Taruhan Manis

Taruhan Manis
23. Obat untuk Sembuh


__ADS_3

Keesokan harinya, Pagi sekali semua pasien Rehab di kumpulkan di lapangan untuk mengukuti Sesi Olahraga Psikis dimana semua pasien melakukan olahraga seperti gerakan yoga dan meditasi


Selang 45 menit kemudian Para Pendamping yang keluar dari pintu aula bergabung dengan para pasien untuk olahraga bersama yaitu Sesi Olahraga Fisik dimana gerakanya lebih dinamis seperti berjoget.


Sorakan dari Instruktur, Pasien dan Pendamping serta beberapa dokter dan konselor yang ikut bergoyang membahana di lapangan.


Nena sengaja menempatkan Silla berbaris di samping Phillip sedangkan Nena sendiri mengambil posisi berbaris di belakang Silla.


Tanpa sengaja Phillip melihat kesamping kanan nya ke deretan barisan Silla dan Nena yang sedang bercanda mengikuti gerakan instruktur. _bukan Nena namanya jika tidak melakukan ke-absurd-an saat sedang *senam*_ pikir Phillip.


Deg.


Perasaan hangat mengalir dalam dada Phillip ketika melihat senyum manis menghiasi wajah Silla.


Silla yang selalu bersikap kaku, datar terkadang kikuk kini di hadapan nya sedang tersenyum bersama Nena, bahkan Silla dapat mengomentari candaan Nena dan dapat mengimbangi Nena yang memang terkenal supel, mudah akrab dengan orang.


Kini mereka sedang tertawa dengan orang yang berada dibelakang Phillip.


"Shake it.. Shake it, Lip.. come on beybeeehh"


Nena menggoyangkan pinggulnya berlebihan mengikuti gerakan yang diperagakan instruktur. membuat Silla dan orang yang berada di belakangnya tertawa geli.


"halah! tepos juga... sok kamu Nen.."


"Eits.. biar tepos yang penting Topss"


"Mbak.. gerakan ngebornya kurang tajam, gini nah.."


Silla berkomentar sambil menggoyangkan pinggulnya melakukan gerakan ngebor seperti penyanyi dangdut kondang, Sontak membuat Nena, orang yang di belakang Phillip bahkan orang yang ada di sekitar Silla tertawa karena kelucuan Silla dan Nena.


Bikin malu, Aneh!! Pikir Phillip melihat tingkah Silla....


Namun


Perbuatan Bikin malu yang lucu dan menggemaskan untuk menghibur orang lain, memangnya apa yang salah dengan itu? Nena, Lulu dan teman se-Genk nya biasa melakukan nya


Aneh... kenapa tiba tiba dadanya terasa sejuk dan senang melihat Silla tersenyum??? nah... buktinya sekarang dirinya sedang tertawa...


Phillip bergulat dengan pikiranya sendiri


Siang harinya Phillip mendapat giliran melakukan sesi rehab selanjutnya yaitu pemeriksaan medis berkaitan fisik dan vitalitas pasien


"Fisik anda baik, meski ada sedikit bermasalah dengan ginjal dan pencernaan anda. Sebaiknya lebih hati hati makan dan perbanyak minum air putih ya"


Dokter sekaligus sebagai konselor yang menangani Phillip memberikan diagnosa profesionalnya. kemudian melanjutkan


"Sedangkan vitalitas kamu masih cukup baik, kamu sering melakukan olahraga ringan, seperti berjalan atau gerakan fisik ringan yang sederhana yah?"


"apakah berjalan kaki PP dari terminal ke sekolah dan mengejar lalu memiting kepala teman termasuk olahraga ringan dan gerakan fisik dok?"


Phillip menjawab pertanyaan dokter dengan balik bertanya, Dokter yang mendengar tersenyum lalu kembali menganalisa Phillip


"Kamu melakukan itu setiap hari? dengan teman kamu yang jadi pendamping kamu?"

__ADS_1


Phillip mengangguk lalu menambahkan


"Nena salah satu teman genk saya."


"Waah luar biasa! Pertemanan yang sehat. Nena itu yang mana?"


Dokter bertanya karena ada dua pendamping Phillip, lalu Phillip menjelaskan ciri ciri Nena. agak tinggi sekitar 160cm, berkulit agak putih, kurus dan berambut sebahu.


"ooh. lalu yang mungil berkacamata itu adik kamu?"


Phillip menggeleng lalu, dengan kepala tertunduk malu karena usia baru 17 tahun lebih 2bulan sudah menikah, dengan menahan stressnya yang mulai timbul Phillip menjawab


"Dia istri saya, kami di jodohkan orang tua karena bisnis mereka"


"woooww... Jika saya memiliki istri seperti itu, hidup saya akan sangat berwarna... karena tiap hari akan melihat tingkah menggemaskan dari istri saya"


Phillip mengangkat kepala menatap Dokter yang menjawab dengan santainya membandingkan Silla dengan istrinya


"Memang istri anda kaku?"


