Tale Of Daniella

Tale Of Daniella
Chapter 25


__ADS_3

Happy reading 📖


.


.


.


Setelah selesai dengan Daniella di taman, Revan pulang dan melihat Kiel kakak tirinya masih asyik bermain PS. Revan tak habis pikir dengan Kiel. Tak pernah sekalipun Kiel tidak menyentuh PS-nya dan melakukan kegiatan lain, atau berusaha belajar.


"Main game mulu lo. Gak punya masa depan apa?" tegur Revan sambil melempar bola basketnya asal ke arah Kiel. Kiel yang sedang asyik-asyiknya langsung meringis.


"Tegur gue sih boleh. Tapi jangan lempar bola ke gue juga kali. Sok banget lo. Lo juga cuma bisa main basket doang." Kiel tak mau kalah dan balik meledek Revan.


"Dih ditegur malah balik ngeledek lo. BTW gue mau cerita nih."


"Bilang aja, sambilan nih gue mainnya."


"Gue ketemu sama teman cewek lo yang satu sekolah. Cantik banget gilakkk! Namanya Daniella."


Kiel terkejut dan menatap Revan.


"Kenapa tuh cewek bisa nyampe kesini? Trus gimana alurnya lo bisa ketemuan sama dia?" sepertinya Revan membuka ceritanya dengan sangat menarik. Sampai-sampai Kiel mengakhiri bermain PS-nya dan mengambil posisi untuk mendengar kelanjutan cerita Revan.


"Lo sih main game mulu. Lo kan mana tahu dia jadi anak angkat tante Shakila sekarang. Kebetulan waktu gue mau main ke taman bibi ART di rumah tante Shakila titip makan siang buat tuh cewek. Trus... "


"Stop Revan! Udah cukup. Jangan dilanjut lagi." kali ini Kiel terdengar serius untuk berbicara. Wajahnya menunjukkan sebuah ekspresi yang sulit untuk ditebak.


"Kenapa Kiel?" tanya Revan berdesis saat Kiel memotong pembicaraannya.


"Kalau lo ada rasa sama dia, gue harap lo mundur aja sekarang. Jangan terlalu jauh, karena... Aksa suka sama Daniella. Dan asal lo tahu Daniella belum bisa balas perasaan Aksa sampai sekarang. Susah banget menaklukkan Daniella seorang ternyata."


Revan tak bisa berkata apa-apa. Aksa? Teman Kiel satu itu menyukai Daniella?


"Emangnya kenapa kalau gue mau gebetin Daniella? Lagipula mereka juga belum pacaran."


"Revan, gue serius. Tolong jangan pernah suka sama Daniella."


Revan menatapnya malas.


"Iya deh. Lagipula gue bakal nganggap dia cuma teman doang. Gue juga belum bisa lupain Alana."


Mendadak suasana riuh yang tadi tercipta antara kedua saudara tiri itu menjadi suram. Alana adalah mantan kekasih Revan yang meninggal. Alana bunuh diri setahun lalu karena tak tahan dibuli oleh Jennifer. Dulu sekali dia dan Alana masih satu sekolah namun karena tak tahan lagi Alana pindah sekolah. Revan juga ikut pindah sekolah memperhatikan kekasihnya itu namun akhirnya dia juga kehilangan perempuan yang paling ia cintai pertama kali setelah ibunya.


"Gue mau ke makamnya Alana dulu. Mau cerita-cerita setelah sekian lama." meski bercerita dengan nada lebay tapi Kiel tahu ada kerinduan yang mendalam yang dirasa oleh Revan untuk Alana.

__ADS_1


Dari awal itulah Kiel berusaha menghindari Jennifer. Jennifer sangat tega dan sepertinya tidak mempunyai perasaan iba atau simpati kepada temannya yang sesama cewek. Bahkan cewek itupun masih semena-mena dengan temannya yang se-circle dengannya.


"Anjay, bucinnya sampai ke tulang-tulang." canda Kiel.


"Berisik lo nyet!" balas Revan sambil keluar dari rumahnya. Seharusnya tadi dia sudah sampai di makam Alana akan tetapi dia malah bertemu dengan Daniella.


"Gue kapan punya cewek ya? Padahal ganteng-ganteng gini gak ada yang mau sok dekat atau PDKT gitu biar cool dikit." Kiel bergumam sendiri.


