Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Berangkat Sekolah Bersama


__ADS_3

Pagi itu Airin nampak begitu bersemangat menyambung pagi dengan wajah bahagia dan ceria, Tono memperhatikan perubahan pada anak gadis nya itu sejak dekat dengan Ryou.


"Wah pagi pagi kok kayak udah dapet yang segepok aja bahagia banget, kenapa sih anak ayah ini? " Seru Tono membuat Airin malu.


"Apa sih yah, lagi pula Airin kan memang selalu bahagia.. " Kila gadis itu duduk dimeja makan.


Hubungan nya dengan Ryou semakin dekat sejak semalam mereka bertukar kisa hidup bercerita tentang kehidupan yang belum pernah mereka cerita kan pada orang lain,mereka sepakat untuk merahasiakan hubungan spesial mereka dari semua orang.


Tono duduk dimeja makan bersama dengan Airin yang sedang asik sarapan dan juga bermain ponsel.


"Nak.. " Gumam Tono membuat Airin meletakkan ponsel nya dan menatap nya.


"Iya yah ada apa? "


"Semalam kamu pergi kemana, kenapa pulang begitu larut? "


Airin nampak tekejut dengan pertanyaan Tono dia tidak tahu jika Tono mengetahui jika dia tidak berada di paviliun, padahal Airin sudah begitu hati hati agar ayahnya tidak tahu.


"Airin.. Kenapa malah melamun nak? "


"Emz... Aku.. aku dari taman yah, emz cari angin.. " Ucap Airin kembali melanjutkan sarapan nya.


"Dari taman, jarak taman dan rumah ini jauh loh nak kamu sama siapa kesana?"


"Ha... "


"Maksut ayah jika kamu ingin keluar beritahu ayah, jangan pergi sendirian ayah tidak mau sampai sesuatu yang buruk terjadi padamu. "


"Iya yah maaf, lain kali aku akan memberi tahu ayah terlebih dahulu. "

__ADS_1


"Sudah selesai sebaiknya kita berangkat sekolah sekarang, Den Ryou pasti sudah menunggu kita. "


Airin mengganguk menyambar tas nya kemudian mengikuti langkah Tono menuju rumah utama,ini pertama kalinya bagi Airin tidak berkata jujur pada ayahnya.


Mereka berhenti tak kalah Ryou yang sudah berdiri didepan pintu masuk rumah utama menyambung mereka, Airin nampak menatap Ryou yang nampak dingin seperti biasanya.


"Pagi den Ryou, maaf bapak dan Airin agak lama. Apa den Ryou akan beragkat sekarang? mobil sudah bapak siap kan den? " Ucap Tono dengan ramai.


"Saya akan pergi sendiri lagi pula saya bukan anak kecil yang harus dianter pergi sekolah, pak Tono dirumah saja biar Airin ikut sama saya. " Ucap Ryou datar.


"Tapi den.. "


"Saya tidak menerima penolakan, ayo Airin cepat. "


"Ha.. iya.. tunggu kak, yah aku berangkat dulu ya.. " Ucap Airin bersalaman dengan Tono.


Ryou berjalan lebih dulu sedang kan Airin nampak masih berada dibelakang berjalan santai sembari sesekali membenarkan tali sepatu nya.


Ryou menghentikan langkah nya dengan mendadak saat Airin tak juga mengimbangi langkah nya dan membuat Airin langsung menabrak tubuh tegap Ryou yang berdiri.


"Awwww... " Pekik Airin hampir terjatuh.


"Kayak siput tau gak sih, jalan dari tadi gak selesai selesai heran deh. " Cerca Ryou kesal.


"Sebentar kak tali sepatu ku lepas terus, lagi pula aku lupa meminta bantuan ayah tadi.. " Ucap Airin yang sibuk dengan sepatunya.


"Nali sepatu aja gak bisa.. " Ryou seketika berlutut di kaki Airin dan membantu gadis itu memperbaiki sepatu nya.


Airin nampak tercengang dengan perlakuan Ryou pada dirinya dari kejauhan Tono menatap kedua remaja itu yang nampak begitu dekat.

__ADS_1


"Ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak ingin Ryou melukai Airin saat dia tahu hubungan ku dengan ibunya. " Batin Tono.


"Selesai dah yuk.. " Ryou nampak menarik tangan Airin yang masih diam mematung.


Mereka berangkat sekolah berdua dengan mengendarai motor milik Ryou dalam perjalanan mereka nampak saling diam tiada pembicaraan yang terdengar.


"Kak Ryou.. emz nanti jika sudah dekat sekolah turun kan aku jauh jauh ya.. " Gumam Airin.


Gadis itu nampak membayangkan bagaimana jika para gadis pencinta Ryou tau kedekatan mereka maka habis lah riwayat Airin, apa lagi sampai Silvia tau dia pergi bersama Ryou.


"Kenapa? "


"Kak Ryou kan tau fans kakak begitu banyak dan amatir jadi sudah bisa dipastikan jika aku akan dihabisi oleh mereka. "


"Siapa yang akan menghabisimu?, Lagi pula tidak penting aku dengan siapa itu urusan ku. "


"Kak.. "


Ryou memasuki lingkungan sekolah yang Nampak begitu ramai karena para siswa-siswi sudah berada disana, mereka nampak diam menatap tajam kearah Airin yang kini sedang duduk dimotor Ryou.


Mereka nampak tidak senang saat tau anak kelas satu yang baru masuk sudah berani mendekati pemuda incaran mereka, nampak Silvi dan teman teman nya menatap sengit kearah mereka.


"Coba lihat gadis itu berani sekali dia dekat dengan Ryou Silvia. " Ucap Dewi.


"Iya Sil, cari muka banget deh.. "


Airin nampak menunduk dan turun dari motor Ryou dengan cepat gadis itu berlalu pergi dari hadapan Ryou dan mereka yang menatap nya, Ryou nampak melepas helm nya dan memerhati Airin yang nampak cemas.


"Gadis aneh ku.. " Gumam Ryou menatap Airin.

__ADS_1


__ADS_2