Taruhan Manis

Taruhan Manis
25. Di Datangi Preman


__ADS_3

Ke-esokan harinya, se-Genk kembali masuk sekolah. Yang berbeda adalah, jika biasanya Phillip akan diantar sampai terminal oleh supir pribadinya dari rumah sendirian maka hari ini sudah ada Silla


"Wuidiiihh.. Pengantin baru gak honeymoon nih?" Dika menggoda Phillip


"Kalo ada debay.. kamu yang urus, mau??"


Phillip menjawab Pertanyaan Dika asal asalan.


"Val, aku nyalin PR ya?"


Ardi menepuk bahu Nouval dan mendapat anggukan kepala dari Nouval.


Setibanya di sekolah, Mereka masuk kedalam kelas XII IPS4. Yupp.. untuk kelas XII Kepsek memutuskan tidak perlu merombak komposisi kelas.


"Nen, dirimu duduk bareng akoh loh. Nouval.. mana PR mu..."


Ardi menepok nepok bangku disebelahnya dan meminjam PR Nouval untuk disalin nya.


Baru saja Nena mendaratkan pantatnya di bangku, tiba tiba Anto, Chandra dan Fauzi anak kelas XII IPS7 yang kelasnya memang persis di samping ruang guru dan dekat dengan pintu masuk Sekolah berhamburan masuk kedalam kelas dan mencari Ardi.


"Di, gawat... kita diserang ama Preman Terminal"


Ungkap Chandra ngos ngosan, melapor pada Ardi yang terkenal sebagai jagoan sekolah dalam urusan baku hantam.


"Tenang... maksudnya apa toh?"


Ardi berusaha menenangkan ketiga temanya. Lalu Fauzi dengan buru buru memberitahu dengan lantang bahwa di depan sekolah ada gerombolan Preman yang memaksa masuk, namun saat ini Satpam, Kepsek dan beberapa guru laki laki sedang di berusaha menghalau.


"Bu Qori malah sudah telpon polsek loh"


Tambah Chandra


Ardi berdiri dari bangkunya dengan cepat berjalan ke pintu, tiba tiba terhenti karena di panggil Nena


"Di..., simpun dulu buku mu. jadi nanti gampang aku mbawanya"


"Oia ya.."


kata Ardi kembali ke bangkunya untuk menyimpun bukunya yang tadi sudah dia keluarkan.


"Na... sekalian tas ku ya." kata Tama


"Ini Na punya ku"


Gandhi dengan santai melemparkan tasnya ke meja Nena.


"Dih.. jangan ke aku semua. Bongkok deg badanku..."


Protes Nena karena melihat teman teman cowok sekelasnya mau menitip tas padanya. Akhirnya teman teman cewe sekelas lainya berinisiatif untuk membantu akan membawakan tas anak anak cowok.


Kemudian seisi kelas berhamburan keluar mengikuti Ardi yang dengan gerakan melayang melompati beberapa meja menuju depan sekolah. Sudah banyak anak anak yang menyaksikan para preman ngamuk di depan gerbang sekolah mereka. termasuk teman se-Genk itu.


"Na.., itu Aldo"


Lulu berbisik, menunjuk seseorang yang berada di barisan paling belakang preman.


Ivan yang mendengar bisikan Lulu berkomentar dengan berapi api.

__ADS_1


"Mantan kamu? brengsek!! ngapain dia disana?"


Beberapa siswa yang mendengar perkataan Ivan pada Kepo


"Yang mana, Van?"


"Mana mantan Lulu?"


Komentar penasaran para siswa terdengar oleh Kepsek yang berdiri paling depan.


"Baiklah Saya akan mengganti pertanyaan saya. Kalo boleh tau Bapak bapak ini mencari siapa?"


Pak Kepsek dengan bijak berbicara pada Preman tersebut.


"Nah gitu donk daritadi. Siapa Bos? Kita mo nangkap siapa?"


Pimpinan Preman memutar badanya dan menghadap pada Aldo.


"Yunena Loudia. kelas XII"


Aldo menjawab lantang.


Teman se-genk terperanjat, dan Nena lah yang paling kaget


"Kok akoh? kan Kamu mantannya Lulu?"


Dengan menunjuk telunjuknya kearah Aldo, penuh keberanian dan ketenangan maju berdiri di samping Kepsek.


