
Hujan nampak sudah teda hanya tersisa jalanan yang basah dan pepohonan yang mulai tertiup angin pelan, Ryou meregangkan otot-otot lengannya yang terasa pegal saat harus Tidur di sofa ruang tamu.
"Huam.. sudah jam 14.40,sebaiknya aku membangun Airin dan segera mengajaknya pulang. " Gumam Ryou melirik jam dinding di villa.
Ryou bergegas berjalan menghampiri kamar yang ditempati oleh Airin beberapa jam lalu.
TOK TOK TOK
"Airin hujan sudah reda ayo kita pulang. " Ucap Ryou bersandar di depan pintu.
"Iya sebentar aku sudah bangun, tunggu di luar aku sedang mengenakan pakaian ku. " Seru Airin di dalam kamar.
Ryou nampak memejamkan matanya sembari menunggu Airin membuka pintu yang begitu lama, Tiba-tiba pintu terbuka dan membuat Ryou terkejut hingga terjerungkap jatuh ke lantai.
"Huaahahahaha.. kau ini kenapa ha? " Tawa Airin mengelegar memenuhi ruangan itu membuat Ryou nampak kesal.
"Kenapa tidak memberi tahu ku jika akan membuat pintu. " Sungut nya kesal.
"Lagian ngapain coba bersandar didepan pintu, dah tau mau dibuka salah sendiri lah.. " Airin nampak berjalan meninggalkan Ryou yang masih diam menatap tajam gadis itu.
"Emmmm seger sekali udara disini apa lagi setelah hujan, aku akan memilih tempat seperti ini jika aku sudah menjadi orang sukses besok. " Ucap Airin menghirup udara seger yang menerpa wajahnya.
__ADS_1
"Menikah dengan ku kau bisa tinggal disini. " Gumam Ryou singkat membuat Airin menatapnya.
"Aku tidak akan menikah dengan pria seperti mu, aku akan menikah dengan orang yang pintar kaya tampan dan tentunya baik.. "
"Pintar kaya tampan dan baik semua itu ada padaku.. " Ryou memajukan motor nya agar Airin dapat naik.
"Tentu saja bukan kau.. kutup utara. " Ucap Airin singkat.
Ryou hanya diam menjalankan motornya pelan menikmati sejuknya udara diantara pepohonan yang rindang, jalanan begitu basah dan licin membuat Ryou berhati-hati berkendara.
"Emm kak Ryou aku boleh bertanya sesuatu padamu? "
"Tanya soal apa? "
Ryou nampak diam mengingat wajah gadis kecil yang ditanyakan oleh Airin membuat nya menjadi sedikit kesal, harusnya dia membuat poto poto tidak berguna itu dari villa agar tidak ada orang yang bertanya lagi tentang masa lalu nya.
"Kenapa dia diam saja.. " Batin Airin kesal.
Setelah perjalanan cukup lama mereka sampai di rumah dengan disambut langsung oleh Febyan yang nampak begitu marah, Airin turun dari motor Ryou dengan takut jika Febyan akan memarai dirinya.
Ryou nampak santai mematikan motor nya dan menatap ayah nya dengan berani tatapan tajam mereka membuat Airin merasa dihimpit dan dikuliti hidup hidup.
__ADS_1
"Dari mana saja kamu? " Sentak Febyan begitu marah.
Sarapan dan pelayanan rumah itu nampak mengintip dari kejauh menatap tuan muda mereka yang sedang beadu argument dengan ayahnya, Ryou menata Airin tajam.
"Pergi lah. " Ucap Ryou dingin.
"Ha.. ah iy.. iya, permisi om Febyan.. " Ucap Airin lirih meninggalkan Ryou yang terlihat dingin.
"Jawab pertanyaan papa dari mana kamu membawa Airin, jangan sampai kamu merusak masa depan gadis itu. Jangan kamu samakan dia dengan gadis jaalang yang kau tidur di clap malam.. Kau.. "
"Anda tidak perlu sok peduli atau pun menasehati ku, anda urus saja urusan anda sendiri atau dengan selingkuh anda itu.. "
Airin nampak terkejut saat Ryou berteriak dan mengatakan hal buruk tentang ayahnya langkah nya berhenti berbalik dan menatap mereka.
PALK...
Suara tampatan begitu terdengar nyaring membuat Airin menutup mulut nya terkejut dengan apa yang dia lihat, Ryou nampak diam mengelap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.
"Anak kurang ajar, tidak bisa kah kau berbicara sopan pada ayahmu sendiri. " Bantak Febyan marah.
Ryou menatapnya tajam kemudian pergi berlalu masuk kedalam rumah dengan menutup pintu dengan begitu keras, membuat para pelayan dan satpam yang menatapnya menjadi takut.
__ADS_1
Febyan memijit pelipisnya yang kian berdenyut menghadapi sikap dan tingkah laku Ryou yang kian berani padanya, Febyan tak habis pikir anak nya sendiri bisa mengatakan semua itu pada nya.