
Mama Aldo dan Aldo terperanjat mendengar omongan Pemilik Perusahan tempat suami dan Papanya bekerja sejak 2 tahun lalu.
Sedangkan Papa Aldo yang terkejut langsung terdiam Bosnya tau darimana? dia sudah keluar dari perusahan Pak Tanto untuk keselamatan dirinya sendiri jauh sebelum Perusahan itu diambang kebangkrutan karena ulahnya pikirnya.
"Apa maksud Pak Danuzo? tuduhan anda bisa saya bawa ke kantor polisi."
Mama Aldo berusaha membela suaminya mendapat senyuman dari Papa Phillip.
"Bu, omongan saya tidak ada hubungan dengan masalah yang disebabkan Aldo dari kemarin dan hari ini kok. Tapi saya yakin Pak Budi dan Ibu bisa membantu Aldo untuk menyelesaikan masalahnya dengan lebih bijaksana, bukan begitu Pak Budi?"
Papa Phillip berusaha menengahi dan memberikan masukan pada kedua orang tua Aldo, dimana Pak Budi adalah karyawan nya. Maksud Pak Budi agar masalah ini tidak diperpanjang dan kedepanya Aldo tidak membuat ulah lagi.
"Maaf Pak Danuzo, Bapak memang atasan suami saya di kantor, tapi untuk urusan cara mendidik Aldo, itu urusan saya. Saya sangat mengenal Aldo dengan baik. Saya yakin dalam masalah ini Aldo hanya korban"
Mamanya Aldo naik pitam mendengar nasehat dari bos suaminya.
"Baiklah, itu terserah Bapak dan Ibu Budi. Yang penting bagi saya ini terakhir kalinya saya datang kesekolah karena masalah anak anak, yang bahkan tidak ada hubungan langsung dengan Phillip. Bapak bapak Saya permisi."
Papa Phillip hendak keluar, namun ucapan Aldo membuat amarahnya memuncak.
"Jangan bicara seenaknya tentang cara mendidik anak. Silahkan bapak urus Phillip, dia pemakai. Aku yakin karena didikan orang tuanya gak becus."
Phillip yang akan maju mau memukul Aldo ditahan oleh Papanya yang sudah menetralkan diri dan dengan tenang menjawab
"Phillip memang ketergantungan obat penenang, Puji Tuhan dokter di Panti Rehab udah menyatakan Phillip terbebas dengan bantuan teman temanya, salah satunya Nena yang menjadi pendamping Phillip. Saya akui, Saya memang sempat salah mendidik Phillip, Tapi saat ini saya berusaha memperbaiki diri. Apakah Pak Budi tau jika Aldo sudah memperkosa pacarnya? sehingga kakak dari pacarnya mematahkan kaki kiri Aldo?"
Papa Phillip menjelaskan panjang lebar, Orang orang yang ada disitu terkejut.
"Apa maksud Pak Danuzo?"
Dengan suara lemas, Mama Aldo bertanya
"Ooh.. Saya tau karena semalam teman teman anak saya bermain kerumah saya, lalu saya mendengar percakapan mereka. Bahkan saya menawarkan diri untuk membantu mereka mencari bukti sehingga nama Nena bisa bersih. Seharusnya sih laporan nya sudah di meja saya saat ini."
Papa Phillip menjelaskan untuk menjawab pertanyaan Ibu Budi.
"Kurang Ajar Kamu Aldo!"
__ADS_1
Plak... Aldo mendapatkan tamparan keras dari papanya.
"Stop Pa! Belum tentu yang diberitahukan Pak Danuzo benar."
Mama Aldo masih membela anak satu satunya, Membuat Papa Phillip jengah.
"Diam kamu Ma, jangan terus terusan membela Aldo."
Pak Budi memarahi istrinya, dan hendak memukul Aldo kembali, namun tanganya ditahan oleh Bapaknya Harry yang berdiri di sampingnya
"Saya Preman Pak, tapi tangan saya tidak pernah saya gunakan untuk memukul anak saya."
"Pak Danuzo, saya tidak menyangka. Pikir saya anda terbiasa bersikap profesional. Meski anda atasan suami saya, tapi saya tetap akan menuntut keadilan bagi anak saya yang sudah dihina. Tidak mungkin Aldo memeperkosa pacarnya. Kan Pacar Aldo si Lulu, itu anaknya. liat aja dia baik baik saja. Saya akan menelepon pengacara."
Mama Aldo mengambil HP dari dalam tasnya hendak menelepon pengacara kenalanya.
"Silahkan Bu. asalkan Bapak dan Ibu Budi tahan dengan lama nya waktu persidangan yang berbelit belit. lagian dari sini saja sudah terlihat anda tidak mengenal Aldo dengan baik. Pacar Aldo yang saya maksud itu bukan Lulu, tapi yang lain. Siapa namanya Lu?"
