Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Iri


__ADS_3

"Airin.. " Pekik Laras mengejar langkah gadis itu.


"Laras.. "


"Lo keren abis tau gak, satu sekolahan lihat lo sama kak Ryou berangkat bareng. Apa kalian pacaran kenapa secepat itu? "


"Sttttt kecilin suara mu Laras, semua orang menatap kita. "


Airin merasa malu saat teman teman satu sekolah menatap nya dengan tatapan penuh kebencian dan juga iri.


"Heheh maaf Rin, pokok lo harus cerita sama gue kenapa lo bisa pergi bareng sama ketua OSIS kita itu. "


"Iya iya nanti aku jelasin, udah yuk ke kelas. " Airin nampak menarik tangan Laras untuk segera meninggalkan lorong sekolah itu.


***


Sedangkan di parkiran sekolah Ryou nampak sedang berbincang dengan teman teman nya dan beberapa anak OSIS untuk acara ulang tahun sekolah.


"Ok semua sudah setuju kita akan umumkan di gedung serba guna sekolahan, jam istirahat temui saya disana. Bubar. " Ucap Ryou dengan datar.


Para OSIS itu kemudian meninggalkan Ryou dan teman teman nya di sana untuk menemui OSIS yang lain, Ryou nampak duduk diatas motor nya dengan begitu cool.


"Kemana aja lo dua hari gak ada kabar? " Ucap Andre.

__ADS_1


"Iya You kemana aja lo, biasanya juga ketempat tongkrongan kalau gak ya balapan bareng kita. " Timpal Willi.


"Atau lo bener bener berubah karena gadis itu? " Boby nampak menepuk bahu Ryou.


"Entah lah.. " Balas Ryou dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Nanti malem ada acara besar di pinggir kota, lo harus dateng Ryou.. Ya cari hiburan lah suntuk gue gak balapan akhir akhir ini. " Ajak Boby kepala teman nya.


"Itu pun kalau lo mau pergi atau malah lo masih bucin ama tuh bocah. "


"Jangan terlalu terlalu terbawa suasana you, inget cinta tak seindah itu. "


"Bodo amat lah. " Ryou nampak kesal kemudian pergi meninggalkan teman teman nya yang asik tertawa.


Ryou begitu digilai disekolah itu sejak kelas 10 dan sampai sekarang fans nya bertambah banyak belum lagi Ryou anak yang pintar dan banyak kelebihan membuat keonarn dan kedinginan sikapnya menjadi masalah bagi nya.


"Ampun ganteng banget sih, andai gue bisa milikin dia.. " ucp seorang gadis.


"Iyaa andai, kak Ryou emang gak ada obat deh.. " Sahut yang lainnya.


Ryou tetap diam dan berjalan santai tanpa ingin menagapi setiap ucapan mereka yang memujanya begitu luar biasa, bagi Ryou hanya ada Airin yang sudah merubah kehidupannya.


Silvia nampak menghampiri Ryou yang ingin masuk kedalam ruang kelasnya yang sudah ramai.

__ADS_1


"Kak Ryou.. " Sapa Silvia.


Ryou hanya menghentikan langkah nya kemudian berbalik dan menatap Silvia dengan datar.


"Emz kak Ryou udah sarapan belum, aku bawain bekal loh kakak pasti suka. " Ucap Silvia menyodorkan bekal berwarna biru itu.


Silvia tidak pernah berhenti mengajar Ryou meski dia tahu jika pemuda itu begitu sulit ditaklukkan namun obsesinya begitu besar pada Ryou.


"Lo makan sendiri aja, lagi pula gue dah makan dirumah. " Ucap Ryou dingin meninggalkan Silvia yang kecewa.


Gadis itu nampak mengerucut kan bibir nya kemudian menghentakkan kakinya dengan sebal, teman teman gadis itu datang dan menyemangati nya kembali.


"Udah lah Sil, masih ada banyak waktu lo harus sabar lah. " Gumam Dewi.


"Iya Silvia lo pasti bisa menaklukkan kak Ryou tinggal tunggu aja deh. " Ucap Niken.


"Ih tau lah.. " Silvia masuk kedalam kelas kemudian duduk di bangku nya sendiri dengan perasaan yang buruk.


Jam pelajaran dimulai mereka semua nampak belajar dengan serius tanpa mengeluarkan suara, sesekali Silvia menatap Ryou di bangku sebrang dengan dirinya.


Pemuda itu tetap diam dengan ekpresi yang datar tanpa ingin berbicara dengan orang lain bahkan perhatian dari Silvia sejak kelas 10 pun tidak pernah dia hiraukan.


"Gue harus gimana sih buat lo tau kalau gue suka sama lo, tapi kenapa malah cewek culun itu yang bisa sedeket itu sama lo. " Batin Silvia.

__ADS_1


Setelah jam belajar selesai mereka semua bersorak gembira kemudian Ryou memberi tahu untuk mereka semua berkumpul di ruang serba guna sekolah itu untuk membahas acara ulang tahun sekolah.


__ADS_2