Taruhan Manis

Taruhan Manis
28. XII IPS4


__ADS_3

Hari Senin, seperti biasanya diadakan upacara Bendera. Saat Kepsek yang hari itu bertugas menjadi Pembina Upacara menyampaikan pidatonya, Kepsek menyampaikan pengumuman penting yaitu mulai tahun ajaran depan SMAN Limah akan berpindah ke lokasi baru yang telah disediakan oleh Pemerintah.


Riuh suara memelas terdengar di barisan kelas X & XI.


Seperti biasa ada jeda istirahat 10 menit setelah selesai Upacara. Ada beberapa siswa yang menggunakan waktunya hanya didalam kelas XII IPS4 termasuk Dika dan Gandhi yang duduk sebangku. Mereka sedang bertaruh melemparkan permen karet bekas kunyahan mereka ke plafon kelas. Permen karet yang jatuh, berarti kalah jidatnya akan kena ketekan.


"ish... kalian jijay banget sih? ikutan dong.."


Ria mendekat pada mereka lalu mengambil permen karet diatas meja dan mulai mengunyah dan menghisap cepat hingga rasa manis permen karet hilang.


"Yang kalah belikan Yosan 2 ribu yaaa." Dika mula menyebutkan syarat taruhan.


(supaya gak pada bingung, author kasih gambar Permen Karet Yosan-nya 😆)



"Deal!!" Gandhi dan Ria setuju.


Beberapa anak yang melihat pun akhirnya mulai mengikuti permainan Dika, Gandhi dan Ria.


"Di sebelah sono aja. jangan pada ngumpul."


Dika menyuruh Dini, Sinta, Dessy dan Ridho yang ingin ikutan.


"Astaga.. kalian ngapain?"


Ardi yang baru masuk kelas sangat terkejut melihat beberapa teman nya berkelompok berkelompok kecil dan memainkan lempar permen karet ke plafon.


"Ketua Kelas jangan sirik. bilang aja mau ikut main" Sinta menjawab pertanyaan Ardi.


Maka satu kelas mulai memainkan permainan itu. Bahkan mereka mulai menaikan level permainan yaitu Saat jam pelajaran, ketika guru sedang menulis di papan tulis atau tidak melihat, beberapa anak akan memainkan permainan itu.


Saat jeda pelajaran pertama selesai, sementara menunggu guru lain masuk Ivan memberikan pengumuman yaitu taruhan lainya


"Yang ketahuan guru, kita musuhin dua hari dan dia harus ngasih ke kita tiap orang dapat 5 yosan"


"Yang ngajak ngobrol orang itu kita musuhin juga." Tama menimpali Ivan


"Oke!"


"Deal!"


"Sapa takut?"


mereka semua sepakat dengan taruhan itu.


"Nouval Sayang, mau permen karetku?"


Rayuan Nena dari arah bangkunya yang berada di deretan ujung belakang berlawanan dengan bangku Nouval yang berada di ujung lainya.


"Mau.. mana? lempar sini... "


Dengan cepat Nouval mengiyakan dan memasang kedua tanganya berancang ancang hendak menangkap permen karet dari Nena.


"Nih... "


Nena berdiri lalu dengan santai Nena menjulurkan permen karet yang berada di ujung lidahnya.


"OGAH!!"

__ADS_1


Seisi kelas menertawakan Nouval apalagi saat Nouval cemberut.


"Wuakakaka... Es Balok kalo kena parutan es kayak gitu bentuknya..." Seloroh Dika


Hanya butuh waktu 4hari, plafon kelas XII IPS4 sudah penuh dengan tempelan permen karet.


selama itu juga semua siswa mulai duduk dengan waspada jangan sampai tubuh mereka kejatuhan permen karet apalagi sampai jatuh d kepala dan lengket di rambut.


"Ivan, Mbok yah Topi nya dilepas.."


Dengan santai Bu Anne menyurh Ivan membuka topi nya, disambut cekikik kan anak sekelas.


"Ashiyap Bu Guru Sayang.."


Dengan ragu namun tetap cengengesan Ivan membuka topinya.


Kemudia Bu Anne memberi kesempatan pada Dika dan Dessy untuk memberikan pengumuman sebagai perwakilan OSIS.


"Baiklah teman teman, memperingati Hari Kemerdekaan RI, seperti biasanya OSIS akan mengadakan lomba lomba. Hanya saja untuk tahun ini hanya ada 4 Perlombaan dan 1 Lomba titipan dari Dewan Guru. Untuk lomba titipan Dewan guru nanti akan disampaikan oleh Bu Anne. Saya dan Dika akan infoin 4 lomba yang tiap kelas akan mengirimkan wakilnya sesuai ketentuan lomba. Peserta tidak bisa didaftarkan untuk 2 lomba."