Dengan santai Papa Phillip menanggapi ucapan Mama Aldo dan bertanya pada Lulu
"Wyla Pa.. anaknya Om Suparmo"
Pundak Papa Aldo terturun lemas begitu mendengar nama salah satu pengusaha rekan Bosnya dan Mantan Bosnya.
habis aku jika Pak Suparmo menuntut.
"Aldo, benarkah yang mereka bilang?"
Mama Aldo bertanya pada anaknya dengan menangis. Aldo berusaha membela dirinya
"Ma.. Wyla yang ngajak Aldo untuk ML. Wyla yang memaksa Aldo Ma.."
"Apa?!? Brengsek kamu!! kamu yang sengaja ngasih obat kedalam minuman ku. Kakak ku sudah dapat rekaman CCTV nya. Asalkan kamu tau Aldo. Papa dan Kakak ku tidak akan tinggal diam. Kalian memang akan ke pengadilan, tapi bukan sebagai penuntut tapi akan sebagai tersangka."
Wyla yang datang ditemani oleh Mama dan kakak laki lakinya menunjuk dan mengomel pada Aldo.
Pak Kepsek yang sedark tadi hanya diam dan mengikuti alur cerita tiba tiba membuka suara dengan bijaksana dan halus mengusir orang orang yang bermasalah untuk meninggalkan sekolah.
__ADS_1
"Baiklah Bapak Ibu, Saya kira urusan dengan pihak sekolah kami sudah selesai. Silahkan Bapak Ibu mencari solusi terbaiknya, Dan itu pastinya tidak disini karena ini kawasan Belajar Mengajar. Saya tidak ingin Harry, Lulu, Nena, Nouval dan Phillip ketinggalan pelajaran, apalagi mereka sudah kelas XII. Ayo cepat kalian kembali ke kelas. dan untuk kamu Anggie, besok saya harap orang tua kamu bisa menemui saya secara langsung. Karena jika saya tidak salah ingat, di kasus terakhir kamu berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang bisa merugikan nama teman apalagi sekolah."
Anggie yang sedari tadi diam, hanya bisa meneteskan air matanya pasrah dengan ucapan Kepsek-nya. Karena dia ingat saat itu mereka menandatangani surat perjanjian apabila mereka melakukan tindakan yang merugikan teman atau pihak sekolah, mereka bersedia untuk dikeluarkan dari sekolah.
"Do, Paman, Bibi.. bisakah tolong Anggie? Anggie akan dikeluarkan dari sekolah. Anggie takut kalo sampe papa tau tentang hari ini"
"Sialan kamu Nggie, mo enak sendiri. kamu juga ikut merencanakan ini"
"Pak, bisakah Anggie tidak disangkut pautkan dengan masalah ini?"
Papa Aldo tidak menggubris anaknya dan memohon kepada Kepsek, karena jika sampai abangnya tau Anggie berbuat seperti itu atas suruhan Aldo, dia sendiri juga akan tertimpa masalah. Yang berarti masalahnya bertambah Pikir Papa Aldo.
"Maaf Pak, saya harus bersikap adil. Bisa saja saya mengikuti kemauan Bapak dan Anggie, tapi bagaimana dengan Nena yang sudah 2 kali diperlakukan tidak baik oleh Anggie."
"Sudahlah Pak.. toh sudah ketahuan ini masalah sebenernya. saya sih gak mau repot repot ngurus orang yang gak suka sama saya. buang buang tenaga Pak. Yuk.. kembali ke kelas kita"
Dengan lapang dada memaafkan Anggie dan mengajak teman temanya kembali ke kelas.
"Saya juga harus kembali ke kantor. Trimakasih Bapak Bapak."
Setelah Phillip CS meninggalkan Hall, Papa Phillip pamit dan menyalami Kepsek, Bapaknya Harry, Ibu Suparmo dan kedua anaknya.
Ketika Bapaknya Harry pamit, Tiba tiba salah seorang anak buahnya bertanya pada Aldo
"Gimana dengan bayaran kami? tugas kami hari ini kan selesai."
"Sialan! Selesai kepalamu peyang?"
Aldo menghardik preman tersebut
"Kurang Ajar!!"
Dengan cepat, preman lainya memutar rekaman dari HPnya dan terdengar suara Aldo yang memrintahkan agar ketiga preman tersebut membuat keributan di luar sekolah sebagai pengalihan supaya dia bisa menculik Nena yang akan di giring Anggie ke belakang sekolah, dimana Aldo dan sopirnya sudah menunggu.
"Pak Pol, bukti ini saya serahkan ke Polisi sebagai tanda saya bekerjasama ya. jadi kami tidak perlu bolak balik lagi kan?"
"Aaakkhhh" Aldo hanya bisa meringis marah.
__ADS_1
****Perbuatan Jahat tidak akan bertahan lama INGAT ITU YAH READER KU SAYANG**...
*Lanjut episode berikutnya yaaa*...