
Airin menatap pantulan dirinya didepan cermin sembari tersenyum kini seragam yang begitu dia impikan bisa dia pakai dengan begitu indah di tubuh nya.
"Wah cantik sekali anak gadis ayah, sekarang sudah masuk SMA belajar dengan pintar nak. " Ucap Tono menatap Putri nya itu.
"Terima kasih ayah, semua ini juga karena ayah. " Gumam Airin.
"Ya sudah ayo kita berangkat, kamu akan berangkat bersama dengan Ryou kesekolah jangan sampai lama. " Gumam Tono.
"Iya yah, aku sudah siap kok. " Sahut Airin menyambar tasnya.
Mereka keluar dari paviliun menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Tono untuk mengantarkan Ryou dan Airin kesekolah, Airin masuk kedalam mobil yang tekejut saat Ryou sudah berada didalam.
"Selamat pagi kak.. " Sapa Airin gugup kemudian masuk kedalam mobil duduk bersanding bersama Ryou.
"Den Ryou sudah naik kalau begitu kita akan berangkat sekarang. " Ucap Tono.
Tono melajukan mobilnya perlahan meninggalkan kediam Wijaya untuk mengantarkan kedua anak itu kesekolah, didalam mobil Airin hanya diam menatap keluar jendela mobil.
Ryou melakukan hal yang sama seperti Airin dia hanya diam bersikap acuh dan dingin, Ryou memakai jas OSIS nya saat sudah hampir sampai disekolah.
"Sudah sampai. " Ucap Tono.
Ryou langsung keluar dan meninggalkan Airin dan ayah didalam mobil, Airin segera keluar dengan ceria kemudian bersalaman dengan ayahnya kemudian pergi berlalu.
"Airin pergi dulu yah dadah.. " Ucap Airin yang dibalas dengan lambaian tangan Tono yang bahagia.
Ryou menatap mereka dari kejauhan kebahagiaan itu yang selalu dirindukan oleh Ryou terhadap kedua orang tua nya.Airin berjalan menelusuri sekolah yang begitu indah dan besar.
Menatap setiap ruangan dan mencari dimana ruangannya sembari bertanya pada beberapa siswa baru lainnya, sikap Airin yang begitu ramah membuat nya langsung mendapatkan teman.
"Aku Anggun. " Ucap gadis cantik itu.
"Aku Airin, apa kita satu kelas? " Ucap Airin.
"Iyaa untuk kita sekelas, yuk masuk bentar lagi akan ada OSIS yang masuk kelas kita. " Ajak Anggun pada Airin.
Setelah beberapa menit mereka menunggu OSIS pun datang kedalam kelas Airin membuat mereka semua yang nampak ramai menjadi diam seketika.
Airin yang duduk didepan begitu tekejut saat menatap mata tajam Ryou yang menatapnya, Airin tidak tahu jika Ryou adalah ketua OSIS di sana.
__ADS_1
"Selamat pagi semua? " Sapa OSIS perempuan itu.
PAGI KAK..
Pekik mereka bersama beberapa OSIS yang lain nampak berkeliling bertanya tentang nama mereka satu persatu, memberi pertanyaan dan juga tugas untuk mereka selesai kan.
Mereka juga memperkenalkan diri mereka pada siswa baru agar mereka tahu jabatan mereka disekolahan itu, sedangkan Ryou hanya diam duduk di meja guru sembari menatap mereka dengan dingin.
"Airin kamu tahu aku ngefans banget sama kak Ryou.. " Ucap Anggun setengah berbisik.
"Apa yang kamu suka dari dia, udah dingin kek kutub utara gitu.. " Balas Airin.
"Itu yang bikin penasaran rin, mana ganteng banget lagi. " Seru Anggun lagi.
Airin hanya diam mendengar ucapan teman barunya itu tentang Ryou yang begitu didambakan oleh siswa perempuan di sekolahan itu.
"Kamu nama kamu siapa? " Ucap OSIS perempuan bernama Silvia itu.
"Saya Airin Karin kak.. " Ucap Airin berdiri.
"Pilih salah satu tugas yang harus kamu kerjakan.. " Ucap Silvia menatapnya.
"Ok kita punya hiburan untuk hari pertama MOS ini. " Ucap Silvia tertawa.
