
Nouval menceritakan bagaimana dia bisa tau mengenai taruhan tersebut
*Flash Back On*
Teman Teman Nouval sudah pulang setelah belajar dan bermain bersama
pukul 21.00
Drrt... Drtt.. HP Nouval berbunyi
"Hallo? siapa ini?? kenapa dia?"
"..."
"dimana? tunggu situ jangan kemana mana"
Dengan Cepat Nouval melajukan mobilnya menuju sebuah Bar yang di sebutkan si penelepon.
Nouval sangat kaget melihat keadaan Phillip yang kacau.. antara sadar dan tidak.
"Lip... aaach! gila Loe.. Bangun Loe!!"
"Eh.., Nouval yah? Ngapain Loe? Makasih yah dah nolak Fillia"
Nouval menepuk pipi Phillip yang lagi mabok karena banyaknya botol minuman keras yang di minumnya dan Obat pil yang Nouval tau itu adalah Obat Anti Depresi yang di resepkan oleh dokter yang menangani Phillip 2tahun terakhir karena masalah rumah tangga kedua orang tua Phillip.
karena Phillip tidak menanggapi dan Nouval tidak bisa mengangkat badan Phillip sendirian, dengan cepat Nouval menelepon Ardi, meminta bantuanya.
"beruntung loe Val, Bonyok loe akur."
"Udah lah Lip.. loe masih ada Bang Vian dan Fillia"
"iya.. dan loe ada Nena.. he he .."
"napa juga loe bawa bawa Nena?"
"aaah.. bego. dia mo nembak loe.."
"..."
"yee.. kan dia trima taruhan gue. nanti gw bayarin Iuran Sekolahnya, loe tolak yaa.. 3bulan cing. nanti gw rugi klo loe trima"
"..."
"kok diem loe, Val? senang yah loe mo di tembak Nena... Pliss.. tolak yee.. gila! 2bulan cing, musti bayarin bioskop n traktir anak anak"
"..."
__ADS_1
"Bego yah gue? taruhan ngerugiin gue sndiri... Loe tolak yaaa pliss.."
"Makasih yah Lip"
"hah?... hehehe. Loe suka banget yah ama Nena?"
"Cinta. Gue cinta ama Nena"
"Cinta?? gak ada tuh Val.. boongan tuh.. Bokap gue buktinya... katanya cinta, masa nabok nyokap?"
"..."
"Tuh nyokap gue... katanya sayang keluarga... abang gue disuruh ninggalin Mbak Olin, di suruh kawin ama si Diana"
"..."
"Eh.. Loe masih inget Diana? Minggu lalu gue tidur ama dia loh.. heheh.. hebat kan gue? Trus, Bang Vian tau.. ***!! Bang Vian malah ketawa senang... peak yah abang gue.. hahaha..."
Phillip meracau, Nouval hanya mendengarkan dengan prihatin. Sangat paham akan kondisi keluarga Phillip yang berasal keluarga terkaya nomer dua di kota mereka namun tidak harmonis, secara khusus hubungan orang tua Phillip yang memiliki ego masing masing sehingga berdampak pada anak anaknya.
Brukk...
Pintu Private Room terbuka, muncul Ardi
"Phillip kenapa?"
"Ini apa?" Ardi melihat obat pil di atas meja
"Nanti gue jelaskan, yuk.. angkat dia"
Setelah berpamitan pada pelayan yang merupakan karyawan Phillip.
Ya, Bar Light Neo merupakan usaha pribadi Phillip sejak 2tahun lalu yang di awal mendirian Phillip mendapat bantuan Vian, abangnya.
Nouval dan Ardi mengangkat tubuh Phillip, memasukan kedalam mobil Nouval.
"Mo diantar kerumahnya? aku ikuti dari belakang yah Val"
Ardi mengendarai motor mengikuti mobil Nouval menuju rumah Phillip
setiba di rumah Phillip, ada Bang Vian yang juga baru tiba.
"Val, mabok lagi nih bocah? yook.. gue bantu angkat ke kamarnya"
Bang Vian bertanya pada Nouval, sedangkan Ardi bingung dengan kata 'lagi' yang di ucapkan abangnya Phillip.
Ardi berusaha mengingat kapan Phillip pernah mabok sampai seperti ini, padahal jika bersama mereke se-genk, Phillip adalah yang paling kuat minum
__ADS_1
Ya pergaulan mereka memang cukup sering ngumpul dan nongkrong di Bar Light Neo tersebut. hanya saja paling banyak 2 botol mereka minum itupun di bagi, Porsi Nouval, Ardi, Phillip, Dika, Ivan akan lebih banyak dari porsi Nena dan Lulu
"Makasih yah. Heran deh.. gue pikir dia dah berhenti mabok sejak masuk SMA ini."
"Gue pikir juga gitu Bang, kaget juga pas tadi di telpon orang Bar ngasih tau kondisinya"
Nouval menjelaskan, Ardi hanya menyimak.
"Oia, Val.. Phillip sering cerita tentang teman teman sekolahnya katanya kompak, lucu dan keliatan banget Phillip sayang sama teman temanya itu. Precious People katanya"
"Kami juga sayang ama Phillip kok Bang"
Ardi menyambung perkataan Vian
"Ooh... kamu salah satu teman Phillip yah?"
"Ardi, Bang"
Ardi memperkenalkan diri dan menjabat tangan Vian sambil membungkuk, Nouval yang melihat secara reflek menoyor kepala Ardi
"Jijay loe Di.."
"Yee.. kan sopan santun, My Friend.."
Kocak Ardi membuat tanda senyum di wajah Vian yang merasa senang adiknya memiliki teman teman yang memiliki pengaruh positif kepada adiknya.
"Gue titip Phillip ya.. masalah orang tua kami, dia yang paling stress... karena saat pertengkaran mereka, Phillip dengar sendiri. Jeleknya Phillip lari ke mabok"
"Ini Bang, Phillip masih sering kontrol?"
Nouval memberikan obat Pil Anti Depresi Phillip pada Vian.
"8 bulan lalu Phillip kontrol, kata dokter Steven dia sudah mulai pulih. Kata Dokter Phillip sudah berada di lingkungan yang mendukung. Gue yakin itu karena teman temanya.. yah kalian. Trimakasih banyak yah"
"Oke deh Bang, kami pulang yah.. udah gledek nih Bang" Ardi berpamitan.
"takut Gledek, Di?" Tanya Nouval
"Eh Crut.. aku naik motor. bisa kuyub lah.. besok gak bisa liat Sinta"
Setelah berpamitan, Nouval dan Ardi berpisah didepan rumah Phillip yang mewah.
Dalam perjalanan pulang, Nouval memikirkan omongan maboknya Phillip
Antara percaya dan tidak, Nouval menyunggingkan senyumnya dan tertawa geli sendiri, menantikan saat itu tiba
*Flash Back Off*
__ADS_1