar lagi."
"Saya kembali ke daerah asal ku Negri Wei tepatnya di kota Naga Langit.
Baiklah bila suatu waktu paman sekalian serta Tuan pemilik toko berkunjung ke Negri Wei. Tunjukan Lencana ini. Berkata Liong Dan sambil membagikan satu satu Lencana Emas kepada mereka."
Apa? Tuan Liong sebagai Grand Duke di kota Naga Langit?. Ucap mereka bersamaan setelah melihat Lencana yang dibagikan Liong Dan."
"Tapi, Apa hubungannya dengan kota kota Argian. guman mereka dalam hati."
"Liong Dan tersenyum. Betul paman sekalian. Balas Liong Dan."
"Tuan Liong. Apakah saya boleh ikut bersamamu kesana?. Disini saya tidak punya tempat tempat tinggal. Saya berjanji akan menjadi anak buahmu Tuan. Ucap Seorang pendekar sambil berlutut memohon."
Melihat teman dari mereka berlutut dan memohon kepada Liong Dan. Kesembilan teman pendekar itu pun ikut berlutut dan memohon dihadapan Liong Dan.
"Liong Dan menjadi terharu.
Bangunlah paman. Kalau kalian ingin pergi bersamaku. Saya akan mengizinkannya."
"Terima kasih Tuan Liong. Ucap mereka dengan semangat dan senang."
"Baiklah paman semua. Gantilah jubah kalian dengan jubah ini. Lalu belilah sepuluh kuda yang baik dan tangguh di pasar untuk kalian. Bawalah busur masing masing dan persiapkan banyak anak busurnya. Lalu kalian pergi ke kota Argian. Berkata Liong dan sambil menyerahkan jubah dan beberapa koin Emas."
"Terima kasih Tuan Liong kami akan segera pergi. Berkata para pendekar."
"Paman sekalian. Saya harap kalian berpacu kuda dengan cepat. Ambil jalan pintas bila bertemu dengan prajurit kerajaan dan para pendekar dari Aliran Hitam dan jauhkanlah dari mereka. Karna mereka juga akan menuju kota Argian.
Setelah sampai di kota Argian, masuklah ke Wilayah tegah kota, dan bertemu dengan Cang Je. Sampaikan pesanku kepadanya. "Siapkan semua para prajurit untuk menghadang para pendekar dari aliran hitam yang akan menuju kota dan bunuh mereka bila memaksa masuk. Yang kedua Suruh Cang Je untuk perintahkan Pendekar Pedang Sakti, Pendekar Angin Topan dan Pendekar Ratu Angin Selatan. Bawalah semua Tetua untuk membantu para prajurit di pintu masuk kota. Printah Liong Dan."
Mendenggar nama ketiga pendekar senior yang disebutkan Liong Dan. Mereka mengernyitkan dahi.
Kesepuluh pendekar itu pergi dengan bersemangat. Setelah kepergian mereka Pria Tua pemilik toko berkata kepada Liong Dan.
"Tuan Liong, Suatu waktu saya akan berkunjung ketempatmu. Namun saya harap Suatu saat juga setelah mengurus semua pekerjaanmu di Negeri Wei, Datanglah lagi kesini. Kami sangat memerlukanmu untuk membantu kami menghabisi semua para penjahat di Negri kami ini. Berkata Pria Tua itu berharap"
"Baiklah Tuan, Namun saya tidak janji. Liong Dan tersenyum."
Liong Dan Pun pamit dan melangkah pergi.
...
Setelah keberangkatan para prajuritnya pada waktu subuh. Pangeran bhou Zein memilih waktu sore hari untuk menyusul para prajutitnya.
Hari sudah mulai gelap, Putri Bhou Xin Yu dan pangeran Bhou Zein berangkat bersama Mou.
Mou membawa pangeran Zein dan putri Xin Yu dengan terbang pelan.
Kak. Ternyata kota kita indah sekali dilihat dari sini. Berkata Xin Yu.
Ia Adik Xin. Berkat kebaikan Tuan Liong Dan kita dapat melihat kota kita dari atas sini. Balas Pangeran Bhou Zein sambil melihat keindahan negrinya.
Beberapa Jam kemudian pangeran Bhou Zein sudah dapat melihat para prajuritnya.
Ia pun tersenyum. Adik Xin itu mereka. Berkata Bhou Zein sambil menunjuk ke arah prajurit.
Xin Yu mengangguk Pelan. ia Kak.