Beberapa OSIS mendekati Silvia dan ikut tertawa bersama dengan apa yang telah Airin ambil, hal itu membuat Airin berpikir jika dia akan terlibat sesuatu yang tidak baik.
"Ok kita bacakan langsung apa yang dipilih oleh adik baru kita ini.. " Ucap Silvia.
"SAYA MURID BARU AKAN BERNYANYI UNTUK KETUA OSIS KITA DAN AKAN MENCIUM NYA DIDEPAN KELAS. " Ucap Silvia dengan keras di sertai tawa yang keras dari OSIS yang lain.
Sedangkan Airin nampak tekejut dan menatap Ryou yang hanya diam dengan ekpresi datar, mata tajamnya menatap Airin yang semakin membuat gadis itu takut.
"Ayo cepat lakukan kalau kamu mau cepat selesai dan tidak menerima hukuman. " Ucap Silvia dengan tawa.
Airin maju kedepan kelas kemudian menatap semua temannya dengan malu dan takut kemudian seorang OSIS memberikan gitar pada Ryou agar dia mengiring lagu yang akan dibawa kan Airin.
KAMU...
*TELAH MENGISI LUBUK HATIKU JAUH DALAM RELUNG KU, PERNAH KAH KAU MERASAKAN NYA..
__ADS_1
CINTA... KINI HANYA ENGKAU YANG BISA BUAT KU MERASA BAHAGIA, APA KAU PUN MERASAKAN... DAN MEMELUK NYA
KU MENAGIS TERTAHAN INGAT KAN KAU TAK LAGI BERSAMA KU..
KU TERIRIS TERDIAM BERHARAP KEBAHAGIAAN DATANG...
Ryou tercengang mendegar suara Airin yang begitu merdu dan pun tekejut saat Airin menyanyikan lagu yang sama seperti yang dia nyanyikan kemarin.
Tepuk tangan mengiringi habisnya lagu yang di bawakan oleh Airin membuat Silvia nampak kesal karena dia ingin mempermalukan Airin didepan kelas.
"Ok karena dia sudah selesai bernyanyi sekarang kamu harus mencium Ryou sebagai tugas kedua mu. " Ucap Silvia membuat Airin terkejut.
"Tapi kak saya tidak bisa mencium kak Ryou. " Ucap Airin.
"Aku tidak menerima penolakan sama sekali cepat lakukan itu sudah menjadi tugasmu, Ryou tidak akan keberatan iya kan.. " Ucap Silvia menatap Ryou yang diam.
Airin menarap Ryou dengan takut dia tidak mungkin mencium seseorang yang baru dia kenal dan dia juga tidak bisa memberikan cium pertama nya pada Ryou.
"Kenapa kamu diam saja, cepat atau kamu mau dihukum? " Bentak Silvia.
Airin hanya diam tanpa menjawab atau melakukan apa yang diperintahkan oleh Silvia padanya, Ryou berdiri dan mencium bibir Airin sekilas lantas pergi berlalu dari hadapan mereka yang tercengang dengan apa yang Ryou lakukan.
Sorakan begitu ramai dikelas itu saat Ryou mencium Airin begitu saja hingga membuat gadis itu terdiam dengan apa yang terjadi, Silvia pergi mengejar Ryou yang meninggalkan kelas.
Sedangkan anak OSIS yang lain nampak menenangkan kelas yang riuh itu dengan bermain game bersama dan menyuruh Airin untuk duduk di tempat semua.
"Ryou.. " Pekik Silvia kesal.
"Apa.. " Ucap Ryou dingin.
"Kenapa kau mencium gadis itu? " Gumam Silvia kelas.
"Bukan kah kau yang ingin dia mencium ku, dia telalu lama untuk mencium ku jadi aku inisiatif untuk mencium nya saja. " Ucao Ryou datar meninggalkan Silvia yang bertambah kesal.
"Ahhhh susah sekali menaklukkan nya.. " Ucap Silvia mengentakan kakinya.
Sedangkan Ryou sendiri juga bingung kenapa tiba-tiba dia berdiri dan mencium bibir Airin, kini Ryou sedangkan merokok dia atas Rooftop sekolahan itu seorang diri.
"Bibirnya bahkan lebih manis dari alcohol yang ku minum. " Gumam Ryou mengingat ciuman singkat nya*.
__ADS_1