
Semua mata menatap Airin yang berjalan dengan seragam putih yang besar ditubuh nya mereka semua fokus dengan name tag yang tertera di dada Airin yang bertuliskan nama Ryou disana.
Dengan malu Airin segera masuk ke kelas nya dan duduk diam menundukkan wajahnya pada kedua tangannya, dia merasa malu mengenakan baju ketua OSIS sekalian Mostwantet disekolah nya.
"Airin.. " Ucap Laras duduk disamping Airin menyentuh pundak gadis itu.
"Hemz.. " Gumam Airin yang masih menyembunyikan wajahnya.
"Maaf gara gara ide gue lo jadi kena bully sama Silvia andgang nya itu, gue lihat video lo di whatsapp sekolah. " Cerca Laras merasa bersalah.
"Gak papa kok dia gak sengaja. "
Airin menatap temannya itu karena merasa tidak enak jika dia menyalahkan dirinya sendiri.
"Eh tapi tunggu dulu ini.. baju kak Ryou?, pantesan anak anak pada heboh di luar ngomongin lo. "
Laras nampak terkejut melihat baju yang dikenakan Airin kemudian membaca name tag untuk menyakinkan nya lagi.
"Iya ini seragam kak Ryou, tadi dia nyusul kekamar mandi terus ngasih baju nya ke aku. Bentar lagi pasti Silvia akan membuat masalah lagi padaku. " Airin nampak menghembuskan nafas berat.
"Kayaknya lo benar bener ada hubungan sama kak Ryou ya?, Udah lah nikmati aja lagi pula gak usah takut kan lo ada bekingan kak Ryou santai aja kali. "
__ADS_1
Airin hanya tersenyum mendegar ucapan Laras mungkin benar kata gadis itu dirinya tidak usah takut, toh jika dia ingin dia bisa meminta bantuan pada Ryou secara langsung.
"Ngomong ngomong wangi amat ya baju kak Ryou, jadi tambah cinta gue ahhhhh... " Ucap Laras bersandar di bahu Airin.
"Apa sih.. " Ucap Airin menyingkirkan kepala Laras dengan pelan.
***
Silvia dan teman teman nya sedang duduk di dalam kelas sembari bermain ponselnya dan bercanda gurau, dengan kesal Ryou datang dan membanting pintu kelas dengan keras membuat penghuni kelas itu terkejut.
"Lo kenapa You? " Ucap Andre menatap sahabat nya yang nampak begitu marah.
Ryou tidak menghiraukan ucapan Andre berlalu mendekati meja Silvia yang nampak takut dengan tatapan tajam dari Ryou.
"Lo kenapa sih? " Ucap Niken memecahkan keheningan.
"Maksudnya apa ya kak Ryou, aku kurang paham. " Silvia menatap Ryou dengan takut.
"Jauhi Airin jika kamu tidak ingin membuat saya benar benar murka dan marah, denger Silvia jangan buat saya marah atau kamu akan menyesal. " Ryou benar-benar marah dengan setiap bullyan yang diberikan Silvia pada Airin.
"Kamu kenapa sih, dia itu bukan siapa-siapa kamu tapi kamu membela nya seperti sudah kenal lama?. " Nada bicara Silvia mulai meninggi.
__ADS_1
"Karena... "
"Karena apa,Kamu suka sama dia?, jawab Ryou kamu suka sama gadis burik itu apa kurangnya aku sih buat kamu ha.. apa. "
Ryou memilih diam kemudian pergi meninggalkan Silvia yang menangis karena perlakuan nya, Ryou tau jika gadis itu menyukai nya sejak dulu namun Ryou sama sekali tidak memiliki perasaan pada nya.
Teman-teman Ryou mengikuti langkah lebar pemuda itu dengan berlari mengimbangi langkah nya.
"Gak usah ngegas juga kali You sama si Silvia, kek baru kenal dia kemarin aja lo mah. " Ucap Boby menyandarkan tangannya pada bahu Ryou.
"Terserah." Ryou nampak begitu acuh dengan setiap ucapan sahabatnya itu tentang perasaan Silvia padanya.
Kini mereka melewati lorong Airin yang nampak sunyi karena jam pelajaran sedang berlangsung, Ryou melihat sekilas senyuman Airin saat mengikuti pelajaran.
"Cantik... " Gumam Ryou.
"Iya cantik gue aja suka koo.. " Seru Andre disamping sahabatnya itu.
"Becanda... " Ucap Andre tertawa saat melihat tatapan tajam Ryou.
Mereka meninggalkan lorong kelas X menuju parkiran dimana kendaraan mereka berada, hari ini sekolah akan pulang lebih awal pukul 13.00wib dan sebentar lagi kelas Airin akan segera selesai.
__ADS_1
Ryou berbincang dengan beberapa siswa lain dan juga anggota OSIS di parkiran sembari menunggu Airin keluar dari kelasnya, mereka masih nampak membicarakan beberapa perubahan di acara ulang tahun sekolah.