
"Semua Berbaris yang rapi!" teriak kakak OSIS utk semua siswa/siswi yg sudah rapi dengan seragam putih abu-abu barunya, mereka adalah siswa/siswi baru kelas X SMA Negri Limah yang akan mengikuti Orientasi sekolah.
tidak terkecuali bagi Nena dan Lulu yang sudah berteman sejak mereka kelas 4SD.
"Ardi.. sini barengan barisnya" Nena memanggil Ardi yang baru saja berkenalan di Terminal Angkot sewaktu berangkat sekolah tadi. Ardi yang baru 1bulan menetap langsung mendekat kearah Nena & Lulu di ikuti oleh Phillip, Dika, Ivan, Harry, Nouval. membuat Nena & Lulu merasa keheranan karena entah sejak kapan Ardi sudah akrab dengan siswa baru lainya. Mereka pun saling berkenalan, Ardi yang memang sejak kecil memiliki jiwa kepemimpinan bahkan sudah pernah menjadi ketua OSIS & kapten tim sepak bola di SMP nya adalah anak yang cukup mudah bergaul. sama seperti Nena, bedanya saat SMP Nena merupakan kapten Cheers leaders SMP nya.
Dua hari menjalani orientasi sekolah menjadikan persahabatan Ardi, Phillip, Dika, Ivan, Nouval, Nena dan Lulu semakin kompak.
"Yaaaaah... Na, kita pisah deh" dengan tampang lucu Lulu Memeluk Nena yang akan pisah kelas.
"yawdah kali, gak apa.. kan istirahatnya bisa bareng" Ardi menengahi sambil merapatkan tubuhnya, modus sih sebenarnya...
"hiks.. hiks.. gw jg sedih"
"aku juga"
"samaaaa" Phillip, Dika dan Ivan ikutan nimbrung. "Woiiii.... sesek wooooih.." sangat ngerti kemodusan teman temanya. Nouval menunjukan senyum terbaiknya. kelas X IPS3 menjadikan Ardi, Dika, Ivan, Phillip dan Lulu sekelas. sedangkan Nena dan Nouval berada di kelas X IPS4.
meskipun satu kelas dan masih sering kumpul bareng, Nena dan Nouval tidak seakrab Nena dan Ardi yang dalam hitungan bulan bersekolah sudah menjadi kakak-adik ketemu gede untuk siswa siswi angkatan X karena terkenal kompak, jahil, lucu dan mudah berteman.
__ADS_1
"Di, Udin Pesek ich..." ucap Nena sambil meletakan bokongnya di bangku antara Nouval dan Ardi dalam kantin
"Siapa Udin Pesek?" Dika mencoba mengingat nama teman teman kelas lain apa ada yang memiliki nama atau julukan Udin Pesek
"angkatan kita mang ada yang namanya Udin? kakak kelas yah Na?" Phillip yang sigap mengira Nena di bully oleh Udin
Duaaar... barengan dengan bunyi gledek dan petir, sedari pagi memang cuaca berangin.
dengan tampang sok polos Nena ngejawab "Udara Dingin Pingin Ngesek,... Awwch... opaaal! kepala gue" Nouval yg baru tiba di kantin barsama Ivan menoyor kepala Nena
"njirrt"
"hasyuuuh Nena, beneran aja ku iyain..."
ucap Ardi, Dika dan Phillip bersamaan lalu
hahahaha... bersama, sedangkan Lulu daritadi menahan ketawanya...
"Nanti malam jadi main ke rumah siapa nih??" Ardi mengeluarkan ide
__ADS_1
"Nena"
"Nouval"
"Kamu aja Di.." saling tunjuk di antara mereka
"Yang Pasti bukan di rumahku... ngerti sendiri kan?" Lulu mengungkapkan situasi rumahnya yang sangat tidak mungkin dijadikan tempat nongkrong karena ada nenek yang sakit sakitan.
Ardi menawarkan "Oke, rumahku... tapi jangan lupa bawa buku PR Metik ya... khususnya kamu Nen.."
" loe" Nena kesal dgn namanya.
"mau donk yaa..." Dika mulai jahil
"Abis itu aku" sahut Phillip
"Eits.. sesuai urutan lahir" Ardi gak mau kalah
"maaf Bray... sesuai tinggi badan" Ivan juga ikutan
__ADS_1
"maaf, teman sekelas duluan pastinya" serempak Dika, Ardi, Phillip dan Ivan memutar bola mata melotot pada pernyataan Nouval. karena di antara mereka Nouval paling cool.