
Airin mengganti semua bunga dirumah itu sesuai dengan printah Deviana padanya, sekilas Airin menatap kamar bernuansa biru itu dengan takjub, banyak lukisan yang dibuat oleh Ryou dengan begitu indah.
Foto foto masa kecil Ryou pun amat lah banyak disana tertata rapi tanpa debu sedikit pun,Airin menatap senyum manis Ryou yang mengunakan seragam TK dan SD.
"Dulu dia selalu tersenyum lebar, kenapa sejak SMP sampai sekarang dia nampak tak pernah tersenyum. " Ucap Airin menelusuri semua foto di kamar Ryou.
Tak sengaja tangan Airin menjatuhkan beberapa lukisan yang dibuat oleh Ryou membuat nya merasa gugup dan takut jika ada yang rusak.
"Astaga Airin.. " Pikik nya panik.
Airin mengambil setiap lembar lukisan kemudian menatanya dengan rapi namun matanya tebelak tak kalah menatap potret dirinya di taman bunga, Ryou melukis dirinya dengan begitu indah dan aman mirip.
"Kenapa ada diriku di lukisan nya? " Gumam Airin.
Tanpa disadari Airin Ryou menatapnya dengan tajam kemudian berdiri dibelakang gadis itu menatap nya yang merasa Airin tidak sopan memegang barang pribadinya.
"Lancang sekali kau memegang barang barang ku. " Ucap Ryou dengan dingin.
Airin begitu terkejut saat mendegar suara Ryou dibelakang nya kemudian gadis itu segera berdiri dan tak sengaja menabrak dada bidang Ryou dan membuat semua lukisan itu berhamburan.
"Aww.. maaf.. maaf.. aku.. . aku tidak sengaja. " Ucap Airin telihat panik hingga menabrak Ryou.
"Aku akan membereskan semua ini. " Timpal Airin yang melihat semua lukisan itu kembali berserakan.
Ryou kemudian menarik tangan Airin hingga membuat gadis itu kembali menabrak dada Ryou, jarak diantara mereka begitu dekat hingga membuat Airin bisa mencium deru nafas Ryou.
Ryou menarik tangan Airin dan menatap matanya tajam dia tidak suka jika ada orang lain masuk kedalam kamarnya dan menyentuh barang barang pribadinya, Ryou mengunci tangan Airin dibelakang tubuh nya dengan kencang.
"Lepaskan aku.. aku tidak bermaksud menyentuh barang mu.. " Gumam Airin menatap Ryou.
Tubuh Airin yang hanya sebatas dada Ryou itu memudahkan laki-laki itu leluasa menatap nya yang nampak begitu takut dan gugup, Ryou nampak sedikit tersenyum meantap Airin yang begitu ketakutan.
"Aku mohon lepaskan aku kak Ryou, aku janji tidak akan menyentuh barang barang mu lagi. " Gumam Airin hampir meneteskan air matanya.
"Aku paling tidak suka jika ada orang lain yang lancar menyentuh barangku, apa lagi sampai membuat nya berantakan. " Ucap Ryou penuh penekan.
"Aku akan membersihkan semua kekacauan itu, tapi ku mohon lepaskan tanganku jika ada orang yang melihat kita sedekat ini mereka akan salah paham.. aku mohon kak.. " Gumam Airin berusaha melepaskan cengkraman tangan Ryou pada tangannya.
Ryou mendekatkan wajahnya hingga deru nafas keduanya begitu terasa Ryou tersenyum saat jarak diantara mereka tinggal beberapa senti lagi, hingga membuat Airin tertegun menatap Ryou yang tersenyum padanya.
__ADS_1
Ryou menatap bibir merah muda milik Airin kemudian menatap mata hitam gadis itu Airin yang mulai sadar kemudian menunduk dan menyembunyikan wajahnya pada dada Ryou.
Airin tidak ingin jika Ryou mencium nya lagi seperti di sekolah saat MOS didepan semua orang, Ryou tersenyum saat Airin menyembunyikan wajahnya pada dadanya.
Dia hanya mengoda gadis itu karena sudah berani menyentuh semua lukisan milik nya diantara lukisan itu nampak wajah cantik Airin diantara bunga bunga.
"Den Ryou ada.. Aaaaa.. " Pekik seseorang dibalik tubuh Ryou.
Ryou nampak segera melepaskan tangan Airin dan berbalik menatap Ayu yang sedang berbalik tidak berani menatap mereka, Airin seketika merasa begitu malu saat ada yang memergoki mereka berdua.
Pipi putih nya begitu nampak memerah dan langsung meninggalkan kamar Ryou dan Ayu yang masih belum sadar dengan situasi itu, Ryou berdehem membuat Ayu berbalik menatap nya.
