
"Sebenarnya dia mau membawa ku kemana? " Gumam Airin.
Airin mengeratkan pelukan nya tak kalah Ryou mempercepat perjalanan nya Ryou merasa lebih baik saat Airin memeluk nya, kehangatan itu kembali hadir di dalam hatinya.
Perjalanan semakin jauh dari keramaian para pengendara dijalanan Ryou memperlambat motornya agar Airin dapat melihat pemandangan indah didepan matanya, pepohonan nampak begitu asri dan menyegarkan mata.
Airin nampak begitu takjub melihat masih ada tempat yang masih benar-benar asri seperti tempat ini, matanya berbinar memandang nya suasana di sana pun nampak begitu sepi tidak seperti di kota yang penuh polusi dan juga gedung tinggi.
"Wahhh aku baru kali ini melihat tempat senyaman ini.. "Ucap Airin melepaskan helm nya.
" Tentu saja, setiap aku bersedih aku akan menghabiskan waktu ku disini. "Gumam Ryou.
" Benarkah? "Gumam Airin tak percaya dengan ucapan Ryou.
Ryou menghentikan motornya di sebuah pohon besar Airin turun dan heran kenapa mereka berhenti di bawah pohon besar itu, belum lagi tempat ini begitu sepi pikiran buruk Airin bergentayangan di otaknya.
" Kenapa kita turun disini, apa kamu ingin berbuat mesum padaku.. "Seru Airin panik.
Ryou yang menatap pepohonan kemudian beralih menatap Airin dengan aneh dan juga lucu mendegar penuturan nya, Ryou berjalan kebawa meninggalkan Airin yang tak percaya dengan nya.
"He.. Hey.. kenapa kau meninggalkan ku sendiri.. " Ucap Airin menyusul Ryou yang berjalan santai.
Airin menatap tempat itu dengan mulut mengaga dia tak percaya dengan penglihatan nya, hampir sungai yang luas dan jerni berada didepan mata nya. Belum lagi bebatuan yang besar menambah keindahan nya.
"Apa aku ada di surga sekarang, indah sekali.. " Ucap Airin.
"Jika kau di surga sekarang mungkin kau sudah mati. " Balas Ryou bersandar pada sebuah pohon.
"Is kau ini, tapi ini seperti mimpi aku berada disini tempat ini benar-benar indah kak Ryou.. " Ucap A,berjalan mendekati sungai.
"Sungai itu ada buayanya.. " Ucap Ryou yang masih besandar pada pohon dengan santai.
Seketika Airin menghentikan langkah nya dan menatap tak percaya kemudian Airin berlari dan berteriak menuju Ryou, itu semua nampak seperti hiburan dan juga pelipur lara untuk Ryou.
Ryou nampak tertawa saat melihat Airin yang berlari dengan susah payah kearah nya melihat mereka nampak begitu hangat mungkin membuat orang merasa mereka sepasang kekasih, Airin berlari dan bersanding dengan Ryou yang masih tertawa.
"Ka.. kau jika kau ingin membunuh ku kau bisa melakukannya dengan cepat jangan memberikan ku pada buaya buas disana.. " Ucap Airin kesal melihat Ryou yang terus tertawa.
"Kau ini sebenarnya polos atau bodoh ha..ana ada buaya di sungai dangkal seperti itu ha.. " Ejek Ryou memukul kening Airin.
"Kau lagi lagi mempermainkan ku dasar laki-laki kutub utara.. " Pekik Airin saat Ryou kembali meninggalkan dirinya turun menuju sungai.
"Aku dengan susah payah turun dan naik karena dirinya dasar laki-laki gila.. " Ucap Airin menghentakkan kakinya.
Airin melangkah mengikuti Ryou yang kini sudah duduk di sebuah batu besar sembari menatap hamparan bunga di seberang, dengan perlahan Airin dapat duduk disebelah Ryou yang nampak cuek melihat nya.
__ADS_1
"Kenapa kau terkadang bersikap hangat tapi terkadang kau juga begitu dingin kak Ryou? " Ucap Airin menatap Ryou.
"Bukan urusan mu. " Ucapnya singkat.
"Kenapa kau menangis? "
"Kau ini banyak nanya sekali ha.. tidak ada kah pertanyaan lain diotak mu. "
"Apaaaa aku kan hanya bertanya kenapa kau marah.. "
"Tidak perlu bertanya aku tidak ingin menjawab pertanyaan mu itu. "
Mereka nampak saling diam menatap keindahan alam dengan pikiran yang berbeda angin menerpa tubuh mereka dengan lembut, Airin begitu menikmati pemandangan itu dan sesekali berbicara sendiri.
Ryou menatap Airin yang terpejam menikmati angin yang menerpa wajahnya dengan lembut menikmati sentuh alam yang membuat dirinya tenang dan lebih baik, Ryou tersenyum menatap pemandangan di depan mata nya.
