Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Ada Apa Dengan Mu


__ADS_3

Airin segera turun dari atas motor Ryou dan berjalan dengan takut beberapa siswa permpuan menatapnya dengan tatapan horor, jantung berdegup kencang entah apa yang akan mereka lakukan pada dirinya.


"Mati loh Airin... " Batin Airin.


"Airin... " Pekik Anggun teman sekelasnya.


Airin dengan gugup melangkah mendekati Anggun yang berteriak girang saat siswa populer di sekolah mengajak temannya pergi bersama.


"Kau dan ka Ryou apa kalian? " Ucap Anggun mengoda Airin.


"A.. apa... aku tidak ada hubungan dengan nya kebetulan saja aku menebeng pergi bersama. "Ucap Airin gugup.


" Lihatlah Rin mereka semua menatap mu dengan iri melihat kamu bisa memeluk kak Ryou dengan erat, belum lagi kemarin kak Ryou juga mencium mu. "Seru Anggun.


" Sudah lah ayo masuk kelas aku pikir aku terlambat, ternyata masih pada santai. "Gumam Airin.


" Bentar lagi mereka tidak bisa memulai semua jika kak Ryou belum datang. "Ucap Anggun.


Mereka berjalan beriringan masuk kedalam kelas beberapa teman sekelas nya pun saling bertanya tentang hubungan nya dengan Ryou,mereka merasa iri dan juga patah hati karena murid baru bisa sedekat itu dengan Ryou.


Tak lama beberapa OSIS masuk kedalam kelas dan menyapa mereka tak kecuali Rio Ryou dan juga Silvia yang hadir dengan wajahnya yang ditekuk, ketiga OSIS itu mulai mengeluarkan beberapa pertanyaan untuk mereka.


"Ok selamat pagi semua adik adikku, ini adalah MOS kedua kita. Disini kak Rio mau memberi tugas untuk kalian meminta tanda tangan dari 20 orang OSIS di sekolah ini apa kalian paham? " Pekik Rio dengan keras.


"Pahammmmm" Teriak mereka.


"Ok dimulai dari sekarang jika kalian tidak bisa mendapatkan semua tanda tangan itu maka kalian akan dihukum, setelah itu kita berkumpul di lapangan. " Seru Rio meninggalkan mereka semua.


Mereka tampak berlomba-lomba untuk mencari keberadaan pada OSIS yang terlihat berpencar beberapa OSIS ada yang berada di kelas mereka ada juga yang sedang duduk dan bercanda di kantin sekolah.


Nampak Airin mendekati Andre yang sedang duduk di bawah pohon mangga bersama dengan Glen dan bayu, dengan cepat gadis itu berlari menghampiri mereka.


"Permisi kak, saya disuruh kak Rio untuk meminta tanda tangan? " Ucap Airin.


Mereka nampak terkejut dengan kedatangan Airin lalu saling bertatapan dan tersenyum simpul, Andre menatap Airin tak berkedip saat gadis impiannya datang menghampiri.


"Kau ingin tanda ku? " Gumam Andre menatap Airin.


"Iya kak.. "


"Tapi tidak geratis, ada syaratnya.. "


"Syarat apa? "


"Kamu harus teriak bilang jika kau mencintai ku.. " Dengan senyum jahit Andre tertawa bersama teman-teman nya.


"Apa.. tapi aku.. "


"Jika tidak mau kau tidak akan mendapatkan tanda tangan dari kita semua. "


"Betul coba lah itu tidak sulit kan? " Timpal yang lain.

__ADS_1


"AKU MENCINTAIMU MU KAK ANDRE.. " pekik Airin dengan terpaksa.


"Appaaaaa, Aku tidak dengar? "


"AKU MENCINTAIMU KAK ANDRE... "Pekik Airin dengan keras hingga membuat beberapa orang menatap ke arah nya.


Andre dan yang lainnya nampak begitu seneng mendegar mengerjai para murid baru mereka mau tidak mau akan menuruti semua itu, Andre tersenyum kemudian menandatangani buku yang dibawa Airin sesuai janjinya.


" Ahhh terimakasih. "Ucap Airin berlari girang.


" Hanya berterima kasih lalu pergi, gadis itu.. "Ucap Glen.


" Tapi dia cantik lucu dan manis pantas jika Ryou langsung jatuh cinta padanya. "Ucap Bayu.


Airin berjalan mendekati beberapa OSIS yang masih berada di kantin bercanda gurau melakukan hal yang sama seperti Andre lakukan, meminta tanda tangan mereka bukanlah hal yang muda.


Ada diantara mereka yang dengan suka rela memberi ada juga yang harus dengan hal tidak masuk akal, kini Airin sudah mengumpulkan 15 tanda tangan tinggal 5 orang yang belum dia dapat kan.


"15 tanda tangan sudah aku dapatkan, bearti tinggal 5 lagi yak itu kak Ryou, kak Rio, kak Silvia and the geng nya. " Ucap Airin lesu.


