Taruhan Manis

Taruhan Manis
11. Arilu Sukmawati


__ADS_3

Masuk dalam salah satu Mall, tempat janjian untuk nonton bersama, sudah ada Phillip, Lulu dan Dika.


Nena dan Lulu saling menyapa cipika cipiki seperti biasanya


"Sama aku juga donk.."


Dika ngarep, Lulu dan Nena memeletkan lidah mereka genit


"Hai... Hai... orang ganteng datang!"


Ivan dan Ardi tiba dengan gaya gokil mereka. Pasukan sudah lengkap. mereka membeli ticket film yang sudah di sepakati


"Filmnya mulai jam delapan lewat seperempat, makan dulu yuk?"


Nouval mengajak teman temanya. Wajah Dika dan Ivan langsung gembira


"aura aura dapat traktiran nih, Dik"


Lulu berinisiatif memilih tempat makan, sebuah restoran cepat saji yang tidak jauh dari bioskop dalam Mall.


"Kok disini Lu?"


Dika merasa jengkel dengan pilihan Lulu


"Lah?!? masa Nouval traktir kita di Pals- cafe.. gak seru donk dia gak keluar uang."


Nena merasa kaget, Lulu mengetahui nama cafe milik Nouval


"Haish! padahal ku pikir juga bakal ke Pals-Cafe.. kangen ngeliat si mbak Meta"


ucapan Phillip dapat anggukan dari Ardi dan mereka bertoss ria


"hmm... cantikan juga mbak Amel, lebih montok"


Ivan menimpali dan Dika mendaratkan jitakan ke kepala Ivan.


"Dah punya suami tuh."


"oh iyakah? yawdah kalo gitu Mbak Meta lovers juga akooh" Ivan ngasal


"eh, Val.. Mbak Meta msh ngasir disini ato dah di jl. Veteran?"


Dika bertanya ke Nouval, Nena merasa bego sendiri ternyata cuma dia yang gak tau kalo Pals-Cafe adalah milik Nouval.


"masih disini. mang kenapa?"


Phillip, Dika, Ivan dan Ardi saling menatap senang.


"Kita samperin yuuuk" ajak Dika


"kemonnn" kompak Phillip, Ardi dan Ivan


Nouval hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka.


Menyelesaikan makan, keempat cowok itu bener bener mampir ke Pals-Cafe.


Nena, Nouval dan Lulu menunggu di depan Pals-Cafe


keempat cowo tersebut hanya memesan 1 buah minuman dan menunggu di depan meja kasir.


"Malam Mbak.. masih ingat saya?"


Phillip mulai melancarkan aksinya


"Kalo Mbak lupa ama dia, gak apa apa Mbak.., Ingat saya aja, Ivan."


"Jangan dengarkan mereka Mbak.. nanti selesai kerja jam berapa, Mbak?"


Ardi gak mau kalah


"Percaya deh Mbak.. mereka sudah punya pacar. Saya, Dika masih jomblo loh"


Mbak Meta, si kasir hanya senyum senyum melihat tingkah keempat cowok didepannya


"Ini mas-mas pesanan nya, silahkan.."


Mereka berempat saling memandang, lalu berteriak memanggil Nouval, Ketika Nouval mendekat ke meja kasir, Dika menunjuk Nouval


"Pak Bos yang bayar Mbak.."


Nouval sudah tau kelakuan mereka dengan santai mengambil lembaran Nota dan menanda tangani nota tersebut.


Sebelum Nouval mendekati mereka, dengan cepat mereka berempat bergantian menyeruput habis minuman itu.

__ADS_1


"Najis ich kalian.."


Nena jengah melihat mereka


"Daripada diambil lagi ama pacarmu"


Ardi nyerocos


"Lip, kamu loh orang kaya.. kek gak pernah minum begitu"


Lulut merasa geli melihat tingkah Phillip


"Emang gak pernah Lu.. minum Smoothie rasa ludah"


Phillip menjabarkan rasa sedotan di gelas, bukan masalah bagi Phillip untuk membeli minuman itu, hanya saja kebersamaan dan kebahagiannya yang di cari Phillip


"Bangke!! ludah Ivan nih paling bau"


Ardi menuduh Ivan


"Iyalah bau, lah tadi aku kumur pake comberan" Ivan ngasal


Sebelum masuk theater, Lulu dan Nena pamit ke toilet.


Setelah selesai, dalam perjalanan kembali ke teman temanya Lulu dan Nena di kagetkan dengan penampakan seseorang.


Seseorang yang di rindukan Lulu, yang hampir 2 tahun di tunggu Lulu kedatanganya, yang sering saling menyapa lewat chatt, telpon bahkan medsos.


Dialah Aldo. Pacar Lulu sejak kelas 2 SMP. Aldo melanjutkan pendidikanya di Ibukota atas kemauannya sendiri dengan alasan ingin lebih mandiri.


Hampir 2 tahun lalu, ketika Lulu mengantar Aldo ke bandara Aldo berjanji apabila dia kembali, maka akan langsung menemui Lulu


Ternyata sekarang dihadapan Lulu, Aldo sedang berjalan santai merangkul Wyla teman semasa SMP Lulu dan Nena.


"Hai.. Nena, Lulu.. apakabar?"


Wyla menyapa ramah. Lulu kaku terdiam, tidak dapat menggerakan tubuhnya.


sedangkan Aldo terdiam dan berdiri kikuk di tempatnya.


