
Dering ponsel Airin membangunkan Ryou yang tertidur tubuh nya terasa sangat lelah dan sakit karena tertidur di sofa, Ryou nampak meregangkan otot-otot nya kemudian menatap ponsel Airin yang berdering.
"Gadis ini menghidupkan Alarm tapi dia sendiri tidak bangun, dasar.. "Ucap Ryou mematikan ponselnya.
Ryou menatap sekilas Airin kemudian segera bergegas pergi dari paviliun jam sudah menujukan pukul 07.00 pagi Ryou tersenyum simpul menatap Airin, ide jeleknya seketika muncul.
" Akan ku ku buat gadis itu terlelap hingga lupa bangun.. "Gunam Ryou tertawa.
Ryou keluar dari kamar Airin dan bergegas pergi ke rumah utama, disana nampak pelayanan menatao Ryou aneh melihat sang majikan keluar dari paviliun seorang gadis.
" Selamat pagi den Ryou? "Sapa Jeni dengan membungkuk.
" Pagi.. "Balasannya dingin.
" Den Ryou sarapan sudah siap, apa den Ryou membutuhkan yang lain? "Ucap Jeni saat kaki Ryou melangkah menaiki anak tangga.
" Tidak ada. "Ucapan Ryou selalu dingin dan ketus setiap kali dia bebicara.
Jeni nampak kesal bagaimana bisa ada pemuda yang berbicara begitu dingin dan ketus, bagaimana bisa dia mendapatkan pendamping hidup jika terus bersikap begitu.
" Walaupun dia kaya gadis mana yang siap hidup dengan kedinginan dan juga ke angkuhan nya astaga.. "Gumam Jeni meninggal kan meja makan.
Ryou segera bergegas mandi dan mengenakan pakaian sekolahnya menata rambut nya agar terlihat lebih tapi, menegakkan jas kulit dan membawa tas di punggung nya.
Ryou turun menuruni anak tangga menatap meja makan yang begitu besar dan luas tak seorang pun berada di sana, dengan malas Ryou duduk dan makan sarapan yang sudah disiapkan untuk dirinya.
"Setiap pagi selalu seperti ini, entah sampai kapan akan berakhir. " Gumam Ryou memainkan sarapan nya.
Sedangkan Airin nampak terkejut tak kalah mentari menyinari wajahnya dengan begitu cerah matanya membulat sempurna saat menatap jam di dinding.
"Aaaaa jam 7.15..Ya ampun aku terlambat.. " Pekik Airin segera melompat dari tempat tidur dan menyambar handuknya.
Dengan tergesa-gesa gadis itu segera mandi kemudian berpakaian dan menyambar tasnya dengan buru buru, hingga tak sadar gadis itu melupakan sepatunya dan bergegas mencari Ryou.
"Apa dia sudah berangkat sekarang? " Ucap Airin berlari ke garasi di mana kendaraan rumah itu berada.
__ADS_1
"Pagi nona Airin? " Sapa satpam itu saat melihat Airin yang berlarian.
"Ha aha.. capek.. pak apa Ryou sudah berangkat sekolah? " Gumam Airin dengan nafas tersengal.
"Seperti nya belum non motornya saja masih ada kok.. " Ucap satpam itu menahan tawa.
Airin berdiri dengan tegap sembari membenarkan pakaian dan rambut nya yang nampak berantakan, kemudian menatap Satpam itu dengan heran.
"Kenapa bapak kok tertawa begitu? " Sungut Airin sebal.
"Nona ingin pergi kesekolah? Dengan sandal itu.. "Ucap satpam itu memberi tahu Airin hingga membuat gadis itu menunduk menatap kakinya.
" Ya ampun... "Pekik Airin menepuk jidatnya.
Ryou keluar dari rumah dengan menahan tawanya melihat tingkah konyol Airin, Ryou mendekati Airin dan tertawa keras hingga membuat gadis itu dan satpam nampak terpana menatap nya.
" Dia tertawa... "Batin Airin menatap Ryou lekat.
" Ha ha ha ha.. kau ini memang gadis bodoh.. lihat lah dirimu.. "Ucap Ryou dengan tawanya.
Nampak para pelayanan pun menatap Ryou dengan takjub ini adalah hal pertama bagi mereka melihat Ryou tertawa lepas, hal itu membuat semua orang tersenyum karena sudah terlalu lama mereka tak memandang Ryou sehangat itu.
