Taruhan Manis

Taruhan Manis
13. Dibawa Santai Aja


__ADS_3

Setelah semua siswa SMAN Limah mengikuti upacara, ada jeda 10menit sebelum masuk kelas masing masing.


Nena melenggang ke toilet perempuan yang berada di ujung koridor, karena lebih dekat dari posisi barisan kelas XI IPS4


Saat mencuci tangan, Nena dikejutkan dengan masuknya Sassy, Vita, Anggie, dan Winda pentolan NFC. mereka adalah Fans garis kerasnya Nouval.


"Gak tau malu ya.. dasar *****!"


Sassy berbicara sambil mendorong punggung Nena, Nena masih diam memperhatikan dengan seksama gerak gerik 4 cewek itu


"napa kamu diam?"


Vita bertanya sok lembut


"Ya ampuun Vita, Namanya pelacur mulut bawahnya yang gak bisa diam"


Anggie berucap dengan kasar menganalogikan **** Nena dengan mulutnya


"Jadi gimana rasanya bibir Nouval?"


Vita mulai memprovokasi ketiga teman lainya


"Najiss! gak tau malu dah nembak duluan, cuma di pake 3hari..."


Winda menghina Nena


"Mang enak di putusin Nouval. dah tau gak layak, masih lancang nembak di lapangan" Sassy semakin menghina Nena


"Hei!! punya mulut gak?" Anggie bertanya kasar


"Punya. aku harus jawab satu satu nih?"


Dengan tenang Nena menjawab


Lalu melanjutkan


"Aku diam karena kalian masih ngomong, Rasa Bibir Nouval hhmm... Manis manis gimana gitu, mungkin karena Nouval gak merokok kali ya.."


Nena menjawab pertanyaan teman temanya dengan santai. sontak membuat keempat cewek di depanya naik pitam


Plak!! Plak!!


Winda dan Vita menampar pipi Nena.


Nena menatap tajam ke dua orang itu


"Apa liat liat?? Berani balas??"


Winda menantang Nena


"pegang dia, kita Buka bajunya. Vit, siapin HP lsng kita foto" perintah Sassy,


Sassy, Winda dan Anggie bersamaan mulai mendekat, menahan badan Nena dan berusaha membuka seragam Nena.

__ADS_1


Nena berteriak dan meronta bergerak agar keempat cewek tersebut tidak membuka bajunya.


Tetapi karena tarikan dari Anggi, Winda dan Sassy serta gerakan tubuh Nena sendiri maka lengan baju Nena robek.


Brakk!!


Pintu kamar mandi terbuka. Anggi, Vita, Winda dan Sassy kaget dan langsung berhamburan keluar.


seorang siswi kelas X melihat tubuh Nena bergetar, nafasnya bedetak tidak beraturan karena lelah melawan ketiga cewek tadi.


"Mbak.."


"Aku gak apa apa. bisa minta tolong?"


"Iya."


"Nama kamu siapa? aku bisa pinjam cardigan kamu? lusa ku kembalikan, kamu kelas berapa?


"Silla, Iya Mbak. kelas X IPA2"


siswi tersebut membuka cardiganya


"Makasih yah"


Nena mengambil Cardigan tersebut, memakainya, merapikan seragamnya lalu merapikan rambut.


Bell tanda masuk baru saja berbunyi


Masih berada di toilet, Nena sengaja menunggu Silla menyelesaikan aktivitasnya Silla di toilet


Tiba di depan kelas Silla, Nena mengucapkan terimakasih kembali dan menadaratkan cipika cipiki kepada Silla.


Nena melintas di depan pintu kelas XI IPS2 ada Vita dan Anggie yang berdiri.


Tatapan Vita dan Anggie menatap tajam, namun sedetik kemudian menjadi bingung karena Nena melintas melewati mereka dengan santai.


"Na, itu cardigan baru?" Lulut bertanya


Sedangkan Nouval yang memperhatikan Nena memicingkan mata keheranan merasa ada yang aneh dengan penampilan Nena.


Saat Bell istirahat pertama berbunyi dengan cepat Nouval mendekati Nena dan menarik lengan Nena tanpa memperdulikan ejekan teman teman sekelasnya.


"Doooh.. si Papah segitunya"


"Dah gak tahan, Val"


"Cie.. Cie..."


Nouval membawa Nena menuju parkiran dan menyuruh Nena masuk dalam mobil Phillip


"Tadi diapain NFC?"


Nouval bertanya, menatap intens wajah mata Nena

__ADS_1


"NFC? gak kenapa napa tuuh"


Nena mengelak


"Sayaaang..."


Nouval menggeram gak sabar dengan sikap Nena


"Sueeerrr... mereka gak ngapa ngapa. Kan aku yang di tampar Vita dan Anggie, dikeroyok trus bajuku sampe sobek"


Nouval membelalakan matanya mendengar ucapan Nena


"Kamu gak balas?"


"Kamu pikir.. bisa gitu 1 lawan 4? untung untungan aku masih kuat mempertahankan baju ku gak robek bagian depan, kan repot tuh..."


"..."


"Bayangin deh kalo baju depanku robek, untung banget kan cowok cowok 1sekolah"


Nena tertawa garing, namun tetap bersikap santai. Dengan cepat Nouval memeluk Nena dan bertanya


"Beneran gak mau nangis?"


"Dih... Ogah!!"


Nena mendorong tubuh Nouval menjauh, lalu melanjutkan


"Rugi nangis cuma karena anak anak gak jelas gitu. Daripada nangis mending kita naikan level nya..."


kembali dengan omongan ambigunya.. Membuat Nouval bingung. melihat tatapan bingung Nouval, Nena melanjutkan


"Kan mereka tuh gak suka aku deket ama kamu. nah... bayangin deh gimana mereka kalo aku semakin mendekatkan diri ke kamu?"


"Mereka akan semakin marah donk sayang..."


"Ya... semakin kudekati lagi kamunya"


"Kamu akan semakin di bully mereka, kenapa sih kamu gak balas?"


"Aku tau gimana sakitnya di ancam, ditampar. gak mau buat seperti mereka..


harus lebih cantik..."


"Maksud kamu?"


"Kamu cukup jangan jauh jauh dari aku, nanti kamu liat aja sendiri"


"Yah emang aku gak niat jauh dari kamu."


"Oke! kalo begitu sekarang kita ke kantin, aku lapar..."


"Bener kamu gak kenapa napa?"

__ADS_1


"Sakit Sayang... tapi dibawa santai aja"


__ADS_2