
Nena sekilas melihat ada perasaan ragu pada Silla untuk mendekat ke arah tante Devi dan dirinya. Nena sendiri masih merasa bingung mengapa tiba tiba Silla bisa berada di rumah sakit ini.
"Sayang, sini bentar..."
Nouval memanggil Nena, dan Nena berjalan mendekat pada keempat orang yang sedang berdiri.
"Kenapa?"
"Kita pulang sekarang. Sudah ada Bang Vian, tante, Silla dan Mbok Tri yang akan menunggu Phillip."
"Gitu yah? Apa kita gak tunggu hasil periksa dokter dulu?"
"Ayah Ibu gimana?"
Belum sempat Nena menjawab, dokter dan perawat keluar dari ruang periksa IGD dan menanyakan keluarga pasien. dengan cepat semua yang menunggu mendekat ke arah dokter.
"Bagaimana anak saya dok?" tante Devy bertanya
"Anak ibu overdosis obat. saat ini sedang dalam perawatan intensif, karena pengaruh obat tersebut melemahkan jantungnya. Kita masih menunggu uji lab lebih lanjut untuk tindakan medis selanjutnya. Apakah ibu tau jenis obat yang di konsumsi pasien?"
"Xanax" Bang Vian menjawab cepat
Dokter dan Tante Devy terkejut. Lalu Dokter menganggukan kepala tanda mengerti.
"Baiklah saya tinggal dulu, besok setelah hasil lab kluar, akan saya hubungi kalian"
Sepeninggal dokter, Tante Devy bertanya tentang obat Xanax dan mengapa sampai Phillip mengkonsumsi nya.
Bang Vian menjelaskan secara jelas dan singkat membuat tubuh tante Devy lunglai dan hampir terjatuh tidak kuat menahan beban tubuhnya sendiri.
Dengan sigap Nouval menahan tubuh tante Devy dan mendudukanya di bangku. dan Silla dengan cepat memeberikan botol air mineral yang sedari tadi dibawanya.
"Vian dan kalian pulang saja. nanti mama yang akan menjaga Phillip."
Tante Devy berbicara dengan sangat pelan, menatap anak sulungnya.
"Biar saya yang menemani Mama"
Silla membuka suara, membuat kerutan di kening Nena terlihat dengan jelas karena penasaran.
"Baiklah. besok pagi Mbok Tri tolong sampaikan pada Mbok minah untuk membawa pakaian ganti dan sarapan untuk Silla dan Mama. Vian baru bisa datang sekitar jam 10 yah Ma, sekarang kami pulang dulu ya. Silla abang titip Mama ya.."
Bang Vian mengiyakan keinginan mamanya, memberi instruksi pada pembantu nya sekalian pamit.
Nouval dan Nena pun berpamitan.
"Silla itu istrinya Phillip, mereka di jodohkan. baru 2 bulan lalu menikah."
Ketika sudah berada didalam mobil dan keluar dari parkiran rumah sakit, Nouval membuka suara, menjawab rasa penasaran Nena sebelum Nena bertanya.
"Kok kita kita gak tau?"
"Aku tau, Karena Waktu nikah Papa jadi saksi nikahnya mereka. Guru Guru juga tau kok, hanya saja Om Danuzo meminta supaya jangan bocor ke siswa."
__ADS_1
"Oooh.." Nena menjawab Nouval.
Nouval mengantar Nena sampai rumahnya. Tidak lupa mendaratkan kecupan sayang di pipi Nena, setelah Nena masuk dalam pagar Nouval menjalankan mobilnya pulang.
------
Keesokan harinya sekitar jam 14.00 saat pergantian Shift pagi dan sore di Pals Cafe Manager Cafe memberikan amplop putih berisi upah hasil kerja Phillip, Lulu, Ivan, Nena dan memberitahukan bahwa mulai hari ini mereka tidak perlu lagi masuk kerja part time atas arahan langsung dari pemilik Cafe.
"Kalo mau tau sebabnya. tanya langsung sama Mas Nouval ya.. Saya cuma dapat perintah seperti itu. ini amplop Phillip saya titip Nena ya.."
Dengan cepat Nena, Lulu dan Ivan men-chatt Nouval dengan ungkapan protes dan tidak terima karena dipecat.
Lulu
*Ehem.. Pak Bos yang Budiman.. Kenapa saya di pecatttt???*
Ivan
*Sialan nih Nouval.. gak asekk banget. Kan Cafe lagi rame... Yang Prof donk Val !!!*
Ardi
*Kenapa Nouval?*
Dika
*Kenapa sih?*
Nena
Nouval
*Lagi sibuk.. drpd kerja mending jagain Phillip.*
*Ardi, dah slesai trening kah?*
Ardi
*Besok trakhir. Phillip kenapa?"
Ivan
*Kenapa Phillip?*
Nouval
*Nanti Nena yg crita*
*Sayang, ke RS skarang ya..*
Ivan dan Lulu yang masih bersama Nena di ruang istirahat karyawan di lt. 2 memandang Nena meminta penjelasan.
Lalu Nena menceritakan kejadian semalam dan mengajak mereka ke Rumah Sakit.