"Ah itu den ada.. ada teman den Ryou di ruang tamu, katanya mereka sudah buat janji dengan den Ryou. " Ucap Ayu gugup.
"Suruh mereka naik kekamar ku, aku akan menggantikan pakaian ku dulu. " Ucap Ryou menutup pintu dengan keras.
Duar..
Membuat Ayu telonjat kaget dengan apa yang dilakukan Ryou gadis itu langsung turun dengan pikiran tentang kedua anak remaja yang baru saja dia lihat, Ayu menerka nerka apa hubungan mereka.
"Gadis itu baru seminggu disini mana mungkin dia bisa jadi pacar den Ryou, den Ryou saja seperti itu tapi hebat juga Airin. " Gumam Ayu tersenyum.
"Siapa gadis itu? " Gumam seorang dari mereka.
"Kalau tidak salah gadis itu yang dicium Ryou kan? "
"Ah iya anak kelas 10 kan, siapa namanya? Emm Airin.. "
"Bagaimana bisa gadis itu ada disini? "
Ayu mendegar percakapan keempat teman Ryou itu dengan seksama kemudian berjalan kearah mereka.
"Maaf kata den Ryou kalian disuruh menuju kamar den Ryou, di lantai atas. " Ucap Ayu.
Mereka nampak tersenyum kemudian naik menuju kamar Ryou, sedangkan Ayu Semangkin penasaran dengan hubungan Airin dan Ryou yang begitu membuat nya tekejut.
"Den Ryou mencium Airin dan mereka juga nampak bermesraan di kamar den Ryou.. ah urusan ABG memang membuat orang dewasa pusing. " Ucap Ayu pergi berlalu.
Ayu berlari masuk kedalam kamarnya jantung nya berdebar dengan kencang saat mengingat kejadian di kamar Ryou, pipinya kembali bersemu merah dia begitu malu saat Ayu melihat dirinya dengan Ryou.
__ADS_1
"Astaga aku malu sekali, untung hanya mbk Ayu kalau orang dewasa lainnya bagaimana.. " Gumam Airin.
"Mereka pasti berpikir yang tidak tidak.. " Timpal Airin menutup wajahnya dengan bantal.
Keempat pemuda itu nampak masuk kedalam kamar Ryou kemudian mereka duduk di balkon kamar Ryou yang langsung menghadap paviliun Airin.
"Ada apa? " Ucap Ryou.
"Ada apa apa nya? " Ucap Rio bingung.
"Harusnya kita yang bertanya bagaimana, gadis itu ada dirumah mu? " Ucap Bayu.
"Gadis siapa yang kalian maksud? " Ryou nampak bingung dengan arah pembicaraan temannya itu.
Ryou mengenakan kaos dalam sebatas bahunya yang langsung menujukan otot-otot besar di lengannya, walaupun pemuda itu masih berusia 17 tahun tapi tubuh nya begitu sempurna untuk anak seusia nya.
"Gadis yang kau cium di sekolah? " Ucap Andre.
"Oh Airin yang kau masud? " Ucap Ryou santai sembari menghisap rokok ke mulut nya.
"Gadis itu memang tinggal dirumah ku, tepatnya di paviliun didepan kita. Ayahnya tukang kebun dan juga supir pribadi dirumah ini. " Jelas Ryou sembari menatap paviliun Airin yang tertutup rapat.
"Benarkah? tapi bagaimana bisa gadis itu masuk ke sekolah kita? " Gumam Glen heran.
"Dia masuk dengan beasiswa, aku dengar beberapa guru begitu menyukai nya. " Ucap Rio.
"Wahh selain cantik dia juga cerdas cocok sekali dengan ku. " Gumam Bayu membuat teman temanya menatapnya dengan aneh.
"Kenapa selain tampan aku juga kaya walaupun tidak secerdas kalian setidaknya bisa lah memperbaiki keturunan""Ucap Andre dengan tawanya.
" Jangan bermimpi, gadis itu akan menjadi milikku. "Ucap Ryou meniupkan asap rokok nya.
" Kau menyukai gadis itu? "Ucap Andre.
" bagaimana bisa seorang Ryou secepat itu menyukai seorang gadis? "Ucap Rio nampak tak percaya jika temannya itu kini sudah menyukai seorang gadis.
" Kau fikir aku tidak menyukai perempuan? "Ucap Ryou nampak marah.
" Bukan begitu tuan Ryou, maksud kita kau sudah bisa membuka hatimu setelah sekian lama? "Ucap Glen menengahi pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Itu tidak penting. "Ucap Ryou singkat menatap hamparan mawar yang indah.