
"Emang Aldo siapa?"
Nouval bertanya saat perjalanan pulang
"Pacarnya Lulu"
"Kok aku gak tau Lulu udah ada pacar?"
"Lulu ama Aldo dah pacaran sejak kelas 2SMP, pas naik SMA dia pindah jakarta. katanya mo mandiri. Mereka rajin loh wa-an, telpon, vc gtu..."
Nena menjelaskan hubungan Lulu dan Aldo sampai saat perpisahaan di bandara. Nouval menyimak cerita Nena tanpa menyela.
"Trus.. omongan tampar menampar itu gimana ceritanya?"
Dengan tenang Nena menceritakan kejadian di lorong dekat toilet Mall tadi.
"Alamak... ngeriknya pacarku. Garang!"
"Makanya jangan macam macam, potong neh itunya..."
Nouval tertawa mendengar perkataan ambigu Nena. Selanjutnya mereka menikmati perjalanan. sampai tiba di rumah Nena
"Makasih yah sayang."
Nena hendak membuka pintu, namun central lock pintu masih ditahan Nouval
"Aku ikut turun"
"Yah ayuuk"
"Cium dulu baru kita turun, kalo dah didepan rumah gak bisa lagi"
Nena tertawa dengan kencang mendengar perkataan manja Nouval
"Yang di kantor kurang?"
"Beda dong"
Nouval sewot merasa dongkol Nena menertawakanya
Nena memegang kedua pipi Nouval lalu mencium Nouval, dengan cepat Nouval menahan tengkuk Nena supaya tidak cepat melepas tautan bibir mereka.
"Makasih sayang"
ucap Nouval setelah melepaskan tautan bibir mereka.
Setelah berpamitan dengan ortu Nena, Nouval meninggalkan rumah Nena.
Keesokan harinya, Hari minggu siang Nena membuka group chatt kelasnya yang sedang rame perihal pinjam meminjam catatan persiapan ulangan kenaikan kelas senin minggu depan.
Sinta
*Eikeh mah santai untuk hari pertama... orderan langsung dari Nena donk...*
Teguh,Ruli,Tama
*Kok bisa?*
Ria
*ampyuun Buk Sinta.. msh di ingat jg tuh taruhan*
Sinta
*Iya donk.. Nena, kamu gak lupa kan?*
Lulu
*Nena... gak usah nyalin catatan ku!*
*aku samain aja ama Sinta, okeh Beybeh*
Dini
*Aku juga yah Na*
Phillip
*Ridho ... aku.. padamu yaa*
Agung
*Aku juga padamu Dho..*
Nena tersenyum senyum sendiri membaca isi chatt groupnya, sedangkan dia asik membalas chatt dari Nouval
Nouval
*aku main kerumah ya..*
Duniaku
*sore/malam aja.., aku masih nyalin catatan Lulu*
Nouval
*Kok enak si Lulu?*
Duniaku
*aku kalah taruhan. sial deh!*
*untung cuma dikit*
Nouval
*untuk Lulu di copy aja, sayang nyalin punyaku aja..* (emoji cium)
Duniaku
*OKE!*
*tapinya sminggu gak boleh cium aku ya..*
Nouval
*Nanti aku nyatat langsung, sendiri, rapi*
*Tiap malam slma seminggu aku main kerumah, ambil jatah cium yah..*
Duniaku
*yaaa... cuma malam, kirain ama morning kiss nya juga* (emoji kedip mata)
treett... treett.. HP Nena berbunyi
"Morning kiss nya juga"
Nouval memelas
"Salamnya mana Om?"
Nouval tertawa renyah, akhirnya mereka hanya ngobrol santai sebentar.
Sore harinya Nouval tiba di rumah Nena dan disambut hangat oleh Nena.
"Masuk yuk, aku lagi bikin ote ote"
ajak Nena dan langsung menuju dapur, Nouval mengikuti dari belakang.
"Kok Sepi?"
