
Daniella dan Tasya bersekolah di sekolah yang sama namun kelas yang berbeda. Jika kalian berpikir Nadia masih baik hati menyekolahkan Daniella di sebuah sekolah internasional favorit, cepat tepis pikiran seperti itu. Karena Daniella bisa bersekolah disini karena segudang prestasinya dan yah... mungkin salah satu tebakan di pikiran kalian benar. Daniella mendapat beasiswa full selama bersekolah disini.
Daniella pergi ke sekolah bersama dan saat tiba di area parkiran sekolah, keduanya turun bersamaan. Membuat berpasang-pasang mata menatap ke arah mereka, terlebih lagi cowok yang tergila-gila dengan kecantikan keduanya.
"Dan," panggil Tasya pelan membuat Daniella menoleh.
Tasya menarik tangannya ke sebuah tempat sedangkan Daniella hanya menurut saja.
Sampai akhirnya mereka tiba di bagian paling belakang sekolah yang jarang di jangkau murid-murid SMA Athlanta Elite International High School.
"Kenapa kak? Daniella buat salah sama kakak ya?" Pertanyaan Daniella tidak membuat Tasya segera bicara. Daniella menatap takut-takut padanya.
Tasya akhirnya berbicara setelah menghela nafas panjang.
"Mulai hari ini tidak ada dalam kamusku melihatmu terlambat makan siang. Kamu mau sakit hah?" Tasya setengah kesal.
"Bukan gitu kak, mama Nadia larang aku buat makan siang kemarin. Kakak tau darimana aku gak makan siang?"
"Apa yang gak bisa aku tahu tentang rumah itu dan kehidupannya?" Tasya menatap sinis pada Daniella.
"Jangan lembek-lembek banget. Lawan dia kalau kamu gak berani gimana bisa kamu makan? Kamu mau bertahan dengan mengalah terus? Tolong jangan polos banget Dan."
Daniella tercengang dengan kalimat Tasya barusan. Apakah Tasya baru saja memedulikan dirinya?
Selama ini Tasya memang tidak memarahinya bahkan memukulinya seperti Nadia. Tasya sangat cuek saat berada di rumah. Tapi kenapa Tasya tiba-tiba perhatian seperti ini?
"Maaf kak lain kali Daniella berusaha berani." balas Daniella menundukkan kepalanya.
Tasya menatap tanpa ekspresi kepada Daniella dan kemudian memegang pundak Daniella.
"Gue pegang janji lo." Tasya kemudian meninggalkannya dan kini Daniella sendirian.
Daniella merasa lega setidaknya Tasya tak sama seperti Nadia.
***
Sementara itu di rooftop sekolah, kerumunan murid cowok yang sedang bolos dari jam pelajaran pertama seolah berpesta ria heboh.
"Lo pada ingat gak sih bos Rivaldo baru balik kok gak di sambut sih?" seorang cowok yang memakai tindikan hitam di telinganya mencoba memanas-manasi teman-temannya yang sedang berkumpul. Dia adalah Kiel.
"Sat, lu emang jadi teman. Jadi kita kemarin berpesta mulai dari jam tujuh sore sampai pagi kemarin apa hah? Berduka?" Aksa terlihat kesal.
"Jiahahaha, kalem dikit napa bang Aksa?" tawa cowok itu yang daritadi menjadi bahan omongan.
"Lu napa bang? Bersinar banget kita liat lo ketawa. Gara-gara cewek nih pasti," tebak Kiel.
"Bener juga tuh kata si tukang kompor. Duh merinding gue jadinya." timpal Aksa.
"Lebay lo pada. Lo bener Kiel. Gue lagi naksir sama satu cewek. Kalian pasti kenal siapa Tasya siapa Daniella iyakan?" kata Rivaldo.
"Wah bang Rivaldo terus terang berarti dunia lagi gak baik-baik aja." celetuk Kiel.
__ADS_1
"Udah segitu aja. Males gue jadinya cerita."
"Kiel, Kiel. Ntar gue sate lo. Hiperbola bener lo jadi cowok. Jangan kek cewek napa njir?" Aksa ngegas lagi.
"Ahahaha! Sensitif bener lo jadi cowok bang Aksa." tawa Kiel puas sementara Aksa memutar bola matanya malas.
"Ya udah deh. Ikan arwana makan kawat lanjut ceritanya kawan."