" Iyaa sudah lama sekali aku tak melihat nya sehangat itu. "Ucap Dewi.
" Kau.. kau yang mematikan alarm ku kan.. "Pekik Airin dengan keras saat teringat ponsel nya yang mati.
" Iyaa aku yang mematikan yaa.. ha ha kau ini memang... "Ucap Ryou terhenti saat menyadari dirinya bisa tertawa lepas.
" Apa yang aku lakukan... "Batin Ryou.
Seketika raut wajahnya berubah matanya yang teduh kini berubah kembali mendingin dan tajam, Ryou nampak kembali cuek saat Airin menatap nya tajam.
" Itu salah mu sendiri tidak bangun saat alarm itu berdering nyaring. "Ucap Ryou dingin.
" Apa kau bilang, kau ini terkadang baik terkadang juga menyebalkan.. "Sungut Airin kesal.
__ADS_1
Ryou meninggalkan Airin yang kesal mengambil helm dan memanaskan motornya sedang kan Airin nampak bingung bagaimana caranya untuk meminta Ryou mengajaknya pergi bersama.
" Jika dia pergi lalu bagaimana dengan ku.. "Gumam Airin.
Ryou nampak diam menatap Airin yang diam gadis itu nampak bingung harus bicara apa pada Ryou.
" Cepat ambil sepatu mu atau akan ku tinggal kau."Ucap Ryou.
Seketika Airin segera berlari meninggalkan Ryou yang menatapnya dengan kehangatan, sedikit demi sedikit Ryou mulai kembali seperti dulu. Pemuda itu hanya butuh kasih sayang dan juga kehangatan keluarga untuk meluluh kan hatinya.
Tak lama Airin kembali dengan sepatunya kemudian mengenakan nya di depan Ryou dengan takut jika Ryou akan meninggalkan dirinya, ini adalah MOS keduanya bagaimana bisa dia terlambat.
"Ayoo... " Gumam Ryou mengenakan helmnya.
Ryou nampak sangat tampan jika berada di atas motor seperti itu setiap gadis akan memandang nya dengan mata berbinar, apa lagi mereka melihat Airin yang siswa baru berboncengan berdua dengan Moswantad sekolah itu entah apa yang terjadi.
"Kau mau naik atau mau mematung ha.. " Sungut Ryou sebal menunggu Airin naik.
Airin telonjat kaget mendengar suara besar Ryou gadis itu dengan susah menaiki motor Ryou yang tinggi, meski dia harus menjaga rok nya agar tidak terbang saat berkendara.
"Bisa kah kau pelan pelan saja, aku takut jika rok ku akan berkibar.. " Gumam Airin lirih.
Ryou tidak menghiraukan ucapan Airin dia mengendarai motor nya meninggalkan rumah beberapa kali Ryou mencuri pandang pada Airin yang terus menjada rok membuat Ryou tersenyum usil.
Seketika Ryou mengerem mendadak motor nya hingga membuat Airin yang tidak siap menabrak keras punggung Ryou, Airin nampak kesal dan menahan sakit pada dadanya yang dengan jelas menabrak Ryou begitu keras.
"Kau ini kenapa? " Sungut Airin mengelus dadanya.
"Tidak ada. " Ucapnya singkat kembali melanjutkan perjalanan dengan cukup kencang membuat Airin takut.
Airin nampak begitu takut sedang kan Ryou tersenyum lebar dibalik helm rapatnya, Airin nampak seketika memeluk pinggang Ryou dengan erat dia bahkan melepaskan pegangan nya pada rok sekolah nya.
Ryou menegang saat Airin memeluk nya dengan erat dia tidak mengira jika gadis itu akan memeluk nya, Ryou memelankan motornya saking gugup nya.
"Jika kau ingin mati Kumohon jangan ajak aku, aku masih mau hidup.. " Ucap Airin masih dengan memeluk Ryou erat.
__ADS_1
"Lepaskan pelukan mu Airin.. " Ucap nya lirih.
Airin segera sadar dari ketakutan nya kemudian melepaskan Ryou dan menatap ke sekeliling mereka, kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah dan Airin mendapatkan tatapan tajam dari gadis pengagum Ryou.