__ADS_1
"Ntar lagi rame, liat aja Kalo Dion dah slesai mandi. Ayah dan Ibu lagi besuk tante Mirah di RS lanjut kondangan"
Nouval hanya beroooh ria. dan benar saja tidak lama kemudian terdengar suara Dion
"Kak, Dion main keluar ya"
"Gak boleh. kakak males nyariin Dion nantinya.."
"Kak Nouval aja yang cari Dion?"
"Dion.. k'Nouval kan gak tau tempat mainmu"
"Kalo gitu k'Nouval ikut Dion main aja"
"Dion!! Ka.."
"Main dirumah aja ama kakak, gimana?"
Nouval memberikan solusi atas pertengkaran Nena dan Dion. Nampak Dion sedang berpikir
"Kakak mau buat es lemon tea, Dion mau gak?"
"Mau. tapi K'Nouval bisa main kartu Yugee?"
"Bisa banget, Yon... Tapi nanti Dion ajarin yah"
"Diiih.. bisa apa bisa tuh?"
Nena mengejek Nouval, sedang yang di ejek tersenyum sumringah memamerkan gigi rapi nya.
Hasil gorengan Ote Ote pertamanya Nena, mereka bertiga nikmati bersama dengan Es Lemon Tea buatan Nena sambil bercanda membalas dan mendengar ocehan Dion yang tiada henti.
"Ntar yah, aku goreng lagi.."
Nena meninggalkan pacar dan adiknya yang sedang main kartu.
"Sayang, aku ama Dion keluar bentar yah?"
Nouval sudah berdiri di belakang Nena merapatkan tubuh mereka, lalu mencium pipi Nena
"Ada Dion, jangan mesum deh.."
"Dion lagi rapikan mainanya. Kan jatah hari ini belum"
"sejak kapan ada jatah jatahan??"
Nena sewot, sementara tangan nya masih di penggorengan.
"Mau kemana sih?"
sebelum Nouval berkomentar lagi, Nena sudah menanyakan terlebih dulu.
"Mini Market. anak anak mo datang"
"Hah? Kok mereka gak bilang bilang?"
"Barusan Lulu telpon kamu, ku angkat. tau tau Lulu dah ngajak anak anak d group.."
Sepeninggal Nouval dan Dion ke Minimarket, Benar saja kata Nouval satu persatu teman teman se-genk nya tiba di rumah.
"Nouval lama amat ke Minimarketnya??"
Nena merasa heran Nouval pergi sedari tadi
"Transaksi mo beli Minimarketnya skalian kali Nen."
seloroh Dika santai
"Ato Mbak mbak penjaga Minimarketnya juga mo di beli makanya lama"
Ivan nyeletuk, dengan cepat Nena manarik gelas yang sudah di pegang Ivan dengan muka datarnya
"Ciee... dia marah, cemburu Mbak?"
"Tenang Nen, Babang Opal Koplak itu bener bener dah jatuh cinta setengah mampus ama kamu"
Ivan berusaha mengambil kembali gelasnya.
dan Nena memberikan kembali gelasnya dengan wajah datar
"Beugh... baru juga jadian beberapa hari, main cinta cintaan"
Nena menjawab asal dan mendapatkan toyoran di kepalanya oleh Ardi, Dorongan di pundaknya oleh Dika, tendangan di kaki oleh Phillip, dan lemparan kecambah dari Ivan.
"Mak.. tolong aku di siksaa.." Teriak Nena
"dasar Nen-Nen, ku kenyot juga nih... jadi cewek kok gak peka?"
Dika gak habis pikir dengan Nena yang terkenal paling peka diantara teman temanya, tapi untuk urusan perasaan dan hal hal yang menyangkutnya, Nena benar benar Nol besar
"Kalian mang tau darimana? Nouval loh jarang ngomong"
omongan Nena disambut gelak tawa dan ejekan terhadap Nouval dari teman temanya.
