Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
Jatuh Cinta


__ADS_3

Ryou dan Airin mengintari jalanan yang masih ramai dijam 20.00 malam itu rembulan nampak begitu bersinar indah.


"Kita mau kemana sih kak? " Gumam Airin.


"Membuang pikiran.. " Sahut Ryou singkat.


"Kenapa kak Ryou berkata kasar pada om Febyan, bagaimana pun dia orang tua mu. "


Ryou hanya diam mendegar ucapan Airin dia tidak ingin berdebat tentang hal yang sedang dia hindari untuk dibicarakan.


"Memang kak Ryou tidak pergi sekolah besok? "


"Niat ku sih gak sekolah, tapi bagaimana lagi aku ketua OSIS dan tidak mungkin tidak ikut ambil andil di ulang tahun sekolah. "


Ryou menghentikan motornya di sebuah taman yang cukup ramai,Airin segera turun dan melepaskan helm nya. Gadis itu nampak kurang nyaman berada dikeramian dengan hanya mengenakan pakaian tidur.


Ryou menatap Airin yang diam menatap sekeliling senyuman tipis terukir diwajah tampan nya saat dia begitu tahu isi pikiran gadis itu.


"Sudah lah kau tetap cantik meski hanya mengenakan baju tidur.. " Gumam Ryou menarik tangan Airin untuk berkeliling taman.


Dengupan jantung Airin begitu kencang terdengar membuat gadis itu merasa aneh dan heran kenapa setiap bersentuhan dengan Ryou dia akan merasakan sesuatu yang berbeda.


Banyak sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan yang cukup sulit diartikan dan beberapa dari mereka pun nampak mengenal Ryou, beberapa gadis menatap Ryou dengan senyuman manis mereka membuat Airin semakin tidak pede dengan penampilan nya.


"Harusnya aku menolak aja kan kak Ryou, kalau begini rasanya aku ingin menghilang... aku malu... " Batin Airin mengerutuk.


Ryou mengajak Airin duduk sedikit menjauh dari keramaian orang orang yang menatap mereka, duduk dibangku taman dengan pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kak Ryou? " Seru Airin menatap Ryou yang diam.


"Hemz... "


"Kenapa diam? "


"Diam kenapa? "


"Orang nanya kok balik nanya sih, lagian kak Ryou ngapain sih ngajak kesini malah diam aja? " Airin nampak kesal.


Ryou tersenyum menatap kekesalan Airin yang begitu nampak diwajahnya.


"Kenapa mau ketawa?Gak ada yang lucu. "


"Terus kamu mau aku bagaimana, memegang tangan mu atau mencium mu begitu? "


"A.. ap.. apa.. bukan begitu maksud ku, sudah lah lagi pula kita mau ngapain datang ke taman emang kak Ryou gak sibuk bukan nya besok banyak yang harus dikerjakan? "


"Memanjakan pikiran juga penting Airin.. "Ucap Ryou singkat kemudian meletakkan kepalanya dipaha Airin.


Gadis itu menegang saat tiba-tiba Ryou meletakkan kepala nya tanpa permisi,perlakuan Ryou adalah yang pertama baginya. Gadis itu sama sekali tidak pernah berhubungan dengan pemuda lain secara spesial.


Ryou memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa wajahnya dengan lembut menikmati kenyamanan yang sudah cukup lama tidak dia rasakan.


"Aku merasa nyaman saat bersama mu Airin apa mungkin akuu benar-benar sudah jatuh cinta padamu? " Batin Ryou.


"Kak Ryou.. "

__ADS_1


"Hemzz... "


"Kenapa kak Ryou tidak pernah berkata lembut pada orang tua mu, aku selalu mendegar pertengkaran diantara kalian?. Tapi saat bersama ku kak Ryou terkadang bisa selembut angin? "


"Kenapa kamu selalu membuat mood ku hilang sih? "


"Haaaa.. bukan begitu maksud ku, aku hanya ingin tahu saja jika tidak mau menjawab nya tidak masalah. "


Airin nampak gugup saat Ryou berkata dingin dan datar padanya setiap kali menyinggung masalah pribadi nya, meski hanya ingin tahu tapi mungkin Ryou merasa kurang nyaman saat berbicara dengan nya.


"Kak Ryou marah?,Aku tidak bermaksud untuk berkata demi kian kak.. Maaf. "


Ryou membuka matanya menatap mata Airin yang sedang menatap nya mata hitam itu yang selalu membuat Ryou begitu terpesona.


"Kenapa Tuhan menciptakan mu? ".


" Kenapa? Andai aku bisa memilih aku tidak mau dilahirkan. "Ucap Airin mengalihkan pandangannya dari Ryou.


" Kenapa? "


Ryou terus menatap Airin yang nampak menghela nafas kasar.


"Ibuku meninggal saat aku dilahirkan dan kakek dan nenekku pun amat membenci ku karena ibuku memilih menikah dengan ayahku, sampai pada ibuku membutuhkan bantuan mereka tidak ada seorang pun yang mau menolong.. " Gumam Airin menghapus air matanya.


"Saat aku lahir pun mereka tetap membenci ku dan ayahku mereka semua berkata jika aku anak pembawa sial, karena aku dan ayahku membuat ibuku tiada dan meninggal kan keluarga nya...Ak.. aku.. "Ucap Airin terbata bata menahan isak tangisnya.


Ryou bangun kemudian memeluk Airin yang menangis hatinya begitu sakit mendengar semua kisah hidup Airin, gadis itu menangis dipelukan Ryou dengan tubuh bergetar.

__ADS_1


" Menangis lah ada aku disini.. "Ucap Ryou mengelus lembut punggung Airin.


__ADS_2