
21.00
Di dalam kamar, Nena membuka laman chatt group genk nya. Lulu dan Ivan ribut berebut judul film yang akan di tonton
......
Lulu
*Terserah Nena aja mo nonton apa, kamu ngikut aja sih Van...*
Ivan
*Lah.. emang iya. tapi aku kan berhak ngasih saran, Lulut Cintaku*
Lulu
*Cintaku Endasssmu peyang*
Ivan
*Jangan gitu Lu.., nanti cinta mati ke akoh loh..*
Lulu
*Huuu... lurusin dulu tuh kencing..*
Dika
*Lah?!? prnh cebokin Ivan kah, Lu?*
Phillip
*Bkn cebok, Tapi gantiin pempers*
Ardi
*wkwkwk...*
Dika
*Gede Lu?*
Lulu
*Kamprettt... awas kalian yaaa...*
Ivan
*Bkn cebok, Bkn ganti pempers... Lulu bantu mijit, iya kan cintaku??*
Lulu
*Ivaaaaaaaannn.... Taaaaiiikkk*
Ardi
*ciee... sudah ada panggilan sayang nih?*
Dika
*mesra amat si Lu?*
Ivan
*Maaf Bray.., jgn pd cemburu yess..*
Lulu
*Nena Sayaaaaaang.... bantuin napa??*
Ivan
*Eh Iya... mana nih sih ****?!?*
Ardi
*Neneeeeennn...*
Phillip
*Nen... cepetan film apaan? booking dlu supaya bs sederetan...*
Me
*Nen.. Nen.. Crroottt!! Brisik...*
*lagi menunaikan tugas nih..
maksud hati ingin menyetop chatt tentang film apa yang akan mereka tonton, karena dengan jelas mereka menyerahkan keputusan ke dirinya... Kalo Nouval curiga kan bahaya pikir Nena
Dika
*Njirrrr.... Nouval pantes drtd kamu diam aja yaaa..*
Ardi
*Bangke!! Opaaaal Koplak*
Lulu
*Rasa apa, Val???"
Phillip
*Sikaaaaattt Brayy... boleh icip icip juga kah??*
Nena
*Apaan sih?!? besok aja diskusi film nya, Ngantuk nih...*
Ivan
*Hasyuuuu, Nouval.. aku antrian stlh Phillip ya, Val??*
Nouval
*Enak Aja!!! Milik Pribadi..* (emoji tinju)
Dika
*Taikk!! Kelonan mereka*
Phillip
*Aku mo ijin ke ayah Nena aach...*
Nouval
*Mo ngapain, Lip?*
Ardi
*Ciee... worry.. worry*
Phillip
*nginap d rumah Nena lah.. mo intip kalian kelonan*
Lulu
*Lip.. jemput aq, aq juga mo nginap aaah...*
Nouval
__ADS_1
*Koplak!!*
sementara di chatt Pribadi Nena dan Nouval
Nouval
*Kangen..*
Duniaku
*Besok di sekolah kita ngobrol bentar ya?*
Nouval
*Kenapa gak sekarang aja?*
Duniaku
*Enakan ngobrol langsung...*
Nouval
*Yawdah.. Aq kerumahmu skarang ya*
Duniaku
*Sudah Malam!! Tidur...*
Nouval
*Oke Sayang,*
*Ayoo donk sekarang aja, penasaran nih*
*Sayang...*
Nena sudah tidak memperhatikan chatt group atau chatt nya dengan Nouval tersebut.
Sabtu Pagi, kegiatan sekolah lebih santai, banyak anak anak yang memilih bolos karena hanya ekstrakurikuler dan Kegiatan Keagamaan.
saat yang lain sedang melakukan ekstrakurikuler, Nena mendatangi kantor Tata Usaha Sekolah mau mengambil Kartu Iuranya yang 2 hari lalu diminta oleh Phillip.
"Siang Bu Sari, Saya mo ngambil Kartu saya"
"Ooh.., Kamu Yunena yah... ini kartunya dan kwitansi nya. Soalnya Siapa tuh teman kamu yang ganteng, yang tinggi, putih itu..?"
"Nouval maksud ibu?"
"iya bener. dia setor iuranmu tanpa bawa kartu, jadi ibu buatkan kwitansi. eh, dia bilang nanti skalian kartunya aja. Lah, kemarin Phillip setor iuranya katanya skalian mo setor punyamu, saya kasih tau sdh di bayar Nouval, Phillip cuma ngasih kartumu, eh.. dia lupa ambil kartu kalian"
Bu Sari menjelaskan panjang lebar, namun Nena hanya terdiam
"Yunena.. hei, kok bengong... Ibu titip Kartunya Phillip sekalian yaa"
"heh, eh.. Iya Bu, saya permisi"
Nena berlari kearah lapangan basket mendekati Nouval yang sedang istirahat duduk di pinggir lapangan
"Val, sini deh bentar.."