"Belum tau aja kamu Nen, kalo pacar kamu tuh cerewet nya ngalahin ibu ibu PKK"
Phillip bersuara dan mengingatkan kejadian sewaktu di Bar miliknya beberapa bulan lalu saat Nena dan Lulu tidak ikut. Mereka membuat peraturan minum berdasarkan hompimpa dan Nouval saat itu kalah dengan sialnya jadi harus minum lebih banyak dari anak anak lain
"Cih... Mahardika, Phillip Danuzo, Zulvan Murdoko dan trutama loe Ardian Pamuji. dilarang pacaran ama calon ibu anak anak gue yaaa... Yunena Loudia"
Ardi mengikuti gaya mabok Nouval kala itu yang menunjuk dan menyebut nama lengkap satu persatu nama teman tamannya.
Yang lain tertawa melihat gaya kocak Ardi
lalu Dika menimpali ucapan Ardi
"Trus, kamu balas gimana Di?"
"Bang.. Mbak Yunena Loudianya saya halalin aja ya"
Ivan yang menggantikan Ardi dan mengukuti gaya centil Ardi pada saat itu membalas omongan mabok Nouval.
"eehhh.. Ardi langsung diajak gelut ama Nouval loh Nen"
Ivan melanjutkan omonganya, membuat Nena tertawa dan menimpali
"sokooor, masih mau..."
"Jiiiaah.. Sok Loe Nen, coba kalo belom pacaran.. pasti ngomel kan loe"
Phillip sewot, dan Ivan menimpali omongan Phillip lagi..
"Lah... besok paginya, kita pada diancam Nouval supaya gak ngebahas omonganya dia Mabok."
"iyaaa bener.... wkwkkw, cemen" Ardi
"ngancamnya pake wajah melas pula" Phillip
"Pleaseee aja lah yah.. cukup kita kita aja yang tau"
Dika mengikuti gaya bicara Nouval lagi
Mereka menertawakan kejadian itu bersama. Sedangkan Lulu sedang asyik duduk diruang keluarga menonton drama korea favorite di TV.
Tidak lama Nouval dan Dion tiba d rumah, Dion berlari menghampiri Nena tergopoh gopoh karena menjinjing 2 tas plastik.
"nih.." Dion memberikan 1 tas plastik pada Nena "Yang ini punya Dion"
"Wuidiiihh... punya Dion banyak banget sih?" Dika menggoda Dion
"Iya donk. kan dah janji ke Kak Nouval supaya kasih tau kegiatan kak Nena di rumah"
__ADS_1
Dion menjelaskan dengan polosnya. kemudian Dion masuk kedalam rumah, ngobrol dengan Lulu
Ketika Nouval masuk dalam rumah membawa beberapa kotak makanan yang berasal dari Pals-Cafe miliknya disambut ceria oleh teman temanya
"Val.. aku juga nanti mau kasih tau kegiatan Nena kalo lagi di ruang ganti anak cewek"
Lulu tiba tiba sudah berdiri di samping Nouval dan menjulurkan telapak tanganya.
Nouval bingung dengan sikap Lulu
"Terus??"
"Aku tuh gak bisa makan cokelat murah, selevel Van Houten, Lindt gitu biasanya.. yah Silver Queen White boleh lah"
Lulu menjelaskan dengan imutnya, sedangkan anak anak lain sudah tersenyum dan tertawa. Nouval mengerti apa yang dimaksud Lulu
"Yaaa Dion kenapa bilang bilang?"
"Kak Nouval gak bilang rahasia sih"
Gedubrak! Nouval memukul jidatnya sendiri
"wkwkwkw.." semua tertawa
"anak kecil di lawan"
Sore itu mereka habiskan dengan bercanda dan saling mengejek. Melupakan kejadian semalam tentang Aldo. Lulu sangat terhibur dengan adanya sahabat sahabatnya.
19.20
Ayah dan Ibu Nena tiba di rumah dan bersikap biasa saja melihat keadaan rumahnya seperti kapal pecah.
"wuidiiih... rame banget"
Ayah masuk kedalam rumah menyapa teman teman anaknya.