***


Revan membawa seikat bunga yang baru untuk memperindah makam Alana. Bunga yang ia taruh dalam sebuah botol kaca bekas waktu itu sudah layu.


Dia juga mengganti air yang baru ke dalam botol tersebut. Dia mengelus nisan itu dan menatap nama yang tertera di nisan itu.


"Alana cantik," puji Revan lagi.


Dia hanya bisa setia kepada Alana sampai saat ini. Sepertinya tak ada cewek diluar sana yang bisa membuatnya melupakan mantannya ini.


"Padahal udah setahun ya kamu ninggalin aku? Seandainya aja kamu cerita apa yang kamu alami selama ini mungkin aku akan selalu menemani kamu dan menguatkan kamu. Tapi kamu memilih untuk memendam semuanya."


"Doakan aku dari atas sana ya?" Revan mengakhiri acara ziarahnya dan bangkit berdiri.


"Suatu saat nanti juga aku pasti bisa menyusul kamu ke atas," katanya sebelum akhirnya pergi dari sana.


***


Dia tak punya pilihan lain selain tiduran diatas kasur sembari memikirkan hal-hal random sambil menatap ke langit-langit kamarnya.


"Apa gak lebih baik ya gue tes Chelsea dulu dia beneran mau temenan sama gue atau memang karena hal lain?" katanya menimang-nimang.


"Tapi gimana caranya? Yakali pakai cara-cara di film atau novel?"


"Benar, firasat gue bilang dia cewek baik-baik. Gak sekotor yang gue pikirin. Gak kayak Jennifer atau Tasya."


Daniella akhirnya kembali dengan pikiran kosongnya setelah memastikan feeling-nya tentang Chelsea.


"Tau ah, mau tidur aja." dia membenarkan posisi kepalanya diatas bantal dengan mata yang mulai terpejam.


***


Kiel yang melihat Revan pulang sehabis dari ziarah, langsung menghampiri Revan.


"Rev," panggilnya pelan.


"Yeah?" Revan malas melihat Kiel untuk saat ini. Memang jika sehabis ziarah dari makam Alana mood Revan gampang rusak. Seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Gimana caranya biar cewek kepikat sama gue? Kasih tahu gue cepat! Gue juga pengen dapat cewek!"


Revan memandang Kiel tak habis pikir. Apa pentingnya dia menjawab pertanyaan seperti itu? Itu pertanyaan? Bagi Revan tidak. Karena Kiel pasti tahu sendiri jawabannya.


"Itu doang yang mau lo tanya? Gak ada yang lain apa? Emosi gue dengernya."


"Ck, nanya gitu doang sombong banget lo."


"Ini nih yang gue gak suka dari lo. Lo kan lebih tahu lah gimana caranya biar dapat cewek. Masa mesti gue tutor sama lo? Nggak banget dah,"


"Kasih tahu gue atau gue kasih tahu ke papa mama kalau lo kemarin ke bar." ancam Kiel.


"Gue kesana bukan buat foya-foya. Cuma lepas beban pikiran gue doang. Cepu banget lo. Ya udah gue kasih tahu."


Sekarang Kiel terlihat antusias untuk mendengarkan tips dari Revan.


"Biasanya nih ya, kebanyakan atau rata-rata cewek suka sama cowok cool. Atau bisa dibilang cowok yang gak berotak gesrek bukan tipe idaman semua cewek."


"Dih nyindir gue lo?" tebak Kiel saat mendengar penekanan kalimat Revan di bagian 'berotak gesrek'.


"Gue sama lo sama-sama berotak gesrek. Jangan sok alim dah."


"Lo doang keknya. Gue emang PD tingkat dewa tapi gue gak gesrek kek lo lah." balas Revan tak terima dirinya disamakan dengan Kiel.


"Lanjut,"


"Cewek suka cowok yang tanggung jawab, pekaan, romantis dan paling utama soal perhatian sama tingkah laku. Paket lengkap dah gue kasih."


"Emangnya lo juga kek gitu waktu pacaran?"


"Trus cewek juga gak suka cowok bermulut lemes dan banyak omong. Menurut gue itu."


Kiel manggut-manggut.


"Gila banget gue ngasih penjelasan tentang cara dapetin cewek sama lo."


Kiel malah nyengir.


"Berbagi ilmu itu indah. So, jangan pelit-pelit amat."


"Terserah lo,"


.


.

__ADS_1


.


👍, 📝 dan vote dari kalian menjadi penyemangat bagi author


__ADS_2