Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Mendua


__ADS_3

Airin mendorong Ryou dengan keras hingga membuat pemuda itu terjungkal jatuh dari kasur, seketika lampu hidup dan nampak Ryou yang merasa kesakitan.


"A.. apa.. apa yang kau lakukan, kau laki-laki mesum.. "Pekik Airin keras.


Seketika teman teman Ryou masuk kedalam paviliun mendengar teriakan Airin mereka semua terperangah saat menatap Ryou yang memegang pelipisnya yang berdarah.


" Lo kenapa You? "Ucap Rio mendekati sahabat nya itu.


" Dia.. dia ingin melecehkan ku.. "Gumam Airin.


Mereka nampak saling pandang dan tertawa lepas mendegar ucapan Airin dan menatap Ryou yang kini nampak bertambah kesal, Ryou segera berdiri dan mengambil tisu di kamar Airin.


" Kau yang memeluk ku dan kau bilang aku melecehkan mu gadis bodoh.. "Ucap Ryou dingin.


" Aku tidak bodoh aku juga tidak memeluk mu.. "Ucap Airin kesal.


" Ah sudah lah itu tidak penting sekarang, sebaiknya kau obati dulu luka di pelipis Ryou.. "Gumam Glen duduk di kasur Airin.


" Ah iya apa kau punya obat merah? "Timpal Bayu.


Airin berdiri dan mengambil kotak obat yang berada di dalam lemari sembari mendekati Ryou yang kini sudah duduk diatas kasurnya, Airin mendekati Ryou dan mulai mengobati luka di pelipisnya.


" Awww.. "Pekik Ryou.


" Maaf aku tidak bermaksud mendorong mu, kau juga salah kenapa kau mencium ku. "Gumam Airin lirih.


" Apa... Ryou mencium mu lagi? "Pekik Andre memukul pundak Ryou.


" Awww kau ini kenapa lagi ha.. "Ucap Ryou marah.


" Kau sungguh tega. "Sungut Andre mengerucut kan bibirnya.


" Kalian ini seperti anak kecil saja.. "Seru Rio yang tertidur di kasur Airin.


" Sudah.. sebaiknya kalian pergi dari sini aku akan istirahat, tidak baik jika seorang pemuda bermalam bersama seorang gadis. "Seru Airin lirih.


" Aaaaah aku mengantuk sekali sekarang, di luar juga hujan.. "Ucap Andre berpura-pura mengantuk.

__ADS_1


" Kita disini saja, lagi pula jika mati lampu lagi kau akan ketakutan bukan? "%


" Iyaa yang dikatakan Rio benar, lagi pula nyokap Ryou juga menyuruh nya menemani mu dari pada nanti Ryou mencium mu lagi sebaiknya kita disini bersama mu juga. "


"Enyah lah kalian. "Ucap Ryou mengusir mereka dari tempat tidur Airin.


Sedangkan Tono kini sedang memadu kasih dengan Deviana wanita yang sudah mengisi waktu nya selama 3 tahun belakangan ini, Deviana bersandar pada dada bidang Tono yang kekar.


Meski usia nya sudah menginjak 49 tahun tapi Tono masih memiliki tubuh yang lumayan ideal untuk pria sederhana seperti dirinya, tak dipungkiri Tono juga memiliki wajah yang lumayan cocok jika bersanding dengan Deviana.


"Bagaimana jika kisah kita terkuat? " Gumam Tono mengelus pundak polos Deviana.


"Bagaimana apa nya? kita bisa menjalani ini semua selama ini jadi jika suatu saat terkuat itu akan jauh lebih baik. " Ucao Deviana bersikap manja.


Tujuan Deviana datang ke desa itu bukan hanya untuk membantu warga disana itu semua dia lakukan juga untuk bisa menikmati waktu yang lama bersama dengan Tono, memadu kasih yang mengelora.


Deviana begitu lama mendambakan waktu bersama dengan pria yang seharusnya dia habiskan bersama Febyan suaminya, namun kesibukan Febyan yang sering pergi jauh membuat wanita itu mencari kesenangan sendiri hingga dirinya bertemu dengan Tono.


"Aku takut saat anak anak kita tahu bahwa kita memiliki hubungan mereka akan marah, apa lagi Ryou pemuda itu begitu keras. " Ucap Tono.


"Ryou membutuhkan kasih sayang mu dan pak Febyan, pemuda itu begitu mendambakan semua itu kenapa kalian tidak pernah memperhatikan nya? Kalian hanya sibuk bekerja saja. "


"Ini salah ayahnya yang selalu sibuk bekerja dan aku juga salah tapi jika aku tidak bekerja aku juga bisa gila, selalu ditinggal berbulan-bulan lamanya dan dia hanya menyentuh ku sekali saja aku kesepian.. "


"Apa sekarang kau masih kesepian? "


Deviana nampak tertawa saat mendegar godaan dari Tono kini mereka kembali memadu kasih yang selama ini tidak bisa mereka nikmat karena sebatas setatus mereka.


