Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Jus Mangga


__ADS_3

"Ahhhh.. menyebalkan bagaimana mungkin seorang Silvia Wijaya bisa kalah dengan gadis kumuh jelek dan katrok kayak dia, gue harus buat perhitungan dengan gadis tengil itu. " Pekik Silvia dengan kesal.


Gadis itu kini berjalan ke arah kantin sekolah dimana dua sahabat nya sedang asik menikmati bakso mereka, dengan kesal Silvia duduk dan menghentakkan meja dengan keras.


Semua mata nampak menatap gadis itu den heran dan merasa terganggu namun mereka tau apa resiko yang akan terjadi jika mereka menegur Silvia.


"Lo kenapa lagi sih, keserupan? " Ucap Dewi acuh sambil menikmati bakso nya.


"Iya lo kenapa sih, dateng dateng marah marah gitu? " Timpal Niken.


"Gue harus menyingkirkan gadis kumuh itu, berani sekali dia mendekati Ryou terus. "


"Tapi gue heran kenapa bisa seorang Ryou bisa sedekat itu dengan gadis itu, padahal dari dulu Ryou begitu tertutup dan acuh pada lingkungan sekitar. " Niken nampak menyanga dagunya menatap Silvia.


"Lo bener Ken, gue juga heran apa jangan jangan gadis itu sudah menyerah semua tubuh nya pada Ryou?, yaa meski Ryou murid teladan tapi Ryou kan juga bukan pemuda polos.. " Dewi nampak tersenyum genit menatap Silvia.


"Eh tuh anak nya. " Ucap Dewi menyengol lengan Silvia.


Airin nampak memasuki kantin yang ramai dengan sedikit lesu karena pembicaraan nya dengan OSIS belum lagi prihal ketidak sukanya Silvia pada ide Laras.


Silvia tersenyum sinis menatap Airin kemudian menyambar air jus mangga Niken dan membawa nya pergi mendekati Airin.


"Eh minum gue mau bawa kemana? " Protes Niken pada Silvia.


Gadis itu tidak memperdulikan ucapan sahabat nya dan terus berjalan cepat mendekati Airin yang sedang berdiri didepan meja kantin memesan minuman dingin.


Byur..


Seketika Airin terkejut tak kalah jus mangga tertumpah pada seragam putih nya dan juga wajahnya, gadis itu menatap Silvia dengan kesal dan juga marah.


"Kenapa kak Silvia nyiram aku pakek jus mangga, baju ku jadi kotor kak? " Sungut Airin kesal.

__ADS_1


"Terus lo mau nyalahin gue gitu, dasar gak guna. " Silvia nampak mendorong Airin lalu pergi.


Gadis itu menangis kemudian berlari meninggalkan kantin yang penuh dengan siswa-siswi yang hanya menatap nya kasih, sedangkan Silvia nampak terhibur dengan apa yang dia lakukan.


"Itu pantas untuk gadis kumuh seperti dia. " Gunam Silvia kemudian tertawa bersama sahabatnya.


Airin berlari dengan seragam yang kotor dan juga menangis sedih sepanjang loro mereka menatap aneh dan iba pada adik kelas mereka itu, Airin langsung masuk kekamar mandi dan menangis disana.


"Kenapa dia selalu membully ku terus, aku gak salah apa pun kenapa dia begitu jahat padaku? " Gumam Airin sedih.


***


Ryou nampak menghisap puntung rokok itu dengan nikmat sembari sesekali menjawab candaan teman teman nya, mereka kini sedang berada di rooftop sekolah tempat diakan mereka akan aman melakukan apa yang mereka mau.


"Apa lo bener bener suka sama Airin?, atau hanya sebuah mainan sesaat? " Ucap willy menatap Ryou.


"Kenapa lo tanya tanya Airin terus, suka lo sama gadis itu? " Ucap Boby menepuk kepala Willy.


"Kepo amat idup loh. " Ucap Ryou menginjak Puntung rokok nya.


Mata Ryou membulat saat menyaksikan vidio dimana Silvia menyiram jus pada Airin tangannya mengepal marah, kemudian pergi meninggalkan rooftop untuk mencari Airin.


Ryou merogoh kantung celana nya kemudian mencari nomor Airin kemudian menghubungi gadis itu.


"Hallo.. " Ucap Airin dengan suara sendu.


"Kamu dimana Airin? " Ucap Ryou menghentikan langkah nya.


"Aku di toilet sekolah kak, ada apa? "


Ryou mematikan sambungannya kemudian berjalan menuju toilet wanita di sekolah untuk menemui Airin, sebelum masuk Ryou memastikan jika tidak ada orang lain didalam toilet.

__ADS_1


Ryou masuk kedalam tanpa ragu kemudian berteriak memanggil Airin agar dia tau dimana keberadaan gadis itu.


"Airin.. "


Airin yang sedang diam ditoilet mendegar suara Ryou kemudian menghapus air matanya dengan cepat kemudian keluar dan menemukan Ryou berada didalam toilet wanita.


"Kak Ryou.. "


Ryou menatap seragam sekolah Airin yang berubah menjadi kuning dan rambut gadis itu pun basah karena jus mangga yang ditumpahkan oleh Silvia.


"Kamu gak papa? "


"Aku gak papa kok kak, mungkin aku akan pulang mana bisa sekolah dengan pakaian kotor seperti ini. " Ucap Airin menunduk.


"Silvia sudah keterlaluan. "


"Kak Silvia gak sengaja kok kak Ryou, tadi dikantin lumayan ramai dan ngantri makanya sampek kesengol dan tumpah. " Kilah Airin.


"Bagaimana bisa dia melindungi orang seperti Silvia. " Batin Ryou menatap Airin.


Ryou melepaskan seragam sekolah nya dan hanya menyisakan kaos berlengan pendek dan berwarna putih di tubuhnya, Airin terkejut dengan apa yang sedang dilakukan Ryou.


"Buka baju mu? "


"Apa... " Pekik Airin sembari menutupi dada nya.


"Bukan maksud ku ganti baju kotor mu dengan baju ku, aku akan keluar. " Ucap Ryou melempar baju nya pada Airin.


"Tapi bagaimana dengan kak Ryou? "


Airin menangkap baju Ryou kemudian mengejar pemuda itu yang sudah keluar.

__ADS_1


"Ah tidak ada pilihan lain, mungkin tidak mengapa jika aku memakai baju kak Ryou. " Gumam Airin.


Airin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju seragam Ryou kemudian kembali kelas nya, bau parfum Ryou benar-benar membuat nya merasa tenang.


__ADS_2