
Rivaldo dan teman-temannya kembali dari rooftop dan lanjut nongkrong di kelas. Tak ada yang berani mendekatinya karena akan sakit hati sekali menerima ejekan dari circle mereka yang semuanya merupakan putra keluarga bangsawan dan kaya raya.
Mereka berhenti mengobrol ketika melihat sosok gadis menengahi percakapan mereka.
"Kak Aksa, entar Daniella belajar bareng sama kakak ya?"
"Ekhem, ekhem," Kiel yang jahil langsung berdehem menggoda Aksa yang bertemu dengan pujaan hatinya.
"Diam lo Kiel an... " Aksa buru-buru pencitraan dan menyengir ke arah Daniella.
"Kiel anak baik, hehehe. Iya sayang!" Aksa keceplosan.
"Apa sih kak?" Daniella tersipu malu.
Sedangkan Aksa merasa beruntung di tempatnya bisa melihat Daniella salting.
"Maaf keceplosan. Iya Daniella cantik," puji Aksa lagi.
"Lo manggil temen gue kak?" Rivaldo menaikkan sebelah alis matanya dan memandang Daniella dari ujung rambut sampai sepatu.
Daniella yang merasa di panggil langsung gagap dan mencoba menjelaskan.
"Emh gini kak, eh... "
"Rivaldo," balas Rivaldo menyudutkan.
"Iya jadi gini Rivaldo kak Aksa itu lebih tua dari Daniella makanya Daniella panggil kak."
Rivaldo menduga, cewek ini sengaja soft ketika berbicara hanya untuk caper di depan teman-temannya yang jelas-jelas mengaguminya sejak tadi.
"Anak baik," Aksa memuji Daniella lagi.
"Kak Aksa soal belajar bareng..."
"Oh iya dong Dan. Mau belajar dimana nih?"
"Di ruang lab IPA aja kak Aksa. Daniella bingungnya di praktek apalagi minggu depan ujiannya bukan tertulis." balas Daniella memutuskan.
"Pulang sekolah, habis makan siang dulu deh."
"Makan siangnya boleh bareng kamu gak?" tawar Aksa.
"Hm, ok deh kak. Kalau gitu Daniella pergi dulu ya kak. See you later, " Daniella tersenyum manis.
"Daniella pamit dulu ya kakak-kakak semua, sama kak Rivaldo juga... "
Daniella tidak sanggup melihat wajah Rivaldo yang jelas-jelas membencinya.
__ADS_1
"Sok soft lo di depan gue ck," batin Rivaldo tersenyum jahat.
"Astaga Aksa tukar otak yuk biar bisa entar belajar praktek bareng Daniella." timpal teman-temannya heboh.
Sedangkan Aksa tersenyum kaku. Bagaimana pun juga Daniella adalah cinta pertama nya.
"Apa sih lo pada? Cewek caper gitu aja dibanggain cih. Mau taruhan kalo dia hanya caper?" Rivaldo menatap teman-temannya tajam.
"Gak biasanya lo bodoh gitu Riv. Daniella itu cewek lemah lembut yang pernah gue temui. Yang gue dengar sih dia tinggal sama mamanya Tasya. Papa mamanya udah lama meninggal." jelas Kiel.
"Lo stalking orang lagi Kiel? Parah lo. Kemarin stalking pak Dean. Darimana sih lo tahu itu semua sampai detailnya?"
"Gue kan cenayang," jawab Kiel sok pintar.
"Harusnya lo cenayang waktu ujian sama ulangan aja Kiel." ledek Gilden.
Mendengar itu teman-temannya tertawa meledek. Meski kesal Kiel membenarkan ejekan tersebut.
"Udah ah ke kantin aja yuk."
"Yoi setuju bro."
Mereka pun ramai-ramai meninggalkan rooftop dan pergi menuju kantin.
Akan tetapi saat di perjalanan menuju kantin Rivaldo cs lagi-lagi bertemu dengan Daniella dan melihat ketegangan disana. Ada Jennifer dan kawanannya yang di juluki queen of bullying and drama.
Aksa yang melihat itu ingin menyelamatkan Daniella, akan tetapi di tahannya terlebih dulu. Nanti saat Jennifer cs keterlaluan, barulah Aksa akan bertindak. Rivaldo cs mengamati pertengkaran antara cewek-cewek itu dari kejauhan sehingga Jennifer cs belum menyadari kehadiran mereka sama sekali.
