Takluk Nya Pemuda Dingin

Takluk Nya Pemuda Dingin
AYO LAH BERMAIN


__ADS_3

Cukup lama Ryou memejamkan matanya hingga membuat Airin nampak kurang nyaman, dering ponsel Airin nampak berbunyi nyaring membuat Ryou membuka matanya.


"Angkat ... " Gumam Ryou menatap Airin.


"Hallo yah.. " Ucap Airin.


"Airin maaf ayah tidak bisa menghubungi dirimu, disini ayah harus pergi jauh untuk mencari sinyal. Apa kabar mu baik nak?" Ucpa suara disebrang sana yang tak lain Tono ayah Airin.


"Iyaa aku baik, bagaimana dengan ayah? Aku juga beberapa kali menghubungi ayah tapi nomor ayah tidak bisa dihubungi. "


"Ayah baik sayang jika urusan sudah selesai ayah dan Dev.. Maksud ayah bu Deviana akan segera kembali, apa kamu tidak pergi sekolah Airin ini baru jam 11 . 00 siang. "


"Emmz eh aku, aku sedang ada kegiatan di luar nanti aku akan menghubungi ayah lagi. "


"Iyaa kalau begitu jaga baik baik dirimu, ayah akan menghubungi mu lagi saat ada sinyal disini sayang ayah menyayangi mu. "


"Aku juga ayah. "


Airin mematikan sambung telpon nya dan menatap Ryou yang diam menatap kosong aliran air yang jernih.


"Aku tahu jika dia juga pasti ingin mendapatkan kasih sayang seperti yang lain. " Batin Airin.

__ADS_1


Airin menatap pergelangan tangan nya yang nampak merah dan lecet karena cengkraman tangan Ryou, pemuda itu nampak mengambil rokok dari saku celana nya dan menghidupkan nya.


"Kak Ryou kembali merokok? " Ucap Airin.


Seketika Ryou menghentikan kegiatan nya saat ingatan nya akan Airin yang tidak menyukai perokok berputar di otaknya, Ryou membuat rokok itu kedalam sungai dan menatap Airin yang diam menatap aliran air.


"Maaf aku lupa.. "


"Iyaa merubah seseorang itu bukan lah hal yang muda aku paham kok kak, " Airin tersenyum menatap Ryou yang diam.


Mata Ryou menatap tajam pergelangan tangan Airin yang merah dengan cepat Ryou memegang tangan nya dan terlihat panik.


"Aku tidak merasa kak Ryou menyakiti ku, ini hanya luka kecil tidak masalah aku sudah biasa jika mendapat luka.. "


Ryou meniup pergelangan tangan Airin hingga membuat gadis itu membeku dengan perlakuan lembut Ryou, beberapa kali Ryou juga menciun tangannya.


"Jika kak Ryou selalu bersikap seperti itu aku percaya jika wanita yang mengejar kak Ryou akan berlomba saling membunuh untuk mendapatkan mu. " Gumam Airin.


"Aku tidak peduli sekarang aku sudah ada kamu jadi tidak ada lagi gadis yang bisa menggantikan mu, aku teramat nyaman bersama mu. "


"Lihat lah pipi mu bersemu merah apa kau malu? " Ucap Ryou mengoda gadis itu yang kini semakin malu dengan perlakuan nya.

__ADS_1


"Sudah lah berhenti mengombal kita masih pelajaran dan aku baru saja masuk kelas 10 jadi jangan telalu serius deh.. "Gumam Airin menarik tangan nya dari tangan Ryou.


" Peluk aku.. "


Airin tersenyum menatap Ryou kemudian memeluk pemuda itu yang sudah mengubah kehidupan nya lebih berwarna, mood Ryou yang buruk pun kian membaik.


"Aku suka bau parfum kak Ryou telihat begitu menenangkan.. " Gumam Airin mengelamkan kepalanya pada dada Ryou.


"Benarkah kalau begitu aku akan memakai nya terus jika kamu suka.. " Ucap Ryou mencium puncak kepala Airin.


Mereka cukup lama berpelukan tiba-tiba hujan turun begitu saja tanpa permisi sedangkan mentari bersinar cerah, kedua insan itu nampak tertawa saat tubuh mereka terguyur hujan.


"Ahhh ayo cari tempat berteduh.. " Pekik Airin kesal melihat Ryou yang tertawa terus ditengah hujan.


"Ayoo lah bermain dulu aku sudah lama tidak menikmati hujan seperti ini.. " Ucap Ryou mengajak Airin berlari ke tengah hamparan bunga yang indah.


"Ah kak Ryou aku bisa terjatuh dan kau bisa demam.. "


"Tidak masalah ayoo lah.. "


Mereka bermain hujan dengan gembira ditengah hujan tawa Ryou begitu indah dinikmati mereka begitu serasi, namun jodoh mereka belum ditentukan.

__ADS_1


__ADS_2