Tale Of Daniella

Tale Of Daniella
Chapter 19


__ADS_3

Happy reading 📖


.


.


.


Pagi itu juga Daniella amat sangat semangat bersekolah. Sampai-sampai Alin dan Shakila melongo dibuatnya.


"Sabar Daniella sayang. Jangan buru-buru." nasihat Shakila.


"Gak bisa tan. Daniella pengen banget sekolah hari ini. Entar ketinggalan banyak pelajaran kalau kelamaan cuti. Hihihi,"


Alin juga ikut bersiap-siap mengantar Daniella di hari pertamanya kali ini karena kembali bersekolah. Dia mengenakan kemeja hijau lengan panjang oversize dan rok panjang bermotif garis-garis hingga melewati lutut dan berwarna krem. Sementara Shakila tetap mempertahankan outfit-nya yang selalu terbuka. Namun kali ini ia menutupinya dengan setelan jas kerja khusus wanita.


Tak ada yang bisa menggambarkan betapa cantiknya Daniella saat itu. Rambut hitam panjang yang di catok bergelombang dan di uraikan begitu saja. Biasanya Daniella akan mengikat rambutnya tiap kali ke sekolah. Polesan make-up yang pas dan sesuai di wajahnya serta kerapiannya saat berpakaian, laki-laki mana yang tidak akan terpesona melihatnya? Alin dan Shakila sampai lupa gender saat mengagumi Daniella. Padahal Daniella memang cantik seperti hari biasanya, tapi kali ini sepertinya terasa begitu baru dan spesial.


"Kamu cantik banget sama penampilan kayak gitu mau ke sekolah. Hm jangan-jangan ada cowok yang mau kamu pikat ya?" tebak Alin.


"Bukannnnnn, bunda! Daniella cantik gini hanya untuk diri sendiri. Bukan untuk siapa-siapa tuh. Udah nih. Yuk berangkat aja langsung bun, tan."


"Ya, yuk. Keburu telat."


"Santai aja sih tan, hehehe."


***


Mobil mewah Shakila berhenti di depan gerbang sekolah SMA Athlanta International High School. Murid-murid yang sepertinya mengenalinya dan familiar dengan mobil yang selalu ia kenakan, sontak membuat heboh.


"Hah? Model Shakila datang. Dalam rangka apa sih?"


"Pernah dengar kabar tamu istimewa minggu ini?"


"Nggak tuh. Gue aja yang sering b**ocorin siapa tamu sekolah yang bakal datang gak tahu."


"Wuuuuu, gagal lu jadi mata-mata FBI." sorak murid-murid yang ada disana ramai*.


Mereka menunggu-nunggu Shakila keluar dari mobil, tapi ternyata tidak terjadi. Mereka memekik kekagetan karena yang keluar adalah Daniella.


"Hah? Di, dia... bukannya harusnya masih di rumah sakit?"


"Atau paling nggak pindah sekolah karena mungkin trauma di buli sama Jennifer cs,"


Sementara mereka makin terkejut ketika melihat Shakila membuka kaca jendela mobilnya dan tersenyum ramah kepada Daniella.


"*Gue iri *****,"


"Huh, gue aja yang ngefans berat gak dapat kesempatan emas kayak gitu."


"Gue juga fans berat kali, harusnya gue yang dapat kesempatan bukan lu."


"Lu kira cuma lu doang yang bisa ngefans sama Shakila?"


"Huhuuuu," teriak mereka lagi dengan hebohnya.


Sementara itu Daniella masih terus menjadi pusat perhatian karena pamitan dengan Shakila dan Alin.

__ADS_1


"Satu circle *serbuk berlian semua," puji mereka.


"Dah kayak sebaya aja mereka lu cap pake circle."


"Tapi dia kayak baik-baik aja tuh. Jangan-jangan drama lagi wkkk."


"Lu gak liat di berita dia salah satu korban yang di bawa ke rumah sakit."


"Kalau emang benar, busettttt! Cepat banget sembuhnya,"


"Iya juga sih*,"


Sementara Jennifer cs dari kejauhan langsung melabrak Daniella saat melihat mobil Shakila telah meninggalkan pekarangan sekolah dan mendapatkan sambutan meriah dari para fansnya.


Daniella tampak berbeda hari ini. Auranya keluar dan berwibawa. Para murid cowok terpesona saat Daniella melintas di hadapan mereka.


"Cantik banget,"


"*Gue gak bisa diginiin, oleng dah gue,"


"Pacar lo dah banyak anjir masih pengen gebet Daniella lagi."


"Gebet satu lagi sabi kali*."


Daniella mendengarkan semua celotehan para murid cowok yang memuji dirinya.


"Ck, munafik. Kemarin-kemarin waktu penampilan gue cupu, lo semua hina gue. Segitu bencinya ya sama yang cupu?"


Daniella hanya melewati mereka dan mengulum senyum lalu mengedipkan matanya, membuat cowok-cowok yang ada disana salah tingkah.


Daniella tidak menghiraukan mereka semua dan akhirnya dia berhenti lagi saat Jennifer cs menghadangnya. Jennifer menatapnya dengan tatapan siap menjatuhkan. Daniella diam dan menyiapkan mentalnya untuk melawan Jennifer.