"Tidak, istri saya sudah meninggal karena overdosis obat penghilang rasa sakit pasca operasi melahirkan putri saya"


Phillip tertegun mendengar jawaban santai dokter. Dan merasa malu seketika karena melihat ketegaran dokter menghadapi hidupnya sepeninggal istrinya.


"Anda mau tau analisa saya?"


Dokter bertanya dan langsung di anggukin Phillip.


"Dengan tingkat kepo-nya diri anda tadi menanyakan tentang istri saya, membuktikan bahwa anda masih menyayangi diri anda dan perduli dengan sekitar anda. Anda bisa cepat pulih apalagi dengan adanya teman teman yang perduli dengan anda."


"..."


"Bagaimana dok?"


"Jujur pada diri sendiri dan terbukalah pada orang lain dan tentu saja terima keadaan atas takdir Tuhan. Percaya deh.. pasti anda tidak perlu berlama lama disini"


-----


Sudah tiga hari Phillip berada di Pusat Rehab ini. menjalankan tiap program pemulihan dengan baik.


Tiap malam Phillip akan melakukan Sesi Sharing, Kalo ini Anggota kelompok Sharing mulai menceritakan isi hatinya sejak mereka jadi pemakai


Tiba giliran Phillip mencurahkan isi hatinya pada saat mengungkapkan perasaan nya Phillip tidak kuasa menahan tangis dan amarahnya karena keadaan keluarganya yang cukup terpandang dan menjadi sorotan banyak orang, mengharuskan mereka bekelakuan baik dan harmonis didepan orang lain. Padahal kedua orang tua Phillip memiliki komunikasi yang buruk, mereka sering bertengkar dan saling melempar makian. Bahkan Papa Phillip berani terang terangan selingkuh dari mamanya. Demi kelancaran bisnis pun Phillip harus menerima permintaan orang tuanya untuk menikahi anak rekan bisnis papanya padahal mereka masih SMA.


Phillip tiba tiba keluar dari ruang lalu masuk ke kamarnya dalam keadaan menangis dan marah. yah, Phillip masih belum bisa menerima dengan baik keadaanya.


Saat mendapat informasi dari konselor tentang kondisi Phillip, Nena dan Silla dipersilahkan untuk menemui Phillip di kamarnya.


Nena meminta Silla untuk masuk, karena Nena ingin membuat Silla dan Phillip menjadi dekat. Sebelum Sila masuk Nena memberi semangat pada Silla


"Jangan takut. Phillip sedang butuh teman, dia butuh kamu untuk dampingi dia. kamu harus kuat ndak boleh takut. aku tunggu disini."


Saat Silla memasuki kamar, Phillip sedang duduk di lantai, bersandar pada tempat tidurnya, kepalanya dijepit oleh kedua lututnya... Phillip menangis.

__ADS_1


"Keluar!!"


"Tidak. aku hanya akan menemani kamu menangis dari sini"


"Ke.Lu.Ar!!"


Phillip menatap Silla dengan pandangan marah dan menekankan kata katanya.


Silla hanya menggeleng.


Dengan frustasi, Phillip meraung dan menangis putus asa. bahkan mulai menghantuk hantukan kepalanya pada tempat tidur yang terbuat dari kayu.


Silla tidak tega melihat Phillip, secara reflek Silla mendekat, berlutut disamping Phillip lalu membawa tubuh Phillip dalam dekapan nya. Silla mendekap erat tubuh Phillip.


"Menangislah. puas puasin. aku akan tungguin, aku temani kamu."


"Kenapa mereka? aku capek...aku muak!!"


"..."


"Aku takut. mereka semua akan pergi. Papa sama perempuan brengsek itu, Fillia sudah melarikan diri ke Australia, K'Vian sudah punya kak Olin, Mama.. kenapa mama harus dengan alkoholnya, kenapa?... Aku sendirian..."


Silla menjauhkan tubuh Phillip, melepaskan dekapan nya lalu menangkup pipi Phillip dan menempelkan bibirnya dibibir Phillip.


Beberapa saat hanya menempelkan bibir, tidak benar benar mencium.


Seketika tangis Phillip berhenti, mata Phillip terbelalak menatap manik mata Silla. kemudian dengan cepat Silla melepaskan bibirnya dan mengangkat kepalanya.


Phillip melihat rona merah di kedua pipi Silla


"Aku akan temani kamu. jadi sekarang kamu harus kuat."


"Kamu..."


"Aku terima kamu jadi suami aku. Tapi sekarang kita harus cepat pulang, aku sangat bosan disini"


"..."


Ding...Ding...


Bell jam malam berbunyi, menandakan setiap pasien harus masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


"Aku kembali ke kamar. kamu istirahat ya."


Silla hendak berdiri, Phillip dengan cepat meraih tubuh Silla lalu memeluknya dengan erat. dan berkata di telinga Silla..


"Besok kita pulang. aku pegang janji kamu temani aku... mau sampe maut memisahkan"


Nena yang sedari tadi meneteskan air mata menyaksikan dari kaca bundar tersenyum indah.


-------


Keesokan harinya saat berolahraga. Silla dan Nena khawatir pada keadaan Phillip ...

__ADS_1


*Jangan lupa Like dan Vote sekalian yaaa...*


__ADS_2