"Stres nih orang!" batin Aksa.
Rivaldo pun menjadi pusat perhatian teman-temannya dan melanjutkan ceritanya.
"Jadi gue suka sama Tasya." cerita Rivaldo lagi.
"Oh gue kira lo suka sama Daniella gue. Daniella lebih cantik dari Tasya. Duh bisa gak ya gue jadi milik Daniella seorang? Cantiknya kek bidadari yang jatuh dari kahyangan." kata Aksa.
"Bidadari yang turun dari kahyangan bro. Bukan jatuh. Gombalan lama gitu kok masih kebalik. Yakali jatuh dari kahyangan, yang ada game over, lol!"
"Ah iya itu maksud gue bro. Kadang lo yang receh gini cepat tanggap juga ternyata!"
"Di kira hidup gue ngelawak mulu kali ya?" Kiel jadi kesal sendiri.
Bayangkan saja murid-murid SMA elit masih menampung murid seperti mereka. Itu karena Rivaldo adalah salah satu cucu kebanggaan keluarga pemilik sekolah, begitu juga dengan teman-temannya yang lain yang merupakan putra keluarga bangsawan dan kaya raya sehingga mereka memiliki akses untuk berada di sekolah ini.
Rivaldo mengernyitkan keningnya ketika temannya malah membahas Daniella.
"Cantikan Tasya lah,"
"Siapa lagi Fidela?" Rivaldo menaikkan sebelah alisnya.
"Fidela adik kelas kita yang seksi ama bahenol itu loh? Gitu doang gak tau." Kiel ngegas.
"Giliran cewek aja cepet lo koneknya Kiel. Nah, Riv, Kiel lagi deketin si Fidela."
"Bukan karena cinta sih, karena bodi lah. Tepos mana dilirik tuh ama si Kiel." cetus Gilden cowok yang tak mengatakan apapun sejak tadi..
Kiel tertawa. Ia tidak munafik, ia yang humoris pun membenarkan tebakan temannya tersebut.
"Parah lo Kiel. Dibenarin pula tuh." sinis Aksa.
"Emangnya apa yang lo lihat dari Tasya? Dia udah punya pacar juga." kata teman Rivaldo yang lain lagi.
"Dia... sulit di deskripsiiin. Pokoknya gue suka sama Tasya. Dia udah punya pacar? Siapa?"
"Vernon lah,"
"Hah? Vernon? Si cupu kelas unggulan 11 jurusan Alam itu?" duga Rivaldo.
Difran cowok yang mengatakan bahwa Tasya sudah punya pacar itu mengangguk pasti.
"Embat adeknya aja Riv. Taruhan lo sama si Aksa noh," saran Kiel melirik Aksa yang memelototinya.
__ADS_1
Rivaldo terdiam dan ragu setelah melihat kepastian dimata Difran.
"Gue gak percaya aja sih Riv kalo lo entar niatan jadi orang ketiga di hubungan Tasya sama Vernon. Mereka saling menyayangi." Difran menatap curiga ke arah Rivaldo.
Rivaldo menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gak jadi. Gue gak suka yang udah punya orang lain."
"Baguslah," Difran terlihat lega.
"Kiel kayaknya si Fidela tuh dari kemarin manja mulu ama lo? Gimana meletnya coba? Padahal kalau di liat-liat lo gak ada istimewanya dikit pun yakan? Otak juga pas-pasan." sindir Aksa.
"PDKT, pencitraan, manjain dia, temani dia. Tapi jangan cuma kata-kata doang. Tunjukin tindakan lo gitu. Tapi gak langsung embat nih ya ceritanya kayak suami istri." jelas Kiel dengan wajah tak berdosa sedikit pun.
"Gak, ya kali... "
"Gak mungkin Aksa semesum itu sama cewek. Pasti bahagia lah yang jadi ceweknya. Si Aksa pintar, juara umum. Bahagianya Daniella dibucinin sama Aksa." celetuk Rivaldo.
Aksa mengangguk setuju dengan pendapat Rivaldo tentang dirinya.
Cast Rivaldo
Cast Aksa
Cast Kiel
.
.
.
**Jangan lupa 👍📝 sama vote-nya yah itung-itung amal semangatin author 🤧
__ADS_1
Share/rekomendasikan lapak ini**