
"Kak Ryou dengar jika ada sesuatu yang menganjal hatimu katakan aku akan mendegar semua itu. " Gumam Airin lembut.
Seketika Ryou melepaskan pelukan nya pada Airin dan menghapus air matanya dengan kasar bersikap seolah tak pernah terjadi apa pun diantara mereka, Airin nampak tekejut dengan perubahan Ryou.
"Berikan bukumu.. "Ucapnya dingin.
" A.. apa.. ah iya ini.. "Ucap Airin menyerah kan bukunya yang langsung di ambil oleh Ryou.
Pemuda itu langsung menandatangani buku itu lantas menyerah kan kembali dan pergi berlalu dari hadapan Airin yang bingung dengan sikapnya.
" Dia pergi begitu saja setelah memeluk ku dan menangis? Dasar laki-laki aneh.. "Ucap Airin menggelengkan kepalanya menatap kepergian Ryou.
FLASHBACK
****
Ting
Bunyi ponsel Ryou.
Seketika mata pemuda itu membulat sempurna tak kalah melihat poto yang dikirim seorang padanya.

"Kau tahu ayah mu selalu mencintai ku, bahkan setelah dia menikah dengan ibu mu.. " Pesan masuk.
"Apa yang ingin dia buktikan sekarang, wanita gila.. " Batin Ryou mengembalkan tangannya.
Ryou langsung pergi dari tempat itu mengeluarkan emosinya dengan duduk diatas rooftop sekolah, menangkan pikiran dengan menghisap rokok seperti kebiasaannya.
"Kenapa kalian terlalu sibuk dengan urusan dunia hingga melupakan aku anak kalian.. "
"Sekarang wanita ular itu kembali membuat ku berpikir jika keluarga ini sebenarnya hanya sebuah formalitas untuk menutupi perselingkuhan mereka, apa sekarang mereka berlomba berselingkuh begitu.. " Gumam Ryou meyesap rokoknya dalam.
Air matanya menetes begitu saja membuat nya segera menghapus dengan kasar selama ini dia lebih sering menghabiskan waktu kesendirian nya duduk diam dibawa pohon mangga, menikmati setiap kesendirian yang sekarang lebih dari keluarga bagi nya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaah.... " Pekik Ryou dengan kencang menghilang beban pikiran nya.
"Tuhan.. kenapa kau hadirkan aku diantara dua orang yang hanya mementingkan ego mereka sendiri. " Teriak Ryou mengema.
__ADS_1
Dulu mereka adalah keluarga yang bahagia Deviana dan Febyan dua orang yang dijodohkan karena perusahaan mereka yang bekerja sama, meski begitu cinta mereka tumbuh dengan lamanya waktu.
Tak lama mereka dikaruniai seorang anak lelaki yang begitu tampan mereka memberi nya nama Ryou Dirgantara Wijaya, namun tak beberapa lama setelah kelahiran Ryou Febyan menjadi berubah.
Dia sering meninggalkan Ryou dan Deviana dalam waktu yang cukup lama dan membuat Deviana menjadi stres hingga dirinya memutuskan untuk kembali ke rumah sakit sebagai dokter.
Tak terasa tubuh kembang Ryou begitu cepat hingga membuat mereka tak lagi peduli padanya, setiap hari Ryou kecil akan ditinggalkan dan akan hanya bersama pengasuh dan para pelayanan.
Ryou yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya menjadi anak yang selalu diam selalu membuat masalah agar kedua orang tua nya datang dan memperhatikan nya, namun semua itu tidak lah bearti apa pun.
Dulu senyuman Ryou yang paling ditunggu oleh pengasuh dan pelayanan dirumah itu namun perlahan senyuman itu berubah, Ryou yang periang selalu tersenyum dan usil kini sudah hilang.
Semua terganti dengan Ryou yang sekarang dingin angkuh dan selalu diam semua orang tidak tahu kapan perubahan itu terjadi tapi mereka menyadari bahwa mereka semua tidak akan pernah melihat Ryou yang dulu.
Ryou selalu membuat masalah bahkan sudah beberapa kali pindah sekolah karena berbuat onar, tawuran balapan semua sudah dia jelajahi sejak usia remaja hingga kini di duduk di bangku SAMA dan bertemu Airin.
