
Febyan berusaha menghubungi Ryou namun tidak dapat terhubung ponsel Ryou berada di kamar saat marah Ryou tidak membawa ponselnya.
"Kemana anak itu kenapa tidak bisa dihubungi.. " Ucap Febyan geram.
"Jeni tolong antarkan kopi ke ruangan ku sekarang. " Ucap Febyan menyuruh pergi berlalu.
"Siap tuan.. " Ucap Jeni.
"Seperti nya tuan Febyan sedang marah.. " Gumam Jeni pergi kedapur.
Febyan berada di ruangan nya menatap laptopnya yang penuh dengan berkas berkas yang perlu dia kerjaan,pria itu nampak begitu lelah wajahnya yang selalu nampak semangat dan ceria saat ini begitu nampak begitu lelah.
Febyan memijit pelipisnya dengan perlahan sembari membaca setiap berkas berkas yang menumpuk, ketukan pintu membuat Febyan nampak terganggu.
"Maaf tuan saya mau menghantarkan kopi yang tuan minta. " Ucap Jeni meletakkan kopi itu di meja.
Febyan menatap Jeni sesaat kemudian mengganguk pelan saat gadis itu hendak pergi Febyan menghentikan langkah nya.
"Jeni.. " Panggil Febyan membuat Jeni berbalik bingung.
"Iya tuan, apa ada yang perlu saya antar lagi? "
"Saya mau bertanya sesuatu padamu, apa Ryou dan Airin memiliki hubungan dibelakang saya karena saya merasa dua anak itu begitu dekat? "
"Emz saya kurang tahu tuan, tapi memang beberapa kali saya melihat mere bersama dan den Ryou juga banyak sekali perubahan nya sejak bersama dengan Airin. "
"Baik lah, tunggu bagaimana dengan Nyonya? "
Jeni bingung saat Febyan bertanya tentang istrinya itu bagi Jeni Deviana baik baik saja dan bersikap biasa saja tapi kenapa Febyan bertanya seolah-olah Deviana berubah.
"Maaf tuan saya pikir nyonya biasa saja, hanya saja dia begitu sibuk akhir akhir ini dan saya mendegar juga seperti den Ryou dan ibunya sedang bertengkar? "
"Bertengkar kenapa? "
__ADS_1
"Maaf tuan saya kurang paham akan itu, saya permisi. " Ucap Jeni meninggalkan ruangan Febyan.
"Kepala ku terasa lebih pusing sekarang, entah sampai kapan semua ini akan tetap seperti ini. Semua ini karena wanita sinting itu.. "Gumam Febyan melemparkan gelas berisi kopi yang sudah disiapkan oleh Jeni beberapa waktu lalu.
Febyan berdiri dan keluar memanggil Jeni untuk membersihkan pecahan gelas di ruangannya sedang kan Febyan pergi dengan mobilnya entah kemana, hujan masih turun dengan derasnya membuat jalanan nampak sepi.
***
"Kak Ryou ayo pulang aku kedinginan? " Ucap Airin kesal.
Ryou hanya tertawa melihat tubuh basah Airin yang menggigil hujan turun begitu deras menerpa mereka, setelah puas membuat gadis itu kesal akhirnya Ryou membawa Airin pergi dari sana.
"Ayoo aku akan membawa mu ke villa disini. " Ucap Ryou menyuruh Airin naik keatas motor nya.
"Apa ada villa disini? "
"Ada beberapa menit dari sini. "
Ryou hanya tertawa keras mendegar ocehan Airin yang begitu indah terdengar di telinga nya, Ryou akan selalu bisa tertawa keras saat bersamanya setiap apa yang dilakukan oleh Airin itu akan membuat nya bahagia.
Setelah perjalanan beberapa menit mereka sampai didepan sebuah villa megah yang ada di hutan itu, Airin terpanah menatap keindahan nya hingga membuat gadis itu benar-benar tidak percaya jika ada tempat seindah itu ditengah hutan.
"Setiap minggunya akan ada staff pembersihan disini jadi tempat ini akan selalu terawat, jika kamu masih mau menatapnya silakan aku akan masuk kedalam. " Gumam Ryou meninggal kan Airin yang tersadar dari pikiran nya.
"Ah.. aku ikut kak.. " Ucap gadis itu berlari cepat mengimbangi langkah Ryou.
Ryou membuka pintu villa itu dengan kode yang biasa dia gunakan Airin menatap seluruh penjuru isi dalam villa itu dengan senyuman mereka.
"Indah sekali.. "
"Duduk lah aku akan ambilkan baju ganti untuk mu. " Ucap Ryou meninggalkan Airin.
Airin mantap setiap foto foto masa kecil Ryou yang penuh dengan canda tawa ada juga foto Febyan dan Deviana yang nampak bahagia dalam balutan pakaian pengantinnya, ada sebuah poto yang membuat Airin menatap nya lama.
__ADS_1
Foto seorang gadis kecil yang duduk dibawa pohon mangga dirumah Ryou yang sedang tersenyum manis, disana juga da Ryou yang sedang melukisnya.
"Siapa gadis kecil itu? " Gumam Airin.
"Airin." Suara Ryou membuat gadis itu terkejut dan kemudian mendekati nya.
Ryou melempar baju kemaja hitam miliknya untuk dipakai Airin karena hanya ada itu saja di villa itu, Airin menatap kemeja hitam besar itu dengan pandangan yang aneh.
"Kau menyuruh ku mengenakan ini? " Gumam Airin menujukan kemeja itu didepan mata Ryou.
"Sudah pakai lah aku akan mengering pakaian mu, lagi pula tidak ada orang lain disini. " Ucap Ryou santai.
"Dan kau... "
"Kenapa aku.. aku tidak akan bernafsu melihat mu dengan baju itu, kecuali kau yang mengoda ku. " Ucap Ryou santai meninggal kan Airin menuju dapur.
"Apaa kau bilang? Mana sudi aku mengoda mu dasar awas jika kau macam macam. " Ucap Airin pergi ke kamar mandi untuk menggantikan pakaian sekolahnya yang basah.
Ryou sudah berganti pakaian dengan celana jeans hitam panjang dan juga kaos hitam yang melekat indah ditubuh nya, Ryou meneguk beberapa air soda dingin sembari menatap foto gadis kecil yang dilihat Airin tadi.
CLEK
Ryou mengalihkan pandangannya menatap pintu kamar mandi yang terbuka menampakkan Airin dengan kemeja hitam besar yang hampir menutupi sebagian paha mulus nya.
"Kenapa kak Ryou menatapku seperti itu? Aku tahu aku cantik jangan terpesona padaku.. " Ucap Airin sinis sembari menurunkan baju itu.
"Terserah.. berikan pakaian mu akan ku keringkan, jika kau bisa masak masak lah sesuatu aku lapar.. " Ucap Ryou menyambar pakaian Airin lalu pergi berlalu.
Airin menatap Ryou dengan kesal kemudian berjalan kearah dapur dan membuka lemari es yang nampak kosong, hanya ada telur dan beberapa sosis sisanya hanya sebuah cemilan ringan.
"Apa yang mau dimasak? Cuman ada telur dan sosis saja disini, beras pun tidak ada apa lagi mie instan.. " Gumam Airin bingung.
"Bodo amat lah bikin telur sosis aja lebih baik dari pada gak makan.. " Timpal gadis itu lagi yang mulai menyiapkan semua bahan masakannya sembari menunggu Ryou kembali.
__ADS_1