
Sementara di koridor sekolah Rully, Indra dan Dini yang sedang berjalan didepan kelas XI IPS2 melihat Anggie yang sedang duduk didepan kelas memainkan HP nya
"Rul, sudah ngasih tau Nouval tadi kamu liat Nena ketimpuk Bola Volly?"
Ucap Indra
"Hah?? Masa Rul? Siapa yang nimpuk?"
Dini memancing, pura pura gak tau
"Aku gak liat jelas arah bola dari siapa, buru buru kebelet euy, yang aku liat tau tau Nena sudah jatuh aja.."
Rully menyambut pancingan Dini dan Indra
"Gak kebayang gimana ngamuknya Nouval kalo sampe tau yah..." ucap Indra
sementara di kantin Agung, Tama, Ridho dan Alex sedang makan dan duduk di bangku yang semeja, di belakang Ridho dan Agung duduklah Sassy dan Anggie yang membelakangi Ridho dan Agung.
Alex melirikan mata dan menunjuk Sassy dan Anggie menggunakan dagunya pada Tama, Ridho dan Agung lalu berujar
"Denger denger hari senin lalu ada yang kelahi di toilet ujung"
"eh Iya.. sayang cuma kedengaran ributnya doank dari luar"
Agung menambahkan
"Anak kelas berapa yah?" Ridho pun menambahkan.
Sassy dan Winda mendengar obrolan anak anak cowok yang duduk dibelakangnya hanya terdiam tegang. Tidak lama kemudian mereka berdiri dan meninggalkan kantin.
Sedangkan di ruang OSIS, Dika dan Dessy yang anggota OSIS sedang mengikuti rapat singkat berupa pengarahan singkat dari Ketua OSIS tentang Mini Seminar yang akan diadakan pada saat penutupan Orientasi Sekolah nanti.
"oia, untuk Tema mini seminarnya, saya ada Ide 'Akhlak dinilai bukan dari tampilan luar' Jika ada ide lainya silahkan...."
Ketua OSIS memaparkan idenya, Dessy langsung mengiyakan dengan cepat
"Cakep tuh! contoh paparanya sederhana saja seperti; Pakai Hijab tapi kelakuan suka membully orang atau bahkan sampe niat jadi pelakor.. bisa kan gitu?"
Dessy berbicara sambil melirik Dika memberi kode pada Dika, dan Dika menambahkan pendapatnya
"Atau bisa juga Temanya 'Buka Dulu Topengmu, Biar ku lihat Kelakuan mu'..."
Dika sambil bernyanyi mempelesetkan sebuah judul lagu dari salah satu Band terkenal.
Omongan Dika membuat beberapa pendapat di antara sesama OSIS, meskipun sebagian besar merasa ide Dika cukup brilliant
'Kan cuma ide, Bray.. secara sekarang banyak loh anak anak yang munafik. Keliatan Baik, ternyata amit amit sikapnya."
Dika menengahi teman temanya yang mulai ribut.
Vita yang berada dalam ruangan OSIS pun hanya terdiam kaku di kursinya.
"Baiklah. itu hanya Ide. masih ada waktu untuk kita pikirkan ide ide yang lain. kita akhiri dulu rapat hari ini"
Saat keluar ruangan OSIS, Vita melangkah keluar duluan. Dika dan Dessy yang berada di belakang Vita saling melirik dan tersenyum memperhatikan sikap Vita.
3 Hari kemudian, yaitu hari Senin tibalah mereka menghadapi Ulangan Kenaikan Kelas dan berlangsung selama 1 mnggu kedepan.
di saat jam istirahat jeda sebelum ulangan selanjutnya, anak anak kelas XI IPS4 tetap melaksanakan aksi sindiran mereka jika berdekatan atau berpapasan dengan Anggie, Vita, Winda dan Sassy.
__ADS_1
Sedangkan Nouval semakin menjaga ketat Nena, tidak dibiarkan Nena berjalan sendirian. Nena meminta Lulu secara khusus menemani Nena apabila akan ke toilet. sikap Nouval membuat Nena risih, hanya saja Nouval tidak memperdulikannya.
Hingga dihari Jumat, hari terakhir Ulangan Kenaikan Kelas. saat jam istirahat.
Nouval sedang berkumpul dengan Tim Basketnya di bawah pohon di ujung lapangan Basket membahas hari khusus latihan untuk persiapan turnamen antar sekolah. yang akan diadakan setelah liburan kenaikan kelas nanti.
Winda memanggil Nouval setelah Tim Basket bubar. Sebenarnya Winda mengajak Nouval ngobrol di tempat yang agak sepi tetapi Nouval menolaknya. dengan wajah coolnya yang tidak pernah tersenyum kecuali ketika berdekatan dan ngobrol dengan Nena, Nouval langsung berujar
"disini aja. Ada apa?" kata Nouval
"Kok kamu gak pernah ngebalas suratku?"
"Aku juga gak pernah balas surat Vita, Anggie, Sassy dan yang lainya"
"Apa aku harus cium kamu dulu dan didepan orang banyak supaya kamu bisa terima aku?"