Ardi, Nouval, Dika, Lulu ikut maju. sedang Phillip sebelum maju berkata pada Silla yang berdiri di sampingnya


"Kamu tunggu sini, kalo perang. kamu lari ama Nena dan Lulu yah. ke rumah Nena. nanti ku jemput"


Pimpinan Preman berkata pada Nena membuat Nena melongo bingung.


"Hah?? kapan saya keroyok Aldo? ketemu aja gak pernah" Nena membela diri


"Bacot Kamu Na..!! bawa dia!! Kaki balas kaki Na..."


Aldo menyuruh preman nya untuk menangkap Nena, sebelum para Preman mendekat pada Nena, Ardi dan Nouval lebih dulu berdiri di depan Nena.


"Oooh.. ada penjaganya yah??"


Sang pimpinan Preman memegang kerah seragam Ardi yang memiliki tinggi badan 178cm, kulit berwarna sawo matang agak gelap. Ardi dengan cepat mendorong tubuh Pimpinan Preman tersebut.


"Sialan, berani kamu pukul saya?"


Ucap Kepala Preman tidak terima dengan dorongan Ardi. dan mulai akan maju untuk menghajar Ardi..


Lalu Salah satu preman menarik lengan Nena, dengan cepat tangan preman tersebut di halau oleh Nouval.


Kepalan tinju sang preman mendarat di rahang kiri Nouval membuat Nouval terhuyung mundur.


Tanpa di aba aba, siswa cowok yang sedari tadi menahan geram maju dan mulai memukuli para Preman


Baku hantam tidak dapat dihindari meski Kepsek sudah berteriak menggunakan Toak untuk berhenti, namun perkelahian tetap berlanjut.


Beberapa anak cewek dan anak cowok yang berdiri di depan pintu Hall Sekolah berusaha mendorong beberapa preman yang mau menarik Nena.

__ADS_1


Sedangkan Ivan dan Dika berusaha menerobos perkelahian menuju keluar Gerbang untuk menangkap Aldo.


Dor!!


Letusan pistol Polisi di udara menghentikan perkelahian.


"Ada apa ini?" Kata Polisi


"Ini Pak... bosa saya cuma mau membawa salah satu siswa sekolah sini untuk dimintai pertanggung jawaban karena sudah menyuruh Preman mematahkan kakinya."


Sang Pimpinan Preman menjelaskan pada Polisi.


"Lalu hubungan dengan kamu apa?"


"Ya... kita mau bantu aja, kan kami cari makan, Pak"


Kemudian Polisi menawarkan diri sebagai penengah untuk mediasi, meminta agar Nena dan Aldo memanggil orang tua mereka karena masih di bawah umur.


Nena menghubungi Ibunya, sedangkan Aldo menghubungi kedua orang tuanya.


Nouval yang menahan geramnya dengan cepat menghubungi papanya untuk datang kesekolah.


"Ngapain manggil papamu?"


Phillip bertanya pada Nouval karena.


"Gak tau. mana tau bisa bantu aja."


Kata Nouval, Phillip pun menghubungi papanya.


"Ngapain ngikuti gue?"


"Kalo gue untuk balas budi dah nemenin di rehab, nah loe alesanya apa?"


Phillip masih sempat mengejek Nouval, mereka pun ketawa kemudian merintih kesakitan karena wajah mereka lebam lebam.


Tidak berapa lama Ibu Nena dan orang tua Aldo sudah tiba di Hall sekolah.


Orang tua Aldo tidak terima karena melihat pelipis mata kanan anaknya robek kena tinju Ivan


"Apa apaan sekolah ini? bagaimana bisa mempertahankan anak anak yang barbar seperti ini."


Mama Aldo berbicara dengan emosi tinggi pada kepsek, lalu Papa Aldo pun menyambung omongan istrinya tetapi ditujukan pada Ibu Nena.


"Saya menuntut ganti rugi atas perbuatan anak ibu."


"Nena, kamu yang memukul anak itu?"


Tanya Ibu Nena masih dengan sikap tenang.


"Saya Bu yang hajar dia, bukan Nena"


Ivan dengan jujur berbicara dengan lantang.


"Begini saja daripada buang buang waktu saya. akan Saya bawa masalah ini ke kantor polisi. sampai ketemu di Pengadilan."


Papa Aldo berbicara dengan sombong lalu mengajak istri dan anaknya untuk pulang.

__ADS_1


"Bagus itu Pak Wijaya. akan saya dukung... jadi bisa sekalian kita ngobrol ngobrol di Pengadilan."


*Jangan Lupa 👍 Likenya *yaaa***....


__ADS_2