"Aku selalu menghabiskan waktu disini jika aku ada masalah, jika aku membutuhkan ketenangan dan jugaa hiburan setiap saat kapan pun itu.. "
"Disini sendiri? "
"Iyaa sendiri entah itu siang pagi atau malam, jika aku ingin aku akan disini seharian mematikan ponselku hingga tak seorang pun menggangu ku. "
"Apa kau tidak takut jika ada hantu yang datang dan menemani mu? "
"Gadis bodoh."
"Ha ha ha ha terserah.. "
Airin menatap lama Ryou yang tertawa dia terpana menatap ketampanan pemuda di depan nya itu saat dia tetawa.
"Kau sangat tampan jika tertawa dan bersikap ramah seperti itu.. "
"Apa kau mengatakan sesuatu nona? "
"Ha.. apa aku mengatakan sesuatu? kau pasti salah dengar. "Ucap Airin membuang pandangannya dari Ryou.
Gadis itu begitu malu saat kata kata pujian itu keluar begitu saja dari mulutnya, pipi nya memerah saat Ryou menanyakan tentang kebenaran ucapan nya.
" ke.. kenapa kita disini? "
"Tidak ada aku hanya ingin menikmati waktu sendiri. "
"Kak Ryou kenapa kau begitu dingin, aku denger dari beberapa teman mu kau siswa yang cerdas dan berprestasi kamu juga kapten tim basket. Kau kaya kau punya segalanya tapi kenapa tampak seperti kurang bahagia? "
"Kekayaan prestasi tidak menjamin kebahagiaan dan juga kasih sayang. "
__ADS_1
"Tapi kau bisa berkata dengan lembut yaa meski hanya sebentar ayo lah semua orang ingin menjadi dirimu termasuk aku, tapi.. "
"Tidak perlu bercita-cita menjadi diriku kau tidak akan pernah bisa. "
"Kenapa? "
...
Ryou hanya diam dia tidak ingin menjawab pertanyaan itu yang hanya akan melukai perasaan nya, Ryou memainkan kakinya didalam air sedang Airin terus saja memikirkan apa yang sedang di rasakan pemuda itu.
"Kenapa kau menangis? " Gumam Airin menatap pantulan wajah Ryou di aliran air.
"Semua orang berhak menangis tidak hanya kau saja. " Ucap Ryou dengan tatapan tajam.
"A.. aa. paa. aku hanya bertanya tidak perlu menatapku seperti itu.. " Gumam Airin takut.
Tak terasa hari kian sore pancaran sinar matahari terpantul indah di sungai mereka nampak hanya terdiam tanpa ada pembicaraan, hanya sesekali mereka berbicara .
"Sampai kapan kita disini? "
"Sampai aku puas. "
"hutf.. sampai kapan kita disini, hari kian sore aku jika kita berlama-lama disini jika ada hantu bagaimana? "
"Tidak pernah ada hantu disini bodoh.. "
"Tapi... "
"Diam lah gadis bodoh.. "
"Aku juga sering menyendiri saat aku merindukan ibuku, aku akan pergi ke taman seharian menikmati hariku. Dan ayah akan mencari ku dan memarahi ku.. "
"Kenapa ibu meninggal? "
"Ibu meninggal saat melahirkan ku,kau tahu semua keluarga ibuku menyalahkan ku mereka membenci ku kata mereka seandainya ibuku tidak menikah dengan ayah ku dan aku tidak hadir dihidup mereka ibuku masih hidup.. " Ucap Airin menagis mengingat ucapan neneknya.
"Bagaimana bisa ada orang tua yang menyalahkan seorang anak? "
Ryou terenyuh saat mendegar penuturan Airin dia tidak percaya jika ada orang yang jauh lebih tidak beruntung dari pada dirinya, orang yang lebih sedih dan terluka dengan perlakuan keluarga mereka.
"Entah lah kak, pada akhirnya ayah membawa ku pergi saat itu usia ku masih 7 tahun dan yaa meski hidup sederhana dan penuh dengan kekurangan aku tidak pernah mengeluh aki percaya jika aku bisa membuat ayahku bangga telah membesarkan ku. "
"Semangat aku juga percaya jika nanti kamu bisa jadi orang yang lebih baik dan mapan dari sekarang. " Ucap Ryou menggengam tangan Airin.
"Terima kasih Kak aku juga percaya jika kakak akan berubah kembali seperti dulu, kakak akan mendapatkan kebahagiaan kakak sendiri. " Ucpa Airin tersenyum.
__ADS_1
"Tetap lah bersama ku jika kau ingin aku berubah kembali seperti dulu, tetap disamping ku maka aku akan bisa mengubah diriku seperti dulu.. " Gumam Ryou.
Airin tersenyum mendegar ucapan Ryou dia juga berharap jika Ryou bisa kembali seperti dulu, perubahan seseorang orang pasti ada dimasa lalu dan sekarang waktu nya untuk kembali.