"Lo kayaknya baik-baik aja ya? Bukannya lo masuk berita karena hampir dibunuh?"


Daniella memutar bola matanya malas, lalu mengangguk ogah-ogahan.


"Terus kenapa lo disini? Cepat banget sembuhnya. Atau ini semua drama lo?"


"Ck, banyak omong. Terus kenapa kalau gue cepat sembuh. Miris ya jadi lo? Ngurus hidup orang mulu." ketus Daniella sambil lanjut pergi dan menabrak bahu Jennifer dengan sengaja.


Tindakan Daniella yang seperti itu mendapatkan berbagai sambutan disana. Banyak murid-murid tak percaya melihat keberanian Daniella dan selebihnya lagi mendukung Jennifer cs.


"Ups, gak sengaja." Daniella berbalik dan menutup mulutnya seolah-olah tidak sengaja berbuat seperti itu kepada Jennifer. Dia mempraktekkan yang sering dilakukan Jennifer kepadanya.


"Heh, balik gak lo?"


"Heh, cewek kurang ajar."


"Hahaha, rasain." Daniella kembali berjalan dengan santai dan normal seperti sebelumnya.


Belum selesai di lapangan, Daniella masih menjadi pusat perhatian sampai masuk ke dalam kelas. Ada banyak yang menggodanya dan memujinya.


"Enak juga di posisi Jennifer, hahaha!" dia tersenyum licik dan masuk ke dalam kelasnya.


***


Jam istrahat pertama, Daniella mengulum senyum ceria dan sepertinya sekarang orang tidak berani menindasnya.

__ADS_1


"Coba kalau gini dari dulu!" gumamnya.


Daniella benar-benar berubah. Dia tidak takut saat banyak yang menatap sinis padanya dan sepertinya merasa bodoh dengan itu semua.


Dia memesan makanannya dan duduk sendiri di bangku paling pojok kafetaria.


BRAK! Daniella menghentikan makannya saat Jennifer menggebrak mejanya.


"Nyali patungan ya sampai bawa satu squad buat jatuhin gue?" ledek Daniella menatap mereka satu persatu.


"Kenapa lo bisa satu mobil sama tante Shakila hah? Lo sama nyokap lo ngemis tumpangan ya?"


Daniella sangat terganggu dengan kata 'nyokap' dan menatap Jennifer tajam.


"Apa lo liatin gue kayak gitu hah?" bentak Jennifer.


"Jangan bawa-bawa nyokap ke permasalahan ini. Gue udah gak punya nyokap. Dan lo dengan lancangnya bilang gue ngemis?" Daniella memegang tangan Jennifer dan meremas-remas lengannya kuat-kuat sampai Jennifer melirih kesakitan dan akhirnya...


BUGH! Daniella mendorong Jennifer sampai mundur beberapa langkah ke belakang dan nyaris jatuh.


"Hah? Lo udah mulai kurang ajar ya? Lo harusnya tahu diri lo siapa. Atau jangan-jangan lo jadi anak angkat tante Shakila?"


Daniella tak berkutik. "Gue anak angkat? Bukan. Gue tinggal disana karena permintaan tante Shakila sendiri. Lagipula kalau gue beralasan kayak gitu, udah pasti mereka gak percaya."


Jennifer senang saat melihat Daniella tak berkutik.


"Berarti benar kan? Ahahaha, pake pelet apa lo sampai jadi anak angkat tante Shakila?"


Daniella memilih untuk tidak menghiraukan ocehan Jennifer yang mulai merambat kemana-mana. Ia membawa nampan yang berisi makanan pesanannya dan pindah ke meja lain.


"Gue tahu lo ngomong gitu untuk mancing gue marah. Ck, gue marah seperlunya aja."


"Daniella!" teriak Jennifer seperti orang gila, dia berbalik dan hendak menyerang Daniella dari belakang, namun sayang Daniella mengetahuinya. Dia dengan cepat menyingkir dan akhirnya Jennifer malah memukul Kiel yang ada di depannya.


"Anjir!" latah Kiel geram.


"Punya dendam apa lo sama gue?" Kiel menunduk untuk melihat Jennifer yang masih berada di pelukannya.


Sementara Rivaldo dan Aksa yang melihat Jennifer masih diam saja dan sepertinya marah kepada musuhnya, kini bergantian menatap Daniella.


Daniella hanya melihat kedua orang itu sebentar dan kemudian buang muka. Dia lanjut makan.


Aksa tak bisa berbohong saat melihat cewek itu merubah gayanya. Dari yang cupu sampai tertindas, sekarang sangat memesona dan berani. Tapi dia juga kepikiran dan terganggu dengan sikap Daniella yang semakin cuek dan tak pernah lagi berbicara dengannya.


Seperti Aksa, Rivaldo juga termakan pesona Daniella. Keduanya seperti terhipnotis saat itu juga.


Daniella



.


.


.


👍, 📝 dan vote dari kalian menjadi penyemangat bagi author.

__ADS_1


__ADS_2