Nena berjongkok dan berbisik pada Nouval lalu berdiri berjalan kearah lorong samping UKS yang agak sepi, Nouval mengambil tas ranselnya kemudian berjalan santai mengikuti Nena
"Ini kenapa?"
Nena menunjukan kwitansi Iuran Sekolahnya pada Nouval. Nouval paham apa yang dimaksud Nena
"Kwitansi Iuran Sekolahmu"
"Kok kamu yang bayarin?"
"Kenapa harus Phillip yang bayarin, kamu kan pacarku"
Nouval berbicara menahan emosi, Nena kaget dengar ucapan Nouval, Nena merasa yakin jika Nouval sudah mengetahui tentang taruhan
"..."
"Val.."
Nouval gregetan sekaligus gemes melihat Nena yang salah tingkah
"..."
"Val.." Dengan intonasi tinggi Nena kesel di cuekin Nouval
"Hmm, aku dengerin"
"Sebenernya yang waktu itu, hmm aku.. aku.. Duh, kok susah banget sih"
sambil menunduk Nena susah payah mau menjelaskan
"Apa? cepetan ngomongnya"
Nouval membentak Nena karena tidak sabaran membuat Nena terperanjat menatap mata Nouval tanpa menyadari airmatanya sudah mulai keluar
"coba gak usah teriak teriak.."
suara lirih Nena menahan diri supaya tidak menangis
"Terus, kamu mau minta maaf karena apa?"
Nouval melunak tapi berbicara dengan penuh penekanan
"Aku Nembak kamu karena di ajak taruhan ama Phillip, Lulu, Ivan. kalo kamu terima dalam 3 hari aku harus jujur ke kamu supaya... kalo kalo aja.. apalagi..."
Awalnya dengan cepat Nena menjelaskan soal taruhan itu, hanya saja di akhir omongannya dia gelagapan sendiri
Dukk
"Awwch..." Nena kaget
Nouval menghimpit badan Nena ke tembok, dan meletakan kedua tanganya di tembok disamping kepala Nena. Wajah Nouval berjarak sekitar 10cm dari wajah Nena.
"Supaya apa? kalo kalo aja apa? apalagi apa?"
Nouval bertanya dengan penuh ancaman. Nena ketakutan hanya saja karena pada dasarnya Nena yang memiliki sikap tenang yang cukup tinggi dapat dengan cepat mengendalikan ketakutannya
"Supaya kamu tidak tersakiti karena aku bohong. Kalo Kalo aja nanti jadi keterusan bisa baper. apalagi... hmm... anu.. apalagi..."
"Apa?!?" Nouval membentak
"yawdah itu aja sih..."
Nena mulai kesal karena di bentak Nouval
"Aku minta maaf Val..., nanti uangmu ku ganti."
"Jadi kita putus sekarang?"
"Hmm.. anu hmm.. aku gak tau.. kamu maunya gimana?"
Nena bingung sendiri, dia tidak bisa bohong kalo dia memang suka ama Nouval. Siapa yang tidak suka dengan cowok ganteng kan?? Tapi selama ini Nena tidak terlalu memperdulikan perasaanya karena merasa sudah cukup menjadi salah satu teman dekat Nouval saja sudah membuat Nena senang.
Tapi Nena juga tau diri kalo dia sudah bohong.
"Cup.."
Nouval melumat bibir Nena sekilas
"Kita putus!!"
"Hah?!?" Nena syok
"Val.. beneran kita putus?"
__ADS_1
Nena kaget terhadap dirinya sendiri kok malah ndak trima di putusin Nouval.
"Kita Putus!" ulang Nouval
"Eh.. hmm.. baiklah, Tapi Val, Ak.."
Nena menundukan kepalanya menjawab pernyataan Nouval, menahan tangis
"Kita PUTUS!" Nouval memotong ucapan Nena
Tanpa mereka sadari ada Sassy yang tersenyum puas menyaksikan kejadian tersebut dari dalam UKS. Dan dengan cepat keluar UKS mencari Vita.
sementara di luar UKS, Nouval mundur 2 langkah menjauhi tubuh Nena. memberikan senyum jahatnya, Nena merinding melihat senyum Nouval.
"Aauww... sakit Bangke!!"
Nouval berteriak kesakitan karena lenganya kena lemparan sapu lidi. Tiba tiba sudah ada Dika, Ardi, Phillip, Lulu, Ivan membuat Nena kaget, sejak kapan teman temanya sudah ada di situ
Lulu melesat mendekati Nena dan merangkulnya "Kamu gak apa apa?"
"Kampret!!" Ivan
"Tega kamu Val" Dika
"***!" Ardi
"Udah? Gitu aja Val?" Phillip
Teman teman nya berujar bersamaan, gak terima dengan tindakan Nouval.
"Lah?!? Kan dia udah jujur. berarti sudah selesai donk..."
Dengan santai Nouval berbicara.
