Taruhan Manis

Taruhan Manis
3. Taruhan kita lanjuttt yaa... mohon jempolnya yah reader...


__ADS_3

"Hah?!?" Lulu, Ivan dan Nena berbarengan menoleh ke Phillip, yang ditoleh hanya memasang wajah santai


"yah kan untuk seru seruan aja"


"Iya juga sih.. aku jadi pengen ngebuktiin, Nouval itu normal ato homo" tatapan Ivan menatap lurus pada Nouval yang sedang memainkan stick drumnya


"Ayo Na.. penasaran nih pengen liat tampang cool nya Nouval klo di tembak cewek di tempat Umum" Lulu penuh semangat


"Ogah!! kalo di tolak aku malu lah..." Nena menjawab


"Kalo kamu di tolak.. 2 bulan makan sepuasnya di kantin pas istirahat siang, ticket bioskop 8x malam minggu, 2 bulan dapat layanan pengantaran pulang ke rumah, aku drivernya... itu semua skalian untuk Ardi, Dika, Ivan, Lulu.." Phillip memberi tantangan


"Nouval?" Lulu bertanya


"Kita musuhin dulu..." Phillip menjawab santai


"hahahah... cakep" Ivan tertawa puas


"wuiiih Nenaa... ayoook donk. mauu donk.." Lulu sangat antusias


"wuidiih.. si babang tamvan sudah mengeluarkan senjatanya nih Nen.. " goda Ivan yang heran akhirnya Phillip menggunakan fasilitas yang dia punya karena memang anak pengusaha kaya, selama ini tidak pernah di gunakan karena senang dengan kebiasaan teman teman satu genk nya yang sederhana


"Kalo kamu diterima..., 3 hari kemudian kamu jujur ke Nouval nanti kami temani ngomongnya dan Iuran Sekolah 3 bulan mu aku yang bayarin" Phillip bersuara lagi


"Kalo Nouval marah karena jadi bahan taruhan?" jawab Nena ragu


"Berarti dia lembek" cerocos Ivan


"Lagian.. Nouval tunangan ama adikmu Lip?!? tega ichh kamu ke adikmu..." Nena mengingat


"Bego!! Nouval dan Fillia menolak... Bahkan Nouval sudah berjanji akan ikuti mau Papanya tamat SMA akan langsung terjun bantu usaha papanya sambil kuliah"


Ivan, Lulu dan Nena hanya ber ooo ria


"Oke... beneran nih yah hadiahnya... jangan boong kamu Lip" Nena sok sokan menjawab..


"Di tempat umum yah nembaknya" sambil memainkan kelopak matanya dengan halus Lulu ngomong

__ADS_1


"Jangan lupa! ada adegan *****..." ujar Ivan membuat Nena menaikan intonasi suaranya


"Ap..! Hmph..." mulut Nena langsung di tutup Ivan


"di tolak ato di terima Iuran Sekolah 1bulan dari aku" Ivan menimpali sambil mengeluarkan jari tanda Peace


"Tawaran berlaku sampe 2 hari kedepan yah Na... dan cuma kita berempat yang tau" Lulu mengunci penawaran taruhan itu


membuat hati dan otak Nena langsung ciutt seketika


sepulang sekolah, Nena yang biasanya ikut ribut dengan teman teman lain saat ini punya dunia sendiri


"Kamu kenapa Nen?" Ardi merangkul Nena, sedangkan rahang Nouval mengeras menyaksikan itu.


"Aku lagi mikir, siapa yang bisa ku todong jemput aku kerumah Nouval" jawab Nena


"Yaelaaah Na.. nanti ku jemput" Nouval menjawab, Ivan sontak menatap dan mengkode Lulu


"Ndak usah.. Na, nanti bareng kami aja, Phillip nanti bakalan jemput" Lulu mengkode Phillip


"yawdah.. nanti bareng aku aja Nen." Dika menimpali


sore harinya di rumah Nouval yang besar dan mewah, yang ijin dari rumah mau belajar kelompok hanya 30 menit belajar, itu pun hanya menyalin catatan, selebihnya adalah bermain.


Dika dan Ardi langsung berebut stick PS4, sedangkan Nena dan Lulu selonjoran membuka buka majalah wanita milik mamanya Nouval, Ivan dan Nouval sibuk mengomentari permainan Dika dan Ardi sambil menunggu giliran main PS.


"Nen, daritadi kenapa sih? kok keliatan kusut?" Ardi mendekati Nena setelah sticknya diberikan ke Ivan. Nouval yang sedari tadi juga memperhatikan Nena menyesal karena terlambat bertanya ke Nena.


"Ndak apa apa Di.. mang gak boleh yah aku diam?" Nena mengalihkan


"bukan gitu.. aneh aja catatan kamu gak beres. kan belajarnya kita jadi cepet banget.." dengan santai Ardi berbicara, sontak di sambut makian teman temanya


"Bangke!!" Dika


"Prett Mulut mu Di" Ivan


"sok sokan lu.." Nouval

__ADS_1


"Aaaw... Lu! sakit Taik..." lemparan bantal sofa dan cubitan maut Lulu Ardi meringis


"Nen, emang Ayah apa kabarnya?" lanjut Ardi setelah melepaskan tangan Lulu dan mengelus pinggangnya


"Baik. kadang kadang narik, kan ikutan app taxi online" terang Nena


"Phillip gimana Di?" balik Nena yang bertanya ke Ardi karena tau keadaan Phillip yang sedang down, hanya saja ke teman temanya dia perlihatkan tegar.


Dika, Ivan dan Lulu langsung berbalik ke Nena dan Ardi "mang Phillip kenapa?"


"Kan... dasar *****... keceplosan" Ardi menoyor kepala Nena


"Orang Tua Phillip mau cerai" Nouval menjawab, matanya tetap ke layar tv


"Kamu kok tau Val?" Nena bingung darimana Nouval tau langsung dapat timpukan bantal dari teman temanya dan


"oia, kan kluarga mereka temenan ya..." nena menjawab pertanyaan nya sendiri sambil merapikan rambutnya yang di acak acak Ardi


"Aneh kamu Nen... menang ranking 2 doank, otak tetepan lemot.." Dika menimpali


Dalam perjalanan pulang, di atas motor Dika, Nena masih dengan dunianya sendiri membuat Dika bingung


"Nen, kamu kenapa sih?" langsung mendapat cubitan maut di pinggangnya


"Nena!!! nen.. nen.. bacok neh" Nena sewot


"yaelah... bagus kali di panggil 'Nen'.. imut gitu Say" Dika gak mau kalah


"Lagian dari tadi kusut banget tampangmu. katanya temen kok gak di ceritain sih?"


"Gak apa apa.. lagi mens" Nena menjawab asal


Dalam Kamar, sebelum tidur... Nena memutuskan akan menolak taruhan itu


pukul 06.00


kelabakan Nena terbangun terlambat...

__ADS_1


__ADS_2