Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Rencana Tampil Bersama


__ADS_3

Semua siswa-siswi sekolah Nusa Bangsa sudah duduk dengan rapi sesuai dengan kelas mereka masing-masing, nampak perkumpulan para OSIS sudah hadir dan mengenakan seragam mereka.


"Itu kak Ryou.. " Ucap seorang siswi dengan antusias.


"Makin ganteng aja deh.. "


"Iyaa jadi pen cium.. "


Airin nampak diam mendegar setiap pujian dan keinginan para gadis di sekolah itu yang mungkin tidak akan pernah membuat dirinya iri, karena dia gadis yang beruntung bisa dekat dengan Ryou.


Silvia menatap Airin dengan ketidak sukanya dengan sinis membuat Airin menjadi takut mengingat jika Silvia pernah membuat nya malu harus mencium Ryou.


"Lihat Rin, kak Silvia kayaknya makin dendam deh sama lo karena lo tadi pagi berangkat bareng sama kak Ryou. " Bisik Laras dengan pelan.


"Udah lah gak penting, lagi pula aku kan berangkat sama kak Ryou karena dia yang ngajak kok. " Ucap Airin menghindari tatapan mata tajam Silvia.


"Ok semua,untuk acara ulang tahun sekolah kita akan mengadakan pesta besar besaran dan juga akan ada beberapa pertunjukan musikal. Dari anggota OSIS dan juga siswa-siswi semua. " Jelas Willi menatap mereka semua.


"Kak apa akan ditujukan untuk yang ikut atau pilihan saja? " Tanya seorang siswa.


"Untuk itu kita tanya langsung pada kak Ryou saja, kami persilahkan kakak ketua OSIS kita. " Ucap Andre mengoda Ryou.


Mereka semua nampak bersorak tak kalah nama Ryou di sebutkan, pemuda itu dengan santai berdiri dari duduk nya kemudian bersandar di meja yang sudah disiapkan.


"Yang akan mengikuti acara musikal tentu saja yang sudah benar-benar bisa dari eskul Sanggar Dwikara dan juga anak kelas 10 tentu nya, para OSIS juga akan ikut ambil andil. " Ucap Ryou panjang lebar.


"Kak Ryou boleh usil gak? " Ucap Laras membuat semua mata menatap nya.


"Tanya apa? " Gumam Ryou menatap Larasati.

__ADS_1


Mata Ryou menatap Airin yang nampak diam angin menerpa wajah cantik gadis itu membuat beberapa anak rambutnya menutupi wajahnya, seutas senyuman tipis terukir di wajahnya.


"Cantik... " Batin Ryou.


"Kak Ryou Airin kan suara nya bagus kenapa kakak gak duet aja sama Airin, kalian kan sama sama bisa nyanyi dan suara nya bagus? " Jelas Laras tersenyum menatap Airin yang terkejut.


"Ih apa an sih, kenapa gue coba.. " Bisik Airin kaget.


Ryou diam menatap kedua gadis yang nampak berdebat itu dengan memikirkan kenapa dia tidak kepikiran untuk hal itu, suara Airin juga cukup bagus untuk menyanyi dipentas musikal.


"Ok cukup semua nama sudah ditulis di dinding majalah silakan dilihat, untuk Airin kamu temui saya di ruangan OSIS setelah rapat ini. " Jelas Ryou kembali duduk di kursi nya tanpa menatap Airin.


Gadis itu nampak terkejut dan ingin menolak namun melihat tatapan tak senang Silvi Airin memilih diam dan mengerutuk ide teman nya itu, sedangkan Laras nampak tertawa kecil menatap Airin yang kesal.


Rapat selesai mereka semua pergi dari ruangan itu menuju mading dimana beberapa nama mereka ada disana untuk ikut meneriakan acara sekolah, Airin dan Laras berjalan berdua mengikuti siswa-siswi yang sibuk mengecek nama mereka.


"Ya udah sih emang kenapa kan kak Ryou juga setuju, udah lah kenapa harus takut coba sama si Silvia itu toh dia bukan pacar kak Ryou kok lo tenang aja kalau ada apa apa gue tolong deh.. " Ucap Laras mencubit pipi Airin gemas.


"Awww... tau lah. " Balas Airin meninggalkan Laras yang tertawa.


"Sekarang keruangan OSIS kira kira apa yang ingin dia bicara kan padaku, semoga cuman ada kak Ryou aja disana gak ada OSIS lain. " Batin Airin merasa cemas.


Airin berjalan dengan lesu menuju ruangan OSIS yang berada di dekat rooftop sekolah dimana Ryou sering menyendiri.


"Kak Ryou.. " Ucap Silvia mengejar Ryou keruangan OSIS.


Nampak ruangan itu sudah penuh dengan beberapa anak OSIS yang sudah siap mendengar kan ide ide dari Ryou, Ryou duduk dengan santai tanpa memandang gadis yang memanggilnya.


"Aku gak setuju kalau gadis kumuh itu ikut dalam acara kita, mana bisa dia berpasangan sama kamu? " Seru Silvia tidak suka dengan keputusan Ryou.

__ADS_1


"Lo kenapa sih Silvia, lagi pula ini kan pentas untuk sekolah banyak lo Undangan hadir ya kali lo yang mau nyanyi ahahhaha.. " Ucap Boby sambil tertawa.


"Diem lo... " Sentak Silvia.


Boby nampak mengangkat tangannya dengan senyuman menatap Silvia yang nampak marah sedang kan OSIS lain hanya diam dan menahan tawa, Ryou diam memainkan ponsel nya.


"Kamu kok diem aja sih.. " Ucap Silvia yang semakin kesal.


"Lantas kamu mau saya bagaimana Silvia? mengganti kan dirimu dengan Airin? " Ucap Ryou dingin.


"Yaa tidak harus dengan gadis itu kan, masih banyak yang lain punya suara bagus kok? "


TOK TOK TOK


"Permisi kak.. " Tiba-tiba Airin masuk kedalam ruangan itu membuat mereka semua terdiam.


"Maaf kak saya ganggu? " Ucap Airin gugup saat semua mata menatap nya.


Silvia dengan kesal keluar dari ruangan OSIS dengan menabrak tubuh Airin hingga gadis itu hampir terjatuh mencium lantai, Ryou berdiri terkejut saat Airin hampir jatuh.


"Awww... " Pekik Airin.


"Kamu gak papa? " Ucap Ryou menghampiri Airin.


Semua mata menatap Ryou dengan aneh mereka yang tidak tau hubungan Ryou dengan Airin merasa begitu aneh dan kaget bagaimana bisa Ryou berlaku begitu peduli.


"Gak papa kak. " Ucap Airin menjauh dari Ryou.


Ryou kembali ke kursi nya dan menyuruh Airin untuk duduk dan membahas kembali rencana mereka yang didapat kan dari ide Laras, mereka semua nampak setuju meski Airin sedikit menolak dengan alasan dirinya tidak bisa.

__ADS_1


__ADS_2