"Jika kak Rio mungkin akan lebih mudah, namun jika kak Ryou dan Silvia and the geng entah lah.. " Ucap nya frustasi.


Airin berjalan gontai hingga membuat nya menabrak seseorang yang berjalan dengan beberapa buku di tangan nya.


"Awww maaf maaf kak.. " Pekik Airin membantu mengumpulkan buku itu.


"Tidak masalah Airin. " Ucao Rio dengan senyuman manis.


"Kak Rio, aku minta maaf kak. "


"Kak Rio bisa akan meminta tanda tangan mu? "


Rio nampak terdiam menatap Airin yang nampak takut kemudian Rio meletakkan buku buku itu ditangan Airin dan menyuruh nya mengantarkan keruangan guru setelah itu dia akan menandatangani bukunya.


Dengan cepat Airin melakukan apa yang Rio katakan kemudian berlari cepat menuju ruang guru sedang kan Rio duduk di depan kelasnya menunggu Airin sembari bermain ponsel.


"Sudah kak.. " Ucap Airin dengan nafas ngos-ngosan.


"Cepat sekali? "


"Iya jika aku cepat maka semua ini juga akan cepat berlalu. "


"Ok ini sudah aku tanda tangani, cepat selesai sebentar lagi jam lonceng akan berbunyi. "


Airin memganguk dan berjalan meninggalkan Rio yang menatapnya.


"Airin... " Pikik Rio.


Airin berbalik dan menatap Rio dengan penuh tanda tanya.


"Jika kau mencari Ryou dia berada di rooftop sekolah. " Seu Rio dengan keras.

__ADS_1


"Terima kasih Kak. " Ucap Airin dengan senyuman.


Airin segera berlari ke arah rooftop sekolah mereka untuk mencari Ryou sedang untuk mencari Silvia dan teman teman nya adalah hal muda, karena gadis itu akan selalu ada di lapangan mengerjai para peserta MOS.


Airin menaiki anak tangan dari persatu kemudian matanya menelusuri rooftop itu yang teramat sepi, mencari keberadaan Ryou yang berada di sana sesuai dengan ucapan Rio.


"Dimana dia? " Gumam Airin.


Matanya tertuju pada kepulan asap di pinggir rooftop menuju atap sekolah Airin segera berlari ke sana dan menatap Ryou yang tengah merokok di sana dengan santai, Airin memberanikan diri menghampiri Ryou.


"Kak Ryou... " Ucap Airin mengejutkan Ryou.


Ryou seketika bangun dari tidur nya dan menatap Airin yang berdiri menatapnya.


"Apa? "


"Aku kesini hanya ingin meminta tanda tangan mu kak, apa kau mau memberiku dengan percuma? "


"Aku memberi mu tanda tangan dengan percuma? "


"Yaa jika kau mau aku melakukan sesuatu aku akan lakukan? Jika itu tidak suatu hal yang mengganggu. "


"Kau ingin tanda tangan ku, kemari lah.. "


"Ada apa? "


"Kemarin lah? "


Airin mendekati Ryou dengan ragu.


"Peluk aku.. " Ucap Ryou


Airin begitu terkejut dengan permintaan Ryou Airin menggeleng kan kepalanya tanda bahwa dia tidak mau melakukan nya.


"Ya sudah aku tidak akan memberi mu tanda tangan. " Ucap Ryou membuang rokoknya.


Matanya nampak sendu entah apa yang sedang terjadi pada Ryou, biasanya dia akan menatap Airin dengan tajam dan dingin namun saat dirinya meminta Airin mencium nya pandang nya begitu rapuh dan sendu.


"Apa kau baik baik saja kak Ryou? "


"Aku baik. "


Airin mendekati Ryou yang berasal berdiri membelakangi dirinya matanya menatap jauh pemandangan kecil di bawah rooftop.


"Aku akan memeluk mu. "


Airin mendekati Ryou dan memeluk nya dari belakang entah apa yang mengerakan dirinya untuk memeluk Ryou, namun hatinya berkata bahwa Ryou membuat pelukan.


Ryou berbalik dan memeluk Airin dengan erat tubuh mungil yang hanya sebatas dada Ryou memeluk nya nyaman, terdengar is akan dari balik punggung Airin membuat gadis itu terkejut.


Airin berusaha untuk melepaskan peluang nya dari Ryou untuk memastikan bahwa semua baik baik saja, namun Ryou tidak memberikan kesempatan untuk Airin melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


Terdengar isakan itu semakin kencang tubuh nya terguncang kencang membuat Airin menjadi heran dan bingung entah apa yang terjadi padanya.


Airin mengelus lembut punggung Ryou yang bergetar dia bingung harus berbuat apa saat ini, dia hanya diam menunggu sampai Ryou melepaskan pelukan nya.


__ADS_2