*****
Flashback On
Airin turun dari rooftop setelah Ryou pergi dia berjalan ingin kembali bertemu dengan Silvia yang ada di lapangan bersama dengan teman nya, Airin menarik nafas dalam menghadapi gadis itu.
Silvia menatap Airin dengan kebencian gadis itu menatap nya dari atas sampai bawah, mencari apa kelebihan gadis itu yang membuat Ryou bisa sedekat itu padanya.
"Kau mau minta tanda tangan kita? "Ucap Deo.
" Ii.. iya kak Dea.. "
"Kami bisa saja memberimu tanda tangan tapi tidak geratis harus ada imbalannya. "
"Apa itu kak? "
"Silvi apa yang harus kita lakukan untuk gadis ini? "
"Sesuatu yang tidak tekira... " Ucao Silvia dengan senyuman yang mengerikan.
"Jika kamu mau mendapatkan tanda tangan kita, aku ingin kau mengungkapkan perasaan mu pada Andre. Aku lihat kau bilang bahwa kau menyukai nya hemz? "
"A.. pa.. ak.. u aku tidak bisa aku tidak menyukai kak Andre aku hanya menjalan kan tantangan nya saja kak.. "
__ADS_1
"Aku tidak peduli lakukan sekarang. "
Airin bingung dia harus menyelesaikan tantangan itu atau tidak tapi tinggal sedikit saja dia bisa menyelesaikan masa MOS nya dan besok dia tidak perlu melakukan nya lagi.
"Malah bengong ni bocah.. " Bentak Silvia.
"Eh ta.. ta.. ta.. pi kak.. "
TENG TENG TENG
Bunyi bel membuat mereka semua berkumpul di lapangan semua OSIS dan juga mahasiswa baru, nampak Ryou menatap Airin dengan heran karena gadis itu tidak berbaris bersama teman nya.
"Baik lah semua adik kita Airin ingin mengatakan sesuatu kepada kak Andre, mohon kak Andre untuk maju kedepan.. " Pekik Silvia bersemangat.
Semua orang mentap Airin dengan bingung belum lagi ucap Silvia juga membuat mereka semakin bingung.
"Airin berusaha dengan rubah betina lagi.. " Gumam Anggun pada temannya.
"Iya entah apa yang akan dilakukan oleh nya, mentang mentang OSIS dan orang penting disini dia selalu menindas menyebalkan. "
"Iya guys belum lagi Airin kan bukan sederajat dengan nya. "
"Heee kok malah diem aja sana cepetan.. " Ucap Dea mendorong Airin dengan kasar tepat didepan Andre.
"Aku.. aku.. " Ucap Airin ragu ragu.
Seketika Ryou menarik tangan Airin menjauh dari kerumunan itu, siulan dan juga teriakan histeris begitu kencang terdengar tak kalah Ryou membawa Airin menjauh dari sana.
Silvia menatap mereka dengan kesal lagi lagi Ryou mengagalkan rencana nya sekarang dia malah terlihat lebih dekat dengan Airin sedang dirinya yang sudah lama menginginkan dekat dengan Ryou amat lah susah.
"Sill kayaknya mereka ada hubungan deh, masak Ryou bisa sedekat itu sama orang sedang kan kita tahu betul jika Ryou itu orang nya tidak mudah bergaul. " Bisik Syafa.
"Diam, aku sedang tidak ingin membahas masalah ini aku benar-benar kesal.. " Ucap Silvia meninggalkan teman teman nya.
Airin menatap Ryou yang berjalan diam membawa nya menuju parkir dimana motornya berada, Airin hanya mengikuti langkah nya tanpa bertanya atau memberontak saat Ryou menariknya.
Ryou melepaskan tangan Airin menatap kemudian memasangkan helm nya pada Airin kemudian Ryou naik keatas motornya bersama dengan Airin, gadis itu tetap diam dan menurut dengan apa yang dilakukan oleh Ryou.
Hatinya berkata Ryou sedang ingin seseorang menemani nya menghabiskan banyak waktu untuk dirinya,mereka berkendara entah kemana tujuan yang pasti itu bukan jalan menuju rumah Ryou.
__ADS_1