"Stop. Nouval bener.. Gak usah di bahas"
Dengan suara bergetar menahan tangis, Nena mencegah teman teman nya yang mau mengeluarkan protes ke Nouval dan pembelaan untuk dirinya.
Dengan senyum sumringah Nouval mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah maroon, lalu mengeluarkan sebuah benda kecil dari dalamnya dan berjalan mendekati Nena, membuat Lulu mundur.
Dengan cepat Nouval melingkarkan sebuah kalung berwarna putih mengkilap, emas putih dengan liontin inisial "N" di leher Nena.
"Yunena Loudia, sekarang kamu jadi pacarku! Dan aku tidak terima kata Putus!"
Lalu membawa Nena kedalam dekapanya, memeluk erat tubuh Nena dan mendaratkan ciuman yang sangat dalam ke pucuk kepala Nena. Nena mengeluarkan airmatanya dalam dekapan Nouval
"kamu ich..." Nena bersuara lirih
"Romantissssnyaaaa..." Lulu
"Anjerr!! pintar akting dia" Ardi
"Asuuuuuuu Nouval" Dika
"Kamu kenapa Lu?" Phillip
"Diam Lip, biarkan aku menikmati momen ini"
Ivan menikmati pelukan dari Lulu yang memeluknya dari belakang.
"ooouchhh... Vampir Betinaaaa... Luluu" Ivan meringis kesakitan, pundaknya di gigit Lulu. Dengan tangkas Ivan memiting kepala Lulu dan memutar mutar kepalan tinjunya di pucuk kepala Lulu. sedangkan tangan Lulu yang bebas mencubit perut Ivan dan menggelitik pinggangnya.
"Buahahahahahahaaa...."
semua tertawa melihat kelakuan Lulu dan Ivan. Sementara Nouval sambil tertawa merangkul mesra Nena dan menghapus air mata di ujung mata Nena.
"Pulang kitaaa...."
Phillip mengajak semua temannya.
"Ooh No.. No.. Papah dan Mamah tidak boleh jalan berdekatan kalo lagi ama kita"
Ardi menarik lengan Nena melepaskan rangkulan Nouval di bahu Nena.
"betuulll... Bisa gila kita di anggap nyamuk ama mereka"
Lulu berucap ngasal dan berjalan mendekat ke Ardi langsung dirangkul oleh Ardi, Nena di sebelah kirinya dan Lulu di sebelah kananya.
Sepanjang koridor sekolah menuju parkiran, mereka bercanda dan tertawa.
Saat tiba di rumah Nouval, menyisahkan Dika dan Nena di dalam mobil Phillip, Nena diajak turun oleh Nouval
"Nanti ku antar pulang"
"Nen, pastikan Pembantu atau mamanya Nouval ada di rumah ya.." Dika mengingatkan
"Kenapa?" Nena tidak mengerti
"Asyem!" Nouval menoyor kepala Dika yang sedang keluar mobil untuk pindah duduk di depan.
"Byeee..."
Nouval mengajak Nena masuk rumahnya.
"Eh, Mas Opal udah pulang... loh ada Mbak Nena. teman lainya mana?" sapa Bik Ina
"Gak ikut Bik"
Nena menjawab santai karena sudah kenal dengan IRT rumah Nouval.
Nouval mengajak Nena ke kamar tidurnya di lantai 2. Nena memang sudah beberapa kali masuk ke kamar tidur Nouval jika sedang main atau belajar bersama teman temanya.
Tapi ini pertama kalinya Nena masuk ke kamar tidur Nouval seorang diri.
Agak canggung bagi Nena. saat Nouval membuka pintu kamarnya, didepan pintu Nena bertanya
"Aku gak tunggu dibawah aja?"
"Ya ampun Sayang, gak bakal ku apa apain kok"
Nouval tersenyum manis meyakinkan Nena
"gak gitu. hanya gak sopan aja kali.."
"Bentaran doank.. ayok"
Nouval menarik tangan Nena masuk
"Tuh.. masukan sendiri dalam paper bag itu"
Nouval menunjuk 9 miniatur piggy dan paper bagnya. Kaget seketika lalu Nena merasa senang, senyum lebar di wajahnya
"buat aku?"
"ya kali buat Bi Ina?"
Nouval berkata seenaknya sambil mengeluarkan baju dari dalam lemarinya
"Mo ngapain?"
Nena bertanya parno, karena melihat Nouval sudah membuka baju basketnya
"Mandi.. mo ikut?"
Nouval menggoda Nena, lalu masuk kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.
30menit kemudian Nena dan Nouval meninggalkan rumah Nouval menggunakan mobil pribadi Nouval sejak masih SMP yang tidak pernah di bawa ke sekolah.
"sejak kapan kamu tau tentang taruhan itu?"
"Sehari sebelum kamu ngomong"
Nena terkejut "Siapa yang bilang?"
__ADS_1
Nouval tersenyum manis