Tale Of Daniella

Tale Of Daniella
Chapter 06


__ADS_3

Hari itu saat jam pelajaran olahraga kelas Daniella berlangsung seperti biasanya. Daniella yang fokus dan aktif men-dribel bola basket membuatnya menjadi fokus perhatian sejak tadi, sementara cewek lain ada yang memuji dan iri seperti halnya dengan Jennifer.


"Gimana nih Jen? Bisa-bisa lo kalah populer lah dari si Daniella. Liat aja sih daritadi dia cekatan gitu, duh..."


"Diam!!! Jangan buat gue panas ya bego? Sialan lo,"


Sedangkan teman Jennifer yang dibentak merasa tak terima dan mengepalkan kedua tangannya. Tapi ia tahan karena ia tetap ingin bertahan di circle Jennifer.


Jennifer cs semakin panas dan panik ketika menyadari belakangan Daniella lebih menarik perhatian mereka.


"Gue bucinin banget si Daniella. Liat aja keren banget dia. Udah juara kelas, paralel sampai juara umum, gak centil pula kayak Jennifer cs, hahahahah..."


"That's right. Pro banget dribel bola basketnya. Ini baru cewek,"


"Gak kayak sebelah ya kan? Usaha KFC."


"Maksud lu apaan?"


"Itu loh semua fotonya pamer paha sama dada,"


"Njir, KFC gak tuh? Keren perumpamaan lu bro,"


Jennifer spontan melabrak kumpulan cowok yang sedang menyindir dirinya sejak tadi. Mereka tidak munafik dan langsung terang-terangan menyindir di depan orangnya.


"Lo penggosip banget ya jadi cowok? Asal lo tahu, gue punya akses untuk keluarin lo dari sekolah ini!!!"


"Keren ada yang merasa rupanya. Iya gue lagi julidin lo sama teman-teman lo. Kok gak bisa sih orang julidin kalian? Padahal kalian lebih parah lagi. Pecundang."


"Benar gue tahu kok kemarin lo juga buli Daniella lagi. Hm gak kesampaian. Kasian sih ya? Aksa langsung gercep sama Rivaldo,"


"Lagi pula bukan keluarga lo yang punya nih sekolah, keluarga Rivaldo tuh. Rivaldo B aja lo kok malah bangga-banggain,"


"Cih mentang-mentang gue tolak cinta lo ke gue lo malah pindah haluan."


"Gak sih. Itu dulu. Masih banyak cewek yang lebih baik daripasa lo, Daniella contohnya!"


Jennifer langsung mencengkeram T-shirt basket cowok yang pernah ia tolak cintanya dulu dengan kasar.


"Berhenti bandingin gue sama Daniella, lo gak berhak bodoh. Sadar diri lo cowok miskin. Lo kira gue gak tahu kalau lo jadi pengamen di jalanan setelah pulang sekolah hah?"


Mata cowok itu membelalak sempurna dan meremas lengan Jennifer hingga cewek itu kesakitan.


"Kenapa lo gak pernah berhenti merundung hidup gue hah? Asal lo tahu lo juga bukan siapa-siapa tanpa kekayaan orangtua lo,"


"Sakit Her, lepasin tangan gue,"


"Hah? Baru segitu aja lo udah kesakitan? Payah, karena lo keterlaluan mengejek hidup gue mulai hari ini hidup lo gak bakalan pernah tenang dan damai,"


Heri, cowok itu mendorong tubuh Jennifer hingga terjatuh ke lantai.


Sementara Jennifer mengaduh kesakitan dan bangun melihat teman-temannya yang tak membantunya berdiri sedikit pun.


"Sialan lo semua, malah bengong kayak orang idiot." umpatnya dalam hati.


Sementara Daniella yang masih asyik men-dribel bola basket sejak tadi masih tetap menjadi pusat perhatian sampai akhirnya dia terkejut dan meringis kesakitan karena suatu benda yang mengenai kepalanya.

__ADS_1


"Daniella..."


Mata Daniella menyapu pandangannnya ke seluruh ruangan indoor basket. Ternyata itu adalah ulah Rivaldo.


"Gak sengaja," Rivaldo menabrak bahu Daniella lagi-lagi dengan sengaja.


Daniella yang merasa kesal menjulurkan kakinya dan membuat Rivaldo hampir terjatuh untung saja dia sempat sadar dan melihatnya.


"Cewek sialan," umpatnya.


"Baru segitu aja yang gue balas lo langsung marah gak jelas? Ck," balas Daniella savage dan menirukan gaya bicara Rivaldo. Sementara Rivaldo yang tak kaget sama sekali dengan perubahan cewek itu malah menaikkkan sebelah alis matanya.


"Dih!" katanya kemudian pergi.


"Mentang-mentang lo yang punya ni sekolah sama lo yang populer, bukan berarti gue gak bisa balas lo," sahut Daniella berani.


Tapi sesaat kemudian dia merasa tidak tenang dengan ucapannya barusan. Rivaldo memelototinya dan mendekatinya di hadapan semua murid. Daniella berjalan semakin mundur merasa tegang.


Kenapa selalu canggung begini sih?


"Siapa bilang? Seperti ucapan lo, gue yang mewarisi nih sekolah so gue bisa keluarin lo kapan aja kalau gue mau. Lo hanya tinggal menunggu untuk di keluarin,"


Tak ada orang yang tahu apa yang terjadi antara kedua orang itu, mereka hanya bisa tahu Rivaldo sedang menantang cewek itu dari raut wajahnya.


