Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Mulai Jatuh cinta


__ADS_3

Ryou berjalan masuk kedalam rumah saat memastikan jika Airin sudah masuk kedalam paviliun, hatinya begitu gembira dan bahagia membuat dirinya tak henti tersenyum.


"Apa sekarang kau menyukai Airin? " Suara berat membuat Ryou berhenti dan berbalik menatap seseorang yang berbicara pada nya.


"Papa lihat kalian cukup dekat? Ryou pap tidak ingin kamu membuat gadis itu sama seperti gadis gadis yang tiduri atau pun kamu anggap hiburan? " Gumam Febyan menasehati Ryou.


"Itu bukan urusan papa. " Seru Ryou dingin.


Entah setiap kali berhadapan dengan Febyan Ryou akan berubah sedingin mungkin ingatan akan wanita kedua dalam kehidupan ibunya membuat Ryou tidak pernah mengganggap ucapan Febyan adalah nasehat.


"Ingat Ryou jangan rusak anak perempuan orang lain, apa lagi itu Airin gadis itu terlihat sangat lugu jangan buat dia sebagai maianan sesaat mu. "


"Berhenti lah berbicara seakan-akan aku ini pria berengsek yang hanya menginginkan kehangatan dari seorang wanita, aku bukan papa.. " Ucap Ryou marah kemudian pergi meninggalkan Febyan yang bingung.


"Apa masksut Ryou berkata seperti itu, anak itu benar-benar sudah berubah dia bukan lagi Ryou 8 tahun lalu saat aku pulang dia akan mencari perhatian ku namun sekarang.. " Gumam Febyan penuh penyesalan.

__ADS_1


Ryou membanting pintu kamar nya dengan begitu kencang kebahagiaan nya seketika hilang saat berhadapan dengan Febyan selama 5 tahun dia berpura pura tidak tahu jika ayah nya memiliki wanita lain dihidupnya entah sampai kapan semua itu akan tersimpan rapat.


Ryou menatap Paperback yang di diberikan oleh Febyan sore tadi tanpa berniat ingin membuka nya, Ryou membuka bajunya dan berbaring dia tas kasurnya.


***


Airin berbaring di kasurnya sembari memegangi bibirnya yang masih berasa akan ciuman Ryou padanya, Airin tertawa setiap mengingat kebersamaan nya dengan Ryou.


"Ya ampun ternyata jadi dewasa tidak lah seburuk yang aku bayangkan.. " Ucap nya terus teringat Ryou.


"Ok Airin tidur lah jangan memikirkan semua itu lagi, ya ampun malu sekali jika aku harus bertemu dengan nya lagi.. kak Ryou kau membuat ku gila.. " Pekik Airin.


Ting


Bunyi ponsel berdering mengejutkan Airin.

__ADS_1


Ryou Dirgantara Wijaya mulai mengikuti semua akun sosial media mu.


Seketika mata Airin membulat membaca pemberian dari beberapa akun sosmed nya hatinya berbunga bunga dan juga malu namun dia juga seneng jadi dia bisa melihat kegiatan Ryou.


"Kenapa kau tidak meminta nomor ponsel nya ah iya lupa sekali aku ini.. " Gumam Airin menepui jidat nya.


"Tapi jika aku yang meminta nya dulu lantas bagaimana tanggapan nya tentang aku.. " Timpal Airin.


"Sudah lah sebaiknya aku tidur saja besok aku akan kesekolah menghadapi para fans yang tidak pernah di lihat oleh kak Ryou, kasihan sekali mereka.. " Ucap Airin terkekeh.


Airin mematikan lampu kamarnya dan kemudian berbaring sembari memejamkan matanya, meski begitu senyuman tak henti menghiasi wajahnya yang berbunga bunga mengingat Ryou.


Malam yang kian gelap dengan rembulan yang bersinar dengan cerah angin malam tertidur menerpa wajah Ryou yang kini sedang berdiri di balkon kamarnya menatap paviliun Airin yang sudah gelap.


Ryou berbalik dan menutup jendela besar balkon kamarnya dan kemudian berbaring tertidur dengan memikirkan Airin yang tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2