Pangeran. Lihatlah dikejauhan sana. Ratusan Tenda terpasang rapi di sebelah desa itu. Berkata Mou.
__ADS_1
Pangeran Bhou Zein dan Xin Yu terkejut.
Kak siapa mereka. Tanya Xin Yu pelan.
Apakah mereka Pasukan dari Aliran hitam? Ucap Bhou Zein Dalam hati.
Saudara Mou, Kita turun didepan para prajurit sekarang. Kita mencari tempat untuk kita bermalam. Printah Bhou Zein.
Baik Pangeran. Balas Mou lalu melesat pelan.
Berhenti. Kita bermalam disini, Siapkan tenda untuk kita beristirahat. Printah Pangeran Bhou Zein tegas.
Baik yang Mulia pangeran. Berkata para prujurit.
Pangeran, Apa yang terjadi didepan. Pemimpin pasukan bertanya.
Di sebelah Desa ini terkumpul Ratusan ribu pendekar dari Aliran hitam menuju kota Anchui. Jelas Pangeran Bhou Zein.
Setelah mendengar ucapakan pangeran, Sang pemimpin pasukan segera perintahkan beberapa prajurit untuk membuat tenda untuk pangeran dan putri Xin Yu.
Sementara di Luar tenda tempat istirahat Pangeran Bhou Zein dan putri Xin Yu. Mou masih setia menjaga.
Mou merasakan Aura pembunuh tidak jauh dari mereka. Tanpa memberitahu kepada pangeran, Mou melesat cepat ke arah Aura pembunuh itu berasal.
Setelah sampai dekat asalnya aura pembunuh itu. Mou bersembunyi di balik pohon yan besar. Ia meliahat sepuluh orang berkuda sedang berjalan pelan. Mou memperhatikan baik baik kesepuluh pendekar itu.
Kenapa mereka memakai jubah seperti pakaian sekte tuan Liong? Ucap mou dalam hati. Karna penasaran dengan kesepuluh Pendekar itu, Mou melesat turun.
Melihat seekor Naga Biru raksasa berada depan mereka. Kesepuluh Pendekar itu panik dan waspada. Mereka menyiapkan busur untuk menembak.
Siapa kalian dan kemana kalian pergi. Ucap Mou.
Para pendekar itu terkejut. Mendengar seekor Naga dapat berbicara.
Maaf senior. Kami disuruh oleh Tuan kami untuk pergi kekota Argian. Balas seorang Pendekar itu. dan menyuruh teman temannya menurunkan busur mereka.
Siapa nama Tuan kalian itu, Dan apa tujuannya menyuruh kalian kekota Argian. Tanya Mou.
Tuan kami itu bernama Liong Dan. Kami disuruhnya. kata pendekar itu menjelaskannya kepada Mou.
Apa Tuan Liong masih di ibu kota? Jangan jangan Tuan Liong membunuh pendekar Tapak iblis itu. Guman mou dalam hati.
Baiklah saudara sekalian, Simpan kembali busur kalian. Saya akan membantu kalian pergi dari sini. Ikutlah saya. Saya tau jalan pintas untuk cepat sampai di kota Argian. Saya mengantar kalian sampai melewati para pendekar dari aliran Hitam disebelah desa itu.
Ucap Mou sambil melangkah pergi di ikuti oleh kesepuluh pendekar itu.
Siapa senior. kenapa senior mau membantu kami. Tanya Seorang Pendekar.
Saya Mou teman Tuan Liong Dan. Saya bersama Pangeran Bhou Zein dan Tuan putri Xin Yu. Mereka sedang bermalam dihutan ini.
Saya harap kalian jangan membocorkan informasi ini kepada siapa pun. Ucap Mou.
Baik Senior Mou. Balas para pendekar itu.
Bebrapa jam kemudian, Setelah mengantarkan kesepuluh pendekar itu. Mou kembali ketempat pangeran Bhou Zein.
Tuan Liong, Anda dimana? Mou mengirim suara lewat pikirannya.
Saudara Mou. Saya masih dikota, Saya masih mengurus sesuatu dikota. Kalian sudah dimana sekarang. Balas Liong Dan.
Baiklah Tuan, Kami masih bermalam di sebuah hutan. Didepan kami ratusan ribu pendekar sedang bermalam. Jelas Mou.
Liong Dan tersentak kaget.
__ADS_1
Baiklah Saudara Mou. Jaga baik Pangeran dan Tuan putri. Nanti saya akan menyusul. Balas Liong Dan.
Saya harus cepat menyusul mereka.Guman Liong Dan pelan.