
Saat jam pulang sekolah telah tiba Airin segera berlalu tanpa berbicara apa pun pada teman temannya, banyak siswi perempuan yang bertanya apa rahasia dibalik ciuman Ryou padanya.
"Airin kamu mau langsung pulang? " Ucap Anggun mengikuti langkah Airin.
"Haaa iya aku mau langsung pulang, maaf aku banyak kerja jadi tidak bisa bersantai dulu. " Ucap Airin mengingat bahwa dia harus segera pulang untuk membantu ayahnya.
"Buru buru sekali ayo lah kita nongkrong dulu bareng anak anak yang lain. " Bujuk Rizal teman sekelasnya.
"Maaf aku harus segera pulang, lain kali aku akan pergi bersama kalian sampai jumpa. " Ucap Airin meninggalkan mereka yang menatap nya kecewa.
Airin berjalan gontai keceriaan hilang ketika Ryou mencium nya didepan semua orang, Airin masuk kedalam mobil tanpa bebicara dengan ayahnya.
"Loh anak ayah kok cemberut begitu kenapa? " Ucap Tono yang heran menatap anak gadis nya itu.
"Aku lagi gak mood yah.. " Seru Airin memejamkan matanya.
Tono menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan sekolah tanpa menunggu Ryou datang, hal itu membuat Airin nampak heran.
"Yahh kok kita pulang kak Ryou kan belum masuk? " Ucap Airin takut jika ayahnya dimarahi oleh Ryou.
"Den Ryou pergi bersama teman-teman nya makanya kita pulang sendiri. " Jawab Tono.
"Bagus lah.. " Gumam Airin lirih.
"Apa nya yang bagus nak? " Sahut Tono.
Airin nampak bingung saat Jono ayahnya bertanya tentang gumaman nya sendiri, Airin nampak berkila agar sang ayah tidak bertanya lebih lagi.
"Ayah tahu ternyata Ryou ketua OSIS di sekolah. " Gumam Airin.
__ADS_1
"Bagus kalau begitu jadi kan kamu tidak harus susah jika bertanya sesuatu pada den Ryou nak. " Balas Tono yang masih sibuk menyetir.
"Iyaa ayah tidak tahu saja apa yang dia lakukan. " Batin Airin.
Mata Airin membulat saat melihat Ryou yang berada di depan gedung dengan montor kesayangan nya itu.

"Ayah bukan kah itu Ryou? " Ucap Airin memberi tahu Ayahnya.
"Dimana? " Seru Toni.
"Di depan gedung itu, dia sudah sampai dirumah terlihat sudah berganti pakaian dan juga membawa montor. " Ucap Airin menatap Ryou lekat.
"Dia terlihat.. " Timpal Airin berhenti berbicara saat ayahnya menatapnya.
"Terlihat tampan hemz..? " Goda Tono menatap anak perempuan nya yang kini sudah mulai dewasa.
"Ayah juga pernah muda Airin. " Gumam Tono melajukan mobil menuju rumah keluarga Wijaya.
Airin menatap Ryou yang kini sudah berjajar dijalan bersama dengan teman teman nya yang mengunakan motor besar Sama seperti dirinya, Airin bisa melihat senyuman dari wajahnya saat bersama teman-teman nya.
"Dia hanya tersenyum pada teman nya saja,dengan orang lain sikapnya sudah melebihi lemari es. " Batin Airin mengalihkan pandangannya.
"Airin kamu sementara di paviliun sendiri dulu, ayah dan bu Deviana akan pergi ke luar kota selama semingu mengantarkan bu Deviana berkunjung ke desa. " Ucap Tono.
"Nanti ayah akan meminta den Ryou mengajak mu saat beragkat sekolah kamu kan belum hafal tempat ini, sebenarnya bu Deviana bisa pergi sendiri tapi tuan Febyan meminta ayah menemani istrinya dan dia juga meminta agar kamu bisa berteman dengan den Ryou. " Timpal Tono.
"Tapi yah bagaimana aku bisa berteman dengan kutup utara itu, kenpa ayah tidak menolak nya saja. Lagi pula mana bisa aku pergi kesekolah bersama dengan Ryou. Para gadis itu pasti akan membulyku habis habisan. " Seru Airin tidak setuju.
__ADS_1
"Mereka telalu baik untuk kita nak, lagi pula apa susah nya berteman dengan den Ryou Airin. jika ada yang mengganggu mu kamu bisa meminta tolong pada den Ryou. " Ucap Tono menyakinkan Airin.
Airin hanya diam tidak menjawab ucapan Tono selamat perjalanan Airin hanya menatap luar jendela menatap muda mudi yang sedang berkumpul, tak lama mobil itu berhenti di kediaman Wijaya.
Airin nampak langsung keluar tanpa menghiraukan Tono yang memanggilnya ingatannya masih terbayang saat Ryou mencium nya dan kini sang ayah memintanya untuk berteman dengan laki-laki yang sudah mencuri ciuman pertama nya.
Airin nampak begitu kesal membanting tasnya dengan kasar di kasur lalu berbaring dan mengusap bibir nya kasar.
"Menyebalkan sekali harusnya bibirku hanya untuk laki-laki yang aku cinta tapi dia dengan seenaknya mengambilnya tanpa izin dariku. "Pekik Airin kesal.
TOK TOK TOK
" Airin ayah harus pergi bersama den buk Deviana, jaga dirimu baik baik ayah sudah meminta bu Deviana menghubungi den Ryou agar dia bisa berangkat sekolah bersama mu. "Ucap Tono dibalik pintu kamar Airin.
Airin hanya diam tanpa menjawabnya dia begitu kesal saat ayahnya bisa begitu percaya dengan Ryou dan menitipkan dirinya begitu saja, bagaimana jika dia berbuat sesuatu lagi pada dirinya.
Airin nampak menatap mobil yang dikendarai ayahnya mulai pergi dari halaman rumah itu Airin kemudian melepaskan seragamnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai kemudian keluar paviliun untuk mengganti bunga dirumah utama.
" Sebaiknya aku mengganti bunga dulu setelah itu aku akan istirahat, lagi pula tuan rumah tidak ada jadi aku bisa bersantai saja. "Gumam Airin.
Deviana harus melakukan tugas nya sebagai seorang dokter di desa terpencil mengingat desa itu masih belum terjamah dokter dan kesehatan disana juga sedang buruk, sedangkan Febyan saat ini sedang berada di luar negeri melanjutkan bisnisnya.
Rumah megah itu nampak begitu sepi hanya ada Airin dan tiga orang pelayan disana dan mereka nampak berantai di bawah pepohonan yang rindang.
"Airin.. sedang apa kamu? " Pekik Ayu pelayanan memanggilnya.
"Mengganti bunga mbk ayu. " Seru Airin dengan ramah.
"Ayo kemari bersama kita, rumah sedang tidak ada orang bersantai lah dulu. " Pekik Ayu lagi.
__ADS_1
Airin hanya tersenyum menatap mereka kemudian kembali memetik bunga mawar yang begitu indah di taman, bunga bunga bemekaran kupu kupu beterbangan dengan indah.