
Setelah mandi Airin nampak berdiri didepan jendela paviliun yang langsung terarah ke kamar milik Ryou, gadis itu nampak diam menatap Ryou yang sedang merokok tanpa mengenakan baju berdiri membelakangi dirinya.
"Ternyata tidak sebahagi itu menjadi orang kaya, aku malah kasih melihat kak Ryou meski dia menyebalkan. " Gumam Airin sembari mengerikan rambutnya.
Tiba tiba Tono datang mengejutkan putri semata wayang nya itu yang sedang bergumam sendiri.
"Apa kamu mengucapkan sesuatu sayang? " Gumam Tono.
"Aahhhh... " Pekik Airin terlojat kaget.
"Kau ini kenapa ha.. "
"Ayah.. kapan ayah kembali? Kenapa tidak memberi tahu ku dulu? ".
" Kenapa ayah harus memberi tahu mu dulu, apa agar ayah tidak memergoki mu sedang menatap Den Ryou tanpa berkedip? "
"A.. ap.. apa kata ayah, aku tidak menatap nya ah sudah lah.. "
Airin nampak malu mendegar ucapan ayahnya hingga membuat pipinya bersemu begitu merah, Ryou menatap kehangatan diantara ayah dan anak itu dengan senyuman sinis.
"Entah kenapa aku benci melihat orang lain sebahagia itu. " Gumam Ryou.
Delina menatap suaminya yang nampak diam di dalam kamar hatinya merasa iba setiap kali mengingat penghianat yanga sudah di lakukan dibelakang pria yang sudah menikahi nya selamat 12 tahun itu, tapi semua itu karena kesalahan pria itu membuat nya berubah.
"Pah..? " Seru Deliana masuk kedalam kamar dan meletakkan kopernya.
"Kamu sudah kembali? " Febyan nampak mendongak kepala nya menatap istri nya yang telah pulang dari beberapa minggu lalu.
"Pekerjaan ku sudah selesai disana, kamu kenapa? "
__ADS_1
"Aku pusing menghadapi Ryou yang selalu bersikap seperti itu padaku, aku tidak tahu apa salahnya aku pada anak itu? "
Delina hanya diam menatap Febyan yang nampak lesu.
"Ryou aku selalu ingin deket dengan anak itu tapi kenapa dia selalu menutup rapat dirinya dari ku, apa aku bukan ayah yang baik Delina?" Febyan menatap Delina yang hanya diam mematung menatap dirinya.
"Kamu tanya sendiri pada dirimu mas.., apa kamu sudah lebih baik menjadi seorang ayah atau belum hingga anakmu sendiri tidak terbuka padamu? "
"Aku akan menemui Ryou.. " Delina pergi meninggalkan Febyan yang menunduk meresapi ucapan Delina.
Langkah jenjang wanita berusia 42 tahun itu nampak begitu anggun diusia yang sudah kepala empat kecantikan dan bentuk tubuh nya tidak pernah berubah, Delina berjalan menuju kamar Ryou yang tertutup rapat.
TOK TOK TOK
Ketukan pintu membuat Ryou membuang puntung rokoknya dari atas lantai dua kamarnya.
"Ryou... mama boleh masuk nak? " Gumam suara dibalik pintu.
Ryou kembali menatap paviliun Airin yang nampak sepi menatap langit yang kembali mendung.
CEKLEK
Delina masuk kedalam menghampiri putra semata wayang nya yang beranjak dewasa,menatap Ryou yang membelakangi dirinya dengan seksama dan dia tahu kenapa anak laki-laki itu berubah dari yang periang menjadi sedingin kutup utara.
"Ryou... "
Delina mendekati Ryou dan berdiri disamping nya menatap langit yang sama yang ditatap pemuda itu, kemudian beralih menatap wajah Ryou yang rupawan.
Meski mata nya selalu terlihat dingin dan angkuh Delina tahu jika putra nya tetap lah anak laki-laki yang sama beberapa tahun lalu yang selalu memeluk nya dengan riang.
__ADS_1
"Kenapa? " Seru Ryou dingin saat Delina terus menatap nya.
"Mau sampai kapan kamu terus mengingatkannya Ryou, kejadian itu sudah lama? "
"Aku tetap lah aku, tidak pernah berubah hanya kalian yang berubah padaku. "
"Ryou.. mama tahu kamu membenci apa yang dilakukan papa dulu, tapi jika kamu terus bersikap seperti ini tidak akan mengubah apa pun sayang. "
"Terserah... "
Ryou berjalan mendekati kaos putih yang tergeletak diatas kasur lalu mengenakan nya dan menyambar jaket kesayangan nya dan meninggalkan Delina yang hanya diam menatap kepergian nya.
"Entah siapa yang akan mengubah mu kembali seperti dulu lagi Ryou.. " Ucap Delina menghapus air matanya.
***
Ryou pergi dari rumah dengan motor nya dan hanya mengenakan pakaian yang sama seperti saat dia pergi pagi tadi, Airin hanya menatap nya dari kejauhan.
Waktu sudah menujukan pukul 18.00 hujan rintik-rintik mulai turun kembali,Airin masih sibuk menatap air hujan yang mulai menetes. Dari kejauhan Tono menatap anak nya itu dengan heran dan mendekati nya.
"Kamu menunggu siapa Airin? "
"Ayah.. " Gumam Airin nampak tekejut dengan suara Tono.
"Kok kaget? Ayah hanya nanya kamu dari tadi menatap keluar terus? "
"Gak ada kok Airin hanya menunggu hujan, Airin kekamar dulu ya yah.. "
Tono menatap kepergian putri nya itu yang nampak menyembunyikan sesuatu darinya.
__ADS_1
"Apa dia menunggu Ryou?, Apa mereka memiliki hubungan khusus? " Batin Tono menerka-nerka.