
"Phillip dan Silla tidak akan bercerai"
Nouval menyela omongan tante Devy, Silla menatap Nouval dengan tatapan heran.
"Phillip sendiri yang bilang ke saya, sedangkan dia stress karena hmm.. karena.."
"Dia melihat papa memukul mama dan bilang mau cerai, lalu beberapa kali dia melihat mama mabuk dalam kamar..."
Vian menyambung omongan Nouval.
Tangis Tante Devy pecah sedangkan bahu Om Danuzo terturun lemas dan kepalanya menunduk dalam, menyesali perbuatanya..
Dengan masih sesenggukan, tante Devy bertanya
"Hiks.. Bisakah saya memohon pada kalian? Jika saja Tuhan ijinkan Phillip sadar dan sembuh..., maukah kalian tetap mendampingi dan membantu pemulihan Phillip?"
Tante Devy memohon menatap Nouval, Ivan, Nena dan Lulu. Dengan penuh kasih Nena berlutut didepan tante Devy dan memegang kedua tanganya lalu berkata
"Tentu saja kami mau tante.. Phillip sahabat kami, dan kami sangat menyayangi dia"
"Tante tenang saja... Phillip pasti pulih. kami semua akan bantu Phillip. Terutama kamu Silla.."
Lulu meyakinan omongan Nena, Ivan yang sedari tadi diam pun mengangguk mantap.
"Val, kamu yakin bisa? gak capek? kamu kan masih harus latihan"
Vian bertanya pada Nouval
"Bisa bang, nanti saya minta bantuan Dika ikut gantian juga"
"Jaga apas sih? gantian apa Val?"
Ivan penasaran
"Jaga Phillip disini" jawab Nouval Singkat
"Eh, Aku ikut. kan dah dipecat secara semena mena oleh Pemilik Cafe"
Ivan mengajukan diri, Nena dan Lulu pun ikut mengajukan diri.
"ini ruang ICCU loh.. gak ada sofa empuk untuk tidur."
Nouval mengingatkan Ivan, Lulu dan Nena
"Aku punya sleeping beg, Na.. nanti kamu yg sedia termos air panas n kopi yah, dan kamu Van, beli Roti depan ruko mu itu"
Lulu secara spontan membagi tugas.
"Jadi siapa dengan siapa nih yang berjaga?" lanjut Lulu
"Yang pasti kamu, Nena dan Silla tidak mungkin jaga malam"
Jawab Nouval, Lulu memonyongkan mulutnya lalu menyambar omongan Nouval
"dan kamu gak boleh bareng Nena. Ntar keenakan kalian"
__ADS_1
Nouval memutar bola matanya, lalu bertingkah manja pada Nena
"ck... kita mulai jaga besok pagi bareng kan sayang?"
"ish.. ish.. ini anaknya tante yah?"
Nena menatap tante Meyvi dengan jari telunjuk menunjuk pada Nouval, membuat Nouval mengeram geli
"Iya kali yah.."
Jawab tante Meyvi mengikuti bercandaan Nena. karena mama Nouval terkadang ikut nimbrung saat mereka se-Genk bermain ke rumahnya sehingga sudah sangat hafal dengan tingkah polah bercandaan sahabat anaknya.
Jawaban tante Meyvi sontak membuat tawa Ivan, Lulu, Silla dan Vian pecah.
"Sakitnya tuh pasti disini yah Val?"
Ivan mengejek Nouval, dan Nouval hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
beberapa saat kemudian mereka berbincang bincang santai
"Oohiya, Silla ini upahnya Phillip"
Nena memberikan amplop yang berisi upah kerjanya Phillip di Pals-Cafe pada Silla.
Silla, Vian dan kedua orang tua Phillip merasa heran, Lalu Nouval menjelaskan
"Phillip meminta gabung kerja part time bareng mereka bertiga di Pals-Cafe daripada di Light Neo supaya tidak tergiur mabuk."
Bang Vian tersnyum penuh arti, sedangkan kedua orang tua Phillip hanya menganggukan kepala
-----
Dua hari Phillip belum sadarkan diri. selama itupula Ivan, Lulu, Nena, Nouval dan Silla bergantian berjaga jaga terkadang Dika pun ikut membantu apabila jam kerja di Bar Light Neo miliknya Phillip lowong.