"Malam Om, abis kencan yah?
Dika bertanya santai
"Wooojelas. masa kalian kalian aja yang bisa kencan"
"Saya gak kencan Om, masih Jomblo. Om ada calon kah untuk saya?'
Semua bantal sofa menuju tubuh Dika yang cengir seperti kuda.
"Ayah Ibu lama amat keluar dari siang, jam segini baru nyampe" Nena bertanya
"Ya... gantian dong Na, kemarin kan kamu.. emang cuma kamu yang bisa?"
Ibu menjawab dengan santai sambil meminta tolong Nouval yang duduk di dekatnya untuk melepaskan jepit rambutnya yang tersangkut
"..."
Ardi, Dika, Lulu, Phillip, Ivan terdiam
"Mang Kemarin siang Nena kemana Bu?"
akhirnya Dika bersuara
"Lah kan sama kalian, Nena di jemput Nouval" Ibu menjawab sekenanya
"Saya kemarin Bobok siang Bu" Ivan
"Saya ke salon Bu" Lulu
"Saya temani Dika di studio Bu" Phillip
"Saya wa-an ama Sinta Bu" Ardi
Nouval dan Nena terediam dengan wajah kikuk
"Loh Nena dan Nouval, kemarin setengah harian kemana?"
Ibu mulai mengintrogasi
"Aha!! Dion tau.. pasti abis beli miniatur piggy, soalnya Dion liat ada di kamar kakak"
Secara perlahan Nouval menghembuskan napas, kelakuan Nouval tidak luput dari pandangan Ayah yang menarik bibirnya tersenyum
"Ibu ini seperti tidak pernah muda aja. katanya dah setuju Nouval dan Nena pacaran"
Ayah membela Nena dan Nouval
"Ooh iya lupa.." Ibu menjawab santai
"Iich... Ibu, Bilang aja kepo mo tau aku kemana"
Nena berujar manja
Ayah dan Ibu hanya tertawa lalu meninggalkan ruang tamu dan ruang keluarga yang berantakan.
Bungkus Coklat, Sofa bantal, tissue bekas menuju ke arah Nena dan Nouval
Ivan memiting kepala Nouval dan menimpuk punggungnya, sedangkan Nena gelagapan karena pipinya di tunjuk tunjuk oleh Lulu
"Cie... dah mulai main belakang yaa?" Lulu
"Waaa....aah parah kamu Val!" Ardi
"Nen, kemarin pembantu nya Nouval ada d rumah kan?" Dika
"Sini... coba kuperiksa leher mu Nen"
Phillip mencoba mendekat ke Nena dan mau memegang kepala Nena untuk memeriksa tanda di leher Nena. Nouval dengan sigap menjulurkan kaki panjangnya mencegah Phillip mendekat ke Nena
"anjrit!" pekik Phillip
"Cepat Lip,.. periksa Nena"
Ivan yang duduk di dekat Nouval langsung menahan tubuh Nouval, sedangkan Dika menangkap kaki Nouval dan menggelitik dibantu Ardi
"Dion bantu bang Phillip!"
Dion pun ikut menggelitik Nena
Jadilah Nouval dan Nena sasaran kelitikan teman temanya.
21.10
"sampai ketemu besok" Ardi
"Yooo" Nouval, Ardi, Phillip, Dika
"Bye Cinta, kamu di antar Phillip kan?
"Iya. Bye Nena sayang"
Nena dan Lulu seperti biasanya cipika cipiki
"Daah sayang.."
Nouval sekilas mencium kening Nena
"Bye .."
Setelah membantu Nena beberes rumah mereka pulang.
Nena sudah bersiap mau tidur tiba tiba HP nya berdering Nena kaget melihat tulisan di layar 'Duniaku' Nena tersenyum karena yakin Nouval yang merubah namanya di daftar kontak HP Nena.
"Sayang dah nyampe rumah?"
__ADS_1
"Iya baru nyampe. istirahat ya. sampai ketemu besok sayangku"