Dessy memulai menjelaskan, diikuti Dika yang menjelaskan macam lombanya yaitu Cerdas Cermat Pengetahuan Umum dengan peserta 3 orang, Lomba Yel Yel maximal 6 orang dalam 1 Group dan Putra-Putri Merah Putih masing masing 1 orang dan Lomba Tim Sorak Bagi Peserta yang akan mengikuti Lomba.


"Kecuali Lomba Tim Sorak, Ketiga lomba lainya nanti akan ada TM-nya yang akan diikuti langsung oleh masing masing peserta. Nah.. sebaiknya sekarang aja kita rembukan untuk tentuin pesertanya"


Dika Memberikan ide dan mendapatkan persetujuan seisi kelas. Mereka mulai menentukan peserta lomba.


"PaPi MerPut nya Nena Nouval aja"


Ria memberikan masukan


"Jangan Ya... Nena ikut CC aja"


Gandhi menyela Ria


Dini memberikan ide


"Ada yang minta kepalanya kepalanya di jitak supaya gak gesrek"


Gandhi merasa terhina dengan Dini


Setelah musyawarah yang alot, Akhirnya mereka sepakat Siapapun yang tidak mengikuti Lomba wajib jadi Tim Sorak di Setiap Lomba. Ivan, Ria dan Lulu dipilih menjadi motor Tim Sorak karena terkenal dengan kegokilan dan ceplas ceplosnya.


Untuk Ridho, Nena dan Dini akan mengikuti lomba CC.


Sedangkan peserta Yel Yel akan diikuti anak cowok yaitu Rully, Tama, Gandhi, Phillip, Indra, Alex.


"Nah.. sekarang, siapa yang akan ikut lomba PaPi MerPut dampingi Sinta?"


Dessy bertanya


"Diih.. kok aq. Kamu aja Des.."


"Aku panitia Sintaaaa..."


"Oooh.. Gak boleh yah??"


"Sinta cantik.. kalo anggota OSIS boleh ikut... dah daritadi aku ngajuin diri ikut CC deh."


Seloroh Dika yang langsung mendapatkan lemparan bungkus permen dan "Huuuuu..."

__ADS_1


"Nouval aja" Lulu memberi ide


"Aku lagi tournament Lu, lupa?"


"Ooh iya, kamu kan brangkat."


"Gini aja... gimana kalo Yang Terhormat Ketua Kelas kita?" Dika memberikan ide


"Cekep!" Lulu menjerit


"Dika Cerdas!" Nena berteriak


Blushing di wajah Ardi yang berwarna Sawo Matang Mulai Busuk (sesuai ungkapan Ivan) terlihat.


"Wakakakka... ada yang blushing.. Anjrit!!"


Nena menertawakan Ardi yang langsung mendapatkan pukulan menggunakan gulungan buku di lengan nya.


"Aku ada turnament."


"Gak lolos, Kalah agregat.."


Ardi memberikan alasan penolakan namun dengan cepat Nouval menyangkalnya


"Bangke Opal Koplak!! Coba cangkem mu di kondisikan.."


Beberapa anak ada yang memberikan argumen berbeda dengan ide Dika. Lalu Ivan dengan gayanya yang biasa sok bijak memberi masukan pada teman temanya


"Guys.. Biarlah Yang Terhormat Ketua Kelas kita sekali selama hidupnya ini merasakan menjadi Pria Gagah. Kebo aja kalo dibedakin jadi imut kok"


"Sialan!!"


"Buahahahah...aa"


Ardi mengomel pada Ivan sedangkan seisi kelas terpingkal pingkal.


"Iya, Nanti aku yang Sponsor untuk busana dan printilanya kalo Ardi yang maju." Phillip Mengajukan diri


"Phillip, bisa sekalian untuk Sinta juga?"


Phillip Mengacungkan kedua Jempolnya pada Bu Anne.


"Nah.. kalau begitu kita sepakat Sinta dan Ardi yang akan maju yah" Bu Anne menegaskan.


"Kami, Mewakili Tim Sorak dengan Ini Menyatakan Tetap Akan Mengerahkan segala Upayah dan Daya Untuk Lomba PaPi MerPut meskipun dari awal kami sudah Terima Kalah"


Lulu mengucapkan ikrar suci-nya. Kemudian seisi kelas tertawa, Bahkan Bu Anne pun tidak dapat menahan tawa ngangkak-nya.


"Asuuuhhh! Sial kaleee diriku.. punya teman kok pada kurang ajar sih??"


Sambil tertawa Ardi memaki dirinya sendiri.


"Sudah.. Sudah.. Cukup ketawanya. Dessy, Dika apakah masih ada lagi?"


Bu Anne bertanya, Dika dan Dessy menggelengkan kepala. lalu melanjutkan pengumuman lanjutan


"Baiklah kalo begitu saya mau ngasih tau kalo Lomba Titipan Dari Dewan Guru itu adalah Lomba Kebersihan Kelas."


"........"

__ADS_1


Ssssshhhh....


Jangan Lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa...


__ADS_2