Nouval masih dengan tampang coolnya, mengepalkan kedua telapak tanganya yang sedari tadi sudah didalam kantong celananya menahan diri agar kejengkelanya tidak keluar.
"Kalo kamu yang *****, yang ada aku jadi jijik sama kamu."
"Lalu Nena?"
"Beda! kamu bukan Nena.. yang sudah ku taksir sejak pertama kenalan. Sudah kan ngobrolnya?"
Baru satu langkah melangkah mundur, Nouval berhenti dan bertanya
"Oia, kamu tau siapa yang pernah nampar Nena di kamar mandi ujung senin minggu lalu? katanya anak NFC.."
"Gak .."
"sayangnya Nena gak mau ngasih tau juga siapa orangnya. kalo kamu tau, tolong kasih tau aku.."
Siang itu Seperti biasanya se-Genk pulang bersama, yaitu memakai mobil Phillip.
"Guys.. aku ama Nena naik taxi online aja. ada perlu bentar"
Nouval memberitahuan pada teman temanya
"Kenapa gitu?" kata Nena
Dika, Ardi, Phillip dan Lulu menatap jengah pada Nena.
"Duuh!! ini cewek apa batu sih hatinya? gak peka banget" kata Phillip menjalankan mobilnya.
Tidak lama kemudia taxi online yang dipesan Nouval tiba dan membawa mereka ke Pals-Cafe.
Saat di kantor Nouval langsung memesan makanan untuk mereka Nena mengabari Ibunya dia akan pulang telat.
"Sayang, mulai nanti sore aku rutin latihan fisik persiapan untuk turnamen basket. jadi tidak bisa main ke rumahmu."
"Mang sebelumnya kamu tiap hari main kerumahku gitu? masih bisa ketemuan di sekolah kan?"
Nouval memutar bola matanya takjub dengar jawaban Nena.
"Kamu gak bakal kangen apa ama aku?"
"Kalo aku kangen, kan bisa telpon atau VC... Nah, kalo kamunya yang kangen banget ama aku, tinggal jemput aku trus minta temani kamu latihan, simple kan?"
Nouval hanya tersenyum senang dan memeluk Nena.
__ADS_1
"Nah.. agak ribet nih, kalo aku kangen di peluk gini ama kamu, Gimana yah??
Nena bertanya lirih dalam pelukan Nouval
"Kalo gitu sekarang kita puas puasin pelukan gini deh."
Nouval menenangkan Nena dan mempererat pelukannya.
Tidak lama kemudian makanan pesanan Nouval datang mereka melahap bersama. setelahnya Nouval meminta ijin untuk menyelesaikan pekerjaanya, Nena meminjam HP Nouval dan memainkan game online.
Saat Nena sedang asyik main game online di HP Nouval, tiba tiba Games berhenti dan muncul nomer telpon tanpa nama.
Nena memberikan HP pada Nouval dan Nouval hanya menaikan bahunya, memainkan dagunya mengkode Nena supaya menjawab telpon tersebut. karena dia sedang konsen mengetik laporan di laptopnya
Nena menggeser layar yang berwarna hijau, lalu menspeaker HP Nouval
"Hmm.." jawab Nouval
"hallo.. ini Nouval yah?"
Nena merasa mengenali suara di seberang telpon, Nena berpikir dengan keras berusaha mengenali suara di seberang
"Ya, siapa ini?"
"Kamu gak perlu tau. Aku cuma mo ngasih tau kalo pacar kamu itu *****, pelacur!"
"maksudnya?"
Nena dan Nouval mengangkat kepala kaget, Nena mengkode Nouval untuk melanjutkan pembicaraan, Nena mencoba menebak suara penelepon.
"aku cuma mau bilang, kalo Nena tidak sebaik yang kamu kira. Dia bahkan sudah pernah tidur dengan pacar temanya sendiri."
"Kamu tau darimana?"
"tentu saja aku tau, karena aku kenal dengan cowok yang sudah tidur dengan pacarmu itu"
Nena kaget sesaat lalu menutup mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara karena sudah bisa menebak suara si penelepon.
Nena membuka mulutnya mengeja sebuah kata dan menunjuk kearah HP yang diletakan di atas meja, Nena menyebutkan nama penelepon
"Anggie"
Nouval dengan gerakan refleks mencolek dagu dan mengedipkan satu matanya. Nena memonyongkan mulutnya
Sementara si penelepon menjelek jelek kan Nena, Nouval dan Nena menautkan kedua tangan mereka bermain tindih jempol.
"Sayang sekali, Kamu telah salah pilih pacar. Seharusnya kamu bisa lebih pintar memilih pacar"
"Yaa mo gimana lagi? dah terlanjur ini .. aku terima resiko lah. Udah yah."
Nouval mengklik layar yang berwarna merah mengakhiri pembicaraan.
"Menang!!!" Nena berteriak
"Gak bisa, tadi aku lagi terima telpon"
"Sayang, hari senin jangan dekat dekat aku ya.."
"Kenapa gitu?"
__ADS_1
"Liat aja nanti gimana para fans mu itu.."