
Dua anak muda itu nampak saling diam memandang hamparan bunga yang mekar dengan indah, setelah ciuman itu Airin nampak begitu malu dan hanya diam mematung.
"Apa aku yang mengambil ciuman pertama mu? " Gumam Ryou.
"Tidak ciuman pertama ku bukan kamu yang mengambil nya.. " Ucapan Airin segera membuat Ryou sedikit terkejut.
"Maksut mu? "
"Ciuman pertama ku tentu saja diambil oleh ayah ku kak Ryou, kenapa kau begitu tekejut? "
"Ah aku pikir kamu sudah pernah berpacaran? "
"Belum aku belum pernah berpacaran kak Ryou laki-laki pertama yang mencium ku dan memeluk ku.. " Ucap Airin malu.
"Benarkah? Aku beruntung bisa mendapatkan semua itu. " Ucpa Ryou begitu bahagia saat mendengar penuturan Airin.
"Tapi kak Ryou sudah sering mencium seorang gadis kan? Aku dengar kak Ryou juga sudah pernah... " Udapan Airin terhenti tak kalah Ryou mencium nya kembali.
"Anggap saja itu masa lalu ku dan kamu adalah masa depan untuk ku.. "
"Kenapa kak Ryou begitu cepat menyukai ku? "
"Aku merasa nyaman dan bahagia jika bersama dengan mu, aku merasakan sesuatu yang berbeda saat bersama dengan mu kebahagiaan kehangatan itu semua kembali pada diriku karena kamu... "
"Aku bisa tertawa tersenyum bebicara lembut dan tentang saja peduli pada seseorang, biasanya aku akan masa bodohan jik berurusan dengan orang lain tapi lain dirinya. "
"Padahal aku tidak memandang kak Ryou baik.. " Gumam Airin bersandar di bahu Ryou.
"Kesan pertama ku kak Ryou adalah orang yang dingin kasar brandalan dan juga aneh, tapi setelah aku tahu semua tentang kakak aku baru sadar jika kak Ryou sebenarnya orang baik dan perhatian meskipun kedinginan mu bisa membuat orang membeku. "
"Benarkah? "
"Iyaa aku juga menyebut kakak kutup utara karena kedinginan kakak itu, tapi sekarang aku bersandar di bahu kak Ryou dan itu nyaman banget... "
__ADS_1
"Tentu saja aku juga nyaman berada di dekat mu.. "
"Kapan hari ulang tahun mu? "
"Minggu depan tanggal 20 Oktober.. "
"Mau apa dari ku? "
"Aku mau kak Ryou benar benar berubah dan membuang jukukan brandalan pada diri kakak.. "
Ryou terdiam mendengar ucapan Airin yang begitu menginginkan dirinya berubah namun perubahan itu tidak lah secepatnya itu, namun demi Airin di akan berusaha.
"Aku juga berulang tahun pada tanggal 21 Oktober.. " Ucap Ryou yang lagsung membuat Airin menatap nya.
"Ada apa kau tidak percaya? "
"Bagaimana bisa kita sama? Itu lucu.. " Ucap Airin dengan senyuman manisnya.
"Iyaa kita hanya beda 3 tahun saja, kamu cantik Airin jika tersenyum dan tertawa. "
"Aku boleh meminta sesuatu padamu? "
"Minta apa? "
"Aku ingin merayakan ulang tahun kita di sungai itu dimana aku sering menghabiskan kesendirian ku disana. "
"Tidak masalah asal kan tidak ada hantu jika malam hari di sana.. "
Ryou terkekeh mendegar ucapan Airin yang masih saja membahas tentang hantu di sungai yang begitu indah itu, Ryou yang gemas mengangkat dagu Airin kemudian mencium nya dengan lembut.
Airin menikmati setiap kecupan yang diberikan oleh Ryou membuat gadis yang polos dan belum pernah bersentuhan dengan lawan jenis itu mulai merasakan indahnya kebersamaan masa remaja.
Airin dorong dada Ryou agar pemuda itu menghentikan ciuman nya Airin tidak ingin jika Ryou berbuat yang lebih dari sekedar ciuman, Ryou mengerti dan akhirnya melepaskan panggutan mereka.
__ADS_1
"Disini aku anggap pertama kita berciuman tanpa paksakan.. " Gumam Ryou tersenyum.
Airin hanya tersipu malu dan mengganguk apa yang dikatakan oleh Ryou adalah benar jika dirinya tidak menolak saat pemuda itu mencium nya beberapa kali.
"Kak Ryou aku harap hubungan ini jangan sampai ada yang tahu, aku tidak ingin ayahku tahu jika aku berpacaran dengan mu apa lagi fans berat mu disekolah. " Gumam Airin.
"Tidak masalah jika kamu nyaman seperti itu aku akan menuruti apa pun itu permintaan mu. " Gumam Ryou yang mengelakkan kepalanya pada paha Airin.
"Kak Ryou.. " Pekik Airin tekejut.
"Sebentar saja.. " Ucapnya memejamkan mata.
Tangan Airin bergerak mengelus lembut kepala Ryou rambut nya begitu tebal dan hitam meski ada beberapa yang nampak merah karena dia mengganti warna rambut nya.
"Aku paling suka jika seseorang memainkan rambut ku seperti itu.. " Gumam Ryou.
"Benarkah siapa saja yang sudah menyentuh mu? " Gumam Ajrin menghentikan tangannya.
Ryou membuka mata menatap Airin yang nampak diam menatap dirinya, Ryou tersenyum dan mengangkat kembali tangan Airin keatas kepalanya.
"Mama.. " Gumam Ryou lirih.
"Ibumu? Aku pikir gadis gadis mu yang melakukan nya.. " Ucpa Airin bersalah.
"Ada beberapa hal yang aku tidak izinkan orang lain menyentuh nya Airin, rambut ku motor ku hati dan kehidupan ku.. " Gumam Ryou.
"Kenapa? "
"Kau terus saja bertanya sesuatu yang tidak ingin aku jawab. " Ucap Ryou.
Airin hanya diam mengelus dan memainkan rambut Ryou membuka pemuda itu begitu nyaman dengan apa yang dilakukan Airin.
Ryou membuka matanya dan menatap Airin dengan lembut.
__ADS_1
"Sudah malam sebaik nya kamu masuk besok juga harus sekolah kan, aku mengantarkan mu.. " Udao Ryou.
Airin menatap di ponsel nya dan memang sudah malam jam sudah menuju kan pukul 21.30 malam, mereka terasik hingga melupakan jam malam untung saja itu dirumah Ryou bukan di tempat umum.