Rivaldo tersenyum culas.


"Segitu doang perbandingannya, lemah, ck!"


Tapi tiba-tiba saja Aksa datang di antara mereka dan membawa Daniella menjauh dari mereka. Daniella tidak bisa berucap apa-apa soal Aksa. Cowok itu seperti malaikat penyelamat baginya.


***


Daniella mengangguk.


"Ya udah kalau gitu lanjut lagi mainnya sana,"


"Kak Aksa juga." Aksa merangkul pundak Daniella dan keduanya kembali bersama ke lapangan.


Sementara Tasya yang berbeda kelas dengan Daniella, merasa aneh ketika melihat 'adiknya' itu tampak dekat dengan Aksa dari kejauhan.


"Hm, kalau pacaran cocok juga sih,"


Dia tersenyum tipis melihat pemandangan itu.


Sementara Daniella yang baru saja balik dengan Aksa langsung menjadi pusat perhatian dan di cibiri oleh murid-murid lain.


"Pacaran aja udah cocok banget," celetuk Kiel.


"Mulut lo Kiel!" tegur Difran.


Rivaldo yang melihat itu kembali diam. Tidak tahu apakah dia cemburu atau memang hanya tidak suka teman dekatnya bersama dengan Daniella.


"Duh gak kebayang kalian nikah trus punya anak duh visualnya gak main-main."


Itu lah Kiel, dia memang sangat frontal dan terang-terangan jika bicara.

__ADS_1


Daniella merasa nyaman berada di dekat Aksa. Apakah dia bisa menjadi...segera dia menepis pikirannya yang mulai menjalar entah kemana.


***


Sorenya saat sedang berbelanja di toko buku serba ada, Daniella melihat beberapa kaset video keluaran terbaru. Dia memang penggemar musik. Memang selain menjual toko buku, disini juga bisa menyewa komik, kaset game dan video.


Dia segera menghampiri etalase itu dan melihat-lihat. Dia suka segala hal yang berbau musik.


"Sisa satu doang?" pekiknya tertahan ketika melihat album lagu Alan Walker favoritnya yang tersisa satu.


"Apanya yang sisa satu? Ini punya gue." kata seseorang tiba-tiba. Rivaldo lagi.


Ketika tatapan keduanya saling bertemu, mereka langsung tertegun.


Daniella melihat Rivaldo sangat tampan ketika mengenakan dalaman kaus putih dan di tutupi jas almamater karate berwarna hitam panjang dan bawahan celana panjang yang juga berwarna senada dengan bajunya. Tak lupa dengan jam tangan hitam mewah dan bau parfum yang maskulin dan membuat cewek mana saja betah menghirup baunya. Selain keren, outfit cowok itu juga pasti bernilai ratusan juta.


Sementara Rivaldo tertegun melihat rambut lepas Daniella yang bergelombang rapi. Cewek itu mengenakan kemeja lengan panjang berbahan katun berwarna hitam dan bawahan rok merah diatas lutut bermotif garis-garis kotak, tak lupa tas ransel mini berwarna putih dengan gantungan kunci boneka di kancing ranselnya.


Kata 'cantik' keluar dari mulut Rivaldo dan kata 'mahal dan keren' yang keluar dari mulut Daniella secara spontan.


"Jaga mata lo. Temen gue suka sama lo. Awas lo demen ke gue." sergah Rivaldo galak dan menarik album lagu itu dari tangan Daniella.


"Aku cuma mau memuji outfit kamu yang mahal, gak lebih. Sini albumny..."


Rivaldo segera meninggikan tangannya dan membuat Daniella lompat untuk menggapai album itu.


"Udah tahu pendek gak sadar diri pula,"


Daniella berhenti lompat dan sadar Rivaldo tinggi jangkung seperti tiang listrik. Tinggi Rivaldo sekitar 187 cm sementara dirinya hanya 170 cm.


"Tapi aku dapat itu duluan,"


"Trus gue peduli gitu? LOL, gak mungkin. Oh iya baik-baik sama gue. Kapanpun gue mau, gue bisa keluarin lo dari sekolah." jelas Rivaldo mendekatkan wajahnya ke wajah Daniella dan menatapnya beberapa saat. Daniella menahan nafas setengah mati.


Cowok kurang ajar, semoga populasi cowok kayak lo hanya ada satu di dunia ini. Selalu menindas yang lebih lemah.


Rivaldo kemudian menjauhkan wajahnya dan berbalik untuk pergi.


"Albumnya udah aku duluan yang ngambil." Daniella masih berusaha merebut album itu.


"Gak! Punya gue, keep dreaming," Rivaldo reflek mendorong Daniella dengan tangan kekarnya hingga kembali terjatuh terjerembab ke lantai. Daniella memekik histeris, luka berat di tubuhnya yang selama ini dia terima dari Nadia kembali terasa sakit.


Sementara Rivaldo kembali meneruskan jalannya meski sudah melihat Daniella kesakitan.


.


.


.


Daniella



Sl****ow update heheh...

__ADS_1


Jangan lupa share/rekomendasikan cerita ini ke teman-teman kalian yang sesama pembaca Mangatoon/Noveltoon🤧


__ADS_2