Airin kini sedang terlelap indah diatas kasurnya sedang kelima pemuda itu nampak masih sibuk dengan ponselnya masing-masing, Ryou menatap Airin yang kini tertidur lelap senyum tipis tercetak indah diwajahnya.


"Entah kapan perasaan itu mulai tumbuh padaku? " Batin Ryou.


"Apa kau benar-benar menyukai gadis itu atau hanya cinta sesaat? " Ucap Rio yang menatap Ryou mencari cela dimatanya.


Rio menatap Ryou yang terdiam mereka sudah bersahabat lama dan baru ini Rio melihat ketulan dimata Ryou, bahkan Rio pun selalu melihat senyum tipis diwajah sabahat nya.


"Entah lah sudah seminggu ini aku merasa berbeda.. " Gumam Ryou.

__ADS_1


"Jika kau menyukai nya kau harus cepat Ryou, jika tidak aku akan mendapatkan nya dulu.. " Seru Andre yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Tapi bagaimana dengan Silvi? bukan kah kau tahu jika gadis itu sangat mencintai mu dan menginginkan mu jangan sampai dia membuat gadis itu sengsara. " Ucap Glen.


"Iya apa yang dibicarakan Glen itu benar, tapi aku heran kenapa kau begitu cepat jatuh hati pada gadis itu? " Seru Bayu.


"Entah lah saat pertama kali aku melihat nya dan melihat senyuman nya hati ku berbeda ada sesuatu di diri gadis itu yang membuat ku nyaman, bahkan perhatian nya padaku membuat ku menemukan kembali kehidupan ku selama ini. "


"Iyaa kita percaya karena seminggu ini kami selalu melihat senyum tipis di wajahmu dan sekarang kau bebicara panjang lebar tidak seperti biasanya. "


Ryou sendiri menyadari perubahan yang begitu nyata pada dirinya sejak kedatangan Airin dikehidupan nya, dia lebih sering tersenyum dan juga bebicara dengan panjang.


Perlahan dia akan kembali ke bentuk Ryou yang dulu yang selalu ceria dan ramah selalu betkata halus dan tidak seperti saat ini, Ryou sekarang bukan lah Ryou yang mereka kenal dulu.


"Semua itu sudah berakhir Ryou sampai kapan lo akan seperti ini terus? Biarkan saja jika kedua orang tua mu sibuk dengan dunia mereka setidaknya lo bisa mencari kesibukan sendiri. "


"Bukan kesibukan mencari kesalahan dan berbuat onar, berhenti lah Ryou kita disini selalu berada disampingmu berhenti berurusan dengan teman teman yang hanya menjerumuskan mu dalam kubangan kesalahan. "


"Tidak cukup kah kau bermain main dengan banyak wanita alkohol tawuran dan juga balapan, seberapa sering kita menyelamatkan mu saat susah. Kita memang suka melakukan semua itu tapi itu karena lo juga berada disitu. "


"Iya Ry apa lagi lo bilang lo suka sama Airin buktikan dan ubah semua itu buka kembali lembaran lama yang mungkin lo simpan dengan rapat. "


"Kalau lo gak mau biar gue yang maju buat bersama dengan yayang Airin? "


Ryou langsung melotot mendegar ucapan Andre yang tak henti menggodanya, apa yang dikatakan oleh sahabat nya itu membuat Ryou berpikir jika memang seharusnya dirinya mulai berupa.


"Hujan sudah reda sebaiknya kita pulang kerumah masing-masing, lagi pula besok banyak yang harus kita kerjakan di sekolah. " Ucap Andre.


"Iyaa lo benar mumpung masih jam 00.00 lagi pula kalau tidak bubar kagak bakal tidur.. " Seru Rio.


Mereka memutuskan untuk pergi karena hujan deras sudah berhenti Ryou mengantarkan mereka didepan pintu paviliun Airin karena dirinya harus menemani gadis itu, Ryou menatap kepergian temannya lalu kembali masuk kedalam.


Mendekati Airin yang tertidur pulas menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya lelap nya, Ryou menatap Airin dengan senyuman yang lebar.


"Aku akan berubah dan semua itu demi mendapatkan mu. " Gumam Ryou lirih.


Ryou mematikan lampu dikamar Airin kemudian memiliki untuk tidur di sofa yang berada di sana, mematikan ponselnya agar tidak menggangu tidur Airin.

__ADS_1


__ADS_2