
"Ahhhhh... kenapa aku jadi memikirkan nya, tidak Airin fokus jangan sampai kamu jatuh cinta padanya. " Gumam Airin mengacak rambut basah nya.
Ting
Pesan masuk dari aplikasi hijau miliknya dari grub sekolahnya, Airin segera mengambil ponsel nya dan membuat percakapan grub yang begitu seru itu.
~Guys sekolah kita akan mengadakan acara ulang tahun sekolah ke 16 tahun, pesta nya besar besaran dan kita bebas mengenakan pakaian apa pun. ~
~Benatkah, kapan lo dapet info dari mane? ~
~ Wah seru dong, malam apa siang tuh acaranya boleh? ~
~ Bisa lihat kakak kelas guanteng dong, wah gak sabar deh.. ~
Beberapa chat yang penuh dengan kegembiraan itu hanya lewat saja dari pandangan Airin, baru saja satu hari tidak sekolah dan dia sudah ketingalan berita itu.
"Ooo masih 2 hari lagi acaranya dan besok tidak ada kegiatan, lantas untuk apa kesekolah?. Aku rasa hanya OSIS saja yang akan diperlukan disana. " Ucap Airin.
Ting
"Airin lo kemana tadi, kenapa gak kesekolah? " Bunyi chat masuk dari Karin.
"Lagi gak enak badan, emang kenapa? "
"Lo sakit?, gak papa sih kita cuma nunggu aja kok lo gak ada sepi tau.Gue denger kak Ryou juga gak ada tadi semua OSIS rapat. "
"Emmz.. iya aku juga gak tau kenapa, "
Tidak ada balas dari Karin membuat Airin hanya menghala nafas pelan, dia baru saja masuk sekolah itu selain mendapatkan teman baik dia juga sudah mendapatkan musuh.
Entah apa yang akan terjadi jika sampai Silvia tau hubungan dekat dirinya dengan Ryou meski mereka tidak memiliki hubungan spesial, tapi Airin tahu jika gadis itu menyukai Ryou.
"Kenapa menjadi remaja itu rumit, percintaan yang gak bisa ditebak.. Bundaaa, andai ada bunda mungkin aku akan bercerita banyak. " Gumam Airin.
__ADS_1
DRDR
"Siapa lagi sih? " Gumam Airin nampak malas mengangkat panggil yang masuk ke ponsel nya itu.
"Kak Ryou, kenapa dia menghubungi ku? "
"Hallo... "
"Halllo kak Ryou, ada apa mengubungi ku? "
"Datang lah ke gerbang rumah sekarang, aku menunggu sekarang. " Ucap Ryou dengan dingin.
"Ak... u, dia mematikan nya begitu saja tidak sopan. " Airin nampak kesal.
Gadis itu segera menyisir rambutnya dan berlalu pergi menemui Ryou yang menunggu dirinya di depan, dengan hanya mengenakan baju tidur panjang Airin keluar dari paviliun dengan santai.
Airin tidak nampak melihat ayahnya atau pun para pekerja dirumah Ryou hanya nampak rumah besar yang begitu terang dan sepi, sedangkan Tono nampak memperhatikan putri nya itu dari kejauhan.
Tono berjalan pelan mengikuti langkah santai Airin menuju halaman depan rumah Febyan mengikuti dan memperhatikan tingkat gadis berusia 15 tahun itu, tak lama langkah Tono berhenti saat matanya menatap tajam kearah gerbang besar itu.
Nampak Airin berdiri menatap Ryou yang sudah duduk diatas motornya dengan kesal pemuda itu nampak menarik tangan Airin untuk naik bersama nya keatas motor.
"Ada apa? " Sunggut Airin dengan malas.
"Naik lah, aku ingin mengajak mu ke taman.. " Ucap Ryou menarik paksa tangan Airin.
"Tapi.. aku hanya mengenakan baju tidur aku.. "
"Aaaah sudah lah lama sekali, cepat naik lah.. "
Dengan kesal Ryou menyuruh Airin naik keatas motornya sebelum gadis itu berbicara panjang kali lebar tanpa henti, Ryou melajukan motornya dengan pelana meninggalkan rumah.
Ryou hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong berwarna putih itu pun sudah membuat siapa saja terpesona menatap nya, Airin nampak hanya diam tanpa ingin bertanya apa pun pada Ryou.
__ADS_1
Gadis itu nampak nya tahu jika Ryou butuh waktu sendiri dan dia pasti begitu tertekan dan banyak fikiran karena pertengkaran sore tadi, Airin nampak lebih senang Ryou membawanya tanpa harus pergi dengan geng motornya itu.
***
"Sebenarnya apa mereka memiliki hubungan spesial, aku terlalu sibuk hingga tidak bisa mengawasi Airin. " Gunam Tono.
"Ada apa? " Suara lembut Delina mengejutkan Tono yang diam.
"Kau mengejutkan ku saja? " Seru Tono.
"Bagaimana bisa kamu terkejut seperti itu, apa yang kamu lihat? "
"Apa Ryou dan Airin berpacaran, aku rasa mereka memiliki hubungan. Aku terlalu lenggah mengawasi Airin.. "
"Memenag kenapa jika mereka berpacaran, Ryou anak yang baik dia tidak merusak seseorang yang benar benar berarti baginya. "
"Lalu bagaimana dengan hubungan kita jika mereka benar-benar memiliki hubungan, bagaimana perasaan Ryou saat tahu ibunya juga berkhianat? "
"Aku tidak ingin membahas semua itu, sebaiknya kita jaga jarak untuk beberapa hari kedepan. Febyan mengambil cuti dari kantor untuk bisa kembali dekat dengan Ryou.. "
"Itu lebih baik Delina, mungkin hubungan kalian bisa lebih baik saat Ryou sudah melupakan masa lalu nya. "
Delina diam menatap mata sendu lelaki yang kini sudah mengisi kekosongan dalam dirinya, meski hanya sebatas bayangan saja tapi bagi Delina Tono begitu bearti. Entah sampai kapan hubungan gelap mereka akan betahan.
"Aku mencintaimu Delina, tapi aku tahu aku hanya bayangan hitam yang akan selalu ada dibelakang mu bukan didepan mu mengayomi dirimu.. " Tono memeluk erat tubuh wanita cantik itu yang kini diam membisu.
"Aku memiliki mu tapi hanya bayangan mu saja, saat mentari memancarkan cahaya aku memilih untuk bersembunyi. Saat kegelapan hadir aku siap datang menghapus setiap luka itu.. "
"Maaf aku melibatkan mu dalam kerumitan ini, percayalah aku juga mencintai dirimu.. Saat ini aku belum bisa memilih diantara kalian mas, maaf.. "
"Tidak aku tidak meminta mu memilih Delina, jika kalian masih bisa bersama maka jangan lepaskan ikatan itu ."
Delina melepaskan pelukan Tono menghapus air matanya kemudian tersenyum meninggalkan Tono yang diam menatap kepergian nya, pedih terasa dihati nya namun itu sudah menjadi pilihan nya sendiri dan dia harus bisa mengendalikan perasaan nya sendiri.
__ADS_1