
Setelah selesai masak Airin menyiapkan semua nya diatas meja makan untuk dinikmati bersama dengan Ryou, hujan diluar terdengar semakin deras disertai guntur yang saling bersahutan.
"Kenapa hujan begitu deras bagaimana caranya untuk pulang jika seperti ini? " Gumam Airin menatap hujan di balik kaca jendela besar villa Ryou.
"Tidak perlu pulang, lagi pula disini juga tidak kehujanan. " Ucap Ryou santai sembari duduk dan memakan telur sosis buatan Airin.
"Pak Febyan pasti menunggu kita pulang, lagi pula tidak baik jika kita disini hanya berdua.. "
"Kamu tidak perlu khawatir lagi pula aku tidak akan berbuat sesuatu yang buruk padamu, tidak perlu khawatir dan berpikir buruk. " Ucap Ryou yang seolah-olah tahu isi pikiran Airin.
Gadis itu nampak diam menatap Ryou yang menikmati makanya dengan santai, Airin tidak berpikir jika Ryou akan berbuat buruk padanya. Dia hanya khawatir jika ayahnya menghubungi dirinya sedang kan disini tidak ada sinyal belum lagi Febyan pasti menunggu mereka.
"Makan lah jika hujan reda kita akan segera pulang. " Gumam Ryou singkat menatap Airin.
***
"Kemana anak anak itu, bagaimana jika Ryou berbuat sesuatu pada Airin? Aku tidak percaya anak itu membawa pergi anak gadis orang. " Cerca Febyan nampak kesal.
__ADS_1
Febyan nampak mondar mandir sembari menghubungi ponsel Ryou dan Airin secara bergantian, hujan turun begitu deras membuat nya khawatir.
"Pak Joni.. " Pekik Febyan pada satpam pribadi rumah nya.
"I.. iya tuan ada apa? " Gumam Satapam itu terburu buru menghampiri sang majikan.
"Apa kamu tahu kemana Ryou biasa pergi, atau dia akan melakukan apa saat marah? "
"Maaf tuan saya kurang tahu saat den Ryou pergi kemana, setahu saya den Ryou akan pergi ke clab malam bersama teman-teman nya jika sedang marah den Ryou akan pergi bertemu dengan geng motor nya tuan. "
"Cepat selusuri semua clab yang biasa di datangi oleh Ryou dan hubungi semua temannya. " Ucap Febyan meninggalkan Joni satpam pribadi rumah nya.
"Den Ryou ini ada ada saja, bagaimana bisa dia membawa anak gadis orang lain pergi tanpa ada yang tahu kemana mereka. Bikin pusing saja den Ryou ini.. " Gumam Jono menepuk kening nya.
Sedangkan di villa kedua anak remaja itu nampak sedang sibuk dengan pemikiran nya sendiri, menatap langit yang masih gelap dan meneteskan air yang begitu deras.
Pepohonan nampak bergoyang mengikuti tiupan angin yang begitu dingin Airin nampak memeluk bantal sofa untuk menutupi paha nya nampak terbuka karena baju Ryou hanya menutupi sebagian paha nya.
__ADS_1
Ryou nampak memejamkan mata nya agar tidak menatap Airin mereka masih terlalu muda untuk memiliki pemikiran sedemikian, namun bagi Ryou hal seperti itu sudah biasa untuknya.
Ryou menahan diri agar tidak melakukan hal yang buruk pada Airin salah dia juga membawa Airin pergi bersama dengan nya, pemikiran Ryou jauh lebih dewasa dari pemikiran Airin yang nampak masih polos.
"Kapan kita akan pulang? " Gumam Airin membuat Ryou membuka matanya.
"Sebentar lagi hujan akan reda, jika kamu mau tidur masuk kedalam kamar ku saja kamar tamu masih kotor. " Ucap Ryou menatap Airin tajam.
"Iya sebaiknya aku kekamar saja, kau jangan mengikuti ku. " Ancam Airin menatap Ryou yang hanya diam.
"Aku tidak akan mengikuti mu bodoh. " Sungut Ryou sebal.
Airin berlari masuk kedalam kamar Ryou kemudian menutup nya dengan cepat jantung nya berdegup kencang setiap kali Ryou menatapnya, Airin merasa risih dengan pakaian minimnya berdekatan dengan Ryou.
"Kenapa tatapannya begitu sayu, membuat menjadi was was berdekatan dengan kutup utara. " Ucap Airin merebahkan tubuh nya pada kasur empuk milik Ryou dengan menyelimuti seluruh tubuh nya dengan selimut tebal.
"Bisa gila aku jika terus berdekatan dengan gadis itu. " Ucap Ryou memejamkan matanya dengan kesal.
__ADS_1