"Lu, makasih yah kamu sudah putusin Aldo"


"Maksudnya?" Nena bertanya ke Wyla


"ich Nena katanya sahabatan ama Lulu, masa gak tau kalo ortu Lulu gak setuju Lulu pacaran ama Aldo, makanya Lulu putusin Aldo. Dan Aldo lapang dada terima keputusan Aldo."


Plakk...


sebuah tamparan di pipi kiri Aldo diberikan oleh Nena.


"Apa apaan kamu Na?" Wyla kaget


Dengan marah Aldo mendekat ke arah Nena


"Mo balas nampar? silahkan. tapi sangkal dulu ucapan Wyla"


Dengan tenang Nena menghadapi Aldo.


Lulu yang tidak kuasa menahan airmatanya menarik Nena menjauhi mereka.


"Lu, kamu mau pulang aja? kutemani yuk.."


"Enggak Na, aku mo nonton"


"Oke.. Kalo dah gak kuat, kita pulang yah.."


Nena memeluk Lulu dan menyeka sisa airmata di wajah Lulu.


Didepan theatre, mereka sudah di tunggu.


Lulu dengan cepat menyembunyikan kesedihanya, meskipun Ivan dapat membaca mimik wajah Lulu dengan jelas.


"V, eh.. Sayang nanti didalam aku duduk samping Lulu ya"


Nena berdiri di hadapan Nouval menengadahkan wajahnya berbicara pelan ke Nouval, Nouval tersenyum lebar, puas akhirnya Nena memanggilnya dengan sebutan Sayang dan di tempat umum, tidak saat mereka sedang berdua.


"kan bisa di sampingku juga."


"Berarti nanti sayang gak bisa duduk di ujung loh"


Senyum Nouval semakin mengembang, karena Nena mengetahui kebiasaanya yaitu apapun kegiatanya, dia akan memilih duduk paling ujung.


"Iya"

__ADS_1


apapun dah permintaan Nena, asalkan bisa di samping Nena, Nouval mah oke oke saja.


Didalam bioskop, Ivan dengan cepat mengambil posisi kursi di ujung


"Van, aku sih yang di situ" Lulu berbicara lemah.


"Sini aja deh..."


Lengan Lulu ditarik Ivan supaya duduk, Lulu mengikuti saja di ikuti Nena.


"njrit.. Es Balok pengen menghangatkan diri. tumben tumbenan duduk d tengah."


Dika mengejek Nouval.


"Berisik!" timpal Nouval


"Nen... oooh.. Bantalku, jauh nian dirimu"


Ardi memelas, karena terbiasa jika nonton di bioskop dan Ardi merasa filmnya membosankan atau mengantuk maka Bahu Nena akan menjadi sandaranya.


"Maaf yah Ardi sayang, saatnya ganti bantal"


Nena menjawab Ardi dengan ambigunya


Sontak Nouval meremas jemari Nena yang berada dalam genggamanya.


Bersamaan dengan padamnya lampu theatre, Nena berkata


"Ardi sayang, Ivan sayang, Phillip sayang, Dika sayang..."


Nena sengaja menggantungkan kata katanya dan melirik Nouval yang menolehkan wajahnya ke arah Nena dengan tatapan tidak sukanya, Nena memeluk lengan Nouval dan melanjutkan ucapanya


"kalo yang ini Sayangnya Nena"


spontan Nouval mencium kening Nena karena bahagia


"Please yaaa... kita nonton film action bukan film romantis"


Dika protes yang duduk disamping Nouval


Selesai Nonton, dalam perjalanan ke parkiran. Nena yang berjalan di belakang bersama Lulu di panggil seseorang


"Nena! sini kamu... kita belum selesai"


Nena dan Lulu berbalik menghadap Aldo, dengan tenang Nena menjawab


"ooh.. kamu mau balas nampar aku? aku kok gak dengar kamu sangkal omongan Wyla?"


"Brengsek! ini urusan aku, Lulu dan Wyla.. bukan urusan kamu"


Aldo mengacungkan telunjuknya ke arah Nena


"Maaf yah Aldo... kalo sakit hatinya Lulu sudah selesai baru deh bukan jadi urusanku"


"Ayo Lu.. kamu ku antar pulang" Aldo menarik tangan Lulu


"Lepasin" Lulu berteriak


"Lu.. aku bisa jelasin semuanya"


Aldo membujuk Lulu


"Gak perlu" Lulu menghardik Aldo


"Oke. kalo emang begitu.. kita putus. aku juga gak minat lanjut pacaran ama kamu"


Nena melihat tubuh Lulu bergetar, langsung menggandeng erat tangan Lulu.


Aldo pergi meninggalkan Lulu dan Nena.


kelima cowok hanya menonton dengan santai kejadian tadi dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Kok kalian gak mendekat?" Nena bertanya


"Trus?? dapat amukan singa betina dan gigitan Vampir betina gitooh?" seloroh Dika


"Val.. Gak takut kamu pacaranan ama..."


Phillip menggantungkan ucapanya dan dengan gaya tante tante ganjen yang mengacungkan telunjuknya kemudian menggerakan ke atas kebawah mengikuti arah pandangan pada Nena


"Anjirrr Phillip!!"


Nena dongkol disambut tawa keras dari Dika, Phillip, Ivan, Ardi. Lulu pun ikut tertawa melihat tingkah Phillip

__ADS_1


"Syuuh" Nouval menarik Nena dalam pelukannya dan berbisik


"kontrol mulutnya"


__ADS_2