Pada suatu sore, saat yang berjaga giliran Silla dan Mbok Tri perawat memberitahuan agar keluarga Phillip bisa masuk untuk menemui pasien yang sudah sadar. dan segera akan dipindahkan ke ruang ICU
"masuknya satu satu yah, jangan terlalu berisik.. Pasienya tolong di beri rangsangan ditubuhnya, pegang tangan atau kaki lalu diajak ngobrol santai ya."
Perawat memberikan instruksi.
Silla memasuki ruang ICCU setelah mencucui tangan dan memakai masker serta baju khusus.
"Hai.."
kata Silla gugup sambil memegang telapak tangan Phillip sesuai instruksi perawat
Bagi Silla ini adalah kali pertama bersentuhan setelah mereka melakukan resepsi pernikahan tertutup, saat mereka bergandengan tangan masuk ballroom hotel.
Phillip menatap sayu pada Silla, berusaha tersenyum namun tidak bisa karena mulutnya terasa kaku, sedangkan di mulutnya sendiri masih ada alat bantu pernapasan.
"Kamu sudah sadar? aku kabari mama-papa dan Bang Vian yah"
Tangan Silla digenggam lemah oleh Phillip dan Phillip mengkedipkan matanya.
Silla semakin merasa gugup karena di wajah Phillip terlihat senyuman walaupun Phillip tidak benar benar tersenyum.
__ADS_1
Lalu dengan tangan satunya Silla menghubungi Mama Mertuanya, kakak Iparnya lalu men-chatt laman Group Genk suaminya.
Yupps... Lulu telah berinisiatif memasukan nomer Silla di laman Group chatt Genk mereka. dan tidak ada protes dari anggota lainya
keenam orang yang membaca chatt Silla merasa senang. Bahkan dengan cepat janjian untuk bertemu di Rumah Sakit.
Setibanya di Rumah Sakit, Sudah ada Orang Tua Phillip serta Vian. Mereka masih menunggu tim media memindahkan Phillip ke ruangan VVIP agar Phillip tetap bisa dipantau khusus oleh Dokter dan keluarga bisa leluasa menjenguknya.
Ardi yang baru pertama kali datang kerumah sakit karena harus training bersama Tim Sepak Bolanya memecah keheningan
"Gak nyangaka.. segitu kangenya Phillip pada diriku."
"Maksudnya Di?" Dika bingung
"Liat aja.. Tau aja si Phillip kalo hari ini aku akan datang menjenguknya"
Orang Tua Phillip dan Vian tersenyum, sedangkan teman se-Genk merasa jengah dengan omongan Ardi
"Dosa gak sih kalo nge-gepengin teman di pintu itu?"
Ivan bertanya sarkas sambil menunjuk sebuah pintu ayun.
Saat Phillip sudah berada di ruang ICU VVIP dan mereka mengelilingi brangkar Phillip, mereka melihat air mata menetes di pelipis Phillip
"Eh.. eh.. kalo sudah sembuh dilarang nangis Ma'Bro.."
Dika berusaha mencegah tangis Phillip meskipun suara yang dia keluarkan juga bergetar menahan tangis.
"Ma.. maafin Phillip" Ucap Phillip lirih
"Kamu gak salah sayang. kamu cuma lagi kecewa sama mama. mama yang harus minta maaf..., maafin mama yah, Nak?"
tante Devy duduk disamping kanan brangkar Phillip dan mengusap lembut wajah Phillip.
Lulu dan Nena mulai meneteskan airmata.
"Di, bisa minta tolong?" Phillip berbicara pada Ardi yang berada persis di samping kirinya
"Apa itu Lip?"
"tolong keplak kepalanya Setan dan Singa betina.. aku jadi pengen pingsan lagi liat mereka nangis."
"Iishh Phillip loh, kan terharu..."
"Tau gitu gak kujagain deh"
Ucap Nena dan Lulu bersamaan. yang lain ikut tertawa.
"Alhamdulilah, ini bukan Phillip jadi jadian"
Seloroh Ivan jenaka
"Ma.., tolong Phillip Ma.. Phillip pengen sembuh. Phillip gak mau tergantung obat itu lagi.. Phillip mau sehat Ma.."
* *Bagaimana nasib Phillip??
__ADS_1
*Tetap setia yah Reader Yang Budiman, Jangan Lupa 👍 tetap saya nantikan*.