Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Mencintai Bayangan Mu


__ADS_3

Deviana dan Tono nampak sedang berada di salah satu pantai di desa itu menikmati senja yang kian menghilang, mereka memadu kasih tanpa memikirkan orang-orang disana yang memikirkan mereka.


"Kamu selalu tersenyum disini sedang kan jika dirumah senyuman mu begitu mahal? " Ucap Tono memeluk Deviana dari belakang.


"Entah lah aku bingung kenapa hanya dengan mu aku bisa tersenyum dan tertawa bebas seperti tidak memiliki beban sama sekali. "


"Itu karena kamu bahagia sayang, jika kamu bersama dengan Febyan dengan kebahagiaan mungkin kamu juga akan merasakan apa yang sedang kita rasa kan saat bersama. "


"Entah lah aku sudah bingung dan bimbingan dengan hubungan ini, aku tidak bisa berfikir lagi tentang semua ini. Aku ingin begitu mengakhiri semua ini dan kita bisa hidup bahagia mas.. "


"Tidak semudah itu Deviana, kamu juga harus memikirkan Ryou jangan sampai anak itu semakin terluka dan menjauh darimu. Dia sudah begitu menderita mengemis kasih sayang dari kalian dan kamu ingin anakmu menderita lagi? "


"Kenapa kamu begitu peduli pada anakku mas, sedang kan aku dan kamu saling mencintai? " Ucap Deviana berbalik menatap Tono.


"Aku mencintaimu Deviana amat sangat mencintaimu, tapi cinta ku salah padamu kamu milik orang lain dan hubungan kita ini adalah hubungan terlarang sayang? "


"Tapi kenapa kita saling mencintai seandainya aku harus memilih maka aku pasti memilih mu meski aku harus mengorbankan Febyan atau Ryou aku juga berhak bahagia.. " Gumam Deviana memeluk Tono mesra.


Mereka berpelukan dengan mesra menikmati waktu senja bersama sebelum malam gelap hadir menghampiri.


"Ayoo kembali aku tidak ingin kamu sakit? "


"Iyaa ayoo mas.. aku juga kangen.. " Gumam Deviana Bsrgelayut manja pada lengan Tono.


"Apa Febyan tidak bisa membuat mu puas? Hingga saat bersama ku kau akan ketagihan? " Goda Tono membuat Deviana mengerucut kan bibir.


"Entah lah apa jika aku mending kan mu dengan suami ku apa kau siap? Tidak kah kau cemburu nantinya? " Ucap Deviana meninggalkan Tono yang terkekeh melihat nya.


"Kapan kamu akan kembali, sudah beberapa hari ini aku tidak bisa menghubungi Airin dia pasti mencemaskan ku. "


"Satu minggu lagi, aku juga kehilangan sinyal pada ponselku karena kita berada di desa yang cukup sulit untuk mencari sinyal. "

__ADS_1


Tono menjalankan mobilnya meninggalkan pantai itu yang nampak masih ramai oleh beberapa remaja yang sedang duduk santai, meski masa desa tapi pejalanan di sana cukup lah baik tidak begitu buruk untuk berkendara.


"Seandainya aku berpisah dengan Febyan apa kau mau menikah dengan ku? " Gumam Deviana menatap Tono.


"Kenapa kau berkata begitu apa kau ingin berpisah dengan Febyan? "


"Entah lah aku tidak tahu, aku rasa saat ini dia sudah berada dirumah.. "


"Benarkah dia pasti memikirkan mu, belum lagi sinyal disini mati mungkin dia berpikir kau sedang berselingkuh dengan ku.. " Kekeh Tono begitu keras.


"Kau ini.. " Ucap Deviana memukul bahu nya dengan manja.


"Entah sudah berapa lama aku tidak merasakan bahagia dan tertawa lepas seperti inias, Terima kasih untuk semua yang sudah kamu berikan padaku aku begitu bahagia saat bersama dengan mu. "


"Aku juga bahagia bisa melihat wanita yang aku cintai bisa bahagia berada di samping ku meski hanya bayangan nya saja. "


"Sabar nanti ada waktunya kita bersama bukan hanya sekedar bayangan saja mas. "


Mereka saling berpegangan tangan dengan erat saling tersenyum dan bercanda gurau dengan bahagia.


Malam itu Ryou datang ke paviliun Airin untuk bertemu dengan dirinya entah kenapa dia begitu bahagia dan nyaman saat bersama dengan nya.


TOK TOK TOK


"Iyaa siapa? " Ucap Airin membuka pintu.


Matanya menatap Ryou yang berada berdiri didepan pintu rumah dengan heran dan juga tekejut.


"Ada apa kak Ryou malam malam ke sini? "


"Tidak ada aku hanya ingin bertemu dengan mu. "

__ADS_1


"Emz tidak masalah jika kak Ryou ingin disini tapi maaf aku tidak bisa membawa kak Ryou masuk jika ada yang melihat, mereka akan berpikir laen. "


"Tidak masalah dimana pun asal bersama dengan mu. "


"Jika kak Ryou berbicara seperti itu semua orang akan tambah menyukai mu. " Gumam Airin heran dengan perubahan Ryou yang begitu cepat saat bersama dengan nya.


Mereka nampak berjalan ke bangku panjang di taman bunga yang biasa Airin rawat, Ryou nampak mengeluarkan rokoknya dan menghisap nya dengan senyuman.


"Sejak kapan kak Ryou jadi perokok? " Gumam Airin menatap Ryou.


"Sejak SMP. "


"Ayah mu apa kah dia tidak marah? "


"Aku tidak ingin membahasnya Airin, apa kau tidak suka seorang perokok? "


"Tidak seorang perokok adalah orang bodoh yang tidak sayang akan dirinya sendiri, tapi itu urusan mereka bukan urusan ku. " Ucao Airin memetik mawar merah yang mekar indah.


Ryou lantas mmebuang rokoknya dan menginjak nya dengan kasar membuat Airin takut jika ucapan nya membuat Ryou marah.


"Kak.. kak Ryou marah dengan ucapan ku? "


"Apa yang tidak kau sukai maka aku tidak akan melakukan nya, aku sudah berjanji untuk berubah demi kamu apa pun itu. "


"Airin dengar aku serius menyukai mu aku siap berubah demi dirimu akan aku buktikan jika aku memang benar-benar menyukai mu dan kamu harus bisa nyakin itu semua. "


Airin terdiam menatap mata Ryou dibawah diantara rembulan yang temarang ucapan nya membuat sesuatu di hatinya berterbangan, ini kali pertama untuk Airin merasakan indahnya jatuh cinta meski dirinya sendiri belum menyadari.


Ryou mendekati wajah Airin yang terdiam menatap nya bibir merah muda itu begitu mengoda untuk dia kecup, Ryou menatap Airin yang diam kemudian menempelkan bibir pada bibir Airin kemudian ******* nya dengan lembut.


Airin sadar akan perbuatan Ryou namun dia pikiran dan tubuh nya tidak lah sama pikirannya berkata untuk sadar sedang kan tubuh nya berkata nikmat kebersamaan itu.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari Febyan memperhatikan mereka dari kejauhan dan menatap kedua dengan tajam.


"Jadi gadis yang dikatan Demian adalah Airin, apa Ryou hanya ingin mempermainkan gadis itu atau memang dia menyukai nya? Tapi melihat perubahan itu membuat aku yakin jika Ryou menyukai gadis itu. " Gumam Febyan berbalik dan pergi.


__ADS_2