"Lo caper banget ya ke teman-temannya Rivaldo? Lo mau dibuat jadi piala bergilir gitu sama mereka? Ingat gak ada yang boleh deketin Rivaldo gue paham lo?" gertak Jennifer emosi sambil menjambak rambut panjang Daniella.
Rivaldo tidak mengabaikan tatapan teman-temannya karena ucapan Jennifer yang posesif ingin memilikinya meskipun Rivaldo tak pernah melirik cewek itu dan tidak akan pernah suka padanya. Tapi Rivaldo sepertinya senang melihat Daniella, cewek yang ia anggap soft karena caper di intimidasi oleh Jennifer cs. Senyum smirk-nya mengembang hingga ujung bibir.
Sedangkan Daniella yang trauma bertemu dengan mereka hampir saja menangis.
"*Aku gak caper sama mereka hiks... aku hanya meminta belajar bareng sama kak Aksa gak lebih," balas Daniella seadanya.
"Kalian kenapa segitunya banget sih benci sama aku? Aku gak ada salah apa-apa kalian tindas, aku hanya mau belajar bareng gak dibolehin. Kalian gak berhak ngatur hidupku!" seru Daniella lantang. Daniella ingin balas menjambak rambut Jennifer akan tetapi teman-temannya lebih kuat secara jumlah personil sehingga membuat Daniella kalah telak. Dia dipukuli kembali dan membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.
"Kenapa... kenapa kalian selalu meremehkan orang sepertiku*?" *Daniella menangis sejadi-jadinya sambil mengusap darah yang keluar dari bibirnya.
"Ck mau lawan gue balik aja gak sanggup lemah lo..." Kini Jennifer semakin brutal. Ia menginjak kepala Daniella yang menangis dan memohon kepadanya*.
Aksa yang sudah tidak tahan lagi langsung menghampiri mereka dan membalikan badan Jennifer secara paksa agar menghadap kepadanya.
"Ak, Aksa, lo. Jadi dia ini tuh kan mau cap... "
"Cukup Jen. Tutup mulut sampah lo. Kalian sama-sama cewek tapi kenapa kalian setega itu? Daniella gak caper. Dia emang minta belajar sama gue." bentak Aksa yang sudah kehilangan kesabaran sedangkan Tasya datang dan melihat Daniella terkapar tak sadarkan diri di tanah.
__ADS_1
"Bajingan lo pada. Tega banget lo buat Daniella kayak gini Jen." amarah Tasya memuncak.
Tasya segera menopang tubuh Daniella dibantu oleh Kiel yang sigap membantu menopang tubuh Daniella ke klinik sekolah.
Sedangkan Rivaldo menghampiri Jennifer dan menatap sinis kepada cewek itu. Dia memang senang Daniella tersudutkan akan tetapi Jennifer berlebihan.
"Gue bukan punya siapa-siapa. Gue juga gak sudi di posesifin sama cewek kayak lo. In your dream. "
Rivaldo mendorong kening Jennifer hingga membuat Jennifer mundur beberapa langkah.
"Riv gue... "
"Ssstt. Diam aja ya daripada gue kelepasan main kasar sama cewek? Coba kalo lo cowok. Lo udah robek dan gak berbentuk lagi Jen," kata Rivaldo. Dia berbalik dan melempar tatapan isyarat kepada Aksa agar segera mengikutinya.
Aksa paham, tapi sebelum pergi dia menatap tajam pada Jennifer.
"Awas lo kalau sampai gue tahu Daniella pingsan karena lo."
Jennifer mengepalkan tangannya melihat Daniella lebih dibela oleh Rivaldo cs.
"Gue gak akan berhenti labrak lo Dan. Pertama-tama gue harus serang pelindung lo semua."
***
"Aksa lo mau kemana sih?" tanya Rivaldo yang menyadari langkah Aksa tidak ikut bersama mereka ke kantin. Tadi Kiel sudah berjanji akan menyusul mereka ke kantin karena Tasya langsung pergi begitu mengantarkan Daniella ke klinik sementara dokter penjaga masih belum tiba.
"Gue mau jenguk Daniella bentar Riv,"
Rivaldo mendengus kesal, cewek itu lagi yang bikin Aksa khawatir, batinnya.
Rivaldo tak berbicara lagi. Sedangkan Aksa sudah pergi menuju klinik sekolah.
.
.
.
Cast Jennifer
Ramaikan lapak ini ya, jangan lupa share dan rekomendasikan ke teman-teman kalian yang sesama pembaca Mangatoon/Noveltoon.
__ADS_1
👍📝 dan vote dari kalian menjadi penyemangat bagi author🤧