__ADS_1
Nena dan Lulu berboncengan di motor Lulu, sedangkan Ivan mengendarai motor sendiri.
Setibanya di Rumah Sakit, di depan ruang periksa IGD ternyata Phillip sudah pindah ruangan ke ruang ICCU sejak pagi tadi.
Dengan tergesa gesa ketiganya menuju ruang ICCU, ketika mereka sampai sudah ada Om Danuzo, Tante Devi dan Silla yang sudah berganti baju, Bang Vian, Om Tanto dan tante Meyvi orang tua Nouval.
Ketiganya bersalaman dengan orang tau yang ada dan Bang Vian. Nena dan Lulu bercipika cipiki pada Silla, segurat senyum mengembang di wajah Silla karena keramahan Nena dan Lulu padanya.
Lulu terlihat bingung ada Silla ditengah tengah orang tua. Nena memberikan pandangan _Nanti aku ceritakan_ pada Lulu. Lalu Nena mendekat pada Bang Vian
"Phillip kenapa Bang? kok pindah kesini?"
"Tadi pagi jantung Phillip sempat lemah, dan tubuhnya menolak obat penetral racun dalam tubuh"
Lulu dan Nena mulai meneteskan air mata, mereka saling merangkul lalu duduk di bangku besi bersebrangan dengan tante Devy, tante Meyvi dan Silla
"Nena, trimakasih yah sudah bantu Phillip tadi malam"
kata tante Devy dengan tatapan tulus
"Sama sama tante. atas kehendak Tuhan tadi malam Nouval menjemput saya sehingga kami lewat jalan sana."
Nena tersenyum tulus juga.
"Ooh.. jadi ini Nena yang membuat Nouval menolak Fillia?"
Tiba tiba Om Danuzo berbicara sontak membuat semua yang berada di situ tertegun.
"Pa.. jangan mulai deh.." Vian menggerutu
"Saya malah merasa kasihan pada Nouval jika jadi tunangan dengan Fillia."
semua mata berbalik menatap pada tante Devy yang berbicara, Om Danuzo tidak terima dengan ucapan istrinya
"Apa maksud kamu? kamu tidak sayang anak kamu sendiri?"
"Justru karena saya sangat menyayangi Fillia. Jika Nouval dan Fillia jadi bertunangan sedangkan hati Nouval sudah untuk Nena, bayangkan sakitnya perasaan Fillia.. begitupun sebaliknya... hiks..hiks.. Saat ini saya bersyukur karena Phillip di kelilingi sahabat sahabat yang sayang padanya. Tidak bisa saya bayangkan jika kalian tidak ada di samping Phillip seperti saya sebagai mamanya. Kalian lah pelita bagi Phillip."
tante Devy berhenti berbicara, menyeka kasar airmatanya lalu melanjutkan omonganya sambil menunjuk pada suaminya
"Dan kamu Tuan Danuzo.. stop bersikap egois hanya karena Fillia di tolak, lalu kamu menyalahkan Nena. Tidak ada yang salah jika Nena dan Nouval berpacaran, Cafe Nouval semakin maju, prestasinya di sekolah juga baik. sedangkan apa yang kamu dapat dari memaksakan menikahkan Phillip dan Silla? bisnis mu masih belum pulih bahkan menjadikan Phillip stres dan Silla sakit hati dengan sikap Phillip.. hiks.. hiks.."
Tante Devy menumpahkan semua uneg uneg dalam kepalanya kepada suaminya yang selama ini tertahan. tante Meyvi hanya mengelus punggung sahabatnya itu.
"Selamat siang"
Tiba tiba Nouval datang, mengucapkan salam dan berjalan ke Papanya dan papa Phillip lalu menyalami dan mencium kedua tangan pria dewasa itu kemudian menghampiri mamanya dan tante Devy, memeluk dan memberikan cipika cipiki pada kedua wanita tersebut. lalu menjabat tangan dan merangkul Vian, lalu menyalami Silla kemudian ikut duduk di samping Ivan.
"Nena, jangan kamu masukan dalam hati omongan Om Danuzo itu. dan... Jeng Meyvi serta Pak Tanto saya mohon jangan hiraukan omongan Danu. Biarkan Nouval menentukan jalan nya sendiri. jika mereka memang berjodoh tidak ada sesuatupun yang bisa memisahkan. Jangan sampai melakukan kesalahan seperti saya... hiks.. saat ini saya cuma bisa berdoa semoga Silla dan Phillip bisa menemukan titik terang dalam pernikahan mereka."
kemudian tante Devy menghadap Silla, dan membawanya dalam pelukan hangat
"Sayang, Mama minta maaf.. jika dua bulan ini sudah membawamu dalam situasi yang buruk. Mama akan terus berdoa semoga Phillip bisa cepat sembuh kemudian kita bisa membicarakan perceraian kalian"
__ADS_1
Lulu menutup mulutnya karena terkejut mendengar ucapan tante Devy.
*Bagaimana kelanjutanyaaa?? Author sangat menantikan 👍 Like dan Votenya yaaa supaya tambah semangat menulisnya*