
*KETIKA KAU TERTAWA KU PANDANG DENGAN PASTI, OH DIRIMU MENARIK HATIKU..
BIARKAN KU MENATAPMU DENGAN PERASAAN KU YANG MENGEBU TIADA HENTI..
ANDAI KAN KAU MENGERTI PERASAAN KU SAAT INI, NAMUN KAU TIDAK MENGERTI ITU..
AKU MEMUJAMU DISINI YANG TAK KAU KENALI SEDIKIT PUN SEPERCIK PUN ITU..
DAN BIARKAN KU MENATAPMU DENGAN PERASAAN KU ITU YANG MENGEBU TIADA HENTI...
ANDAI KAU MENGERTI PERASAAN KU*...
Alunan lagu merdu mengiringi senyuman diwajah Ryou saat menatap Airin gadis itu benar-benar bisa mengubah nya kembali seperti dulu, Ryou begitu menyadari bahwa dirinya mulai kembali ke Ryou yang dulu.
"Apa aku menyukai nya? " Ucap Ryou menyesap rokok nya.
*****
Airin menghabiskan waktu untuk berkebun dia memilih untuk apsen dulu tidak mengikuti MOS yang hanya akan berakhir beberapa hari lagi itu, Airin juga nampak beberapa kali menghubungi ayahnya namun tidak bisa terhubung.
"Airin?.. " Panggil Jeni melambaikan tangannya.
Airin nampak menatap Jeni yang melambaikan tangannya kemudian mendekati gadis yang lebih tua darinya itu.
"Ada apa mbk Jeni? " Gumam Airin menghampiri Jeni.
"Ayo makan hari ini den Ryou tidak makan sudah seharian dia di kamar nya, jadi mubazir jika makanan itu di buang? " Gumam Jeni menarik tangan Airin.
"Eh.. emmz mbk Jeni, kenpa kak Ryou tidak mau makan ini bahkan sudah jam makan siang? " Gumam Airin nampak simpati pada Ryou.
__ADS_1
"Kurang tahu sih Rin, kayaknya dia merindukan kebersamaan keluarga nya dulu dimeja makan, lagi pula wajahnya begitu babak belur dia pasti tidak leluasa saat makan. "
Mereka sudah berada dimeja makan nampak begitu banyak makanan dan buah sudah tersaji rapi tanpa tersentuh,pikirannya melayang jauh mengingat Ryou yang terluka semalam.
Meski dia marah pada pemuda itu namun entah kenapa hatinya berkata lain tentang Ryou, Airin nampak mengambil nasi dan lauknya menuangkan minum dan beberapa buah segar.
Mereka mantap Airin aneh melihat gadis itu membawa makanan nya kedalam nampan bukannya segera makan.
"Airin mau kamu bawak kemana? " Ucap Ayu.
"Kamar kak Ryou, dia pasti lapar.. Aku permisi dulu.. " Ucap Airin langsung mendapat kan tatapan terkejut dari mereka.
Airin berjalan meninggalkan meja makan yang nampak mereka masih menatapnya dan mereka juga membicarakan tentang niatan baiknya, Airin berjalan dengan mantap dia menyakinkan dirinya untuk bersikap biasa saja.
TOK TOK TOK
"Masuk.. " Ucap suara di dalam kamar.
"Astaga kak Ryou.. " Pekik Airin berjalan ke arah Ryou yang sedang duduk di lantai.
Ryou terkejut saat mendegar suara lembut Airin dan menatapnya dengan hangat matanya berbinar saat melihat Airin membawa kan nampan berisi makanan untuk dirinya.
"Kak.. bagaimana bisa kamu menahan nya sendiri? Kenapa tidak kerumah sakit? " Gumam Airin panik menyentuh setiap luka Ryou.
Ryou terdiam menatap Airin yang begitu panik melihat dirinya yang terluka, hatinya begitu hangat mendegar nya.
"Tidak sesakit apa yang kamu rasakan.. " Seru Ryou.
"Sudah lah kak berikan obatnya aku akan menolong mu mengoleskan nya.. " Ucao Airin mengambil obat nya ditangan Ryou.
__ADS_1
Airin mengoleskan obat itu dengan perlahan sesekali dia meniup nya agar tidak begitu sakit Ryou benar-benar sudah jatuh cinta pada gadis itu, sentuhan nya membuat hatinya bergetar jantung nya berdebar tak karuan.
"Kenapa kamu beduli padaku?
" Aku tidak peduli padamu, aku hanya kasih saja dan aku hanya ingin menolong mu.. "
"Aku mencintaimu Airin.. " Ucap Ryou menahan tangan Ryou yang sedang mengoleskan obat pada dada bidang Ryou.
Airin terdiam menatap mata teduh Ryou yang begitu menenangkan saat itu Airin terdiam mencerna setiap ucapan Ryou, Airin menatao mata coklat itu tanpa berkedip mata itu begitu menenangkan dan teduh.
"Aku mencintaimu? "
Airin kembali sadar dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Ryou dia begitu gugup saat berdekatan dengan nya, jantung berdebar kencang perasaan itu mulai tumbuh pada gadis itu.
"Maaf aku tidak ingin menjalin hubungan dengan seorang, aku hanya sedang fokus pada sekolah ku.Lepaskan aku kak? " Ucao Airin.
"Aku tidak mengganggu masa belajar mu Airin, entah lah aku rasa hanya kamu yang bisa mengubah ku kembali lagi Airin.. "
"Jika memang kak Ryou bisa berubah buktikan padaku jika memang itu benar aku akan menerima mu.. " Ucap Airin menghentakkan tangan Ryou kemudian pergi dari kamarnya.
"Akan aku buktikan kalau aku benar-benar bisa berubah Airin, aku akan membuat mu mencintai ku. " Gumam Ryou menatao pintu yang mulai tertutup.
Sedangkan Airin nampak mengerut ucapan nya sendiri yang begitu berani menantang seorang pemuda, namun Airin begitu nyakin jika Ryou tidak akan pernah bisa berubah.
"Ah... ada apa dengan mulut ku ini, tapi aku harus tetap tenang kak Ryou tidak akan pernah bisa berubah, dia hanya merasa tertantang saja.. " Gumam Airin sembari berjalan keluar dari rumah Ryou.
"Tapi bagaimana jika dia benar-benar bisa berubah dan aku harus menjadi pacarnya, sedangkan aku belum pernah berpacaran dan aku.. " Ucap gadis itu frustasi dengan ucapan mya sendiri.
"Ayah juga kenapa susah sekali dihubungi, sudah 2 hari dia tidak mengabari ku dan aku juga tidak bisa menghubungi nya. "
__ADS_1
Airin nampak tergeletak di atas kasurnya memainkan ponsel miliknya menatap beberapa posting temannya yang masih berkecamuk dengan semua tugas para OSIS.
"Setidaknya aku beruntung karena tidak perlu menghadiri semua itu. " Gumam Airin melemparkan ponselnya ke kasur kemudian memejamkan matanya.